Mengapa Uang Koin Indonesia Dulu Gunakan Aksara Arab?

Coba perhatikan apa yang menarik dari koin Indonesia 25 sen tahun 1952 yang saya temukan di Damaskus ini?

Bagi saya, koin ini menyibak banyak hal dari masa lalu. Selain karena ukuran dan materialnya sangat mirip dengan koin Rp500 "bunga melati" tahun 2003, yang paling menarik dari koin ini adalah penggunaan aksara Arab pada koin Indonesia. Ternyata Indonesia pernah mencetak koin dengan tulisan Arab, yakni 1 sen (1952), 5 sen (1951—1954), 10 sen (1951—1954), dan 25 sen (1952). Setelah itu aksara Arab dalam mata uang Indonesia lenyap dan digantikan seluruhnya dengan huruf latin.





"Mengapa Indonesia menggunakan aksara Arab?" si penjual koin malah bertanya ke saya.

"Hmmm... mungkin karena sebagian besar rakyat Indonesia saat itu lebih familiar dengan tulisan Arab," jawab saya sekenanya, tapi malah jawaban itu balik menyerang saya dengan lebih banyak pertanyaan dalam kepala.

Sejak lama kita selalu dijejali data bahwa pada masa awal kemerdekaan, tingkat buta huruf di Indonesia mencapai lebih dari 90%! Bayangkan suatu bangsa yang menuntut kemerdekaan padahal hanya kurang dari 10% penduduknya yang bisa baca tulis. Bagaimana bangsa merdeka itu kelak bisa menjalankan pemerintahannya dan mengurus negaranya jika baca tulis saja tidak becus? Tidak heran salah satu perdebatan sengit di BPUPKI adalah bangsa ini belum siap untuk merdeka karena masih bodoh dan belum bisa baca tulis.

Namun tunggu dulu… sebetulnya bangsa Indonesia saat itu "buta huruf" atau buta huruf latin? Bagaimana dengan aksara Arab yang sudah lebih dulu dikenal oleh umat Islam di Indonesia? Atau bagaimana dengan aksara-aksara lokal Nusantara? Apakah mereka juga dijebloskan ke dalam 90% penduduk yang buta huruf itu? Saya teringat almarhumah nenek yang lahir sebelum Indonesia merdeka. Beliau besar di lingkungan pesantren terbata-bata dan berat sekali membaca aksara latin, tapi sangat cepat dan ringan membaca tulisan Arab/Arab Melayu/Pegon. Apakah ia buta huruf?





Didorong oleh rasa penasaran, penemuan koin ini menuntun saya untuk menggali lebih dalam tentang sejarah aksara Arab Melayu/Jawi/Pegon. Sebelum masa kolonial, Arab Melayu/Jawi/Pegon ini luas digunakan sebagai bahasa sastra, bahasa pendidikan, dan bahasa resmi kerajaan se-Nusantara. Beberapa karya sastra ditulis dengan aksara ini, seperti Hikayat Hang Tuah, Hikayat Raja-Raja Pasai, Hikayat Amir Hamzah, Syair “Singapura Terbakar” karya Abdul Kadir Munsyi (1830), juga karya-karya Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari dan tafsir Qur’an karya Kyai Saleh Darat juga ditulis dengan Arab Pegon yang kini sudah banyak dilupakan.

Surat-surat raja Nusantara, stempel kerajaan, dan mata uang pun ditulis dalam aksara Arab Melayu/Jawi ini. Kesultanan Pasai Aceh, Kerajaan Johor dan Malaka, Kesultanan Pattani pada abad 17, secara resmi menggunakan Arab Melayu sebagai aksara kerajaan. Termasuk juga dalam hubungan diplomatik, kerajaan-kerajaan Nusantara menggunakan aksara Arab Melayu untuk membuat perjanjian perjanjian resmi baik dengan Inggris, Portugis, maupun Belanda. Konon, deklarasi kemerdekaan Malaysia 1957 sebagian juga ditulis dalam aksara Arab Melayu.

Akan tetapi, pengaruh kuat dominasi kolonial Belanda lambat laun menggeser kejayaan aksara Arab Melayu/Pegon. Terlebih lagi pada pergantian abad ke-19, media penerbitan secara besar-besaran mencetak huruf latin sebagai media komunikasi massa. Pun juga setelah merdeka, Pemerintah Indonesia lebih memilih untuk melestarikan aksara latin dengan menyebut orang-orang yang sehari-hari menggunakan aksara Arab Melayu atau aksara daerah, tapi tidak bisa membaca huruf latin, sebagai "buta huruf."

Akhirnya, aksara sebagai rekaan bahasa tidak hanya memberi tanda dan makna, tetapi juga merupakan representasi kekuasaan yang dominan di masyarakat itu. Dan uang koin 25 sen ini merekam sejarah dengan sangat jelas.    [Sujanews.com]











Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

komentar :

Selengkapnya

Pilih Pesantren Ketimbang Balik ke Dunia Hiburan, Ini Jawaban Menakjubkan Baim Cilik




Lama tak terlihat di layar kaca dan dunia hiburan, Ibrahim Khalil Alkatiri kini sibuk mempersiapkan diri belajar. Pasalnya, ia akan masuk sekolah menengah pertama di pondok pesantren. Artis yang terkenal dengan nama Baim Cilik kini tampak lebih dewasa

"Yang pertama itu ada tes pondok (pesantren). Dites mengaji, wawancara gitu. Kata kakak Aim ketika dites, jangan menghafal (alquran) dulu. Menghafal nanti kalau udah masuk di pondok. Yang pertama itu ngelancarin dulu baca Alquran dulu," kata Baim, yang mengikuti tes masuk 22 Januari 2017 lalu.

Ayah Baim paham betul bahwa saat ini kemajuan berkembang pesat. Menanamkan pemahaman agama Islam kepada anak adalah yang sangat penting.




"Sekarang sudah kemajuan zaman, banyak yang merusak dari socmed dan segala macam. Kita berikan pemahaman, akidah itu penting untuk didik anak-anak. Apalagi laki-laki.  Yang penting pondasinya dulu. Insyallah dia akan jadi orang yang berguna. Alhamdulillah dari awal kita tanamkan agama, kita kasih pemahaman," kata Ayah Baim kepada stasiun televisi NET.

Ayah Baim menganggap bahwa dari Pondok Pesantren, anak-anak mendapatkan banyak hal. "Dari pondok itu kan semuanya dapat. Dari masalah kemandirian, bersosialiasi dengan orang lain dan pemahaman (Islam) lebih banyak," kata Ayahnya.


Baim yang tenar dengan kalimat "Tolong Aim, Ya Allah" itu mengaku tak berminat lagi kembali ke dunia hiburan dan akting.

"Akting itu buat sementara doang. Kehidupan abadi yaitu agama, doa dan sholat. Kalau syuting atau apa itu hanya sementara doang," kata remaja yang lahir 7 Juni 2005 di Malang, Jawa Timur itu dengan mantap.    [Sujanews.com]

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

komentar :

Selengkapnya

Sidang Ketujuh Kasus Dugaan Penistaan Agama : Ahok Tak Terima Dianggap Kafir

Terdakwa kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyampaikan empat poin keberatan atas kesaksian yang disampaikan saksi pelapor Muhammad Asroi Saputra. Keberatan, disampaikan dengan nada suara yang terdengar tinggi. Muka Ahok juga terlihat memerah saat menyampaikan beberapa pernyataannya.

Keberatan Ahok yang pertama dikarenakan Asroi menyampaikan kesaksian yang menyatakan setiap umat Muslim di dunia merasa tersinggung dengan pernyataannya terkait ayat 51 surat Al Maidah, surat dalam kitab suci Alquran, yang merupakan pernyataan yang dipermasalahkan.





Ahok mengatakan, ia memiliki banyak kenalan umat Muslim. Kenalan itu, termasuk tim kuasa hukum, orang-orang yang ia anggap saudara, hingga warga Kepulauan Seribu, orang yang menyaksikan pidatonya yang dipermasalahkan pada 27 September 2016. Menurut Ahok, mereka, berbeda dengan Asroi, tidak tersinggung.


"Saya keberatan gara-gara saksi mengatasnamakan Muslim sedunia. Itu terlalu membesar-besarkan," ujar Ahok di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Auditorium Kementerian Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa, 24 Januari 2017.


Ahok mengatakan, keberatannya yang kedua terkait kesaksian yang menyebut bahwa ayat 51 surat Al Maidah merupakan instruksi bagi umat Muslim supaya tidak memilih pemimpin kafir. Dalam kesaksiannya, Asroi menyatakan Ahok meminta warga Kepulauan Seribu supaya tidak mau 'dibohongi' ayat.


Padahal, Ahok mengatakan, makna ayat 51 surat Al Maidah bukanlah seperti itu. Makna pernyataannya tentang ayat tersebut juga tidak seperti yang disampaikan Asroi.


"Saudara saksi adalah sarjana (di bidang) Islam dan saudara kerja di Kemenag. Tafsiran yang jelas, surat Al Maidah ayat 51 tafsiranya bukan seperti itu. Saya keberatan juga. Itu cenderung fitnah. Saudara saksi mengerti agama, tahu fitnah itu dosanya besar," ujar Ahok.


Ahok, juga menyampaikan keberatan terkait salah satu kesaksian Asroi yang menyatakan parameter kafir atau tidaknya seseorang adalah dua ucapan kalimat syahadat yang pernah dikatakan seseorang.
Ahok menyatakan, dalam Alquran, jelas dikatakan Nabi Isa adalah seorang Muslim. Sementara di kalangan umat Kristen, Nabi Isa adalah Yesus yang merupakan Tuhan mereka. Menurut Ahok, menyatakan orang yang tidak mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai kafir sama saja artinya dengan menyatakan Yesus, Tuhan yang ia sembah, adalah kafir.

"Saya percaya Yesus Tuhan, bukan kafir. Saya keberatan Anda menganggap saya kafir. Saya bertuhan dan saya terima Yesus adalah Tuhan, dan hak saya di negeri Pancasila, dan setiap WNI di negeri ini, saya berhak menjadi apapun di republik ini," ujar Ahok menegaskan. (mus)


*  *  *

benarkah demikian ? 





Oleh : Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Seorang penceramah agama di salah satu masjid di Eropa beranggapan bahwa tidak boleh menyatakan kaum Yahudi dan Nashrani kafir. Bagaimana pendapat Syaikh yang mulia?

Jawaban.

Pernyataan penceramah ini sesat dan boleh jadi suatu pernyataan kekafiran, karena kaum Yahudi dan Nashrani telah Allah nyatakan sebagai golongan kafir.Allah berfirman:

“Artinya : Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putra Allah” dan orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putra Allah”. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka;bagaimana mereka sampai berpaling?. Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan” [At Taubah : 30-31]

Dengan demikian ayat tersebut menyatakan bahwa mereka itu adalah golongan musyrik. Pada beberapa ayat lain Allah menyatakan dengan tegas bahwa mereka itu kafir, sebagaimana ayat-ayat berikut.

“Artinya : Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata : ‘Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putra Maryam”. [Al Maidah:17]

“Artinya : Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga” [Al Maidah:73]

“Artinya : Orang-orang kafir dari Bani Israel telah dilaknat melalui lisan Daud dan Isa putra Maryam” [Al Maidah : 78]

“Artinya : Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahanam..” [Al Bayyinah : 6]

Ayat-ayat tentang hal ini banyak sekali, begitu juga hadits-hadits. Orang yang mengingkari kekafiran kaum Yahudi dan Nashrani berarti tidak beriman dan mendustakan Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam, ia juga mendustakan Allah, sedang mendustakan Allah itu kafir. Seseorang yang meragukan kekafiran kaum Yahudi dan Nashrani tidak diragukan lagi bahwa ia telah kafir.

Demi Allah, bagaimana penceramah agama seperti itu rela berkata bahwa kaum Yahudi dan Nashrani tidak boleh dinyatakan sebagai golongan kafir, padahal mereka sendiri mengatakan Allah itu adalah salah satu dari tiga tuhan? Allah sendiri telah menyatakan mereka itu kafir. Mengapa ia tidak ridha menyatakan golongan Yahudi dan Nasrani itu kafir, padahal mereka telah mengatakan: “Isa bin Maryam adalah putra Allah. Tangan Allah terbelenggu, Allah miskin dan kami adalah orang-orang kaya?”

Bagaimana penceramah itu tidak rela menyatakan golongan Yahudi dan Nasrani adalah kafir padahal mereka telah menyebut tuhan mereka dengan sifat-sifat yang buruk yang semua sifat tersebut merupakan aib, cacat, dan kalimat celaan?

Saya (Syaikh Utsaimin) menyeru penceramah ini supaya tobat kepada Allah dan membaca firman Alah :

“Artinya : Maka mereka menginginkan supaya kamu bersikap lunak lalu mereka bersikap lunak (pula kepadamu)” [Al Qalam :9]

Hendaklah penceramah ini tidak bersikap lunak terhadap kekafiran mereka.Ia harus menerangkan kepada semua orang bahwa kaum Yahudi dan Nasrani adalah golongan kafir dan termasuk penghuni neraka. Nabi Shalallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Artinya : Demi dzat yang jiwa Muhammad ditangan-Nya. Tiada seorang-pun dari umat ini yang mendengar seruanku, baik Yahudi maupun Nasrani,tetapi ia tidak beriman kepada seruan yang aku sampaikan, kemudian ia mati, pasti ia termasuk penghuni neraka”. [Hadits Riwayat Muslim no.153 dalam kitabul Iman]

“Artinya : Tiga golongan yang akan mendapatkan dua pahala :Seseorang dari golongan Ahli Kitab yang beriman kepada Nabinya dan beriman kepada Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam”.[Hadits Riwayat. Bukhari no.97 dalam Kitabul Ilmu ; Muslim no.153 dalam Kitabul Iman]

Selanjutnya, saya (Syaikh Utsaimin) membaca pernyataan pengarang Kitaabul Iqna’ dalam bab Hukum Orang Murtad. Dalam kitab ini beliau berkata : “Orang yang tidak mengkafirkan seseorang yang beragama selain Islam seperti Nasrani atau meragukan kekafiran mereka atau menganggap mazhab mereka benar,maka ia adalah orang kafir”.

Dikutip dari pernyataan Syaikhul Islam suatu pernyataan : “Barangsiapa beranggapan bahwa gereja adalah rumah Allah dan di tempat itu Allah disembah, dan beranggapan bahwa apa yang dilakukan oleh kaum Yahudi dan Nashrani adalah suatu ibadah kepada Allah, ketaatan kepadaNya dan kepada RasulNya, atau ia senang dan ridha terhadap hal semacam itu, atau ia membantu kaum Yahudi dan Nasrani untuk memenangkan dan menegakkan agama mereka serta beranggapan bahwa perbuatan mereka itu adalah ibadah dan ketaatan kepada Allah ,maka orang ini telah kafir”.

Ditempat lain beliau berkata : “Barang siapa beranggapan bahwa kunjungan golongan dzimmi (penganut agama non-Islam) ke gereja-gerejanya adalah suatu ibadah kepada Allah, maka ia telah murtad”.

Kepada penceramah ini saya (Syaikh Utsaimin) serukan agar bertobat kepada Rabbnya dari perkatan-nya yang sangat menyimpang itu. Hendaknya ia mengumumkan dengan terbuka bahwa kaum Yahudi dan Nasrani adalah kafir, mereka termasuk golongan penghuni nereka. Mereka harus mengikuti Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam, karena nama beliau (Shalallahu alaihi wa sallam) telah termaktub didalam kitab taurat mereka. Allah berfirman:

“Artinya : (Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang umi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung”[ Al A’raaf:157]

Hal itu merupakan kabar gembira Isa bin Maryam. Isa bin Maryam berkata sebagaimana Allah kisahkan pada firmanNya:

“Artinya : Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata:”Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku,yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku,yang namanya Ahmad (Muhammad) ‘Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti kebenaran,mereka berkata’ Ini adalah sihir yang nyata”. [Ash Shaff:6]

Kalimat “Maka tatkala ia datang kepada mereka”, siapakah gerangan orang ini? Ia tidak lain adalah orang yang khabarnya telah disampaikan oleh Isa (Alaihi salam) ,yaitu Ahmad. Tatkala ia datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti kebenaran kerasulan, maka mereka menyambutnya dengan perkataan :”Ini adalah sihir yang nyata”.

Kami katakan tentang firman Allah : “Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti kebenaran” bahwa sesungguhnya tidak ada seorang rasul yang datang sesudah Isa (Alaihi salam) selain Ahmad, yang merupakan lafadz tafdhil dari kata Muhammad. Akan tetapi, Allah telah memberikan ilham kepada Isa untuk menyebut Muhammad dengan Ahmad sebab kata “Ahmad” adalah isim tafdhil dari kata-kata “alhamdu”, artinya orang yang banyak memuji Allah dan mahluk yang paling terpuji karena sifat-sifatnya yang sempurna. Jadi,beliau adalah orang yang paling banyak memuji Allah, sehingga digunakanlah lafazh Tafdhil untuk menyebut sifat orang yang paling banyak memuji dan memiliki sifat terpuji. Beliau adalah seorang manusia yang paling berhak diberi pujian karena “Ahmad” merupakan isim tafdhil dari kata hamid ataupun mahmud,artinya orang yang banyak memuji Allah dan banyak dipuji manusia.

Saya (Syaikh Utsaimin) katakan bahwa setiap orang yang beranggapan bahwa didunia ini ada agama yang diterima oleh Allah diluar dari Agama Islam, maka ia telah kafir dan tidak perlu diragukan kekafirannya itu. Karena Allah telah menyatakan dalam firmanNya:

“Artinya : Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”.[Ali Imraan : 85]

“Artinya : Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu”. [Al Maidah:3]

Oleh karena itu, disini saya (Syaikh Utsaimin) ulangi untuk yang ke-3 kalinya bahwa penceramah seperti itu wajib bertobat kepada Allah dan menerangkan kepada semua manusia bahwa kaum Yahudi dan Nasrani adalah kaum kafir.Hal ini karena penjelasan telah sampai kepada mereka dan risalah kenabian Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam telah sampai kepada mereka pula, namun mereka kafir dan menolaknya.

Kaum Yahudi telah dinyatakan sifatnya sebagai kaum yang dimurkai Allah karena mereka telah mengetahui kebenaran kerasulan Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam dan Al Qur’an tetapi mereka menentangnya. Kaum Nashrani disebutkan sifatnya sebagai kaum yang sesat karena menginginkan kebenaran,tetapi ternyata menyimpang dari kebenaran itu.

Adapun sekarang, kedua kaum ini telah mengetahui kebenaran Muhammad sebagai rasul dan mengenalnya, tetapi mereka tetap menentangnya. Oleh sebab itu, kedua kaum ini berhak menjadi kaum yang dimurkai Allah. Saya (Saikh Utsaimin) serukan kepada kaum Yahudi dan Nasrani untuk beriman kepada Allah, semua RasulNya dan mengikuti Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam karena hal inilah yang diperintahkan kepada mereka didalam kitab-kitab mereka, sebagaimana firman Allah :

“Artinya : Dan tetapkanlah untuk kami kebajikan di dunia ini dan di akhirat; sesungguhnya kami kembali (bertobat) kepada Engkau. Allah berfirman : “Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami. (Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang umi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang makruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung” [Al-A’raf : 156 -157]

“Artinya : Katakanlah :”Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua,yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi ; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia,Yang menghidupkan dan mematikan,maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul Nya, Nabi yang umi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia,supaya kamu mendapat petunjuk”. [Al A’raaf :158]

Inilah yang menguatkan keterangan kami pada awal jawaban diatas. Masalah ini sedikit-pun tidak sulit dipahami.

Wallahu Al Musta’an (Hanya kepada Allah tempat kita memohon pertolongan)

[Majmu’ Fataawa wa rasaail,juz 3 halaman 18-23]

[Disalin dari kitab Al Fatawaa Asy Syar’iyyah Fil Masaail Al ‘Ashriyyah Min Fatawaa Ulamaa Al Balaadil Haraami, edisi Indonesia Fatwa Kontenporer Ulama Besar Tanah Suci, Penyusun Khalid al Juraisy, Terbitan Media Hidayah]



Sumber: https://almanhaj.or.id/1654-mengkafirkan-kaum-yahudi-dan-nashrani.html

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

komentar :

Selengkapnya

Menjawab Kebingungan Syamsuddin Haris "Apa Profesi FPI Mereka Punya Waktu Luang Untuk Demo"


"Kita tak habis pikir, apa profesi para anggota & simpatisan FPI ini shgg mereka punya banyak waktu luang untuk demo."

Demikian kicau Syamsuddin Haris melalui akun twitternya @sy_haris, Senin (23/1/2017).

Kicauan peneliti senior LIPI ini sepertinya menanggapi aksi Umat Islam Bela Ulama yang digelar pada Senin (23/1) di Polda Metro Jaya Jakarta dalam mengawal pemeriksaan dan memberi dukungan pada Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab.

Dari penelusuran twit-twitnya @sy_haris memang terasa sangat tidak suka dengan Habib Rizieq dan FPI. Bahkan @sy_haris menyebut FPI sebagai "front preman intoleran".





Kalau benar mau "meneliti", sesungguhnya yang ikut aksi-aksi Bela Islam dan Bela Ulama bukanlah hanya FPI, tapi Umat Islam lintas ormas, lintas profesi, lintas pendidikan, yang mereka disatukan oleh satu kesatuan aqidah: Islam.

Menjawab kebingungan Pak Syamsuddin Haris yang heran "Kita tak habis pikir, apa profesi para anggota & simpatisan FPI ini shgg mereka punya banyak waktu luang untuk demo", seorang netizen yang sudah "hijrah" berkat aksi-aksi Bela Islam menuturkan bahwa kecintaan pada Allah dan Negara membuat kita rela untuk berkorban. Itulah hakikat iman. Jadi yang selalu berfikir materi duniawi pasti akan kebingungan.

Berikut penuturan Isanti Chandra untuk direnungkan bagi yang cinta Negara dan Agamanya:

Jika perjuangan selalu dinilai dengan uang, maka negeri ini tidak akan menghasilkan pahlawan ..
Jika semangat hanya di nilai dari materi maka tidak aka nada arti keikhlasan..

Jiwa yang pasrah akan ALLAH SWT adalah manusia manusia tenang, yang percaya segala hajat hidup atas kehidupan ini adalah milik ALLAH SWT semata..

Menyikapi tuduhan kepada para pejuang pejuang Islam yang membela agama, yang membela negara dan ulama, selalu di kaitkan dengan uang, perih rasanya..

Semakin saudara muslim saya di fitnah, dan di sakiti. Semakin semangat pula saya akan membela, tidak hanya saya sendiri tapi kami seluruh umat muslim di dunia ini yang mempunyai tanggung jawab atas agama agar tetap terjaga dan tidak di nista..

Adakah yang berani bertanya dulu pahlawan pahlawan negera ini yang rela berjuang untuk kemerdekaan ini, bekerja apa? apakah kalian berani hal yang mereka lakukan adalah sia sia..

Gerilya di medan perang, tinggal di hutan, meninggalkan keluarga.. hanya dengan rasa cinta kepada Tuhan dan Negara mereka berani bertaruh nyawa.. adakah dari kalian yang berani bertanya seberapa besar harga rasa juang mereka, apakah perjuangan mereka di nilai dari sekedar materi..

Di sini mari kita buka pikiran, buka hati buka sedikit nurani bahwa segala sesuatu ini semata mata hanya milik Allah. Allah yang mencukupkan kebutuhan umatnya, Allah tidak akan membiarkan pejuang pejuang nya berjuang dengan rasa lapar ..

Terlalu perih hati ini jika para pejuang para syuhada yang membela agama dan negara, di fitnah bayaran, dan fitnah fitnah lainnya..

Temen saya sendiri, rela cuti untuk ikut Aksi Bela Islam. Dan saya sendiri setelah meeting pun langsung berangkat untuk ikut Aksi Bela Islam .. Masih banyak cerita panjang bagaimana para pejuang agama untuk membela Agama Allah dengan cara aksi dan tetap bertanggung jawab sbg manusia untuk hidup. 

Dan banyak hal yang di ketahui di setiap kejadian masa ini, di barisan mana kita di posisikan di barisan pejuang atau di barisan pecundang? hanya hati kalian yang mengetahui ..

***

Itulah bahasa "IMAN" yang hanya bisa difahami bagi mereka yang punya "IMAN".

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

komentar :

Selengkapnya

Penahanannya Ditangguhkan, Fahmi: Semua Berkah dari Alquran

Nurul Fahmi (28) mengucap syukur setelah penangguhan penahanannya atas kasus pelecehan terhadap bendera RI dikabulkan. Fahmi mengatakan dikabulkannya penahanannya itu berkat Alquran.

"Alhamdulilah segala puji bagi Allah yang telah menggerakkan semuanya," ujar Fahmi sambil tertunduk di Mapolres Jaksel, Jl Wijaya II Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (24/1/2017).

Fahmi yang hafiz Alquran ini juga tidak lupa berterima kasih kepada gurunya Ustaz Arifin Ilham karena telah membantu proses penangguhan penahanannya. Ustaz Arifin menjadi penjamin dalam penangguhan penahanan Fahmi.

"Terima kasih, pertama saya ucapkan terima kasih kepada guru saya tercinta yang mulia Ustaz Muhammad Arifin Ilham, jazakumullah yang telah bersedia menjaminkan diri untuk menangguhkan penahanan saya. Semua ini adalah berkah dari Alquran, dan (terima kasih) pada istri tercinta dan anak yang baru lahir yang menunggu di rumah," jelas Fahmi.

Ustaz Arifin Ilham, Nurul Fahmi dan Kapolres Jakarta Selatan Kombes Iwan KurniawanUstaz Arifin Ilham, Nurul Fahmi dan Kapolres Jakarta Selatan Kombes Iwan Kurniawan Foto: Mei Amelia/detikcom


Fahmi juga berterima kasih kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan, Kapolres Jakarta Selatan Kombes Iwan Kurniawan serta Kasat Reskrim Polres Jaksel AKBP Budi Hermanto serta penyidik Polres Jaksel, yang telah mengabulkan permohonannya itu.

Fahmi sebelumnya ditangkap Satreskrim Polres Jaksel di Pasar Minggu, Jaksel pada Jumat (20/1) dini hari. Setelah 1x24 jam pemeriksaan, Fahmi kemudian ditahan sejak Sabtu (21/1).

Fahmi dijerat dengan Pasal 68 UU No 24 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. Fahmi ditangkap setelah membawa bendera Merah-Putih bertulisan lafaz Laa Ilaha Illallah dengan gambar 2 pedang di bawahnya, saat aksi demo massa Front Pembela Islam (FPI) di depan Mabes Polri, Senin (16/1) lalu. 
(mei/idh)

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

komentar :

Selengkapnya

Pesan Arifin Ilham ke Fahmi: Fokus ke Alquran dan Semakin Cinta RI

Ustaz Arifin Ilham menyampaikan pesan khusus kepada Nurul Fahmi (28) setelah ditangguhkan penahanannya. Arifin meminta Fahmi fokus menghafal Alquran.

"Pesan khusus, beliau khusus untuk kembali fokus ke Alquran, kembali pada keluarga, ikhtiar pada yang halal dan tetap semangat belajar dan mengajarnya," kata Arifin Ilham saat menjemput Fahmi di Mapolres Jakarta Selatan, Jl Wijaya II, Kebayoran Baru, Jaksel, Selasa (24/1/2017).






Arifin meminta Fahmi mengambil hikmah dari peristiwa tersebut untuk lebih mendekatkan diri kepada Sang Khalik.

"Ambil hikmah besar dari peristiwa ini yang membuat beliau semakin dekat kepada Allah, semakin cinta dengan negeri Indonesia ini," sambung Arifin.

Arifin menilai Fahmi melakukan perbuatan itu karena awam terhadap hukum. Menurut Arifin, Fahmi tidak punya niat menghasut massa.

"Karena ketidaktahuan saja, rasa bangga, bersyukur dengan bendera Indonesia, hidup dengan semangat keislaman dan tidak ada niat untuk memprovokasi dan sebagainya tadi," jelas Arifin.

Arifin menjadi penjamin penangguhan penahanan Fahmi. Arifin merasa tergerak untuk membantu proses penangguhan penahanan tersebut karena Fahmi seorang hafiz Alquran.

"Beliau juga orang yang senang menghapal Alquran, jadi tersentuhlah hati Ustaz hingga datang ke (Kapolri) Jenderal Tito memohon kebijakan Polri untuk menangguhkan tahanan pada Nurul, dan Alhamdulillah diterima oleh beliau," tutur Arifin.

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

komentar :

Selengkapnya

Beginilah Kasih Sayang Ulama Pada Kader Pemberani


Susah tak akan ditanggung sendirian karena luka bagi seorang mukmin akan dirasakan juga sakitnya oleh mukmin yang lain.

Seorang ulama, Ustadz Muhammad Arifin Ilham berani menjadikan dirinya jaminan agar penahanan Nurul Fahmi yang mengibarkan bendera merah putih bertuliskan lafadz kalimat syahadat dapat ditangguhkan.

Sepenggal peristiwa ini memperlihatkan bagaimana sang ulama berupaya keras memikirkan kemuliaan agama sekaligus keselamatan umat sementara di sisi yang lain ada segolongan umat yang senantiasa mencari-cari kesalahan ulama dan pengikutnya.

Ustadz Arifin dalam akun Facebooknya mengatakan, sebagai seorang Mukmin, dirinya merasa berkewajiban membantu saudara seiman yang sedang membutuhkan.

“SubhanAllah karena itulah seorang mu’min harus menjadi penopang dari ketidakberdayaan saudara mu’minnya. Abang pun berkenan menjadi penjamin penangguhan penahanan saudara kita yang hafal Alqur’an, pembawa bendera merah putih berlafadzkan kalimat tauhid, Nurul Fahmi 28 tahun yang baru dua minggu diamanahi Allah bayi mungil cantik,” tulis Ustadz Arifin. 

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

komentar :

Selengkapnya

[Foto] Merinding... Beginilah Kondisi Nurul Fahmi Saat Dijemput KH M Arifin Ilham di Polres Jaksel


Nurul Fahmi (NF) digelandang oleh petugas kepolisian di kediamannya menuju Polres Jakarta Selatan. Ia diciduk karena membawa bendera merah putih bertuliskan kalimat tauhid saat mengikuti Aksi Bela Islam 1 sampai 3 dan Aksi Bela Ulama di halaman Gedung Mabes Polri Jakarta Selatan.

Setelah belasan pengacara mendatangi kediaman NF untuk mengajukan diri memberikan bantuan hukum, ada pemandangan mengharukan yang membuat bulu kuduk berdiri.
Pada Selasa (24/1/17) siang, Pimpinan Majlis Az-Zikra KH M. Arifin Ilham mendatangi Polres Jakarta Selatan untuk menjenguk NF secara khusus dan langsung, lalu menjemputnya.

KH Arifin juga menegaskan, ia telah mengajukan dirinya sebagai jaminan atas NF dan menyampaikan terimakasih atas kebijaksanaan Jenderal Tito Karnavian.

"Alhamdulillah kami berpelukan erat, menangis haru, dan sama-sama sujud syukur, dan juga mengucapkan terimakasih atas kebijakan dan kemurahan hati Ayahnda Jendral Polisi Tito Karnavian." tulis KH M. Arifin Ilham di status fesbuknya pada Selasa (24/1/17) siang.

Di akhir unggahannya, Kiyai Arifin menegaskan, NF akan segera mendapatkan kebebasan.

"Insya Allah beliau segera akan bebas dari semua tuntutan. Aamiin." tegas Kiyai Arifin. [Om Pir/Tarbawia]


Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

komentar :

Selengkapnya

Nurul Fahmi Pembawa Bendera Merah Putih Bertuliskan Kalimat Syahadat Hirup Udara Bebas Dijemput Ustadz Arifin Ilham


Alhamdulillah Nurul Fahmi bebas berkah pertolongan Allah melalui ikhtiar Ustadz M. Arifin Ilham yang berkomunikasi langsung dengan Kapolri. Nurul Fahmi dijemput langsung Ustadz Arifin Ilham yang bersedia menjadi penjamin agar Nurul Fahmi bisa memperoleh penangguhan penahanan.

Nurul Fahmi, tersangka pengibar bendera merah putih bertuliskan kalimat syahadat pada demo FPI dan ormas Islam pernah mengeyam pendidikan di Madinah setelah lulus Sekolah Teknik Menengah (STM).

Nurul Fahmi baru dua minggu mendapat putri pertama. Sang putri dinamai Hafidzah ulang Nur Keyla. Nama itu terinspirasi dari profesinya sebagai Tahfidz Al-Quran.

"Setiap hari bang Fahmi setelah Hafidzatul lahir selalu dibacain ayat Quran. Tapi sejak ketangkap, dia sudah tidak bisa," ungkap Fauzi, Keponakan Nurul Fahmi di kediaman Nurul Fahmi, jalan Kampung Tanah 80 nomor 45, Klender, Jakarta Timur, Senin (23/1/2017).

Nurul Fahmi menyandang status tersangka setelah polisi mendatangi rumah sang kakak di bilangan Cilandak pada Rabu (18/1) lalu. Fahmi dibawa ke Polres Metro Jakarta Selatan karena diduga melanggar Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.

Bendera yang bertuliskan kalimat syahadat itu pernah dibawa Fahmi pada demo 14 Oktober 2016 silam. Meski sebagai simpatisan, Fahmi lalu membawa bendera yang dibeli dari tempat sablon di Pasar Senen tersebut pada demo 161.

"Dia orangnya tekun ibadah," kata Fauzi seperti dikutip oleh Tribunnews.com . 







Dijamin Arifin Ilham, Polisi Tangguhkan Penahanan Nurul Fahmi



 Permohonan penangguhan penahanan Nurul Fahmi (28), tersangka pelecehan terhadap lambang negara, akhirnya dikabulkan oleh penyidik Polres Jakarta Selatan. Ustaz Arifin Ilham menjadi penjamin penangguhan penahanan Nurul Fahmi.

"Kita kini kedatangan Ustaz Arifin Ilham, beliau bersama keluarganya, istrinya (Fahmi), mengajukan permohonan penangguhan penahanan," ujar Kabag Mitra Divisi Humas Mabes Polri Kombes (Pol) Awi Setiyono saat jumpa pers di Mapolres Jaksel, Jl Wijaya II, Kebayoran Baru, Jaksel, Selasa (24/1/2017).

Dalam jumpa pers ini, hadir Kapolres Jaksel Kombes Iwan Kurniawan, Kasat Reskrim Polres Jaksel AKBP Budi Hermanto, Ustaz Arifin Ilham yang mendampingi Fahmi serta keluarga dan pengacaranya.

Awi mengatakan penyidik akhirnya mengabulkan permohonan penangguhan penahanan Fahmi karena alasan subjektivitas. Selain diyakini tidak akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti, dan mengulangi perbuatannya, polisi mendapat jaminan dari Arifin Ilham.

"Alasan penangguhan penahanan memang sudah diyakini yang berarti ada jaminan orang dari Ustaz (Arifin), dari istrinya juga," kata Awi.

"Kita juga akomodir dan alasan objektifnya juga yang bersangkutan berjanji tidak akan melarikan diri, mengulangi perbuatannya, dan menghilangkan barang bukti," lanjut Awi.

Dengan pertimbangan tersebut, akhirnya penyidik mengabulkan penangguhan penahanan Fahmi.

"Tentu dari hal tersebut Kapolres Jaksel mengabulkan dan yang bersangkutan hari ini kita tangguhkan," tandasnya. 
(mei/erd)

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

komentar :

Selengkapnya

Meski dibully, Uus Tetap Ngoceh soal Ulama, Pantauan Lengkap Sampai Hari ini

Komedian Uus kembali 'berulah' di akun media sosial miliknya. Kali ini ia mengguncang jagad Twitter dengan kicauan tentang Ketua Umum FPI, Habib Rizieq. Dengan frontal, pelawak yang memulai karirnya dari stand up comedy itu menyindir poster tentang Habib Rizieq.

Poster tersebut bertuliskan 'Sehelai rambut Habib Rizieq jatuh, bukan berurusan dengan FPI, tapi dengan umat Islam'. Uus mengomentarinya dengan nada setengah bercanda, bahwa sang Habib sepertinya perlu shampoo baru agar rambutnya tak jatuh.

Netizen semakin panas setelah Uus menyebut bahwa Habib Rizieq bukan ulama. Ia juga menyebut bahwa ternyata ada Ulama yang gadung(an), bukan terminal bus saja yang (Pulo) Gadung.

Uus juga menyebut dirinya sendiri sebagai Islam green tea, yang mengandung radikal bebas. Pernyataan ini semakin bikin situasi memanas, netizen pun mengingatkan Uus bahwa Islam radikal bukanlah hal yang baik dan semestinya ia berpikir dulu sebelum menulis.

Pernyataan Uus ini langsung menuai banyak komentar dari para netizen. Sebagian menganggap bahwa salah satu host acara Inbox ini sudah menghina Ulama. Banyak pula yang mengaku sedih karena candaan Uus kali ini sudah kelewat batas.

Namun Uus menanggapinya dengan santai, ia tak lantas menghapus status itu meski ratusan komentar masuk ke akun Twitternya. Uus pun membalas beberapa kicauan dari netizen, termasuk komentar yang menyudutkannya.

Selain membalas kicauan dari netizen, Uus juga melanjutkan seri twit yang isinya masih kontroversial. Ia pun menyindir netizen yang ramai menghujatnya dengan menyebut bahwa seharusnya ada DPDO, Departemen Pengurus Dosa Orang.

Dalam kicauan berikutnya, Uus menyatakan bahwa Ulama bukan hanya satu orang. Ia sendiri lebih mendengarkan ceramah Ulama seperti Quraish Shihab atau Gus Mus. Dan dengan santai ia juga menanggapi tudingan netizen yang menyebut dirinya Syiah, kali ini jelas balasannya bernada canda. "Iya gue Syiah, yang nyanyi Chandelier," tulis Uus, mengacu pada penyanyi Sia, pemilik tembang Chandelier.

Panasnya efek kicauan Uus ini membuatnya harus menghadapi hal yang lebih serius. Hanya dalam waktu beberapa menit setelah kicauan tentang shampoo Habib Rizieq beredar, Uus menyatakan bahwa ia mengundurkan diri dari acara Opera Van Java (OVJ).

Beberapa menit sesudahnya, Uus kembali menulis kabar lain yang cukup mengejutkan. Ia menyatakan mundur dari acara Inbox yang sudah beberapa waktu ia bawakan bersama Andhika Pratama dan beberapa host lainnya.

Postingan terakhir ini menuai beberapa tanggapan dari netizen. Ada yang menyebut ini sebagai balasan karena ia sudah menghina Ulama. Ada pula yang bersedih karena tak bisa lagi melihat Uus di layar kaca setiap hari seperti sebelumnya.



Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

komentar :

Selengkapnya

YES MUSLIM

" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Daftar Artikel Populer

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Youtube Channel - Pinterest - Thumbler
Back to Top