Astaghfirullah! Deklarasi Partai Ponsel Dengan Program Nikah Siri & Lelang Keperawanan

Astaghfirullah! Deklarasi Partai Ponsel Dengan Program Nikah Siri & Lelang Keperawanan
 


Selfie dan diskusi dengan ketua umum Partai Ponsel Bapak Aris Wahyudi, di Gedung Juang 45 (19/9/17.

Aris Wahyudi telah meluncurkan program "Nikahsirri & Lelang Perawan". Program ini dimaksudkan untuk membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan dengan melelang perawan kepada kaum berduit atau nikah sirri bagi Janda.

Jadi bila ada Perawan atau Janda tapi miskin yang memerlukan penghasilan hingga ratusan juta rupiah bisa mengikuti program tersebut. Dalam kontraknya nanti bisa diatur waktunya apa hanya 1, 2, 3 hari atau mingguan atau juga bisa bulanan sesuai kemampuan financial calon mempelai.

Tempat pelampiasan nafsu juga boleh pilih bisa di Hotel, Kost, Mall, Rumah dan sebagainya. Nikah sirri alias kawin kontrak & lelang perawan ini juga akan disosialisasikan bahwa sangat bermanfaat bagi mahasiswi untuk memperlancar biaya kuliah, "ucap" Aris.

Aris juga mengatakan, Partai Ponsel akan menjaga Kerahasian bagi Gadis yang telah menjual keperawanannya atau Janda yang nikah kontrak tidak terpublikasi ke publik, dan program ini adalah halal menurut islam asal mematuhi aturan kami.

Adapun syarat mengikuti program nikahsirri & lelang perawan adalah; orang islam, sudah bahgliq (14 tahun keatas). Program ini juga berlaku bagi Duda atau bujangan untuk melayani Tante2 Girang.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

komentar :


Selengkapnya

Citra Satelit Menunjukkan Lebih dari 214 Desa Rohingya di Rakhine Telah Dihancurkan Militer Myanmar

Citra Satelit Menunjukkan Lebih dari 214 Desa Rohingya di Rakhine Telah Dihancurkan Militer Myanmar
 


Citra satelit baru dari negara bagian Rakhine Myanmar menunjukkan kehancuran total 214 desa Rohingya, memberikan bukti kuat tentang kampanye brutal "pembersihan etnis" oleh militer Myanmar terhadap minoritas Muslim di negara tersebut.

Lebih dari 420.000 Muslim Rohingya diusir dari rumah mereka di Myanmar yang beragama Budha sejak akhir Agustus, ketika tentara mulai melakukan tindakan keras di Negara Bagian Rakhine.

Militer Myanmar menuduh pejuang Rohingya menyerang pangkalan militer di wilayah tersebut, namun pengungsi yang melarikan diri menggambarkan sebuah kampanye pembunuhan, pemboman, penjarahan, pemerkosaan dan pembakaran di desa Rohingya yang hampir secara eksklusif menargetkan warga sipil.

Citra satelit terperinci diambil pada tanggal 16 September dan analisis foto oleh Human Rights Watch mengungkapkan penghancuran dalam skala yang jauh lebih besar daripada yang diperkirakan sebelumnya, HRW mengatakan.

Puluhan ribu rumah telah dihancurkan oleh serangan pembakaran yang disengaja di Kotapraja Maungdaw dan Rathedaung, dengan peta yang menunjukkan lebih dari 214 desa telah benar-benar dihancurkan.

HRW memperkirakan bahwa lebih dari 90 persen struktur di setiap desa rusak, menunjukkan upaya sistematis untuk menghancurkannya.

Militer Myanmar telah menolak laporan tentang pelanggaran yang meluas dan justru menuduh pejuang Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) dan warga desa Rohingya membakar rumah mereka sendiri.

Mereka tidak memberikan bukti yang kredibel untuk mendukung tuduhan tersebut.

"Gambar-gambar ini memberikan bukti yang mengejutkan tentang penghancuran besar-besaran dalam usaha nyata oleh pasukan keamanan Birma untuk mencegah Rohingya kembali ke desa mereka," kata Phil Robertson, wakil direktur Asia Human Rights Watch.

"Para pemimpin dunia yang bertemu di PBB harus bertindak untuk mengakhiri krisis yang meningkat ini dan menunjukkan kepada para pemimpin militer Burma mereka akan membayar mahal untuk kekejaman semacam itu."

Pengungsi Rohingya di Bangladesh telah memberi tahu HRW bahwa tentara dan polisi telah membakar rumah mereka dan melakukan serangan terhadap penduduk desa.

Banyak yang melarikan diri dari Negara Bagian Rakhine masih menderita luka peluru dan pecahan peluru dari pertempuran ini, sementara yang lainnya terluka oleh ranjau darat yang diduga ditempatkan dengan sengaja untuk menargetkan para pengungsi. (st/TNA)

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

komentar :


Selengkapnya

COVER STORY September 2017: Kejam, Beginilah Hasil Otopsi Tujuh Jenderal Korban PKI

COVER STORY September 2017: Kejam, Beginilah Hasil Otopsi Tujuh Jenderal Korban PKI
 


Tak banyak masyarakat yang tahu dengan hasil otopsi tujuh jenazah jenderal yang menjadi korban kekejaman Partai Komunis Indonesia (PKI).

Intisari edisi September 2009 dalam judul "Saksi Bisu dari Ruang Forensik" mencoba mengurai itu; mengungkap faktra-fakta yang tersembunyi di balik bangsal-bangsal forensik.

Tepatnya setelah para korban G30S ditemukan di dalam sumur di Lubang Buaya, Jakarta Timur, 4 Okotober 1965. Tujuh mayat jenderal itu lantas dibawa ke RSPAD guna diotopsi.

Untuk keperluan otopsi jenazah-jenazah jenderal tersebut dibuatlah tim yang terdiri dari dua dokter RSPAD, yaitu dr Brigjen. Roebiono Kartopati dan dr. Kolonel. Frans Pattiasina; lalu ada tiga dari Ilmu Kedokteran Kehakiman UI, Prof. dr. Sutomi Tjokronegoro, dr. Liau Yan Siang, dan dr. Lim Joe Thay.

Berikut hasil otopsinya.

Achmad Yani

-- Luka Tembak masuk: 2 di dada kiri, 1 di dada kanan bawah, 1 di lengan kanan atas, 1 di garis pertengahan perut, 1 di perut bagian kiri bawah, 1 perut kanan bawah, 1 di paha kiri depan, 1 di punggung kiri, 1 di pinggul garis pertengahan.

-- Luka tembak keluar: 1 di dada kanan bawah, 1 di lengan kanan atas, 1 di punggung kiri sebelah dalam.

-- Kondisi lain: sebelah kanan bawah garis pertengahan perut ditemukan kancing dan peluru sepanjang 13 mm, pada punggung kanan iga kedelapan teraba anak peluru di bawah kulit.

R. Soeprapto

-- Luka tembak masuk: 1 di punggung pada ruas tulang punggung keempat, 3 di pinggul kanan (bokong), 1 di pinggang kiri belakang, 1 di pantat sebelah kanan, 1 di pinggang kiri belakang, 1 di pantat sebelah kanan, 1 di pertengahan paha kanan.

- Luka tembak luar: 1 di pantat kanan, 1 di paha kanan belakang.

-- Luka tidak teratur: 1 di kepala kanan di atas telinga, 1 di pelipis kanan, 1 di dahi kiri, 1 di bawah cuping kiri.

-- Kondisi lain: tulang hidung patah, tulang pipi kiri lecet.

M.T Haryono

-- Luka tidak teratur: 1 tusukan di perut, 1 di punggung tangan kiri, 1 di pergelangan tangan kiri, 1 di punggung kiri (tembus dari depan).

Soetojo Siswomiharjo

-- Luka tembak masuk: 2 di tungkai kanan bawah, 1 di atas telinga kanan.

- Luka tembak keluar: 2 di betis kanan, 1 di atas telinga kanan.

-- Luka tidak teratur: 1 di dahi kiri, 1 di pelipis kiri, 1 di tulang ubun-ubun kiri,  di dahi kiri tengkorak remuk.

-- Penganiayaan benda tumpul: empat jari kanan.

S. Parman

-- Luka tembak masuk: 1 di dahi kanan, 1 di tepi lekuk mata kanan, 1 di kelopak atas mata kiri, 1 di pantat kiri, 1 paha kanan depan.

-- Luka tembak keluar: 1 di tulang ubun-ubun kiri, 1 di perut kiri, 1 di paha kanan belakang.

-- Luka tidak teratur: 2 di belakang daun telinga kiri, 1 di kepala belakang, 1 di tungkai kiri bawah bagian luar, 1 di tulang kering kiri.

-- kekerasan tumpul: tulang rahang atas dan bawah.


D.I Panjaitan

-- Luka tembak masuk: 1 di alis kanan, 1 di kepala atas kanan, 1 di kepala kanan belakang, 1 di kepala belakang kiri.

-- Luka tembak keluar: 1 di pangkal telinga kiri.

-- Kondisi lain: punggung tangan kiri terdapat luka iris.


P. Tendean

-- Luka tembak masuk: 1 di leher belakang sebelah kiri, 2 di punggung kanan, 1 di pinggul kanan.

-- Luka tembak keluar: 2 di dada kanan.

-- Luka tidak teratur: 1 di kepala kanan, 1 di tulang ubun-ubun kiri, 1 di puncak kepala.

-- Kondisi lain: lecet di dahi dan pangkal dua jari tangan kiri. * [Syaf/voa-islam.com]

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

komentar :


Selengkapnya

Ketua KPK Agus Rahardjo Disebut Terlibat Korupsi Alat Berat

Ketua KPK Agus Rahardjo Disebut Terlibat Korupsi Alat Berat
 


Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahandjo diduga kuat terlibat rekayasa proyek saat menjabat sebagai Ketua Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Agus diduga terlibat korupsi pengadaan alat berat penunjang perbaikan jalan di Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta dtahun 2015.

Fakta ini diungkap langsung oleh Anggota Pansus Hak Angket DPR RI terhadap KPK Arteria Dahlan saat Jumpa Media di Hotel Santika, Jakarta, Rabu (20/9) lalu.

Kasus yang melibatkan Ketua KPK ini sebagai bentuk kegiatan pengadaan barang yang dilakukan melalui e-purchasing (pembelian barang/jasa melalui sistem katalog elektronik).

Saat itu, terang Arteria, terdapat pengadaan 19 unit Pakkat Road Maintenance Truck senilai Rp36,1 miliar dari PT. Dor Ma Uli (DMU). Pansus mempertanyakan kebenaran pesanan melalui e-katalog. "Apakah benar terjadi keterlibatan yang dilakukan teman-teman yang ada di LKPP, yang notabene pimpinan LKPP-nya adalah yang sekarang jadi pimpinan KPK?" kata Arteria.

PT DMU diduga telah merekayasa dokumen identitas fisik alat berat yang seolah berasal dari Amerika Serikat.

"Kami juga mendapat pengakuan dari Bina Marga dan vendor bahwa pekerjaan telah selesai. Faktanya, barang tersebut belum didatangkan secara keseluruhan," kata dia.

Atas perbuatan Agus tersebut kerugian negara yang ditimbulkan sekitar Rp22,4 miliar atau 60 persen lebih dari total proyek Rp36,1 miliar. Kasus ini sedang disidik Ditkrimsus Polda Metro Jaya. Sudah ada dua tersangka, yakni Irianto Dirut PT DMU dan Hamdan Kepala Unit UPT Dinas Bina Marga.

Rabu siang sedianya Pansus akan menggelar rapat dengan Pimpinan KPK. Tetapi, dalam suratnya yang disampaikan kepada Pansus, KPK menyatakan tak bisa hadir, lantaran sedang menjadi pihak dalam judicial review tentang keberadaan Pansus sendiri di Mahkamah Konstitusi.

Arteria mengatakan, pemanggilan Pimpinan KPK ke Pansus dalam konteks klarifikasi. Seharusnya, Pimpinan KPK bisa memanfaatkan rapat Pansus tersebut untuk mengklarifikasi keterlibatan Agus dalam rekayasa proyek ini.

Pada konferensi pers tersebut juga disampaikan, pergantian Wakil Ketua Pansus dari F-PDI Perjuangan. Masinton Pasaribu digantikan oleh Eddy Kusuma Wijaya. "Ini pergantian yang sangat biasa terjadi. Tidak ada masalah apa pun di balik pergantian ini," ucap Eddy.

SUMBER  DEMOKRASI.CO

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

komentar :


Selengkapnya

Sejarawan: Suka Bohong Adalah Salah Satu Ciri Anggota PKI

Sejarawan: Suka Bohong Adalah Salah Satu Ciri Anggota PKI
 


Satu ciri khas PKI yang kita dengar dari orang-orang tua yang mengalami hidup dan berhadap-hadapan dengan PKI adalah mulutnya selalu berbohong. Omonganya tidak bisa di pegang memutar balikkan fakta dengan cara dramatis hingga lawan bicara terpesona dengan segala bualannya.

Sejarawan dan Guru Besar Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Prof DR Aminudin Kasdi menyampaikan bahwa masyarakat harus tetap waspada dan berhati hati dengan segala isu seolah olah PKI itu tidak kejam, bukan anti agama dan tetap berjuang untuk NKRI.

"Saya menemukan dokumen kecil berupa rencana pemberontakan PKI dengan target untuk mendirikan Negara Komunis Indonesia. Dokumen itu berupa buku kecil semacam buku saku tentang ABC Revolusi yang ditulis Comite Central PKI pada 1957 yang isinya menyebut tiga rencana revolusi atau pemberontakan oleh PKI dengan target Negara Komunis Indonesia." Ujarnya, Selasa, (19/9).

Sungguh benar pesan dari para orang tua tentang PKI: Ojo pisan-pisan Percoyo karo ilate PKI ( jangan sekali-kali percaya sama lidah omongan Orang2 PKI) demikian setidaknya pesan Prof Dr Aminudin Kasdi Sejarawan sekaligus pelaku sejarah yg berhadap-hadapan dengan PKI.

"Sekali lagi PKI adalah pembohong memutar balikkan fakta dan sejarah jangan pernah dengar dan percayai apapun versi cerita mereka kalau anda ingin selamat dari fitnah dunia hingga akhirat," pungkasnya.

Nah, sekarang ini bila ada  tokoh maupun pejabat yang  suka bohong? Berhati-hatilah. [eramuslim]

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

komentar :


Selengkapnya

Panglima TNI: Ada Institusi Catut Nama Presiden untuk Datangkan 5000 Senjata Ilegal

Panglima TNI: Ada Institusi Catut Nama Presiden untuk Datangkan 5000 Senjata Ilegal
 


Sebuah informasi mengejutkan datang dari Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Ia menyebut ada institusi yang mencatut nama Presiden untuk mendatangkan 5000 senjata ilegal.

Berita menghebohkan itu dilansir oleh Radio Elshinta.

"Panglima TNI menyebutkan ada institusi tertentu yang mencatut nama Presiden untuk mendatangkan 5 ribu senjata secara ilegal," kata Radio Elshinta melalui akun Twitter resminya, @RadioElshinta, Jumat (22/9/2017).

Netizen pun menghubungkannya dengan peristiwa menjelang pengkhianatan G30S/PKI.

"konon kejadian ni mirip taun 65, dimana saat tu ada gratisan 100rb senpi dri china.Emg ga smua senpi masuk sik, tp kq mirip," kata @EVALockheart.

"Ada wacana pembubaran Kodim & Koramil, ada penyelundupan senjata... serasa deja vu...," kata @ferizandra.

"senjatanya buat tka2 yg sdh dpt kitas di indonesia ya min ? @Puspen_TNI siap2 hajar ndan, jgn ragu2..." kata @agung_ismaya.

"Kok pikiran kita sama pak. Buat Tentara Merah ini yg masuk jadi pekerja Asing." Kata @AdityaYanuK.

Belum ada penjelasan lebih lanjut, institusi apa yang dimaksud oleh Jenderal Gatot. [Ibnu K/Tarbiyah.net]

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

komentar :


Selengkapnya

Kubu Pro PKI Hampir Berhasil Hapus Jejak Sejarah Gestapu, Ini Buktinya

Kubu Pro PKI Hampir Berhasil Hapus Jejak Sejarah Gestapu, Ini Buktinya
 


Kubu pro Partai Komunis Indonesia (PKI) hampir berhasil menghapus jejak sejarah Gestapu (Gerakan September TigAPUluh) yang juga dikenal G30S/PKI.

Di antara buktinya, dipaparkan oleh Wasek LPBH PBNU Djoko Edhi Abdurrahman.

Sesaat sebelum tampil dalam dialog film G30S/PKI, seorang gadis berusia 22 tahun yang bekerja di studio Galery One, TV One di Epiwalk, bertanya kepadanya. "Pak, benar tidak sih G30S/ PKI itu?".

Pertanyaan itu membuat Djoko Edhi tercengang. Ia pun menjawab pertanyaan gadis cantik itu dengan mantap. "Ya. Benar".

Pertanyaan karyawan Galery One itu menjadi salah satu bukti betapa kubu pro PKI hampir berhasil menghapus jejak sejarah hitam pemberontakannya. Dengan tidak diajarkannya lagi sejarah pemberontakan G30S/PKI di sekolah dan dihentikannya pemutaran film G30S/PKI, mereka (hampir) berhasil menghapus jejak sejarahnya.

"Berapa banyak prajurit yang seusia gadis itu? Berapa juta orang muda yang seusia gadis itu? Saya mengambil kesimpulan sementara, upaya kubu pro PKI succesful menghapus jejak Gestapu PKI. Setidaknya di segmen usia 22 tahun," tandasnya dalam tulisan berjudul Pertanyaan Jujur Gadis 22 Tahun: Branding PKI Successful! Yang dipublikasikan di Republika, Jumat (22/9/2017).

Dengan pertanyaan gadis tersebut, Djoko Edhi memahami apa yang disampaikan oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Bahwa pemutaran film G30S/PKI akan tetap digelar meskipun ada pihak yang keberatan.

Ia pun tak setuju jika film G30S/PKI diubah. Sebab mengubah film itu berarti mengubah sejarah. [Ibnu K/Tarbiyah.net]

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

komentar :


Selengkapnya

Erdogan menyatakan Turki akan mengerahkan pasukan di Idlib Suriah

Erdogan menyatakan Turki akan mengerahkan pasukan di Idlib Suriah
 


Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Kamis bahwa Turki akan mengerahkan pasukan di wilayah utara Idlib di Suriah sebagai bagian dari apa yang disebut perjanjian de-eskalasi yang ditengahi bersama Rusia bulan lalu.

Zona "de-eskalasi", yang disepakati oleh Turki, Rusia dan Iran, akan dibahas lebih lanjut dalam pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam kunjungannya ke Ankara minggu depan, kata Erdogan dalam sebuah wawancara dengan Reuters saat berada di New York untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB.

"Berdasarkan kesepakatan tersebut, Rusia menjaga keamanan di luar Idlib dan Turki akan menjaga keamanan di dalam wilayah Idlib," kata Erdogan.

"Tugasnya tidak mudah … Bersama Putin kita akan membahas langkah-langkah tambahan yang perlu diambil untuk memberantas teroris selamanya untuk memulihkan perdamaian."

Erdogan juga mengatakan bahwa Turki juga mempertimbangkan tindakan balasan, termasuk menjatuhkan sanksi, terhadap Kurdi di Irak utara atas sebuah rencana referendum.

Otoritas Kurdi Irak telah menentang tekanan internasional untuk membatalkan referendum kemerdekaan. Pemerintah Irak khawatir referendum akan memicu kerusuhan di antara populasi Kurdi dan sekutu Barat mereka.

Turki telah mengajukan sebuah rapat kabinet dan sesi dewan keamanan nasional sampai Jumat mengenai referendum, kata Erdogan. Dia mengatakan bahwa parlemen juga akan mengadakan pertemuan luar biasa pada hari Sabtu.

"Tanpa penundaan lebih lanjut, kita akan membahas sanksi seperti apa yang harus diberlakukan dan kapan sanksi akan diberlakukan," katanya tanpa merinci lebih lanjut.

Pasukan Turki juga melakukan latihan militer di dekat perbatasan Irak dan Erdogan mengatakan pada hari Sabtu bahwa resolusi mengenai penempatan pasukan di luar negeri akan diajukan ke parlemen untuk dilakukan pemungutan suara.

Reuters

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

komentar :


Selengkapnya

Diskonnya GrabBike Baru Luar Biasa!

myteksi logo GrabBike

Hai Grabbers,

Ada promo DISKON Rp8.000 5x khusus untukmu naik GrabBike dengan bayar tunai atau pakai GrabPay! Ayo buruan pesan sekarang karena promo ini hanya berlaku sampai 24 September 2017.

Buktikan naik GrabBike lebih hemat dengan kode promo:

 

 DISKONGRABBIKE

Mau naik GrabBike?
1. Buka aplikasi Grab.
2. Masukkan lokasi penjemputan dan tujuan.
3. Pilih layanan GrabBike.
4. Masukkan kode promo DISKONGRABBIKE
5. Tekan PESAN atau GrabNow (apabila menemui pengemudi yang tidak dalam status pemesanan)
6. Langsung jalan!



Syarat & Ketentuan berlaku. Kode promo ini hanya berlaku untuk pengguna Grab yang berada di wilayah Jabodetabek.
Pesan sekarang
Help Centre

Grab Indonesia
I do not want to receive emails like this.
Stay connected with us.

        


komentar :


Selengkapnya

Panglima TNI: Ada Institusi Catut Nama Presiden untuk Datangkan 5000 Senjata Ilegal

Panglima TNI: Ada Institusi Catut Nama Presiden untuk Datangkan 5000 Senjata Ilegal
 

Panglima TNI




Sebuah informasi mengejutkan datang dari Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Ia menyebut ada institusi yang mencatut nama Presiden untuk mendatangkan 5000 senjata ilegal.

Berita menghebohkan itu dilansir oleh Radio Elshinta.

"Panglima TNI menyebutkan ada institusi tertentu yang mencatut nama Presiden untuk mendatangkan 5 ribu senjata secara ilegal," kata Radio Elshinta melalui akun Twitter resminya, @RadioElshinta, Jumat (22/9/2017).

Netizen pun menghubungkannya dengan peristiwa menjelang pengkhianatan G30S/PKI.

"konon kejadian ni mirip taun 65, dimana saat tu ada gratisan 100rb senpi dri china.Emg ga smua senpi masuk sik, tp kq mirip," kata @EVALockheart.





"Ada wacana pembubaran Kodim & Koramil, ada penyelundupan senjata... serasa deja vu...," kata @ferizandra.

"senjatanya buat tka2 yg sdh dpt kitas di indonesia ya min ? @Puspen_TNI siap2 hajar ndan, jgn ragu2..." kata @agung_ismaya.

"Kok pikiran kita sama pak. Buat Tentara Merah ini yg masuk jadi pekerja Asing." Kata @AdityaYanuK.

Belum ada penjelasan lebih lanjut, institusi apa yang dimaksud oleh Jenderal Gatot. [Ibnu K/Tarbiyah.net]

Panglima TNI menyebutkan ada institusi tertentu yang mencatut nama Presiden untuk mendatangkan 5 ribu senjata secara ilegal. (ros) pic.twitter.com/8UaacRHF8O
— Radio Elshinta (@RadioElshinta) 22 September 2017







If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

komentar :


Selengkapnya

Madiun Berdarah 1948, Sejarah Kebiadaban Komunis Terhadap Ulama

Madiun Berdarah 1948, Sejarah Kebiadaban Komunis Terhadap Ulama
 

Peristiwa beradrah Madiun 69 tahun silam tidak akan pupus dari sejarah gelap perjalanan bangsa Indonesia. Pemberontakan yang dilakukan Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tahun 1948 itu merupakan peristiwa kelam yang telah merenggut banyak nyawa ulama dan tokoh-tokoh agama.

Sejak Peristiwa Madiun 1948 dan pemberontakan G30SPKI 1965 menjadi bukti betapa hebatnya ancaman komunisme di Indonesia. Sejarah mencatat bahwa Peristiwa Madiun 1948 dilakukan anggota PKI dan partai-partai kiri lainnya yang tergabung dalam organisasi bernama Front Demokrasi Rakyat (FDR).

Adapun latar belakang terjadinya pemberontakan PKI Madiun 1948 menyusul jatuhnya kabinet Amir Syarifuddin pada masa itu. Penyebab jatuhnya kabinet Amir akibat kegagalannya pada perundingan Renville yang merugikan Indonesia. Untuk merebut kembali kedudukannya, 28 Juni 1948 Amir Syarifuddin membentuk Front Demokrasi Rakyat (FDR).

Organisasi ini didukung oleh Pemuda Sosialis Indonesia, Partai Sosialis Indonesia, PKI, dan Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (SOBSI). Mereka melancarkan propaganda anti pemerintah, mengadakan pemogokan-pemogokan kerja bagi buruh. Selain itu melakukan pembunuhan ulama dan pejuang kemerdekaan.

Adapun tujuan mereka adalah ingin meruntuhkan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan menggantinya dengan negara komunis. Segala cara pun mereka lakukan demi memuluskan misinya.

Sebelum Peristiwa Madiun, PKI juga telah melakukan kekacauan di Solo (Surakarta) hingga menewaskan banyak perwira TNI AD dan tokoh pejuang 1945. Oleh PKI, daerah Surakarta dijadikan daerah yang kacau (wildwest). Sedangkan Madiun dijadikan PKI sebagai basis gerilya.

Pada tanggal 18 September 1948, Musso memproklamasikan berdirinya pemerintahan Soviet di Indonesia. Sejak saat itu, gerakan PKI ini semakin merajalela hingga menguasai dan menduduki tempat-tempat penting di Madiun.

Sejarawan Agus Sunyoto mengungkapkan fakta sejarah bagaimana kebiadaban PKI melakukan makar dan pemberontakan kala itu. Agus menceritakan kekejaman PKI ini di berbagai sumber referensi seperti buku, makalah, buletin dan forum diskusi atau seminar.

Agus yang juga penulis buku 'Banser Berjihad Menumpas PKI' ini mengungkapkan ada ribuan nyawa umat Islam termasuk para ulama NU menjadi korban dan simbol-simbol Islam dihancurkan oleh PKI.

Keberhasilan FDR/PKI menguasai Madiun didisusul dengan aksi penjarahan, penangkapan sewenang-wenang terhadap musuh PKI. Mereka tidak segan-segan menembak, hingga berbagai macam tindakan fasisme berlangsung sehingga membuat masyarakat Kota Madiun ketakutan.

Agus menceritakan, pada tahun 1948 itu para pimpinan Masyumi dan PNI ditangkap dan dibunuh. Orang-orang berpakaian Warok Ponorogo dengan senjata revolver dan kelewang menembak atau membunuh orang-orang yang dianggap musuh PKI. Mayat-mayat pun bergelimpangan di sepanjang jalan. Bendera merah putih dirobek diganti bendera merah berlambang palu arit. Potret Soekarno diganti potret Moeso.

Liputan wartawan 'Sin Po' yang berada di Madiun, menuliskan detik-detik ketika PKI pamer kekejaman itu dalam reportase yang diberi judul: 'Kekedjeman kaoem Communist; Golongan Masjoemi menderita paling heibat; Bangsa Tionghoa "ketjipratan" djoega.'

Tanggal 18 September 1948 pagi sebelum terbit fajar, sekitar 1.500 orang pasukan FDR/PKI (700 orang di antaranya dari Kesatuan Pesindo pimpinan Mayor Pandjang Djoko Prijono) bergerak ke pusat Kota Madiun.

Kesatuan CPM, TNI, Polisi, aparat pemerintahan sipil terkejut ketika diserang mendadak. Terjadi perlawanan singkat di markas TNI, kantor CPM, kantor Polisi. Pasukan Pesindo bergerak cepat menguasai tempat-tempat strategis di Madiun. Saat fajar terbit, Madiun sudah jatuh ke tangan FDR/PKI. Sekitar 350 orang ditahan.

Di waktu yang sama, di Kota Magetan sekitar 1.000 orang pasukan FDR/PKI bergerak menyerbu Kabupaten, kantor Komando Distrik Militer (Kodim), Kantor Onder Distrik Militer (Koramil), Kantor Resort Polisi, rumah kepala pengadilan, dan kantor pemerintahan sipil di Magetan.

Sama dengan penyerangan mendadak di Madiun, setelah menguasai Kota Magetan dan menawan bupati, patih, sekretaris kabupaten, jaksa, ketua pengadilan, kapolres, komandan Kodim, dan aparat Kabupaten Magetan, mereka juga menangkap dan membunuh tokoh-tokoh Masyumi dan PNI di kampung-kampung, pesantren-pesantren, desa-desa.

Gadis Rasid, seorang pejuang yang juga wartawan pada tahun 1940-an menulis reportase tentang kebiadaban FDR/PKI tersebut. Gadis menyaksikan pembantaian massal di Gorang-gareng, Magetan. Pembunuhan, perampokan dan penangkapan yang dilakukan FDR/PKI itu diberitakan surat kabar Merdeka 1 November 1948.

Meski tidak sama dengan aksi serangan di Madiun dan Magetan yang sukses mengambil alih pemerintahan, serangan mendadak yang sama pada pagi hari tanggal 18 September 1948 itu dilakukan oleh pasukan FDR/PKI di Trenggalek, Ponorogo, Pacitan, Ngawi, Purwodadi, Kudus, Pati, Blora, Rembang, Cepu.

Sama dengan di Madiun dan Magetan, aksi serangan FDR/PKI selalu meninggalkan jejak pembantaian massal terhadap musuh-musuh mereka. Antropolog Amerika, Robert Jay, yang ke Jawa Tengah pada tahun 1953 mencatat bagaimana PKI melenyapkan tidak hanya pejabat pemerintah, tapi juga penduduk, terutama ulama-ulama ortodoks, santri dan mereka yang dikenal karena kesalehannya kepada Islam: mereka itu ditembak, dibakar sampai mati, atau dicincang-cincang.
Masjid dan madrasah dibakar, bahkan ulama dan santri-santrinya dikunci di dalam madrasah, lalu madrasahnya dibakar. Tentu mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena ulama itu orang-orang tua yang sudah ubanan, orang-orang dan anak-anak laki-laki yang baik yang tidak melawan. Setelah itu, rumah-rumah pemeluk Islam dirampok dan dirusak.

Tindakan kejam FDR/PKI selama menjalankan aksi kudeta itu menyulut amarah Presiden Soekarno yang mengecam tindakan tersebut dalam pidato yang berisi seruan bagi rakyat Indonesia untuk menentukan nasib sendiri dengan memilih: "Ikut Muso dengan PKI-nya yang akan membawa bangkrutnya cita-cita Indonesia merdeka-atau ikut Soekarno-Hatta, yang Insya Allah dengan bantuan Tuhan akan memimpin Negara Republik Indonesia ke Indonesia yang merdeka, tidak dijajah oleh negara apa pun juga.

Presiden Soekarno menyeru agar rakyat membantu alat pemerintah untuk memberantas semua pemberontakan dan mengembalikan pemerintahan yang sah di daerah. Madiun harus lekas di tangan kita kembali".

Sejarah mencatat, bahwa antara tanggal 18-21 September 1948 gerakan makar FDR/PKI yang dilakukan dengan sangat cepat itu tidak bisa dimaknai lain kecuali sebagai pemberontakan. Sebab dalam tempo hanya tiga hari, FDR/PKI telah membunuh pejabat-pejabat negara baik sipil maupun militer, tokoh masyarakat, tokoh politik, tokoh pendidikan, bahkan tokoh agama.

Setelah gerakan makar FDR/PKI berhasil ditumpas TNI dibantu masyarakat, awal Januari tahun 1950 sumur-sumur 'neraka' yang digunakan FDR/PKI mengubur korban-korban kekejaman mereka dibongkar oleh pemerintah. Puluhan ribu masyarakat dari Magetan, Madiun, Ngawi, Ponorogo, Trenggalek datang menyaksikan pembongkaran sumur-sumur 'neraka'.

Mereka bukan sekadar melihat peristiwa itu, namun sebagian di antara mereka ingin mencari anggota keluarganya yang diculik PKI. Diantara sumur-sumur 'neraka' yang dibongkar itu, informasinya diketahui justru berdasar pengakuan orang-orang PKI sendiri.

Dalam proses pembongkaran sumur-sumur 'neraka' itu terdapat tujuh lokasi ditambah dua lokasi pembantaian di Magetan, yaitu, (1) Sumur 'neraka' Desa Dijenan, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Magetan; (2) Sumur 'neraka' I Desa Soco, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan; (3) Sumur 'neraka' II Desa Soco, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan; (4) Sumur 'neraka' Desa Cigrok, Kecamatan Kenongomulyo, Kabupaten Magetan; (5). Sumur 'neraka' Desa Pojok, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan; (6) Sumur 'neraka' Desa Batokan, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Magetan; (7) Sumur 'neraka' Desa Bogem, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan.

Sementara dua lokasi killing fields yang digunakan FDR/PKI membantai musuh-musuhnya, yaitu ruang kantor dan halaman pabrik gula Gorang-gareng dan Alas Tuwa di dekat Desa Geni Langit di Magetan.

Fakta kekejaman FDR/PKI tahun 1948 ini disaksikan ribuan warga masyarakat yang menyaksikan langsung pembongkaran sumur-sumur 'neraka' itu. Setelah diidentifikasi diperoleh sejumlah nama pejabat pemerintahan maupun TNI, ulama, tokoh Masjoemi, tokoh PNI, polisi, camat, kepala desa, bahkan guru.

Di sumur tua Desa Soco ditemukan kurang lebih 108 jenazah korban kebiadaban PKI. Sebanyak 78 orang di antaranya dapat dikenali, sedangkan sisanya tidak dikenal. Salah satu di antara korbannya adalah KH Soelaiman Zuhdi Affandi, pimpinan Ponpes Ath-Tohirin Mojopurno, Magetan.
Kemudian, Kyai Imam Mursjid Muttaqin, Mursyid Tarikat Syattariyah Pesantren Takeran. Jasadnya ditemukan di Sumur 'neraka' II Desa Soco, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan. Selain Kyai Imam Mursjid, ulama lain ikut menjadi korban yaitu Kyai Zoebair, Kyai Malik, Krai Noeroen, Kyai Moch Noor.

Lalu, di sumur tersebut ditemukan jasad R Ismaiadi, Kepala Resort Polisi Magetan; R Doerjat (Inspektur Polisi Magetan), Kasianto, Soebianto, Kholis, Soekir, (keempatnya anggota Polri); dan masih banyak pejabat dan ulama lainnya.

Di sumur 'neraka' I Desa Soco ditemukan jasad Soehoed (camat Magetan); R Moerti (Kepala Pengadilan Magetan); Mas Ngabehi Soedibyo (Bupati Magetan). Kemudian ada sekitar 40 mayat tidak dikenali karena bukan warga Magetan.

Selain itu, di Sumur 'neraka' Desa Cigrok, Kecamatan Kenongomulyo, Kabupaten Magetan ditemukan jasad KH Imam Shofwan, pengasuh Pesantren Thoriqussa'ada Rejosari, Madiun. Imam Shofwan dikubur hidup-hidup di salam sumur tersebut. Ketika dimasukkan ke dalam sumur, ulama NU ini masih sempat mengumandangkan adzan.

Dua putranya Kyai Zubeir dan Kyai Bawani juga menjadi korban dan dikubur hidup bersama-sama. Sebanyak 22 jenazah ditemukan di sumur ini. Dan masih banyak tokoh ulama lainnya yang menjadi korban keganasan PKI.

Kebiadaban FDR/PKI selama melakukan aksi makarnya tahun 1948 adalah rekaman peristiwa yang tidak akan terlupakan. Sumur-sumur tua 'neraka' yang tersebar di Magetan dan Madiun adalah saksinya.

Tak heran jika tindakan keji PKI berulang kembali pada 1 Oktober 1965 di mana para jenderal TNI AD diculik dan dibunuh secara sadis. Mayatnya kemudian ditemukan di dalam sumur 'neraka' Lubang Buaya di dekat Bandara Halim, Jakarta Timur.

Dengan ditumpasnya pemberontakan PKI di Madiun dan pemberontakan G30SPKI 1965, maka selamatlah bangsa Indonesia dari bahaya komunis. Kini, TNI dan ulama adalah pihak yang selalu di barisan terdepan melawan kebangkitan paham dan gerakan kiri tersebut. (SI)

SUMBER:

[1] Sunyoto, Agus dkk. 1990. Lubang-Lubang Pembantaian: Pemberontakan FDR/PKI 1948 di Madiun. Grafiti Press.

[2] Sunyoto, Agus. 1996. Banser Berjihad Menumpas PKI. Lembaga Kajian dan Pengembangan, PW GP Ansor Jawa Timur & Pesulukan Thoriqoh Agung. Tulung Agung.

[3] Islamedia-Media Islam Online.

[4] Dihimpun dari berbagai sumber.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

komentar :


Selengkapnya

Dukung Genosida Rohingya, India Akan Pasok Senjata Ke Militer Myanmar

Dukung Genosida Rohingya, India Akan Pasok Senjata Ke Militer Myanmar
 


Ditengah kutukan dunia kepada pemerintah dan junta militer di Myanmar, pemerintah India mempertimbangkan akan memasok senjata ke Myanmar sebagai tanda dukungan untuk menghadapi kritik atas genosida Muslim Rohingya.

Rencana pengiriman senjata dibahas dalam sebuah pertemuan antara panglima Angkatan Laut Myanmar Laksamana Tin Aung San dengan Menteri Pertahanan India Nirmala Sitaraman di New Delhi.

Selain pengiriman senjata, menurut seorang sumber di militer India, kedua pihak membahas mengenai pengiriman kapal patroli ke Myanmar. "Myanmar adalah pilar kebijakan dan pertahanan Look East kita adalah bagian besar dari hubungan tersebut," ujar pejabat seperti dilansir Reuters pada Kamis (21/9).

Rencana pengiriman senjata ini sendiri terjadi pada saat negara-negara Barat meningkatkan tekanan pada pemerintah Myanmar atas genosida Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine.

Myanmar menolak tuduhan tersebut, dengan mengatakan bahwa pasukannya sedang menangani pemberontak Arase Rohingya Salvation Army (ARAS).

Inggris mengatakan pekan ini bahwa mereka menangguhkan program pelatihan militer Myanmar, dan menuntut Yangon mengambil langkah-langkah untuk mengakhiri kekerasan terhadap warga sipil.

India sejak awal krisis meletus di Rakhine bulan lalu, memang telah menyampaikan dukungan kepada pemimpin de facto Myanmar Aung Saan Suu Kyi. Namun seiring menigkatnya kritik dunia internasional, India mengungkapkan keprihatinannya terhadap arus pengungsi Rohingya Ke Bangladesh. (SI/Ram)

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

komentar :


Selengkapnya

YES MUSLIM - Portal Muslim Terupdate !

" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

SHARE ARTIKEL INI 


Baca Artikel Menarik Lainnya 

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top