Ternyata ! Umat Islam Kaget, Jaksa Penuntut Kasus Ahok Seorang Nasrani


JAKARTA - Kejaksaan Agung telah mengumumkan berkas perkara dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, lengkap alias P21. Tim jaksa penuntut umum menyatakan berkas Ahok telah memenuhi syarat formil dan materiil.

Berkas dan surat dakwaan kasus dugaan penistaan agama yang menjerat gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara yang akan menyidangkan kasus ini.

Berdasarkan data di SIPP Pengadilan Jakarta Utara tertera Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani perkara Ahok adalah IREINE R KORENGKENG SE.SH.MH seorang Jaksa yang beragama nasrani. (link: http://sipp.pn-jakartautara.go.id/)








Berita ini sudah tersebar di jejaring media sosial, grup whatsapp, karena cukup mengagetkan umat Islam.

Mengingat kasus ini sangat sensitif hendaknya Kejaksaan menempatkan Jaksa Penuntut Umum secara profesional dan proporsional karena di pundak Penuntut Umum kunci perkara ini.

Jika JPU tidak serius menyusun dakwaan dan menghadirkan alat bukti bisa saja Ahok dibebaskan demi hukum.

Umat Islam berharap Jaksa Penuntut Umum dapat memenuhi rasa keadilan yang selama ini diperjuangkan masyarakat sesuai yurisprudensi selama ini.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof, Mahfud MD menyatakan kasus-kasus penistaan agama selama ini tidak ada yang lolos, artinya semua kasus penistaan agama selama ini pasti masuk penjara.






Dalam bincang-bincang di iNewsTV, mantan Menteri Hukum dan HAM ini menyatakan bahwa dalam sejarah Indonesia setidaknya ada 4 kasus penistaan agama yang semuanya akhirnya dihukum penjara. Kasus tahun 1918, Lia Eden, Mosadeq, dan kasus seorang ibu di Bali yang menghina agama Hindu.

Umat Islam akan terus mengawal kasus penghinaan agama atas kitab suci umat Islam Al Quran ini sampai tuntas dan menuntut keadilan dalam penegakkan hukum.

Bahkan Ketua Dewan Pertimbangan MUI Prof. Din Syamsuddin menegaskan akan memimpin perlawanan kalau sampai Ahok lolos dari jerat hukum.

"Pak Tito, kita bersahabat ya. Tapi kalau ini sampai lepas, saya akan memimpin perlawanan," kata Din saat memberi sambutan di acara pembukaan rapat kerja nasional MUI di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Rabu, 23 November 2016, seperti dilansir Tempo.

Mari umat Islam untuk terus kawal kasus ini sampai tuntas.


JPU kasus Ahok Di Duga Pro Ahok ,Netizen Ada Upaya Kejagung Ingin Bebaskan Ahok?



Kejaksaan Agung akan mengumumkan berkas perkara dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, lengkap alias P21 pada hari ini. 

Tim jaksa penuntut umum menyatakan berkas Ahok telah memenuhi syarat formil dan materiil, sehingga dapat masuk ke tahap selanjutnya, yakni penyerahan tersangka dan barang bukti.

Ali Murkantono, Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengungkapkan bisa saja jaksa mengembalikan berkas.

 Hal tersebut untuk meminta penyidik untuk menambahkan pasal.

"Bisa saja, kalau hasil mempelajari berkas ke situ ya bisa saja. Tapi sampai sekarang belum ada kesimpulan itu," kata Ali di Kompleks Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (28/11/2016).(okz

Pada Tanggal (01/12/2016) Terkait Perkara Kasus Penistaan Agama Yang Di lakukan Oleh Gubernur Non Aktif Basuki Thajaja Purnama.

Jaksa Penuntut Umum Telah Medaftarkan Kasus Tersebut Kepada Pengadilan Negeri Jakarta Utara
Dengan Nomor Perkara  1537/Pid.B/2016/PN JKT.UTR  Dengan Nama Penuntut Umum IREINE R KORENGKENG SE.SH.MH  Dan Terdakwa Terdaftar Atas  Nama Basuki Thajaja Purnama Pada Kamis, (01 Des. 2016) (Sumber) .

Pendaftaran Yang Di Lakukan Oleh  Penuntut Umum IREINE R KORENGKENG SE.SH.MH  Mengundang Tanda Tanya Sebagian Netizen .

Pasal nya IREINE Di Duga Adalah Pendukung Dari Salah Satu Pasangan Calon Yang Sedang bertarung Dalam Pilkada DKI Tahun Ini dan Sedang Menjalani Status Sebagai Tersangka Dalam Kasus Penistaan Agama.

Sontak Hal Ini Meraih Banyak Perhatian Pengamat Terkait Ada Nya Foto IREINE Sedang Berpose dengan  Dua Jari Dimana Di Ketahui  Bahwa Gubernur DKI non Aktif Basuki Thajaja Purnama Mendapatkan Nomor Urut  2.

Berikut Kutipan Pendapat Netizen  "Kejaksaan Agung menugaskan Irine R. Korengkeng SE, SH, MH (non muslim) sebagai JPU dalam kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok. Apakah penugasan Ireine merupakan bagian dari usaha Kejaksaan Agung membebaskan Ahok dari tuntutan hukum ?"


Dalam sebuah Grup Diskusi Di media Sosial Facebook.




Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

komentar :

Selengkapnya

AKSI 212 ITU BIKIN MALU



Aksi 212 itu bikin malu orang-orang yang ngelarang bus ngangkut jama’ah peserta Aksi 212, ahirnya para umat memilih alternatif lain. Memangnya tanpa bus gak ada kendaraan lain, gak ada kendaraan kan masih ada kaki. Yang merangkak aja ada yang datang.

Aksi 212 itu bikin malu ulama yang fatwanya tidak laku, karena umat  lebih yakin kullu ardhin masjid (setiap tanah, boleh dijadikan tempat sujud). Lagian akan bertambah malu kalau ikuti ulama yang membela orang kafir penista Al Qur’an.

Aksi 212 itu bikin malu orang-orang yang nyumpahi supaya Aksi 212 diguyur hujan, para jama’ah malah bersyukur mendapat berkah berlipat, yakin do’a lebih mustajab di hari jum’at plus mustajab di waktu hujan, malah hujan jadi sarana wudhu' praktis, Kebayangkan 7 juta orang antri untuk wudhu'. Hujan memang berkah Allah.









Aksi 212 itu bikin malu orang yang bilang jumlah jama’ah hanya 200.000 atau 50.000. Apalagi yang bilang Cuma 1000 makin malu, karena yang bilang seribu itu harus tahan nelen ludah sendiri karena dikejutkan kurang-lebih 7 juta peserta jama’ah aksi 212.

Aksi 212 bikin malu orang yang nunggu Monas rusak dan kotor, karena Aksi 212 tak meninggalkan sehelai sampah pun, apalagi rusak. Rumput Monas aja gak terinjak.

Aksi 212 itu bikin malu Penyebar fitnah kalau Aksi 212 jam’ahnya dibayar, malah ibu-ibu sepanjang jalan menyediakan makanan gratis, banyak pedagang asongan gratisin dagangan. Ada selebritis dan sosialita kaya raya ikutan, masak mereka mau hujan-hujanan  hanya untuk 500 ribuan. 

Aksi 212 itu bikin malu yang parno sama kerusuhan yang ditimbulkan Aksi 212, yang ada malah orang jadi nangis tersedu-sedu ingat dosa dan kesalahan efek zikir dan tausiah para ulama.

Aksi 212 itu bikin malu yang bilang Aksi 212 bermuatan politik, karena Aksi 212 diikuti oleh semua orang dari seluruh Indonesia, si penista agama itu kan ikut pilkada DKI, ngapain juga orang dari seluruh pelosok nusantara dan lain-lain ikut-ikutan, itu karena mereka 1 agama, 1 iman.

Aksi 212 itu bikin malu yang bilang aksi 212 sia-sia gak akan ada efek apapun, yang ada semua mata jadi saksi betapa ghirah islamiyah itu tertanam di dalam dada-dada para umat yang mencintai agamanya, bergetar hati para munafikun dan kafirun. Itu yang di Monas aja. Belum dihitung yang mendukung di daerah yang melakukan hal yang sama, yang mendukung dengan do’a dan hartanya di sepanjang jalan menuju monas, logistic melimpah, akan bertambah dengan ghirah yang ada di dalam dada orang beriman yang tidak ikut, apalagi di medsos.

Aksi 212 itu bikin malu para pengamat, karena terlalu banyak membalikkan logika, prediksi, teori, agitasi, provokasi, dan apalah namanya. Karena Allah meridhoi. Kata Rasulullah la tajtami’ ummati ‘ala al dhalalah. Yadullah fauq al jam’ah.

"Ummatku tidak mungkin bersatu di atas kesesatan, dan tangan Allah berada menggenggam orang-orang yang jama'ah."

Allahu Akbar!

Copas Faisal Yusuf syukron jazakumullah khairan 

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

komentar :

Selengkapnya

Momen Unik : Jokowi Hadir di Stadion Saksikan Laga Indonesia vs Vietnam, Suporter Teriak: Tangkap Ahok..!


Presiden RI, Joko Widodo hadir di Stadion Pakansari menyaksikan langsung laga leg pertama semifinal Piala AFF 2016, Indonesia vs Vietnam Sabtu (3/12) malam WIB. Kehadiran orang nomor satu di Indonesia itu menyita perhatian suporter.

Masih dalam nuansa Aksi Bela Islam 2 Desember, kehadiran Jokowi ini disambut sejumlah suporter Timnas Indonesia dengan teriakan: tangkap Ahok!

Namun tentu saja teriakan sejumlah suporter itu, tidak direspon Jokowi. Ia nampak sangat antusias menyaksikan laga Indonesia vs Vietnam. Apalagi ketika Hansamu Yama membobol gawang Vietnam pada menit ke-7.

Laga Indonesia vs Vietnam sendiri sampai saat ini masih imbang 1-1, setelah Nguyen Van Quyet menyamakan skor melalui titik putih.(pjs) 

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

komentar :

Selengkapnya

Gubernur Kaltim Bilang Aksi 212 Adalah Aksi Para Teroris, Tapi Wakil Wali Kota Balikpapan doa bersama di Monas


Wakil Wali Kota Balikpapan Rakhmad Masud menghadiri Doa Bersama dan Shalat Jumat berjamaah di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta Pusat. 

Rakhmad mengatakan kehadirannya pada Doa Bersama di Monas adalah doa untuk kedamaian Balikpapan dan NKRI.

"Hujan cukup deras turun tapi saya bersama jamaah lain bertahan, jangankan hujan air, hujan batu saja kami tidak takut," kata Rakhmad.

"Saya berdoa agar Balikpapan dan NKRI selalu aman dan damai. Khususnya tetap terjaga dalam menjaga kesatuan dan persatuan," kata Rakhmad.

Massa yang mengikuti Doa Bersama tersebut memenuhi lapangan Monas dan menggunakan beberapa pelataran gedung perkantoran sekitarnya sampai ke Bundaran Hotel Indonesia. 

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

komentar :

Selengkapnya

Ngajual Sawah, Ngajual Kebo, Demi Jihad ka Jakarta


Massa akhirnya membubarkan diri secara tertib setelah selesai menunaikan salat Jumat berjamaah di kawasan Monas, Jumat (2/12) siang.

Namun di tengah perjalanan menuju kendaraan-kendaraan yang terparkir di sepanjang jalan di sekitar Monas, sejumlah pedemo tetap meneriakkan harapan dan tekad. Siap berjuang membela Islam dari upaya-upaya penistaan.

Di antaranya terlihat sekelompok massa yang berasal dari Jemaah Masjid At-Tasyri Koang Banten.

Sembari meneriakkan komitmennya, mereka membentangkan sebuah spanduk di dekat Masjid Istiqlal.

"Kami ngajual sawah, ngajual kebo, rela tak bekerja, demi jihad ka Jakarta. Ngebela agama Alloh," teriak salah seorang jemaah lewat pengeras suara.

Kalimat itu hamper mirip dengan tulisan yang ada di spanduk yang mereka bentangkan.

Aksi ini langsung menarik perhatian sejumlah umat lainnya.

Alhasil, banyak yang berusaha mengabadikan aksi jemaah dari Banten tersebut lewat kamera ponsel masing-masing.

Dalam spanduk yang dibentangkan, massa juga menyatakan mencium harum surga di Jakarta 212.

Selain aksi jemaah Masjid At-Tasyri Koang Banten, kehadiran sejumlah pasukan TNI wanita juga menarik perhatian massa.

Mereka bahkan tak ragu-ragu meminta agar diizinkan dapat berfoto bersama.

"Habis dari sini langsung pulang ya," ujar salah seorang pasukan TNI wanita, usai berfoto bersama dengan warga. (gir/jpnn) 

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

komentar :

Selengkapnya

Senjata makan tuan, dipaksa aksi 412, Poster yang dibawa “Ayo Penjarakan Ahok,Si Penista Agama”


Surat Edaran tersebut sifatnya wajib bahkan atasanya memaksakan agar harus datang. Surat ditujukan kepada semua karyawan dari Level Kepala Divisi hingga sopir dan Office Boy. Apabila tidak datang akan dikenai sanksi.

Mendapat Surat Edaran tersebut, Andi bersama karyawan yang beragama Islam akan datang dan akan membuat kejutan ditengah Aksi.

“Saya akan membawa kejutan dengan memperlihatkan poster “AYO PENJARAKAN AHOK, SI PENISTA AGAMA” disaat Aksi 412 besok” jelas Andi kepada Islamedia, sabtu(3/12/2016).

Saat ditanya tentang keseriusanya membawa poster tersebut, apakah tidak takut dengan ancaman pecat dari atasan.

Andi menjawab dengan ringan “Saya Muslim, saya lebih takut kepada Allah, daripada kepada atasan” tegas Andi. [islamedi.id] 

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

komentar :

Selengkapnya

Digelar di Lokasi CFD, Aksi Tandingan 412 Salahi Pergub yang Diteken Ahok


DIGELAR DI LOKASI CFD, AKSI 412 SALAHI PERGUB YANG DITEKEN AHOK




JAKARTA - Sukses menggelar aksi Bela Islam III yang dihadiri jutaan umat Islam dengan tajuk 212, muncul aksi tandingan 412 yang akan dilaksanakan hari ini.

Demo dengan tema "Kita Indonesia" yang akan dilakukan di lokasi Car Free Day (CFD) pada hari ini, Minggu 4 Desember 2016, inipun menuai kritikan. Pengamat Perkotaan menilai kalau demo tersebut melanggar aturan Pergub No 12 Tahun 2016 soal Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) yang ditandatangi Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok).

Nirwono Joga, Pengamat Perkotaan dari Universitas Trisakti menilai kegiatan yang digelar oleh beberapa kementerian dan empat partai politik pendukung Ahok sudah melanggar aturan.

"Kalau kita lihat sesuai Pergub No 12 Tahun 2016, kegiatan yang bernuansa politik dengan berbagai bungkus kegiatan seni budaya tentu melanggar peraturan. Karena itu kita harapkan Plt Gubernur DKI bertindak tegas, pemantauan langsung kegiatan esok hari," kata Nirwono saat dihubungi SINDOnews, Sabtu (3/12/2016).

Berdasarkan Pergub DKI Nomor 12 tahun 2016 tentang pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB), di pasal 7 ayat 2 disebutkan, HBKB tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan partai politik dan SARA.

Sebelumnya diberitakan, empat partai politik pendukung Ahok bersama dengan kementerian
terkait akan melakukan aksi 412 di lokasi CFD.

Sejumlah Kementerian mengeluarkan Surat Edaran untuk ikut Aksi 412.

Sementara, Partai Golkar lewat surat bernomor B.871/Golkar/XI/2016 arahan ketua umum dan ketua bidang pemenangan pemilu pada Sabtu 26 November 2016 yang ditindaklanjuti dengan Rapat Koordinasi Internal Partai Golkar mengeluarkan perintah kepada Ketua PP Indonesia I di DPD Golkar I, para ketua DPD dan anggota Fraksi Golkar agar mengambil peran dalam rencana Aksi Kebangsaan Indonesia pada 4 Desember 2016.


Sumber: Sindonews

UPDATE:

Lihat peserta Aksi 412 memang dari PARPOL. Ini dari NASDEM.

Ini jelas SUDAH MELANGGAR PERGUB dimana HBKB TIDAK BOLEH DIMANFAATKAN PARTAI POLITIK, MAKA SUDAH SEHARUSNYA KEGIATAN INI DILARANG.


Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

komentar :

Selengkapnya

PASCA-AKSI 212: HABIB RIZIEQ SEBAGAI PEMIMPIN ISLAM POLITIK INDONESIA


Sudah sejak Aksi Bela Islam 2 saya katakan bahwa Allah swt mem-baypassormas-ormas, parpol-parpol, dan tokoh-tokoh mainstream Islam yang menyumbat kebangkitan Islam dengan melahirkan fenomena baru Aksi Bela Islam.

Apa yang dipikirkan AS Hikam (tulisan ada di bawah) sama dengan yang saya pikirkan.

Sore tadi saya ditanya, apakah setelah Aksi Damai Bela Islam 212, ahoq akan ditangkap? Tegas saya menjawab: TIDAK.

Tetapi jangan kecewa dulu. Mungkin Allah swt punya rencana perubahan besar di Indonesia. Maka, Aksi Bela Islam akan dilakukan lagi dan lagi hingga kesadaran massif terbangun di tengah rakyat. Saat itu bukan ahoq saja yang akan dihempaskan tsunami politik persatuan umat Islam, tetapi juga semua kekuatan politik dan kekuatan ekonomi di belakangnya. (Hafidin Achmad Luthfie)

Berikut tulisan Prof. Dr. Muhammad A.S. Hikam (pengamat politik, mantan Menristek era Gus Dur) yang diposting di akun fbnya:

PASCA-AKSI 212: HABIB RIZIEQ SEBAGAI PEMIMPIN ISLAM POLITIK INDONESIA?

Gelar aksi demo yang diberi nama "Super Damai" di kawasan Monas pada Jum'at 2 Desember 2016 barangkali layak disebut sebagai sebuah babak baru dalam konstelasi perpolitikan Indonesia pasca-reformasi. Yaitu munculnya HABIB RIZIEQ SYIHAB (HRS) sebagai representasi kekuatan Islam politik yg fenomenal dan harus diperhitungkan secara serius oleh Pemerintah Presiden Jokowi dan masyarakat Indonesia serta pihak-pihak di luar negeri ini.

Kehadiran Presiden Jokowi dalam acara tersebut, mengikuti sholat Jum'at, mendengarkan Khotbah HRS yg sangat jelas menyampaikan tausiah/ pesan-pesan politik kepada Presiden Jokowi, pidato singkat sang Presiden di panggung bersama HABIB RIZIEQ SYIHAB  dan para petinggi Kabinet, dan, last but not the least, konsistensi tuntutan agar Ahok ditangkap, dan kesuksesan acara sampai selesai tanpa ada kericuhan sedikitpun, semuanya merupakan fakta-fakta yg dapat ditafsirkan bahwa HABIB RIZIEQ SYIHAB lah yang menjadi tokoh utama alias "man of the hour" dalam event tsb.

(Presiden Jokowi dan jajaran kabinet saat menyimak Khutbah Jumat Habib Rizieq)

Bukan hanya itu saja. Pasca-212, suka atau tidak suka, HABIB RIZIEQ SYIHAB adalah pemimpin yang tak dapat diragukan lagi (undisputed leader) dari kekuatan Islam politik Indonesia, dan Presiden Jokowi adalah salah satu pihak yg ikut mengukuhkan posisi tsb! Para perjabat negara boleh dan sah sah saja mengatakan bahwa Presiden Jokowi sudah menunjukkan kepemimpinannya dengan tampil di dalam acara tsb; bahkan ada yg bilang Presiden Jokowi telah menang tanpa harus mengalahkan (menang tanpo ngasorake) lawan, dll pujian

seperti itu. Namun secara politis, hemat saya, Presiden Jokowi menang hanya secara taktis, tetapi HABIB RIZIEQ SYIHAB lah yang mendapat keuntungan secara strategis. Jika PJ bisa disebut meraih keuntungan politik dalam jangka pendek, tetapi pengaruh HABIB RIZIEQ SYIHAB dan Islam politik di negeri bsa saja akan meluas dalam jangka panjang.

Implikasi politik jangka pendek yg paling nyata adalah thd kasus Ahok akan bergulir. Prediksi saya, tekanan dari kelompok anti-Ahok akan makin besar bukan saja agar Gubernur DKI non-aktif tsb ditahan, tetapi juga sampai ujung proses dengan vonis dinyatakan sebagai pihak yg bersalah. Kehadiran Presiden Jokowi di Monas akan dikapitalisasi secara politik oleh kubu ini untuk terus meningkatkan tekanan agar "hukum ditegakkan" dan "keadilan dijunjung tinggi" dalam proses peradilan yag akan datang. Pengaruhnya thd kampanye Pilkada pasangan Ahok-Djarot (Badja), tampaknya akan semakin negatif dan merugikan pemulihan elektabilitasnya. Jika survei-2 yg dilakukan sebelum 212 saja hasilnya sudah cenderung "sepakat" bahwa elektabilitas Badja mengalami penurunan akibat status tersangka Ahok, apalagi setelah ini. Pihak anti Ahok akan semakin agressif dalam kampanye mereka utk memarginalisasi sang petahana. Paslon Badja mesti kerja "super keras" agar tidak mengalami penurunan drastis lebih lanjut!

Diamnya parpol-parpol pendukung Badja pasca kehadiran Presiden Jokowi ke Monas, bagi saya, adalah juga pertanda kurang baik bagi paslon ini. Elite PDIP, Nasdem, dan Hanura seperti sedang "kebingungan" dan akhirnya memilih "diam" dengan keputusan Presiden Jokowi yang konon dibuat mendadak utk bergabung dalam acara di Monas tsb. Demikian pula respon senyap dari tim sukses Badja terkait dengan dinamika politik seperti itu menunjukkan bahwa mereka pun mengalami semacam kekagetan yg serius. Ini berbanding terbalik dg persistensi kelompok anti-Ahok dalam kampanye mereka sangat nyata, seperti kita lihat dalam bermunculannya meme-meme baru di sosmed yg bertema desakan agar Ahok ditahan. Upaya pemulihan elektabilitas paslon Badja jelas semakin dipersulit oleh keputusan Presiden Jokowi hadir di Monas tsb. Setidaknya peluru baru bagi kampanye lawan bertambah lagi, sementara paslon Badja tidak siap dengan counternya..

Bukan hanya pihak paslon Badja saja yg terimbas implikasi politik dari langkah Presiden Jokowi kemarin. Hemat saya, ormas-ormas besar Islam yang selama ini berusaha membantu Presiden Jokowi agar eskalasi demo dapat dibatasi, bisa jadi juga sama kagetnya. Sampai sehari setelah demo 212 berakhir, saya belum menemukan reaksi resmi dari NU dan Muhammadiyah, atau tokoh-tokoh Islam terkemuka yang sebelumnya ikut mengerem ummat agar tidak berpartisipasi di dalam gelar aksi tsb. Ini tentu sangat menarik utk dicermati. Bisa jadi merekapun sedang berusaha memahami dan mencermati dinamika ini. Setidaknya mereka mesti mengevaluasi utk apa anjuran-2 mereka kepada ummat agar tidak ikut hadir dalam aksi 212 jika kemudian Presiden Jokowi sendiri justru hadir di sana? Bukankah ini merupakan sebuah pengakuan dan endorsement politik terhadap keberadaan HABIB RIZIEQ SYIHAB dan para pendukungnya sebagai sebuah kekuatan nyata dalam konstelasi perpolitikan nasional? Wallahua'lam..

Sebuah fenomena politik baru pasca-reformasi di Indonesia sedang bergulir, yakni muncul dan berkembangnya kekuatan Islam politik dalam panggung demokrasi, bukan melalui pintu politik elektoral (electoral politics), tetapi melalui pintu politik massa (mass politics).

Apakah Presiden Jokowi menyadari sepenuhnya bahwa kini kepemimpinan HABIB RIZIEQ SYIHAB dan Islam politik kian mantap kehadiran dan pengaruhnya dalam panggung perpolitikan negeri ini? Silakan para sahabat utk memperbincangkannya. (AS HIKAM)

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

komentar :

Selengkapnya

Ikut Aksi 212, Lou Chin Lung Merasakan Allah Maha Melindungi, Biasanya Sakit Kena Hujan


Yang mengepalkan tangan ini namanya Lou Chin Lung, muslim Tionghoa warga Jakarta. Kakek-kakek yang semangat Bela Islamnya sangat luar biasa!

Lou Chin Lung jalan kaki bersama kafilah dari Tebet menuju Monas untuk ikut Aksi Bela Islam III atau Aksi 212, Jumat 2 Desember kemarin.

Melalui akun fbnya, Lou Chin Lung menceritakan 'keajaiban' akan perlindungan Allah dimana biasanya langsung meriang kalau kena hujan, namun saat mengikuti Aksi 212 saat shalat Jumat bersama jutaan massa hujan turun deras, beliau sehat-sehat saja.

"Paska aksi damai bela islam III
DEMI
ALLAAH..
ALLAAH maha baik
ALLAAH maha melindungi..
biasanya kalau
gue kena air hujan,
badan gue langsung meriang
masuk angin dan kena gejala flue
tapi aneh..
waktu ibadah shalat
jum'at barokah 212, walau
badan gue diguyur air hujan
ALHAMDULILLAAH
sampai hari ini gelaja masuk angin
dan flue sama sekali tidak ada, padahal
gue sendiri juga kurang istirahat tidur..." tutur Lou Chin Lung, Sabtu (3/12).

Lou Chin Lung juga mengungkapkan tentang makna Aksi 212:

"AKSI BELA ISLAM III
untuk menyadarkan kita,
bahwa bumi nusantara telah
dikepung dari berbagai penjuru..
oleh berbagai kekuatan, baik dari
dalam maupun dari luar..
dalam aksi bela islam
ummat islam dan kaum
nasionalis lintas agama dapat
mengikat kembali simpul simpul,
agar NKRI, BHINEKA TUNGGAL IKA
dan PANCASILA dapat terus terjaga."

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

komentar :

Selengkapnya

Atribut Partai Hiasi Parade Bhinneka Tunggal Ika di CFD





Massa Parade Bhinneka Tunggal Ika yang tergabung dalam 'Aksi Kita Indonesia' memadati kawasan Car Free Day (CFD) di sepanjang Jl Sudirman hingga Jl MH Thamrin. Massa tampak memakai atribut dari beberapa partai politik.

Pantauan di lokasi Car Free Day, Jakarta Pusat, Minggu (4/12/2016), massa yang mengerumuni lokasi terlihat memakai kaos partai Nasional Demokrat (NasDem) dan juga membawa bendera partai Golkar. Massa yang memakai atribut partai tersebut tampak berjalan di sepanjang lokasi CFD dengan antusias.

Atribut Partai Hiasi Parade Bhinneka Tunggal Ika di CFDPeserta aksi memakai atribut partai. Foto: Inaya Maimun Kanathania/detikcom
Salah satu peserta aksi yang memakai atribut partai NasDem mengaku dirinya mendapat arahan untuk memakai baju partai pada aksi kali ini. Menurut peserta aksi tersebut, ini dilakukannya untuk menunjukkan kehadiran perwakilan dari partai-partai pendukung pemerintah.

"Ya, memang disuruh (partai). Ini acara dari seluruh Indonesia tapi perwakilan saja," kata salah satu peserta aksi yang enggan disebutkan namanya.

Atribut Partai Hiasi Parade Bhinneka Tunggal Ika di CFDMassa aksi membawa atribut partai. Foto: Ibnu Hariyanto/detikcom

Meski membawa atribut partai politik, belum ada pernyataan bahwa massa menyampaikan hal yang terkait dengan politik dalam acara yang digelar di area CFD itu. Sejauh ini, kegiatan massa 'Aksi Kita Indonesia' adalah gerak jalan, bernyanyi dan menampilkan aksi seni di panggung-panggung aksi.

Atribut Partai Hiasi Parade Bhinneka Tunggal Ika di CFDPanggung peserta aksi kebhinnekaan. Foto: Inaya Maimun Kanathania/detikcom
"Ya saya di suruh tadi (pakai atribut partai). Saya dari Karawang. Banyak ini massa, ada yang dari Bali, Yogyakarta, banyak mas. Tadi datang rombongan," kata peserta aksi dari Karawang, Sunaryo kepada detikcom.

Atribut Partai Hiasi Parade Bhinneka Tunggal Ika di CFDSalah satu hiburan di aksi kebhinnekaan. Foto: Ibnu Hariyanto/detikcom

Dalam Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 12 Tahun 2016 Tentang Pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HKBK), disebutkan dalam pasal 7 ayat 2, area CFD tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan partai politik dan kegiatan yang bersifat SARA. Bunyi larangan tersebut adalah sebagai berikut:

"HBKB tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan partai politik dan SARA serta orasi ajakan yang bersifat menghasut." 
(GBR/elz)

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

komentar :

Selengkapnya

Aktor Perobek Alquran di Solo Sehari sebelum Aksi Bela Islam 411 akhir nya menjadi MUALAF



Bismillah,
Masih ingat kasus perobekan Alquran di Solo? Sehari sebelum Aksi Bela Islam 411?
Andrew akhirnya ditangkap Polisi Solo, dan menjadi tersangka.
Alhamdulillah... Sehari sebelum Aksi Beka Islam 212 pada tanggal 1 Desember 2016 Andrew Handoko dengan sendirinya ingin memeluk islam. Dia selama ini mengatakan mudah marah-marah, dan ingin mendapatkan ketenengan jiwa.
Allahu Akbar ...
Andrew Handoko mengucapkan dua kalimat sahadat di Masjid Polda Jawa Tengah pada pukul 13.30WIB dihadapan perwakilan Majelis Ulama Kota Semarang (MUI Kota Semarang) dan yang menjadi saksi ketua PITI (Persatuan Muslim Tionghoa).
Walaupun yang bersangkutan sudah menjadi mualaf, proses hukum tetap dilanjutkan. InsyaAllah yang bersangkutan dalam waktu dekat akan menjalani sidang. Andrew Handoko dikenakan Pasal Penistaan Agama.
Mari bersama-sama kita doakan saudara kita yang baru memeluk islam ini, semoga istiqamah, dan mejadi mukmin yang baik.
Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi hidayah kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi hidayah kepada orang yang Dia kehendaki”. [Al Qashash/28 : 56].
Beliau bersyahadat bukan lalu selesai dan dihentikan kasusnya.. proses masih dilakukan hukuman tetap berjalan, beliaunya tetap ditahan, dosa urusannya dengan Alloh, pidananya tetap dengan aparat penegak hukum.. mohon khusnudzon dengan sesama muslim
Barakallahu fiik

Hanny Kristianto




Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

komentar :

Selengkapnya

PNS, Partai Dan Perusahaan Pendukung Ahok "Paksa" Anggotanya Hadiri Aksi Tandingan Dengan Iming-Iming Hadiah Puluhan Juta Rupiah





Untuk memperlihatkan kepada warga Jakarta yang akan ikut dalam pencoblosan pada Pilkada DKI Jakarta Bulan Februari 2017 nanti, maka para partai pendukung Ahok alias BTP tidak ingin “jagoan” mereka terjungkal akibat Aksi Bela Islam III yang menuntut Ahok segera ditahan.

Para partai pendukung Nasdem, Hanura, PDIP, PPP (versi Djan Faridz), PDIP dan Golkar yang dianggap sebagai motor penggerak, berusaha untuk mempengaruhi anggota dan relawan mereka untuk mau hadir dalam aksi “tandingan” umat Islam dengan iming-iming hadiah uang yang totalnya hingga puluhan juta rupiah.

Namun sayangnya, acara untuk “menandingi” gerakan 212 jumat kemarin. Ternyata menumpang pada acara kegiatan Car Freeday yang biasa dilaksanakan pada hari minggu. Dan kali ini partai pendukung mencoba untuk memanfaatkan.






“Ketika mereka menyelenggarakan acara pada 19/11 lalu, yang jelas untuk menandingi aksi Damai 4/11 umat Islam, mungkin dianggap terlalu banyak mengeluarkan biaya, sementara hasilnya tidak maksimal,” ujar Darwis tokoh muda asal Morotai Malut di Jakarta.

Karenanya menurut Darwis acara sengaja digeser ke Car Freeday, karena secara tidak langsung, pastinya masyarakat yang sedang berolahraga dijadikan “satu” dengan peserta aksi dalam bentuk foto lalu diunggah ke sosial media, dan diklaim jika acara yang dinamakan oleh para partai pengusung Ahok “Aksi Kita Indonesia” ini, diikuti oleh ratusan ribu atau mungkin jutaan.
“Jadi saya rasa warga Jakarta yang biasa berolahraga pada kegiatan Car Freeday, mungkin berolahraganya di taman-taman yang disekitar atau dekat rumah saja, agar tidak dijadikan komoditas politik yang mengatasnamakan Indonesia,” ujar Darwis yang tidak ingin warga Jakarta menjadi sasaran kepentingan partai.

Selain partai pengusung, sebuah himbauan juga berasal dari Perusahaan milik Aguan, yang selama ini diduga sebagai salah satu penyebab kuatnya Ahok menghadapi “serangan” dari berbagai lapisan, Agung Sedayu Grup, mewajibkan pegawainya harus ikut dalam aksi tersebut.



Taipan Cina Kerahkan Massa 4 Desember, Katanya Demo Tandingan Aksi 212



Taipan (konglomerat) Cina dikabarkan akan mengerahkan massa untuk mengikuti aksi 4 Desember, besok. Aksi damai yang akan dilakukan di Bundaran HI, Minggu pukul 06.00 – 11.00 WIB ini disebut-sebut sebagai demo tandingan Aksi 212 yang diikuti 3 juta umat Islam dari berbagai daerah.

Salah satu perusahaan Taipan Cina yang disebut-sebut ikut ambil bagian dalam aksi 4 Desember besok adalah Bank Artha Graha. Bank ini adalah milik pengusaha Indonesia keturunan Cina, Tomy Winata atau yang akrab disebut TW.

Sebuah memo dengan kop surat Bank Artha Graha beredar di media sosial (medos) dan aplikasi WhatsApp (WA). Dalam memo Nomor: MAK/249/DSDM/XII/2016 itu disebutkan bahwa semua karyawan Bank Artha Graha, mulai dari level kepala divisi, koordinator wilayah, hingga sopir dan office boy, wajib ikut aksi 4 Desember.

“Dalam rangka kepedulian terhadap persatuan dan kebersamaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, maka dengan ini disampaikan kepada seluruh karyawan Bank PT Artha Graha Internasional, Tbk (dari level kepala divisi/koordinator wilayah hingga sopir dan office boy) KPNO dan Cabang Jakarta, wajib ikut serta dalam kegiatan aksi damai tersebut yang dilaksanakan di Bundaran HI pada hari Minggu tanggal 4 Desember 2016 jam 6.00 – 11.00 WIB, dengan menggunakan kaos kuning Artha Graha Peduli atau kaos kuning, serta menggunakan sepatu casual (bukan high heels untuk wanita),” demikian isi memo yang ditujukan kepada karyawan Bank Artha Graha.












Selain perusahaan Taipan Cina, partai politik pendukung dan pengusung calon Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok juga dikabarkan akan mengerahkan massa, seperti Partai Golkar dan Nardem. Bahkan, massa dari kedua partai tersebut tak hanya datang dari Jakarta, tapi juga dari Jawa Barat dan Banten.




Golkar akan mengerahkan massa sebanyak 120 ribu orang. Riciannya massa Golkar DKI Jakarta sebanyak 30.000 orang, Golkar Jawa Barat 67.500 orang, dan Golkar Banten mengerahkan massa sebanyak 27.500 orang.

“Biaya bus dan konsumsi peserta dianggung DPP Partai Golkar dan biaya operasional lainnya diharapkan pasrtisipasi bersama dari anggota DPR RI, anggota DPRD Provinsi, dan anggota DPRD Kabupaten yang bersangkutan di masing-masing dapil,” demikian disebut dalam surat DPP Partai Golkar Nomor: B.871/Golkar/X1/2016 tertanggal 29 November 2016. [pojoksatu] 


Kegiatan yang mengambil tema Kita Indonesia, menurut Darwis terkesan jika aksi para partai politik pendukung Ahok, hanya merekalah yang Indonesia, sementara Aksi Bela Islam III yang dilakukan hari ini, masih belum Indonesia.

“Seakan-akan aksi umat Islam 212, bukanlah aksi warga Indonesia, dan jika demikian, Kapolri yang sudah memuji aksi 212 tadi bukan  (warga -red) Indonesia, termasuk Presiden Jokowi, dan banyak tokoh nasional lainnya,” ujar Darwis heran dengan maksud tema aksi tandingan para pendukung Ahok, yang juga sebagian besar lainnya pendukung Jokowi juga.

Menurut Darwis tema yang diusung pada aksi tanggal 19 november lalu juga tidak tepat, karena teman yang diusung Bhineka Tunggal Ika tidak pantas.

“Ahok menista agama, kok bisa jadi tokoh Bhineka Tunggal Ika ?” Tanya Darwis yang heran dengan “pemaksaan” tema aksi para pendukung Ahok. Akhirnya Darwis menyarankan kepada pendukung Ahok untuk mengklaim jika Ahok adalah Duta Bhineka Tunggal Ika Indonesia. (pb)







Astagfirullah..
Ternyata beredar kabar besok akan ada Aksi 412 di acara CFD (Car Free Day) kabarnya ada pengganti ongkos dan uang lelah..
info ini harus di cek dulu:
dikabarkan karyawan ARTHA GRAHA HYPERMART, MATAHARI, BIG TV, BOLT, FIRST MEDIA, dll..
Semua karyawan diwajibkan dan dipaksa ikut acara " jalan minggu santai", secara lisan diancam keluar SP (Surat Peringatan) kalau tidak ikut acara..
Semoga berita itu tidak benar ya.. semoga..
Saya sertakan kiriman copy edaran mengenai acara Minggu 4 Desember 2016..
Duh, segitunya..
Bagi ikhwah yg besok biasa olah raga dan berkegiatan di Car Free Day sebaiknya besok ganti lokasi dulu, jangan sampai malah di klaim jadi peserta acara ini ya..
Wallahualam..























Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !


komentar :

Selengkapnya

YES MUSLIM

" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Daftar Artikel Populer

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Youtube Channel - Pinterest - Thumbler
Back to Top