PERADILAN TERBESAR SEPANJANG SEJARAH !

  Yes  Muslim  - Sejarah mausia telah dilewati oleh peradilan-peradilan besar, tetapi ada satu peradilan terbesar yang diketahui oleh sejarah, yaitu peradilan yang terjadi di kota Samarkand.

Samarkand adalah sebuah kota besar, yang sekarang menjadi salah satu bagian dari Republik Rusia (salah satu Propinsi di Uzbekistan), dekat dengan Cina. Penduduk Samarkand kala itu memiliki pasukan yang kuat. Mereka adalah para penyembah berhala yang mereka buat sendiri dari bebatuan yang disemati dengan permata. Berhala-berhala itu ada pada kuil di puncak gunung. Dan kuil itu tergolong kuil khusus bagi para biarawan. Adapun selain mereka, maka mereka memiliki kuil-kuil kecil yang tersebar d tengah Samarkand.

Kala itu, yang menjadi khalifah adalah Umar bin ‘Abdil ‘Aziz rahimahullah , sedangkan panglima kaum muslimin adalah Qutaibah bin Muslim. Pasukannya adalah pasukan yang paling kuat di dunia, dan berita kekuatan pasukan tersebut telah sampai juga ke negeri Cina.
Pada tahun 87 H (705 M), pasukan kaum muslimin merangsek menuju Samarkand. Tatkala mereka telah sampai di tempat-tempat tinggi Samarkand, sang Panglima, Qutaibah bin Muslim memerintahkan pasukannya untuk bersembunyi di balik gunung agar penduduk Samarkand tidak melihat pasukan kaum muslimin lalu mempertahankan diri dari mereka. Kemudian kaum muslimin menyerang kota tersebut dengan seluruh batalyon pasukan dari balik gunung. Seakan-akan mereka adalah badai, karena kedahsyatan dan kecepatannya. Tiba-tiba saja mereka telah berada di tengah kota Samarkand, menundukkannya seraya bertakbir menyebut asma Allah. Maka penduduk Samarkand tidak memiliki kekuatan apapun kecuali harus menyerah total. Sementara para biarawan lari menuju kuil besar di puncak gunung, dan penduduk kota Samarkand bersembunyi di dalam rumah-rumah mereka. Mereka tidak keluar karena takut terhadap kaum muslimin, dan suasana pun dikuasai kaum muslimin.
Karena takutnya penduduk Samarkand terhadap pasukan penakluk tersebut, mereka menyuruh anak-anak kecil untuk mencari air dan makanan. Kaum muslimin tidak menghalangi mereka, bahkan mereka membantu anak-anak tersebut dengan membawakan air serta makanan, lalu anak-anak itu masuk ke dalam rumah-rumah keluarganya dengan penuh kegembiraan seraya membawa makanan dan air.
Mulailah ketentraman dan ketenangan masuk ke dalam hati penduduk kota. Tidak beberapa lama setelah itu, penduduk Samarkand kembali kepada tempat-tempat niaga, pertanian, dan milik mereka. Keberadaan semua itu seperti semula, tidak berkurang sedikitpun. Kemudian mulailah kehidupan normal berjalan antara kaum muslimin dan penduduk Samarkand dengan perniagaan. Mereka mendapati bahwa kaum muslimin adalah orang-orang yang terpercaya dalam niaga, tidak berdusta, tidak menipu dan tidak berbuat zhalim. Kekaguman itu semakin bertambah dengan adanya perselisihan antara dua orang, satu dari penduduk Samarkand dan yang lain dari kaum muslimin. Ketika keduanya pergi ke Qodhi (hakim), maka Qodhi itu pun memenangkan kasus itu untuk orang Samarkand.
Lalu sampailah berita tersebut ke para rahib yang lari dan bersembunyi di kuil. Lalu mereka berkata,’Jika Qodhi mereka adil, maka pastilah khalifah mereka itu juga adil.’ Maka mereka mengutus salah seorang dari mereka untuk pergi menghadap khalifah kaum muslimin, Umar bin ‘Abdil ‘Aziz rahimahullah , lalu mengabarkan kepada beliau tentang apa yang terjadi terhadap mereka karena pasukan kaum muslimin.
Lalu pergilah utusan mereka, seorang pemuda, hingga sampai di Damaskus dengan dada penuh rasa ketakutan. Saat dia melihat sebuah istana besar, dia berkata dalam hatinya,’Sesungguhnya ini adalah istana pemimpin mereka.’ Akan tetapi saat dia melihat manusia masuk dan keluar tanpa penghalang dan pengawasan, dia terdorong untuk masuk, lalu dia pun masuk sementara dia tidak tahu bahwa tengah memasuki masjid Umawi yang disemati batu-batu mulia, dan hiasan-hiasan keIslaman, dan tempat-tempat adzan yang menjulang. Kemudian dia mendapati manusia ruku’ dan sujud, lalu dia perhatikan tempat yang indah tersebut, dimana dia lihat kaum muslimin berbaris lurus dan rapi. Dia tercengang, bagaimana jumlah besar ini berbaris dengan begitu cepatnya?
Setelah kaum muslimin selesai shalat, dia berdiri, lalu menuju salah seorang muslim dan bertanya tentang istana Khalifah, ‘Di mana pemimpin kalian.’ Sang muslim menjawab, ‘Dia tadi yang shalat mengimami manusia, tidakkah kamu melihatnya?’
Dia menjawab,’Tidak.’
Muslim itu berkata,’Bukankah Engkau tadi shalat bersama kami?’
Dia menjawab,’Apa itu shalat?’
Muslim itu bertanya,’Bukankah Engkau seorang muslim?’
Dia menjawab,’Tidak’
Muslim itu tersenyum kemudian bertanya lagi,’Apa agamamu?’
Dia menjawab,’Agamanya para dukun Samarkand.’
Muslim itu bertanya,’Apa agama mereka?’
Dia menjawab,’Mereka menyembah patung.’
Muslim itu berkata,’Kami kaum muslimin menyembah Allah ‘azza wa jalla, tidak menyekutukan-Nya dengan apapun.’
Orang muslim itu memberikan arah rumah Amirul Mukminin (pemimpin orang-orang mukmin). Lalu pemuda itu pergi menurut arahan tersebut. Dia mendapati sebuah rumah kuno dari tanah. Dan dia dapati ada seorang laki-laki di sisi tembok tengah memperbaiki temboknya, sementara bajunya penuh dengan kotoran tanah. Maka dia kembali kepada orang muslim tadi di masjid seraya berkata,’Apakah kamu mengejekku (mempermainkanku)? Aku bertanya kepadamu tentang pemimpin kalian, lalu kamu kirim aku kepada seorang fakir yang tengah memperbaiki tembok rumah?!’
Maka seorang muslim itu berdiri bersama pemuda tersebut hingga sampai ke rumah Khalifah Umar bin ‘Abdil ‘Aziz, Amirul Mukminin. Lalu orang muslim itu memberikan isyarat,’Dialah sang pemimpin yang tengah memperbaiki tembok.’ Maka pemuda itu berkata,’Janganlah kamu mempermainkan aku dua kali.’
Berkatalah orang muslim itu,’Demi Allah, dialah Khalifah.’
Kagetlah sang pemuda, seraya teringat dukun-dukunnya yang sombong terhadap manusia. Di saat dia terheran-heran sambil mengamati, datanglah seorang wanita bersama putranya. Wanita itu meminta kepada Amirul Mukminin untuk menambah jatah pemberian kepadanya dari baitul mal kaum muslimin, karena anaknya banyak. Di saat wanita itu berbicara, anaknya bertengkar dengan anak Amirul Mukminin karena suatu mainan. Lalu anaknya memukul kepala anak Amirul Mukminin, hingga darahpun mengalir dari kepalanya. Lantas istri Amirul Mukminin cepat-cepat mengambil putranya sambil berteriak keras kepada wanita tersebut. Maka wanita itu ketakutan karena perbuatan putra kecilnya terhadap putra Amirul Mukminin.
Kemudian Amar bin ‘Abdil ‘Aziz masuk ke dalam rumah, lalu membalut kepala putranya, kemudian keluar menemui wanita itu seraya menenangkannya dari ketakutan, lalu mengambil mainan dari putranya dan memberikannya kepada anak wanita tersebut. Kemudian dia berkata,’Pergilah kepada bendahara, katakana kepadanya agar dia menaikkan pemberian kepadamu.’ Maka istri Amirul Mukminin berkata,’Putramu telah terpukul, kemudian engkau menaikkan harta jatah untuknya serta member hadiah mainan kepada putranya?’ Umar bin ‘Abdil ‘Aziz menjawab,’Engkau telah membuatnya takut, sementara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,’Siapa yang membuat seorang muslim ketakutan, maka Allah akan membuatnya ketakutan pada hari kiamat…’ Kemudian dia melanjutkan pembenahan tembok.
Pemuda Samarkand tersebut melihat pemandangan itu dengan sangat terheran-heran. Di sinilah dia berani untuk maju dengan langkah pelan menuju Umar bin ‘Abdil ‘Aziz seraya berkata ,’Anda pemimpin kaum muslimin?’
Sang Amir menjawab,’Ya, apa keperluanmu?’
Dia berkata,’Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya aku terzhalimi.’
Sang Amir pun berkata,’Atas siapa kamu mengadukan perkara.’
Dia menjawab,’Atas Qutaibah bin Muslim.’
Maka Sang Amir tahu bahwa itu bukan pengaduan antara dua orang.
Maka pemuda utusan itu meneruskan pengaduannya,’Paara dukun Samarkand telah mengutusku, dan mereka mengabarkan kepadaku bahwa di antara kebiasaan kalian adalah ketika kalian ingin membuka negeri manapun, kalian akan memberikan kepada mereka tiga pilihan, kalian ajak mereka kepada Islam, atau membayar jizyah, atau perang.’
Sang Khalifah menjawab,’Ya dan termasuk hak negeri itu adalah memilih satu di antara tiga pilihan tersebut.’
Pemuda itu berkata keheranan,’Dan bukan termasuk hak kalian untuk memutuskan (sepihak), mengagetkan, dan menyerang?!’
Sang Khalifah menjawab,’Ya, Allah subhanahu wa ta’ala telah memerintah kami demikian, dan Rasul kami telah melarang kami dari kezhaliman.’
Pemuda itu berkata,’Adapun Qutaibah bin Muslim tidak melakukannya, bahkan dia dan pasukannya telah mengagetkan kami.’
Tatkala sang khalifah mendengar hal itu, dia tidak mengeluarkan perintah apapun. Bukan termasuk kebiasaannya mendengar hanya dari satu pihak. Dia harus meyakinkan hal itu.
Dia pun mengeluarkan satu kertas kecil, lalu menulis dua baris kalimat, kemudian menutup dan menyetempelnya, lalu berkata kepada pemuda itu, ‘Kirimkan ini kepada Gubernur Samarkand, dia akan mengangkat kezhaliman dari dirimu.’
Pemuda itupun pergi dari Damaskus menuju Samarkand, dengan melintasi jarak jauh tersebut melalui padang pasir dan gunung-gunung, dengan berkata,’Kertas, apa yang bisa dia lakukan di hadapan pasukan kaum muslimin?’ Saat dia sampai di Samarkand, dia beritakan apa yang terjadi kepada dukun. Maka mereka pun berkata kepadanya,’Berikan kertas itu kepada Gubernur.’ Maka pemuda itu memberikannya kepada gubernur. Guberbur merasa aneh dan heran dengan surat itu. Akan tetapi dia mengenal stempel Amirul Mukminin, maka dia pun meyakinkan dirinya bahwa surat itu benar dari Khalifah, kemudian membukanya. Dan ternyata yang tertulis di dalamnya adalah:
‘Dari Amirul Mukminin kepada Gubernur Samarkand. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabaraktuhu. Angkatlah seorang hakim yang akan memberikan peradilan antara dukun Samarkand dan Qutaibah bin Muslim, dan jadilah kamu mengganti kedudukan Qutaibah.’
Maksud dari “jadilah kamu mengganti kedudukan Qutaibah” adalah janganlah mengganggu Qutaibah yang sibuk melakukan penaklukan ke beberapa negeri. Dia sudah cukup sibuk, karena itu wakililah dia.
Gubernur mengangkat seorang hakim dengan cepat. Akan tetapi sang hakim bersikeras untuk menghadirkan Qutaibah karena perhatiannya terhadap keadilan, serta kekhawatirannya, bahwa ada perkara samar atas gubernur yang tidak mengetahuinya kecuali Qutaibah. Maka dia menentukan janji hingga Qutaibah bisa hadir.
Kala itu Panglima Qutaibah bin Muslim telah menyelesaikan perjalanannya, dan telah dekat dengan Cina untuk menaklukkannya. Kemudian datanglah perintah hakim, maka dia kembali setelah menempuh perjalanan panjang. Saat para dukun itu mengetahui kedatangan Qutaibah, mereka mulai mengucurkan keringat. Sebelum Qutaibah masuk masjid yang di dalamnya akan diadakan peradilan, dia letakkan pedangnya dan menanggalkan sandalnya, kemudian berjalan menuju depan hakim, lalu sang hakim berkata.’Duduklah kamu di sisi penuntutmu.’
Peradilan pun di mulai:
Pembesar dukun berdiri seraya berkata,’Sesungguhnya Qutaibah bin Muslim masuk ke negeri kami tanpa peringatan. Seluruh negeri telah dia beri peringatan dan pilihan, dakwah kepada Islam, atau membayar jizyah, atau perang, kecuali kami, dia menyerang kami tanpa peringatan.’
Maka hakim menoleh kepada Panglima Penakluk, Qutaibah bin Muslim seaya berkata,’Apa bantahanmu atas pengaduan ini?’
Berkatalah Qutaibah,’Mudah-mudahan Allah memperbaiki urusan sang hakim. Peperangan itu adalah tipu daya, negeri ini adalah negeri yang besar. Seluruh negeri sebelumnya melawan, mereka tidak ridha dengan jizyah dan tidak ridha dengan Islam. Seandainya kami memerangi mereka setelah peringatan, maka mereka akan membunuh kami lebih banyak dari apa yang kami bunuh di tengah mereka. Dan alhamdulilah, dengan cara mengagetkan ini, kami telah melindungi kaum muslimin dari bahaya besar, sebagaimana juga akan menjadi mudah bagi kami untuk menaklukkan negeri-negeri setelahnya. Jika kami mengagetkan mereka, maka sesungguhnya kami telah menyelamatkan mereka dan memasukkan mereka ke dalam keselamatan.’
Sang hakim berkata,’Wahai Qutaibah, apakah kamu telah mengajak mereka kepada Islam atau jizyah atau perang?’
Qutaibah menjawab,’Tidak, bahkan kami mengagetkan mereka karena bahaya besar mereka.’
Berkatalah sang hakim,’Wahai Qutaibah, aku telah memutuskan, dan atasnya peradilan selesai. Wahai Qutaibah, tidaklah Allah subhanahu wa ta’ala menolong umat ini kecuali denga agama, menjauhi pengkhianatan, dan menegakkan keadilan. Demi Allah, tidaklah kita keluar dari rumah-rumah kita kecuali karena berjihad di jalan Allah. Kita tidak keluar untuk menguasai bumi, dan menipu negeri kemudian berjaya di dalamnya tanpa hak.’
Kemudian sang hakim memutuskan perkara,’Aku memutuskan agar seluruh pasukan kaum muslimin keluar dari negeri ini, dan mengembalikannya kepada penduduknya, serta memberikan mereka kesempatan untuk bersiap-siap perang, kemudian memberikan mereka pilihan antara Islam, jizyah dan perang. Jika mereka memilih perang, maka perang. Dan hendaknya seluruh kaum muslimin semuanya keluar dari Samarkand dengan berjalan kaki sebagaimana mereka memasukinya (yaitu tanpa hasil perniagaan) dan menyerahkan kota ini kepada penduduknya. Yang demikian itu demi melaksanakan syariat Allah subhanahu wa ta’ala dan sunnah Nabi-Nya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam .’
Mulailah kaum muslimin keluar dari kota tersebut, bahkan sang hakim pun berdiri dan keluar di hadapan pandangan para dukun.
Para dukun tidak mempercayai perkara tersebut, dan mereka merasa seakan-akan tengah berada dalam mimpi. Para penduduk Samarkand melihat kaum muslimin keluar dari kota hingga kota sunyi dari kaum muslimin semuanya.
Maka pemuda utusan para dukun itu berakata,’Demi Allah, agama mereka benar-benar agama yang hak. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang hak selain Allah, dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah.’
Tidak lama setelah itu para dukun pun membaca kalimat syahadat (masuk Islam), kemudian seluruh penduduk Samarkand pun masuk Islam dan meminta kepada kaum muslimin untuk kembali ke kota seraya mengatakan,’Kalian adalah saudara-saudara kami.’
Itulah kisah peradilan terbesar yang diketahui oleh sejarah masa lalu dan masa sekarang. Itu adalah satu lembar dari sekian banyak lembaran sejarah keIslaman kita yang membuktikan keadilan Islam dalam segala situasi, baik terhadap sesama muslim maupun kepada selain muslim. Itu adalah satu gambaran dari banyak gambaran keadilan Islam yang hilang dan dihilangkan dari kemanusiaan.
Jika ini adalah perlakuan kami terhadap selain ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) maka bagaimana pula perlakuan kami terhadap ahli kitab yang Allah ?????? ?????? memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada mereka?! Jika ini adalah perlakuan kami kepada orang-orang yang tidak boleh menikahinya, dan memakan sembelihan mereka, lalu bagaimana perlakuan kami kepada orang yang halal wanitanya dan sembelihannya? Sesungguhnya keadilan Islam, dan toleransinya telah disembunyikan oleh gereja-gereja dan para pendeta, kemudian mereka menggambarkan Islam kepada para pengikutnya bahwa Islam adalah agama zhalim, garang, bengis, kejam, lagi buas. Akan tetapi dengan sedikit akal dan obyektifitas, manusia akan sampai kepada hakikat sebenarnya, apapun agamanya. (AR) [*]
Sumber: 
-Syaikh Ali Thanthawi, Qashah Min al-Tarikh; Qisshah Qadhiyyah Samarkand
-Khutbah “Samahatul Islam” oleh Syaikh Muhammad Hassan -dll
Ditulis oleh: Syaikh Mamduh Farhan al Buhairi, Majalah Qiblati edisi 09 tahun V




Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim -  Portal Muslim Terupdate ! 




komentar :


Selengkapnya

Fakta-Fakta Kekejian dan Pembantaian Jutaan Suku Indian Oleh bangsa Eropa Kristen Pendatang




Tragedi genosida paling mengerikan sepanjang sejarah tak hanya terjadi pada masa Nazi atau Stalin. Jauh sebelum itu sudah banyak terjadi pembantaian massal, termasuk pembantaian yang dilakukan bangsa Eropa terhadap jutaan suku Indian.

Kedatangan bangsa Eropa membawa bencana besar ke Amerika. Selama bertahun-tahun, jutaan suku Indian dibantai oleh bangsa Eropa demi merebut tanah mereka. Bahkan ahli sejarah memperkirakan 50-100 juta penduduk suku Indian sudah dibantai ketika itu.

Dihimpun Wow Menariknya dari berbagai sumber, berikut ini ada beberapa fakta miris tentang pembantaian jutaan suku Indian.

1. Perebutan tanah


Pada awal kedatangan Columbus di Amerika, bangsa Eropa disambut dengan baik oleh suku Indian. Namun lama kelamaan bangsa Eropa malah ingin merebut tanah suku Indian hingga akhirnya mereka mulai melakukan invasi untuk mengusir suku Indian.

Orang-orang Eropa menghalalkan segala cara untuk menduduki wilayah suku India termasuk melakukan pembunuhan besar-besaran terhadap penduduk asli. Seiring berjalannya waktu, banyak tanah di Amerika yang akhirnya diduduki bangsa Eropa seperti Inggris dan Perancis.

2. Pembunuhan massal


Karena perebutan tanah, bangsa Eropa menyuruh suku Indian untuk pindah ke wilayah yang sudah disediakan. Tentu saja suku Indian menolak hal itu karena mereka adalah penduduk asli Amerika. Hingga akhirnya suku Indian melakukan perlawanan dengan menggunakan peralatan tradisional. Karena Eropa sudah memiliki senjata yang canggih ketika itu, akhirnya pembantaian terhadap orang Indian tak bisa dihindarkan.

3. Bangsa Eropa membawa bibit penyakit mematikan


Sebelum kedatangan bangsa Eropa, Amerika adalah wilayah yang damai. Tapi setelah bangsa Eropa masuk, mereka membawa bencana besar kepada penduduk asli Amerika.

Menurut ahli sejarah, bangsa Eropa ketika itu sengaja membawa bibit penyakit mematikan seperti typus hingga leptospirosis melalui tikus untuk disebarkan kepada penduduk suku Indian. Akibatnya populasi suku Indian berkurang drastis. Di bagian wilayah Massachusetts saja, 90% penduduknya meninggal karena epidemi yang dibawa bangsa Eropa.

4. Perang yang berlangsung selama puluhan tahun


Sekitar tahun 1776-1815, bangsa Eropa terus memerangi suku Indian demi merebut wilayah mereka. Bangsa Eropa pun tak segan-segan akan membantai siapa saja penduduk asli termasuk kepala suku Indian tanpa ampun. Hingga akhirnya pelahan-lahan wilayah suku Indian berhasil direbut bangsa Eropa.





Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim -  Portal Muslim Terupdate ! 




komentar :


Selengkapnya

3 Hal Perlakukan KHUSUS Istimewa Terhadap Umat Kristen / Nasrani Dalam Syariah Islam

  Yes  Muslim  - Dalam proses turunnya syariat Islam, kita menemukan fakta bahwa bukan hanya hubungan secara kemanusiaan saja yang dekat, tetapi ternyata syariat yang Allah SWT turunkan buat umat Islam ternyata sangat dekat sekali dengan syariat yang turun sebelumnya kepada umat nasrani. Di antaranya adalah hal-hal berikut ini :

1. Kiblat Pertama ke Pusat Kristen

Kalau hari ini kita mengenal Vatikan sebagai 'ibukota' agama Krsiten, maka di masa Rasulullah SAW yang menjadi 'ibukota' kerajaan kristen dunia adalah Palestina atau Al-Quds. Disana berdiri geraja yang amat besar, yang di dalamnya ada patung-patung dan berhala yang disembah.

Namun meski demikian, ketika syariat shalat pertama kali diturunkan, kiblatnya bukan Ka'bah melainkan Al-Quds, yang nota bene saat itu masih berupa gereja yang menjadi pusat tempat ibadah dan kebaktian umat kristiani sedunia.

Walaupun pada akhirnya turun perubahan untuk menghadap ke Masjid Al-Haram Mekkah (Ka'bah), namun setidaknya agama Islam ini pernah berkiblat ke gereja alias rumah ibadah agama nasrani selama beberapa tahun.

2. Halalnya Sembelihan Orang Kristen

Satu hal yang menarik untuk diangkat disini adalah bahwa Al-Quran menyebutkan bahwa hewan yang disembelih oleh pemeluk yahudi dan nasrani hukumnya halal untuk dimakan oleh pemeluk Islam. Hal ini adalah penegasan dari Al-Quran langsung :

وَطَعَامُ الَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَابَ حِلٌّ لَّكُمْ وَطَعَامُكُمْ حِلُّ لَّهُمْ

Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka. (QS. Al-Maidah : 5)

3. Halalnya Laki-laki Muslim Menikahi Wanita Kristen

Hal menarik lainnya bahwa Al-Quran di ayatyang sama juga menyebutkan bahwa laki-laki muslim dibolehkan menikahi wanita ahli kitab, yaitu yahudi dan nasrani.

 وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ الْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ الَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَابَ مِن قَبْلِكُمْ

(Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu. (QS. Al-Maidah : 5). (ri)

http://1.bp.blogspot.com/-KVyREXDxAc0/VYzraHpEqCI/AAAAAAAABk0/Qp2x2FXi_4M/s1600/krsiten.jpg





Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim -  Portal Muslim Terupdate ! 




komentar :


Selengkapnya

Kisah Mahasiswa Bertemu Sama Pengemis, Tidak Disangka Jika Dulunya Dia Adalah Dosen








Kelas dan juga pendidikan seorang, rupanya bukan sebagai penentu keberhasilan hidup seseorang. Orang yang hanya lulusan SMP bisa jadi direktur, begitu juga orang yang setara dengan dosen bisa menjadi seorang pengemis. Tiada yang tidak mungkin di dunia ini.






Seorang Mahasiswi di salah satu Universitas di Filiphina, Faye Ares terkejut setelah mengetahui fakta Seorang pengemis tua . berbeda dengan pengemis kebanyakan, Pengemis tersebut rupanya meminta makan bukan uang.

Dikutip dari liputan6, "Tolong jangan marah. Maaf mengganggu. Saya tidak minta uang. Saya hanya mau makan karena benar-benar sangat lapar," ujar Faye menirukan pria itu seperti dilansir My Newshub.






Faye terkejut, ia sempat mengernyitkan dahi karena merasa tak mengenali pria itu. Namun, Faye penasaran ada seorang pengemis yang fasih berbahasa Inggris.

Singkat cerita, Faye kemudian mengajak pria itu makan di restoran di wilayah pusat perbelanjaan tersebut. Faye berniat mengorek keterangan lebih dalam karena untuk ukuran pengemis, pria itu sangat sopan dan terlihat pintar.

Dari keterangan Faye, pria itu bernama Jansen Locsin. Usianya 70 tahun. Faye terkejut ketika mengetahui, pria itu dulunya adalah seorang dosen mata kuliah Ekonomi, di Universitas Anteneo Manila, Filipina. Selain dosen, pria itu dulunya juga seorang pialang saham. "Namun ia kemudian bangkrut dan malu untuk kembali ke rumahnya," ujar Faye.

Di akhir perjumpaan, Faye memberi pria itu sebotol air mineral dan uang 100 Peso atau sekitar Rp 25 ribu karena merasa sangat kasihan. Apalagi kata Faye, keluarga Jansen seolah tak peduli pada nasib pria malang itu.

Faye mengunggah kisah perjumpaannya itu di media sosial Facebook. Dalam postingan itu, Faye mengatakan jika Jansen sempat menasihatinya agar bersungguh-sungguh dalam kuliah. Nah guys, meski jabatan seseorang bukan penentu keberhasilan, menuntut ilmu itu penting.





Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim -  Portal Muslim Terupdate ! 




komentar :


Selengkapnya

19 Tahun Jadi Artis, Ini Alasan Mengejutkan Adrian Mundur dari Dunia Hiburan

  Yes  Muslim  -  Mantan pembawa acara berita pagi Adrian Maulana memutuskan untuk meninggalkan dunia hiburan. Pria yang pernah menjadi cowok sampul majalah ini awalnya bimbang karena di dunia entertianment juga menarik.










“Apalagi terakhir membawakan acara setiap hari di salah satu stasiun televisi swasta punya program yang tayang setiap hari ibaratnya kita punya panggung sendiri, programnya sudah 3 tahun 1 bulan berjalan terus, rating baik, apresiasi baik,” katanya pada 23 Oktober 2017.
Tapi pada saat di puncak posisi, katanya, ia dapat tawaran untuk bisa mewujudkan apa yang menjadi impiannya saat ini. “Sampai perang bathin ya, hahaha. Saya diskusi sama Dessy, sama orang tua, sampai akhirnya mantap. Saya harus jalankan dunia yang baru mulai Juni 2016,” ungkap suami Desi Ilsanty.
Ia mengaku berat untuk meninggalkan panggung gemerlap itu. “Pasti, sampai salat istikarah. Sudah 19 tahun bekerja di dunia entertainment yang telah memberikan banyak kebaikan untuk kita sekeluarga. Sampai kemudian dapat kesempatan untuk masuk ke infustri sebenarnya yang sudah menjadi impian saya sejak 2010 itu,” ungkapnya seperti dilansir Bintang.
Adrian menegaskan bahwa dunia keartisan itu jelek, semua banyak sisi positifnya. Ia mengingatkan untuk kembali ke masing-masing.
“Saya bersyukur sudah 19 tahun menjalankan banyak kebaikan yang saya rasakan. Saya sadar, hidup itu kan bukan banyak-banyakan materi, tapi kebersamaan keluarga di momen penting, kita bisa ada menemani mereka itu hal yang penting juga. Dahulu saya menyangka, yang penting dapur ngebul, ternyata sudah dapur ngebul hampir meledak tetap saja suka masih komplain. Masalahnya apa? Ternyata mau lebih dekat ke saya, hahaha,” kata pria yang rajin ikut kajian keislaman ini.[Gema Rakyat / bdn]




Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim -  Portal Muslim Terupdate ! 




komentar :


Selengkapnya

Wasiat (Alm) Presiden Bosnia untuk Erdogan: “Kalian adalah keturunan Muhammad al Fatih, Maka jagalah”

  Yes  Muslim  -  Presiden pertama Bosnia Herzegovina, (alm) Alija Izetbegović berwasiat kepada Recep Tayyip Erdogan.


Pesan dan wasiat Izetbegovic kepada Erdogan sehari sebelum wafatnya: “Tayyip, kalian adalah keturunan Muhammad al Fatih, tanggung jawab negara ini ada di pundak kalian, maka jagalah!”

Wasiat terakhirnya saat itu ia sampaikan kepada Erdogan yang ketika itu baru menjabat sebagai Perdana Menteri Turki, tahun 2003.
Saat menjelang wafatnya dalam usia 78 tahun di kota Sarajevo, Erdogan datang menjenguk beliau. Saat itu Alija meminta kepada Erdogan untuk mempersiapkan perlindungan terhadap negara Bosnia-Herzegovina. Seolah tahu ajalnya tidak lama lagi, Alija mengucapkan wasiatnya “Saya mohon kepadamu untuk melindungi Bosnia. Sesungguhnya negara kami ini kecil, namun penduduknya orang yang baik-baik. Tayyip, kalian adalah keturunan Muhammad al Fatih, tanggung jawab negara ini ada di pundak kalian, maka jagalah!”
Wasiat Alija Izetbegović ini dituturkan Erdogan dalam satu kesempatan pidatonya.
Berikut video disampaikan Erdogan:



تعرف على وصية الزعيم البوسني الراحل عزت بيغوفيتش لـ 

Alija Izetbegović (8 Agustus 1925 – 19 Oktober 2003), merupakan salah satu tokoh yang sangat dikagumi oleh Presiden Erdogan. Alija berasal dari sebuah keluarga Bosnia yang taat, dikenal dari silsilah keluarga Muslim sejak masa Ottoman (Bosnia dulu merupakan bagian wilayah Ottoman). Ia menjadi presiden pertama Bosnia Herzegovina tahun 1990. Kemudian menjabat sampai dengan tahun 1996, setelah itu ia menjadi anggota kepresidenan Bosnia Herzegovina sampai dengan tahun 2000. Ia juga menulis beberapa buku diantaranya yang sukses dipasaran adalah ‘Islam Between East and West’ dan ‘The Islamic Declaration’.
Alija dididik di sekolah di kota Sarajevo dan lulus dari kuliah sebagai sarjana hukum. Setelah itu ia berprofesi sebagai penasehat hukum. Alija tumbuh saat Bosnia masih menjadi bagian dari Yugoslavia yang dipimpin oleh keluarga berpaham liberal. Belajar agama saat itu tidak menjadi bagian dari sistem pembelajaran di sekolah.
Alija muda menyadari pentingnya belajar agama dan membaca secara mendalam. Ia mampu merangkul para pemuda Islam dan membuat sebuah organisasi kepemudaan saat berlangsungnya perang dunia kedua. Organisasi pemuda Islam ini kemudian banyak membantu pengungsi dan korban perang. Mengobati para korban hingga mengurus para anak yatim. Ketika Nazi Jerman menguasai Yugoslavia dan sekitarnya, organisasi ini menjadi terlarang.
Ia menjadi oposisi kepada pemerintahan Presiden Joseps Bros Tito. Ini menyebab ia berulang kali ditangkap dan keluar masuk penjara. Namun penjara menjadi tempat baginya untuk lebih leluasa berfikir dan menghasilkan karya tulis. Selain sebagai aktivis, pengacara, penulis, politisi, ia juga dikenal sebagai ahli filsafat Islam.
Pihak Serbia maupun Kroasia menudingnya sebagai Muslim ekstrimis. Namun Alija dijuluki oleh rakyatnya dan kaum muslimin yang mengenalnya sebagai “Raja yang bijak”. Hal tersebut karena karakternya sebagai seorang intelektual Islam dan juga pejuang yang meyakini kemenangan. Ia turun langsung dalam banyak pertempuran untuk membela agama dan bangsanya yang terasing di jantung Eropa. Ia memimpin umat Islam di Bosnia dan Herzegovina untuk kebebasan dan kemerdekaan. Setelah pembantaian massal yang dilakukan oleh pihak Serbia terhadap Muslim Bosnia-Herzegovina, ia berhasil melalui masa paling kelam tersebut dan benar-benar menjadi seorang panutan bagi rakyatnya.
Alija dalam suatu percapakan mengenai keluarganya, selalu merasa bangga dengan ibunya yang merupakan orang Turki, dan ayahnya yang bekerja pada dinas militer di Istanbul. Ayahnya malah merasa seolah ia berasal dari keturunan Ottoman dan bangga dengan hal itu.
Alija menerima penghargaan dari Raja Faishal pada tahun 1994 dan juga penghargaan sebagai Tokoh Dunia Islam pada tahun 2001 karena peranannya dalam membela Islam.
Semoga Allah merahmati Alija Izetbegovic…[Gema Rakyat / pi]




Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim -  Portal Muslim Terupdate ! 




komentar :


Selengkapnya

YES MUSLIM - Portal Muslim Terupdate !

" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

SHARE ARTIKEL INI 


Baca Artikel Menarik Lainnya 

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top