"Situ ribet banget, Gan", Tamparan Tere Liye Buat Penguasa Soal Ribut Transportasi Online


"Situ ribet banget, Gan."

Ketika alfamart, indomaret, dan toko2 sejenis menjamur di Indonesia, lantas kemudian menghabisi puluhan ribu atau bahkan ratusan ribu toko kelontong/tradisional, pemerintah pusat tidak ‘ganas’ sekali mengeluarkan peraturan “demi keadilan”, untuk menyelamatkan toko kelontong. Tidak. Mereka diam saja. Toh, konsumen memang lebih menyukai toko-toko baru ini. Tidak perlu nawar, harga jelas, lebih murah, lebih nyaman, dan semua serba ada.

Tapi ketika transportasi online menjamur di Indonesia, Gojek, Grab, Uber, dll, lantas kemudian mengancam menghabisi jasa transportasi tradisional, entah kenapa, pemerintah baru ‘ganas’ sekali mengeluarkan peraturan “demi keadilan”. Padahal logikanya, bukankah sama dengan alfamart, indomaret ini, konsumen jelas lebih menyukai transportasi model baru ini. Tidak perlu nawar, tidak takut argonya jebol, lebih gampang, lebih nyaman, dan semua tinggal klik, klik dan klik.

Apa yang membedakan antara kasus pertama dan kasus kedua? Bedanya di: yang pertama, yang disingkirkan adalah rakyat jelata biasa, jadi bodo amat itu toko kelontong mau mati semua; kasus yang kedua, wah, yang hendak tersingkir adalah pemilik modal. Ada banyak perusahaan taksi raksasa yang bisa kacau urusannya. Ada banyak pemain besar yang tidak mau diotak-atik model bisnisnya. Jangankan di Jakarta, di bandara2 lokal saja, kita sudah tahu sama tahu, dikuasai oleh ‘koperasi’ taksi--alias orang kuat penguasa bandara tersebut. Nah, yang satu ini, tidak bisa bodo amat, mereka punya organisasi, mereka bisa melakukan lobby. Maka pemerintah semangat mengeluarkan argumen “demi keadilan” melindungi--entah keadilan seperti apa maksudnya.

Apakah pemerintah peduli dengan realitas bahwa konsumen sangat terbantu dengan adanya transportasi online? Apakah pemerintah peduli dengan fakta bahwa transportasi online juga memberikan kesempatan kerja pada ratusan ribu penduduk Indonesia? Apakah pemerintah paham jika transportasi online jauh lebih murah dan efisien?

Lihatlah generasi baru pengguna transportasi online. Pesan makanan, go food. Mau kemana2, naik gojek/gocar, juga uber, atau grab. Mau ambil barang go send. Mau beli sesuatu, lagi hujan deras, atau nggak bisa kemana2, go mart. Hidup jauh lebih mudah. Siapa sih yang hidupnya jadi lebih susah setelah ada transportasi online? Opang--ojek pangkalan? Tidak juga. Mereka kalau mau jadi sopir gojek/uber/grab, justeru terbantu. Kecuali memang lebih suka mangkal, ngobrol santai, lantas saat ada penumpang, langsung kasih tarif Rp 40.000 (padahal gojek cuma Rp 6.000). Tapi itu tidak jaman lagi.

Sama tidak jamannya, di Kota tertentu misalnya, bandara hanya dikuasai oleh 1 taksi saja (“koperasi”). Taksi ini berkuasa penuh. Tarif mereka tentukan sendiri di awal. Yang harganya tentu saja lebih mahal. Mobil mereka bau rokok. Sopirnya merokok santai saja (meski penumpang sudah protes). Pelayanan tidak maksimal. Dengan semua fakta tersebut, kita mau bicara soal pariwisata? Turis2 asing mendarat di Kota ini, mereka harus menemukan taksi2 ini? Eww, belum lagi taksi gelap yang semau mereka pasang harga. Sopir2 yg tidak dikenali, dan rentan sekali menipu. 'Calo' di lobi kedatangan yg merangsek penumpang, kadang memaksa.

Hello, kenapa tidak digantikan dengan transportasi online? Saat turis turun, mereka buka aplikasi. Mereka klik, klik, klik, tentukan tujuan. Tarifnya jelas, murah, diskon pula. Rutenya jelas. Mobilnya jelas, sopirnya jelas, ada fotonya, dan clear. Mobil mereka juga nyaris keluaran terbaru. Dalamnya terawat dan tidak bau rokok. Sopirnya ramah, berasa punya mobil pribadi. Come on, jika pejabat pemerintah itu mau membela kepentingan rakyat jelata sedikit soal ini, seharusnya sejak dulu, “koperasi” taksi penguasa bandara2 itu sudah digantikan. Mau pakai logika manapun, tetap saja tidak masuk akal terus membela “koperasi” ini beroperasi.

Entahlah. Situ ribet banget, gan.

(Tere Liye)


Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

komentar :

Selengkapnya

Murtad Selama 36 Tahun Kemudian Bertawaf Di Ka'bah. Lihat Apa Yang Terjadi...

Lebih tenang dan khusyuk. Itulah yang dirasakan Laksamana TNI (Purn) Sudomo di hari tuanya. Di usianya yang ke-75, mantan Pangkopkamtib di era Soeharto justru menemukan hidupnya. ''Kalau orang lain berkata hidup dimulai umur 40 tahun, saya justru mulai umur 75 tahun,'' kata Sudomo saat ditemui di kediamannya yang sejuk di Pondok Indah, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Murtad Selama 36 Tahun Kemudian Bertawaf Di Ka'bah. Lihat Apa Yang Terjadi...


Bukan tanpa alasan bila penggemar olahraga golf ini berkata demikian. Dia mengaku hampir sebagian besar usianya dilalui dengan gundah dan gelisah. Salah satu penyebabnya karena sosok yang menghabiskan sebagian besar umurnya - 53 tahun di pemerintahan dengan berbagai jabatan -sebagai umaro ini pernah murtad. Itu semua menjadi penyebab jauhnya ketenangan dari hidupnya.

''Terus terang saja dan bukan rahasia umum, saya dulu kan murtad,'' kata Sudomo sambil tertawa. ''Dan celakanya semua itu saya lakukan tanpa pikir panjang dan memberi tahu orang tua,'' lanjutnya. Wajahnya berubah serius.
Seiring waktu, Sudomo pun merindukan ketenangan hati dan kembali pada keyakinannya semula. ''Kasih sayang Allah pada hamba-Nya lebih luas daripada murka-Nya.'' Sudomo merasakan betul makna ayat itu. Waktu membawanya ke kota kelahirannya, Malang. Saat itu, bertepatan 22 Agustus 1997, ia melihat Masjid Al Huda di kompleks Kostrad Malang. Hatinya tersentuh. Diapun memutuskan untuk kembali.

''Itu peristiwa luar biasa. Nama masjid itu sendiri berarti petunjuk. Dan di situ saya mendapat petunjuk. Mungkin ini hikmah dari doa orang tua saya yang selalu berdoa agar saya kembali,'' kenang Sudomo yang tampak lebih gemuk. Ia baru saja keliling Eropa sebulan penuh.

Peristiwa itu laiknya sebuah kelahiran bagi dirinya dan anugerah yang luar biasa dari Yang di Atas. ''Saya sangat senang diberi kesempatan bertobat. Bayangkan kalau saya meninggal sebelum bertobat bisa-bisa masuk neraka saya,'' ujarnya.

Sebagai rasa syukur, tahun itu juga Sudomo menunaikan umrah pertamanya. Ibadah haji dia lakukan tahun berikutnya. Sampai sekarang sudah lima kali ia berumrah. Tahun ini Sudomo kembali menjadi tamu Allah bersama jutaan umat yang lain.

Ia mengaku punya pengalaman aneh saat menjadi tamu Allah. Peristiwa tersebut dialami saat menunaikan ibadah haji 1998 dan 2002. Ketika tawaf Sudomo ingin berada sedekat mungkin dekat Ka'bah. Ia pun berdoa dan membaca Asmaul Husna. Tiba-tiba ia merasa Ka'bah sangat dekat dengan dirinya.

''Barisan orang yang sedang tawaf seperti terbuka begitu saja sampai-sampai ustadz saya mengikuti dari belakang mendekati Ka'bah. Alhamdulillah,'' kata Sudomo mengenang kejadian enam tahun silam. ''Doa di sana memang sangat mustajab,'' lanjut Sudomo.

Kini sebagian besar waktunya praktis digunakan untuk mempelajari dan mendalami agama, beribadah, beramal, serta sesekali berdakwah untuk kalangan terbatas. Sebuah yayasan, Husnul Khotimah ia bangun pada 1998 untuk mewadahi semua kegiatan. Sebuah desa kecil di Bogor, Cijayanti, menjadi ladang persemaian pertobatannya. Ia mengaku lebih tenang dan bahagia. Shalat lima waktu berjamaah pun selalu tepat waktu dijalankan.

Dengan selera humor yang tak pernah kering, Sudomo mengatakan bahwa apa yang ia lakukan kini tak lebih dari sebuah penanaman modal akhirat atau PMA. Semua kegiatan itu, menurutnya memberikan kebahagiaan yang tidak dapat diukur dengan materi yang belum pernah didapat sebelumnya.

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

komentar :

Selengkapnya

Anies Heran Kok Ahok Enggak Pakai Peci, Ini Lambang Kebangsaan Harusnya Pakai dong ?

 Calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menanggapi santai gambar surat baru untuk pemilihan putaran kedua Pilkada DKI. Di surat suara yang baru, cawagub pejawat Djarot Saiful Hidayat mengenakan peci hitam seperti Anies-Sandi.

"Ini kita lagi senang ditiru juga, meniru itu kan artinya mengakui," kata Anies di Jakarta, Kamis (23/3).




Menurut dia, peci hitam adalah lambang kebangsaan. Atas dasar itu Anies-Sandi menggunakan peci sejak putaran pertama dan dapat diterima seluruh lapisan masyarakat.

Anies mempertanyakan pemakaian peci pasangan nomor urut dua hanya oleh Djarot. Sebagai lambang kebangsaan, menurut dia, Basuki Tjahaja Purnama juga tak masalah jika ikut mengenakannya.

"Saya malah heran yang satu (Ahok) kok nggak pakai ya. Kalau ini (peci) lambang kebangsaan harusnya pakai dong," ujar dia.

Dalam gambar surat suara yang baru, cawagub pasangan nomor urut dua Djarot mengenakan peci hitam. Sementara Ahok tak menggunakannya. Baju yang digunakan pasangan nomor urut dua juga tak berubah yakni kotak-kotak.



Padahal biasa nya kemana mana pake peci tu ? 

kemana peci pak AHOK ? 









PILKADA DKI PUTARAN 2, AWAS JANGAN SALAH COBLOS PECINYA!!




Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat membenarkan gaya baru fotonya di surat suara putaran kedua. Kali ini dia menggunakan peci. Hal itu berbeda dengan foto putaran pertama di mana dia tidak menggunakan peci.

"Itu usulan dari tim ya, supaya pakai peci," kata Djarot di sela acara Istigosah di GOR Senen, Jakarta Pusat, Kamis, 23 Maret 2017.

Menurutnya, peci saat sudah menjadi simbol nasional. Presiden RI pertama, Soekarno disebut mempopulerkan pemakaian peci tersebut.

"Peci ini sebagai simbol nasional. Yang mempopulerkan Bung Karno," kata dia.

Sebelumnya peci di surat suara identik dengan pasangan calon Anies Baswedan- Sandiaga Uno. Sejak putaran pertama, foto mereka disurat suara telah menggunakan peci.

Sumber: www.viva.co.id/berita/metro/897196-foto-djarot-di-surat-suara-kini-berpeci


Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

komentar :

Selengkapnya

Astaghfirullah.... PDIP Yakinkan Babi Aman Dikonsumsi



Sebuah kabar mengejutkan datang dari DPD PDI P Bali yang hari Selasa 21 Maret 2017 lalu menggelar acara santap bersama babi guling.

Acara yang berlangsung di kantor DPD PDI P Bali di kawasan Renon, Denpasar ini bertujuan untuk mensosialisasikan bahwa babi aman untuk dikonsumsi.



Acara yang digagas Wakil Ketua DPD PDI P Nyoman Parta itu dihadiri pakar peternakan Universitas Udayana dan awak media sembari menyantap babi guling bersama.

Parta mengatakan, babi bukanlah penyebab tunggal meningitis. Di samping babi, masih ada bakteri, virus, jamur, dan parasit sebagai penyebab radang pada selaput otak (meningitis).

Ia menyerukan kepada masyarakat agar jangan lagi takut mengonsumsi babi. Asalkan babi dimasak benar-benar matang, tentu saja aman bagi tubuh.

“Jadi, salah besar kalau mengkambinghitamkan babi,” kata Parta bersemangat.

Sumber: www.radarbali.jawapos.com/read/2017/03/22/9167/pdip-yakinkan-babi-aman-dikonsumsi-lewat-acara-menyantap-babi-guling-bersama-/3
-------

Tentu saja, bagi umat non muslim, babi tak haram untuk dikonsumsi. Namun bagaimana dengan umat muslim?

Seperti diketahui, tegas dinyatakan bahwa menurut syari'at, babi haram untuk dikonsumsi.


                                         بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنزِيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللّهِ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلاَ عَادٍ فَلا إِثْمَ عَلَيْهِ إِنَّ اللّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

[Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi dan binatang yang (ketika) disembelih (disebut nama) untuk selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, QS Al Baqoroh ; 173].

Dari tinjauan keilmuan modern pun, babi dianggap berbahaya bagi kesehatan.

Dr.Murad Hoffman, seorang Muslim Jerman, dalam bukunya “Pergolakan Pemikiran: Catatan Harian Muslim Jerman”, halaman 130-131: “Memakan daging babi yang terjangkiti cacing babi tidak hanya berbahaya, tetapi juga dapat menyebabkan meningkatnya kandungan kolestrol dan memperlambat proses penguraian protein dalam tubuh, yang mengakibatkan kemungkinan terserang kanker usus, iritasi kulit, eksim, dan rematik. Bukankah sudah kita ketahui, virus-virus influenza yang berbahaya hidup dan berkembang pada musim panas karena medium babi?” ( Selengkapnya mengenai efek negatif konsumsi daging babi https://retnotbs.wordpress.com/215-2/ )

Upaya untuk meyakinkan bahwa babi aman dikonsumsi, apalagi dengan hanya menyertakan pendapat ahli peternakan tanpa menyertakan pendapat ahli agama Islam, menjadi sebuah blunder.

Terutama karena acara tersebut diliput berbagai media yang disebarluaskan secara nasional.

Sebagai partai yang tak hanya memiliki kader non muslim, mestinya PDI P harus lebih berhati-hati dalam menggelar acara serupa.


BERIKUT KMENTAR NETIZEN : 




Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

komentar :

Selengkapnya

Terbongkar ! KEDOK Gelar DR , KH dan Jabatan PALSU Ahmad Ishomudin Pendukung Penista Agama



Hanya ada satu kata untuk menggambarkan sosok Ahmad Ishomudin yang pada hari Selasa, 21 Maret 2017 lalu hadir sebagai saksi ahli dalam kasus penodaan agama oleh terdakwa Basuki T. Purnama.

NGERI.

Betapa tidak? Sosok Ahmad Ishomudin yang nampak shalih dan mengklaim sebagai bagian dari ormas Islam Nadhlatul Ulama dan Majelis Ulama Indonesia, ternyata tak lebih dari seorang pendusta yang sedang membela seorang penista agama.

Terbongkarnya wajah asli Ishomudin ini berkat kompaknya Ikatan Alumni Fakultas Syari'ah IAIN Raden Intan Lampung dan para netizen.

Mereka rupanya tak rela nama baik almamater tercinta mereka dinodai dusta apalagi untuk membela seorang terdakwa kasus penodaan agama.

Berikut surat pernyataan dari Ikatan Alumni Fakultas Syari'ah IAIN Raden Intan Lampung dalam surat yang ditulis tanggal 22 Maret 2017.


Seorang netizen, Nita Moebito, melalui akun Facebooknya juga mengabarkan bahwa Ahmad Ishomudin bukanlah seorang doktor, bahkan belum bergelar Haji! Nita juga mengabarkan bahwa Ishomudin bukanlah ahli tafsir, melainkan hanya dosen biasa.








Berdasarkan surat tersebut, seorang netizen menyimpulkan 3 kebohongan Ahmad Ishomudin.




Sebelumnya :

Beredar Kabar, KH Ishomuddin Jadi Saksi Ahok, Wakil Rais Aam: Tak Mewakili NU



Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftahul Akhyar menyebutkan kesaksian yang akan disampaikan oleh Rois Syuriah PBNU KH Ahmad Ishomuddin dalam sidang perkara penistaan agama Gubernur DKI Jakarta non aktif  Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Selasa esok tidak mewakili organisasi NU.

“Mewakili dirinya sendiri. Pribadi. Jadi apapun yg disampaikan beliau besok hanya pandangan pribadi tidak mewakili NU,”  ujar KH Miftahul Akhyar saat dihubungi Republika.co.id, Senin (20/3).

Dia menjelaskan, PBNU telah memberi peringatan kepada kepada KH Ahmad Ishomuddin agar tidak menjadi saksi dalam sidang perkara yang melibatkan calon gubernur DKI Jakarta ini. 

Bukan hanya sebagai saksi namun PBNU juga memperingatkan KH Ahmad Ishomuddin agar tidak masuk ke dalam lingkaran kasus tersebut.

Menurutnya, jajaran pengurus Rais Syuriah PNBU sudah melakukan rapat  atas apa yang telah dilakukan oleh KH Ahmad Ishomuddin.  Dalam rapat gabungan yang dilakukan, Rais aam PBNU KH Ma’aruf Amin menyatakan memberikan sanksi untuk menurunkan posisi  KH Ahmad Ishomuddin dari Rois Syuriah PBNU menjadi Tanfidziyah.  

Selain itu, Rois Syuriah PBNU juga meminta agar KH Ahmad Ishomuddin membuat surat pernyataan dan menyatakan penyesalan atas tindakan yang telah ia lakukan. 

Namun hingga saat ini surat penyataan tersebut belum dibuat. “Itu pun kita tidak tahu kalau dia betul-betul jadi saksi. Kita pikir waktu itu dia sudah mengundurkan diri,” katanya.

Dia menambahkan, jika besok KH Ahmad Ishomuddin benar-benar hadir dipersidangan untuk menjadi saksi maka itu artinya peringatan yang telah disampaikan oleh  PBNU dan ahli Syuriah tidak diindahkan. “Dalam arti PBNU dan ahli Syuriah dianggap tidak punya gigi,” tambahnya.

Untuk itu, akan dilakukan rapat kembali untuk menentukan sikap PBNU selanjutnya. Ini dikarenakan, banyak kiai NU yang marah atas tindakan beliau. 

Namun dia sendiri mengaku belum mengetahui sikap seperti apa yang akan diberikan nantinya. Hal tersebut akan tergantung dari rapat yang akan diadakan.  

Tetapi, jika KH Ahmad Ishomuddin tidak menghadiri atau mengundurkan diri dari saksi ahli maka PBNU pun akan menentukan sikap kembali. Apakah sanksi akan dicabut atau tetap diberlakukan akan diketahui setelah rapat diadakan kembali.

Dalam sidang ke-15 dugaan penistaan agama yang melibatkan Ahok, tim pengacara dijadwalkan menghadirkan sejumlah saksi, di antaranya adalah KH Ahmad Ishomuddin, Guru Besar Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia Rahayu Surtiati, dan dosen Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan, Djisman Samosir. 





Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

komentar :

Selengkapnya

Kocak, Dosen Yang Ngaku Tuhan Ini Takut Tidak Dapat Duit Karena Takut Dipecat Kampus

Sabar Nababan pria yang bikin heboh media sosial karena mengaku Tuhan ternyata masih punya kekhawatiran soal hidup di dunia. Dia takut dipecat oleh kampusnya, Universitas Mataram (Unram) bila memaksa mahasiswanya masuk agama yang dia bawa, Agama Angkasa Nauli (AAN).

Kocak, Dosen Yang Ngaku Tuhan Ini Takut Tidak Dapat Duit Karena Takut Dipecat Kampus


Terlepas dari itu, Sabar memang tak mau memaksa orang untuk masuk ke agamanya, termasuk anak dan istrinya sendiri. Mahasiswanya juga tak keberataan saat diajar olehnya. Sabar adalah dosen di Jurusan Teknik Elektro, Unram.

“Mahasiswa saya nggak masalah. Saya juga nggak pernah cerita tentang masalah ini. Mereka tahu dari Facebook saja, cukup itu,” ujar Sabar dalam perbincangan, Selasa (21/3/2017).

Dia sadar, mahasiswa-mahasiswanya adalah orang yang cerdas. Bila merasa dipaksa, tentu mereka akan melaporkan Sabar ke polisi. Itu bisa berujung pemecatan Sabar dari jabatan dosen di Unram.

“Karena kalau kita menceritakan itu menarik-narik mahasiswa, mereka kan sudah dewasa, mereka bisa melapor. Bisa dipecat saya,” ujar Sabar.

Suatu saat ada mahasiswa tahu bahwa Sabar telah memproklamirkan diri sebagai Tuhan, lewat akun Facebook, tanggal 15 Maret lalu. Sabar memang memanfaatkan Facebook sebagai sarana menuangkan isi pikirannya. Mahasiswa yang tahu hal ini tak lantas memerangi Sabar.

“Ada sekitar lima orang masuk ke Facebook saya, mereka mendukung saya, mereka mengatakan saya nggak pernah macam-macam di kampus. Satu mahasiswa saya bahkan bilang saya termasuk dosen terbaik,” demikian klaim dari Sabar.

Sabar juga menyatakan tak akan memanfaatkan ruang perkuliahan untuk merekrut umat. “Kalau saya mengajar, ya mengajar saja. Saya tidak pernah memaksa orang untuk masuk ke agama saya. Nanti saya bisa ditangkap,” ujarnya.

Setelah menyatakan diri sebagai Tuhan lewat Facebook, dua hari kemudian dia mendeklarasikan agama barunya, yakni Agama Angkasa Nauli. Dia membuat logonya sendiri berupa gambar centang. Maksudnya adalah kumpulan orang-orang yang dibenarkan oleh Tuhan. Tanda centang adalah tanda afirmasi dari Tuhan. Kenapa namanya Agama Angkasa Nauli?

“Nauli itu Bahasa Batak artinya ‘bagus’. Kalau saya bikin nama ‘Agama Angkasa Bagus’ kan kurang baik, maka saya beri nama ‘Agama Angkasa Nauli’ biar orang tahu yang bikin ini orang Batak,” ujarnya, santai.

Dia mengaku punya tempat ibadah bernama Bait Suci, yakni di rumahnya sendiri. Dia mengklaim ada lima orang yang sudah menjadi pengikutnya.

“Pengikut saya ada lima. Ada di Medan, di Jakarta, di Lombok. Total masih lima orang,” ujarnya.

Netizenpun mengomentari ini, “tuhan opo iki? [Tuhan apa ini] tuhan takut nggak dapat duit hahaha” tulis Syarif Rif di laman facebook.


Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

komentar :

Selengkapnya

Beredar Popok Bayi Harga Murah, Astagfirullah, Begitu Disobek Ternyata Ini Isinya...

Pernah ditawari beli popok bayi atau diapers murah?

Awas, jangan buru-buru tertarik, karena bisa jadi diapers itu berasal dari tempat mengerikan ini.

Sebuah foto yang beredar di media sosial memperlihatkan foto tumpukan diapers, yang diduga dikemas dan dijual lagi menjadi diapers baru.

Beredar Popok Bayi Harga Murah, Astagfirullah, Begitu Disobek Ternyata Ini Isinya...


Menurut media Shanghaiist, foto ini diambil di daerah Shandong, China.

Disebutkan, pabrik diapers atau popok bayi ini ada di kawasan Tancheng, Shandong.

Foto sendiri diambil pada 15 Maret 2017 lalu.

Fotonya, diambil oleh otoritas setempat yang menggerebek pabrik tersebut.

Dalam foto, terlihat tumpukan diapers bekas, yang dijadikan bahan untuk membuat diapers baru.

Menurut Shanghaiist, pabrik itu mengambil kapas dari dalam diapers bekas.

Jadi, pekerja merobek diapers bekas, lalu mengambil kapas di dalamnya.

Kapas bekas itu kemudian dijadikan pengisi diapers yang baru.

Diapers baru itu kemudian dikemas dengan cantik, lalu dijual dengan harga murah.

Banyak warga yang tertarik dengan produk mereka ini.

Dalam foto penggerebakan, terungkap, satu petugas berwenang menemukan ada binatang di dalam kapas diapers yang siap dijual.

Beredar Popok Bayi Harga Murah, Astagfirullah, Begitu Disobek Ternyata Ini Isinya...


Pabrik ini terungkap setelah ada laporan munculnya produk diapers dengan harga sangat murah di pasaran.

Otoritas setempat, bertepatan dengan Hari Konsumen Nasional di China, kemudian melakukan penggerebekan setelah mengumpulkan bukti yang cukup.

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

komentar :

Selengkapnya

Heboh Kasus Penculikan Anak, Anggota TNI di Tasikmalaya Ini Berhasil Bongkar Sindikat Pelaku

Prajurit TNI Pelda Tarmuji yang bertugas di wilayah Kodim 0612 Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, turut andil membongkar sindikat kasus penculikan anak. Ia berhasil menyelamatkan bocah perempuan korban penculikan, inisial Su (13), dan menangkap tiga orang diduga pelaku terdiri dua pria, K (40) dan M (30), serta satu perempuan, S (31).

Tarmuji sehari-hari sebagai anggota Babinsa Desa Pasir Salam yang masuk naungan Koramil1211 Singaparna Tasikmalaya. Dia berperan penting mengungkap kasus penculikan anak berinisial Su, warga Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya.

"Tarmuji bersama warga menangkap tiga orang yang diduga sindikat pelaku penculikan anak di bawah umur," ucap Kapendam III Siliwangi Kolonel Arh MD. Ariyanto via telepon, Rabu (21/3/2017).

Heboh Kasus Penculikan Anak, Anggota TNI di Tasikmalaya Ini Berhasil Bongkar Sindikat Pelaku


Ariyanto menyebutkan, penangkapan komplotan tersebut berlangsung di kediaman korban, Jumat (17/3) lalu, sekitar pukul 10.00 WIB. Sebelumnya, kata Ariyanto, Tarmuji sukses membujuk kawanan itu agar mengantarkan korban ke rumah orang tuanya.

Su dilaporkan hilang atau tak kembali ke rumah sejak 20 Februari 2017 saat berangkat ke sekolah. Keluarga sudah berusaha mencari, namun keberadaan Su tidak diketahui.

Tarmuji dan keluarga korban terus menelusuri informasi soal jejak bocah tersebut. Hingga suatu hari, Su mengontak saudaranya via telepon. Beruntung korban ingat nomor sang paman.

Komunikasi tersebut terjadi karena Su diajak bekerja ke Papua oleh salah satu terduga pelaku yaitu S. Korban mengaku dibujuk S kerja di Papua dengan iming-iming akan mendapatkan gaji Rp 5 juta.

Korban meminjam ponsel salah satu terduga penculik untuk menelepon pamannya dengan maksud mengabari rencana pergi ke Papua. "Korban berkomunikasi dengan keluarganya," kata Ariyanto.

Titik terang keberadaan Su mulai muncul. Pihak keluarga dan Tarmuji menyusun siasat untuk menyelamatkan Su. Tarmuji meminta keluarga berpura-pura menjanjikan memberikan uang kepada tiga orang itu sebagai pengganti ongkos keberangkatan Su ke Papua.
Singkat cerita, keluarga menjalin komunikasi dengan tersangka. "Lewat handphone paman korban, terduga penculik itu dipancing dengan iming-iming semua ongkos dan lainnya akan diganti," ujar Ariyanto.

Strategi tersebut jitu. Perangkap bujuk raya membuat mereka bersedia mengantarkan korban ke rumah orang tuanya. Aksi penjebakan ini membuahkan hasil.

"Korban pulang ke rumah orang tuanya diantar oleh tiga orang tersebut yang semuanya warga Garut. Setelah tiba di rumah korban, ketiga orang tersebut ditangkap dan selanjutnya dibawa ke Polsek Singaparna untuk diproses lebih lanjut," tutur Ariyanto.

Berdasarkan keterangan korban, pertemuan dengan S berlangsung pada 20 Februari 2017 di daerah Perum Margalaksana, Desa Warung Peuteuy, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya. "Waktu itu, S memberikan minuman kepada korban. Seketika korban tidak sadarkan diri. Saat sadar, ternyata korban sudah berada di rumah S, daerah Kampung Babakan Ciraat, Kecamatan Cilawu, Garut," ucap Ariyanto.

Selama 25 hari bersama sindikat penculik itu, menurut Ariyanyo, Su mengaku dipaksa mengamen. Selain itu, pelaku mengintimidasi korban.

"Mereka menakut-nakuti korban. Kalau korban tidak mau ngamen, ya tidak akan dikembalikan ke orang tua," tutur Ariyanto.

Bahkan, korban bercerita, sering disuruh menenggak minuman keras (miras). "Namun korban menolaknya. Karena menolak minum miras, korban selalu mendapat caci maki," ucap Ariyanto.

Heboh Kasus Penculikan Anak, Anggota TNI di Tasikmalaya Ini Berhasil Bongkar Sindikat Pelaku


Ketiga orang tersebut sudah diserahkan kepada polisi guna penyelidikan lebih lanjut. Peristiwa pilu menimpa Su tengah diproses hukum aparat berwajib.

"Saat ini kasusnya ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tasikmalaya," kata Ariyanto.

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

komentar :

Selengkapnya

Innalillahi, Pria Bernama Pahinggar Indrawan Ini Bunuh Diri Secara Live Di Facebook

Seorang pria dengan akun Facebook Pahinggar Indrawan melakukan video live bunuh diri di Facebook miliknya. Pria tersebut dua kali live di Facebook pada Jumat (17/3/2017) sekitar pukul 10.00 WIB.

Innalillahi, Pria Bernama Pahinggar Indrawan Ini Bunuh Diri Secara Live Di Facebook


Pahinggar Indrawan mengenakan kaus putih itu awalnya curhat di video live pertama 1 menit 11 detik. Sementara itu, video live yang kedua berdurasi 1 jam 46 menit.

Pada video pertamanya, Indra mengaku ditinggalkan oleh istrinya. Bukan hanya itu, dia juga mengaku ditinggalkan oleh anak-anaknya.

"Gue cinta mati sama dia, ya nggak tau kenapa emang pun jodohnya juga kali sekarang. Jadi sekarang dia pergi nggak tau ke mana ninggalin gue sama anak-anak. Susah juga sih jelasinnya gue. Gue sekarang pun nggak tau mau apa, gue juga bimbang," ujarnya.

"Sebenernya gue gak berani. Kita lihat aja. Mungkin gue akan siarin langsung. Kalau gak ya hanya video kenang-kenangan untuk istri gue aja,"

Cekcok dengan Istri

Sebelum menggantung dirinya,  Pahinggar Indrawan sempat cekcok dengan istrinya DF (33) sekitar pukul 03.00 WIB.

Dilansir dari Tribun, M Sidiq, Ketua RT 08 RW 05 Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan sempat mengajak pasangan suami istri ini ke rumahnya.

"Permasalahan selesai, kemudian korban dan saksi kembali pulang ke rumah lalu pada sekitar jam 13.30, anak korban menemui Ketua RT mengajak ke rumah korban, namun sesampainya di dalam korban sudah dalam posisi tergantung menggunakan tali tambang warna biru yang diikat di kayu plafon," ujar Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Purwanta, Jumat.
Dari video yang tayang di akun Facebook-nya, sebelum Pahinggar Indrawan melompat dari kursi dan meregang nyawa hingga meninggal dunia, Pahinggar Indrawan sempat mengucapkan kata-kata terakhir yang berisi kekecewaannya pada rumah tangganya.

Pahinggar Indrawan sempat dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati dan telah dimakamkan keluarga sore tadi.

Video Dihapus

Tayangan video bunuh diri di akun Facebook seorang pria berinisial Pahinggar Indrawan (35) akhirnya dihapus oleh pihak Facebook pada Jumat (17/3/2017) sekitar pukul 20.30 WIB. Dua video di akun Facebook pria itu sudah tak terlihat di linimasa.

Video yang viral di sejumlah media sosial sejak Jumat sore itu sempat tayang selama beberapa jam dan bisa ditonton dengan mudah oleh netizen.

Dilansir Detik.com, belum ada informasi apakah video tersebut dihapus atas inisiatif Facebook sendiri atau permintaan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

“Kami sudah menghubungi Facebook, minta dihapus dan diturunkan (videonya),” ujar Kepala Biro Humas Kemenkominfo Noor Iza.

Namun, meski sudah dihapus video berdurasi 1 jam 45 menit itu kadung tersebar ke berbagai media sosial dan layanan pesan singkat WhatsApp dan Youtube.

Untuk itu, netizen dihimbau untuk tidak ikut menyebarkan tautan atau file video tersebut. Karena video tersebut menampilkan adegan mengerikan, tak layak ditonton terutama untuk anak-anak, tak ada gunanya ditonton, dan demi pertimbangan kemanusiaan.

"Saya menghimbau bagi siapa saja yg memiliki video tragedi kejadian di bunuh diri ini, untuk tidak menyebarkan dan segera men-take down lewat apapun Internet juga social media.  Tragedi seperti ini tidak untuk dipertontonkan. Selain melanggar nilai kemanusiaan dan juga melanggar UU ITE pasal 28," kata Dirjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo Semuel Abrijani Pangarepan.

Pahinggar Indrawan ditemukan tewas bunuh diri di rumahnya di Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan dan mendokumentasikannya secara live di Facebook pada Jumat siang.

Pahinggar Indrawan sempat dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati dan telah dimakamkan keluarga sore tadi.

"Di dekat korban ditemukan HP korban terdapat video detik-detik korban melakukan aksi bunuh diri," ujar Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Purwanta.

Pahinggar Indrawan kemudian dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati dan telah dimakamkan keluarga sore tadi. "Mayat ditemukan ketua RT sekitar pukul 13.30, kemudian langsung menghubungi polisi," ujar Purwanta.

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

komentar :

Selengkapnya

Penculikan Anak Bertambah, Organ Tubuh Seperti Jantung Dihargai 1.5 Milyar dan Hati 1.3 Milyar

Baru-baru ini aksi penculikan anak untuk diambil organ tubuh nya semakin marak, Tak pelak berita tentang penculikan anak untuk diambil organ tubuhnya ini membuat netizen resah, apalagi yang mempunyai anak kecil. Karena target penculik biasanya anak yang berumur 3-12 Tahun.

Penculikan Anak Bertambah, Organ Tubuh Seperti Jantung Dihargai 1.5 Milyar dan Hati 1.3 Milyar


Melihat daftar harga organ tubuh manusia yang diperjual-belikan di pasar ilegal seperti yang dilansir oleh situs gizmodo.com. Untuk Sepasang Bola Mata berharga US$ 1.525 atau sekitar dengan Rp. 20 juta.

Organ jantung dihargai US$ 119.000 atau setara dengan Rp. 1,5 Miliar. Sedangkan Hati dihargai US$ 100.000 atau sekitar dengan Rp. 1,3 Miliar. Semua yang ada ditubuh manusia berdasarkan situs tersebut dihargai dengan uang.

Dan disaat ekonomi sedang lesu seperti saat ini, tentu sangat mudah bagi sindikat penculik Internasional (bermarkas di Thailand) merekrut anggotanya di Indonesia. Biasanya berdasarkan pengamatan, para pelaku penculik rata-rata berasal dari Tuna Wisma, pengangguran, gelandangan, pengemis jalanan yang terbiasa berkeliaran.

Karena orang-orang seperti ini yang paling mudah untuk diajak menjadi penculik. Tentunya upah yang menggiurkan dan juga mereka rata-rata tidak memiliki agama.

Bahkan selain di Indonesia, kasus penculikan anak saat ini marak juga terjadi di negara jiran Malaysia. Bahkan pemerintah malaysia kerap membuat iklan di media cetak agar warganya berhati-hati dengan aksi penculikan anak dan mewaspadai mobil yang berplat mobil Thailand.
Bahkan baru-baru ini, Komplotan pelaku ditangkap diperbatasan Bukit Kayu Hitam Kedah Malaysia. Supir orang Malaysia dengan membawa 6 orang anak, 3 telah tewas dan sisanya tidak sadarkan diri karena dibius. Dan berdasarkan pengakuan sopir, korban akan dibawa ke Thailand.

Di Indonesia, ada beberapa pelaku yang ditangkap massa. Nampak kalau sebelum melakukan aksinya para penculik ini diberikan ilmu atau tekhnik oleh para sindikat dalam menjalankan tugasnya. Karena dari segi modus atau operandi antara penculik satu dan penculik yang lain hampir sama.

Rata-rata menyamar sebagai pengemis, wanita tua miskin atau pemulung. Mereka juga dibekali dengan obat bius. Orang awam tak akan mengerti obat bius jika bukan dari sindikat yang terlatih.

Mereka juga dibekali akting seperti berpura-pura gila ini dimaksudkan mendapati simpati warga saat tertangkap. Sehingga main hakim sendiri dari massa dapat mereka hindari.

Berikut kasus penculikan yang berhasil digagalkan warga, redaksi sarikan dari berbagai sumber:

1. Penculikan di Marga Giri Bojonegara, Serang Banten, pelaku Pria berusia 30 tahunan menyamar sebagai wanita. Setelah ditangkap malah berpura-pura jadi orang gila

2. Penculikan di Kampung Pasir jengkol, Tanjung Pura Karawang Barat. Pelaku wanita paruh baya, setelah ditangkap juga pura-pura jadi orang gila.

3. Penculikan oleh pasangan suami istri di Kampung Tampian Cadas Kel. Sindang Barang Kab. Bogor Barat. Korban tiga orang anak usia 6-8 tahun. Berhasil digagalkan warga. Pelaku sudah diamankan dipolsek setempat.

4. Di Kelurahan Tegal Sari Kec. Tegal Barat Kab. Tegal seorang penculik wanita berpura-pura menyapu halaman di SD Negeri 2 Tegalsari Tegal. Menyamar jadi gepeng dan berpura-pura gila, membawa anak kecil yang telah dibius, diintoregasi warga ternyata tas berisi obat bius.

5. Di Kota Pekanbaru Riau, penculik wanita yang berpura-pura gila sudah diamankan warga dan diserahkan ke polsek setempat.

6. Penculik tertangkap warga saat beraksi di Desa Kedung Soka Kec. Puloampel Kab. Serang. Saat ditangkap pelaku pura-pura gila. Oleh warga barangnya disita dan dicek karung yang dibawa. Ternyata ada anak kecil yang telah dibius.

7. Polres Brebes Jawa Tengah berdasarkan laporan masyarakat menangkap 2 orang wanita tua penculik. Saat diintoregasi polisi pun masih berpura-pura gila.

Dan masih banyak kasus-kasus penculikan lainnya. Diatas adalah sebagai gambaran bagi para orang tua untuk berhati-hati dan mawas diri terhadap tangan keji manusia yang tidak mengenal kemanusiaan dan Agama. Lindungi dan peluk erat anak anda mulai sekarang juga.


Sumber: gaulriau.com

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

komentar :

Selengkapnya

YES MUSLIM

" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Daftar Artikel Populer

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Youtube Channel - Pinterest - Thumbler
Back to Top