Tahajud Tak Pernah Henti, Dulu Babu Kini Omzet Minimal Rp 4 Juta Perhari

  Yes  Muslim  -  Tahajud Tak Pernah Henti, Dulu Babu Kini Omzet Minimal Rp 4 Juta per Hari, Pria yang bernama Rustamaji ini sudah menekuni usaha pembibitan dan penjualan tanaman hias selama lebih 30 tahun.

Usaha yang mulanya hanya menempati lahan seluas 500 meter persegi, kini berkembang menjadi 1 hektar. Konsepnya pun sudah bergaya supermarket.


Tahajud Tak Pernah Henti, Dulu Babu Kini Omzet Minimal Rp 4 Juta Perhari


Tak berlebihan bila menyebut Kios Bunga Barokah sebagai supermarketnya tanaman hias. Kios punya Rustamaji ini menjadi yang terbesar dan terlengkap di Provinsi Jawa Timur.

Berlokasi di Jalan Bukit Berbunga Nomor 185, Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Kios Bunga Barokah menempati lahan seluas satu hektar. Ada ribuan tanaman yang berada disana.

Mulai dari aglaonema, anggrek, kaktus, krisan, mawar, lavender, kamboja hingga palem yang tingginya mencapai belasan meter. Tanaman-tanaman itu tertata rapi layaknya taman-taman di objek wisata.

Apalagi, di area tersebut terdapat beberapa gazebo yang menjadi tempat untuk santai. Gazebo-gazebo itu juga menjadi tempat favorit bagi Rustamaji, sang pemilik untuk memantau kiosnya.

Seperti yang terlihat Senin (19/6). Rustamaji yang terlihat sederhana dengan balutan baju koko, tengah mengawasi beberapa anak buahnya yang bertugas merawat tanaman.

Pria berusia 59 tahun itu tampak menikmati kehidupannya yang sekarang. Kehidupan yang ia gapai setelah berpuluh-puluh tahun jatuh-bangun.

Rustamaji mengaku mulai mendalami dunia tanaman sejak tahun 1971. Waktu itu, usianya masih belasan.

Rustamaji muda, memanfaatkan waktu luang untuk bekerja pada pamannya yang memiliki usaha budidaya tanaman hias.

Selain merawat tanaman, Rustamaji juga menjual tanaman milik pamannya itu. Selain bekerja pada pamannya, Rustamaji juga menambah pemasukan dengan bekerja serabutan.

“Jadi babu pernah, jadi sopir juga pernah,” ujar bapak dua anak ini.

Setelah jatuh bangun jadi babu orang, Rustamaji akhirnya memutuskan untuk memulai usahanya sendiri pada 1985. Dia memanfaatkan lahan yang ia pinjam dari neneknya. Luasnya sekitar 500 meter persegi.

Meski tak memiliki modal sepeserpun, Rustamaji tak kehilangan akal. Bagaimanapun dia sudah bertekad untuk memiliki usaha kios bunga sendiri.

“Alhasil, saya bawa tanaman-tanaman milik teman-teman saya. Saya bantu jualkan,” kata alumnus SMK Islam Batu ini.

Lewat sistem itulah, usaha Kios Bunga Barokah milik Rustamaji bisa berkembang. Bahkan, selang beberapa tahun kemudian, dia bisa membeli lahan yang sebelumnya ia pinjam dari neneknya.

Waktu itu, harga tanah di daerah sana masih Rp 100 ribu per meter persegi. Artinya, untuk lahan seluas 500 meter persegi, Rustamaji mengeluarkan kocek Rp 50 juta.

Keputusan membeli lahan itu ia ambil setelah perkembangan usaha yang ia rintis terlihat semakin maju. Apalagi, sejak awal merintis usaha, Rustamaji berani membuat gebrakan-gebrakan baru.

“Salah satu gebrakannya, saya berani jual tanaman dengan harga murah dari tempat lain. Minimal, selisihnya Rp 1.000 hingga Rp 2.000 pertanaman,” ungkapnya.

Rustamaji juga rajin meng-upgrade pengetahuannya soal tren tanaman hias.

“Saya sering memperoleh informasi baru dari pameran-pameran di Jakarta dan Bandung,” ujar dia.

Dengan cara tersebut, Rustamaji berusaha menjaga agar pelanggannya jangan sampai ‘kabur’ ke tempat lain.

Dia mengatakan, sebagian pelanggannya berasal dari kalangan wisatawan yang berkunjung ke Kota Batu. “Saya sangat terbantu dengan konsep Batu sebagai kota wisata,” ujar dia.

Rustamaji pun berusaha menyeleraskan kiosnya dengan konsep kota wisata di Batu. Yakni dengan menjadikan kiosnya tak hanya menjadi tempat pembibitan juga penjualan, tapi juga destinasi wisata.

Itulah mengapa Rustamaji mau repot-repot menata letak tanaman hias, juga menjaga kebersihan kiosnya. Juga melengkapi kiosnya dengan gazebo, toilet umum, dan mushola.

“Dengan mengutamakan kenyamanan dan display, saya rasa pengunjung akan betah di sini. Sambil beli bunga, bisa istirahat dan foto-foto,” ujar dia.

Selain menjual tanaman kepada wisatawan yang berkunjung ke Batu, Rustamaji juga rutin memasok tanaman ke berbagai daerah.

“Hampir semua provinsi. Kalimantan, Sulawesi, Sumatera bahkan Papua,” ujar dia.

Kemudian, dia juga pernah memasok tanaman ke beberapa negara tetangga, seperti Thailand dan Malaysia. Lantas, berapa omzet yang didapat Rustamaji dari Kios Bunga Barokah miliknya?

Rustamaji mengatakan, minimal, dia mendapatkan Rp 4 juta per hari dari penjualan tanaman. Omzet itu menjadi angka minimal yang harus ia dapat per hari.

“Kalau kurang dari itu, ndak cukup untuk operasional,” ungkap dia.

Lebih lanjut, Rustamaji mengungkapkan resep lain yang membuat usahanya bisa berkembang sebesar sekarang.

“Sejak awal merintis, saya selalu tidur di atas jam 12 malam untuk salat tahajud dan istikharah,” pungkasnya.





Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim -  Portal Muslim Terupdate ! 




komentar :


Selengkapnya

Mencuci Kaki Ibu, Kemudian Meminum Airnya, Apakah Ada Ajarannya Dalam Islam ?






  Yes  Muslim  - Kepada agan2ku sekalian. Mohon maaf, mau share.

Kenapa kita (sebaiknya) meminum air-cucian-kaki-IBU kita masing2 ?.

Hal ini, (kalau) kita lakukan; adalah se-mata2 sebagai salah satu cara kita membuktikan bahwa kita memang benar2 hormat kepada beliau.

Dan sekaligus juga sebagai tanda……………….tanda apa?……………tanda bahwa kita tidak mungkin membalas semua jasa2 beliau kepada kita.

Jangan salah persepsi gan.

Kita TIDAK menuhankan beliau.

Tetapi ingat gan……tanpa (perantaraan) beliau, maka kita tidak (akan) pernah ada di bumi ini.

Dan ingat……sampai kapanpun;……serta kehebatan apapun yang kita “kuasai”, sekarang maupun nanti,…………………………………….
kita tidak (akan) pernah bisa membalas jasa2 beliau kpd kita.

Oleh sebab itu……………..terutama kpd agan2 yg masih ada IBU;…..
Dan mumpung masih ada KESEMPATAN beliau masih hidup……………..
Minumlah air-cucian-kaki-IBU.
Kalau kita secara terang2an meminta kesediaan beliau sebelumnya, maka mungkin beliau akan merasa risih; atau bahkan mungkin merasa berkeberatan.
Lalu………..Jadi…………………Bagaimanak ah caranya?.
1. Bulatkan-lah TEKAD; (Karena kalau ragu2, ada saja halangannya).
2. Tunggulah sampai ada satu SITUASI yg memungkinkan untuk itu.
3. Kita tidak perlu banyak basa-basi; tetapi secara lemah lembut; ….LANGSUNG saja kita sodorkan ke arah kaki beliau, satu panci air….matang,………….lalu dg NIAT & LAFADZ (menurut agama kita masing2),…………..kita cuci kaki beliau.
4. Segeralah kita minum air-cucian-kaki-IBU kita tersebut.
5. Dan barulah, kita terangkan panjang lebar kenapa kita melakukan hal itu, yaitu dalam rangka kita membuktikan bahwa kita benar
….benar hormat kpd beliau.
6. Semoga agan bisa bertemu SALAM.
7. Semoga agan bisa bertemu SALAAM = Keselamatan.
………………………………………….. ……………………………………..





Catatan umum =

Bagi agan2 yg belum berkeluarga; dan sudah TIDAK ada Ibu; maka Ayah agan bisa mewakili Ibu agan; atau Ibu Tiri bisa mewakili Ibu Kandung agan (kalau ada ibu tiri).

Kalau Ayah sudah tidak ada juga; maka carilah FIGUR yg agan anggap pantas mewakili Ayah & Ibu agan.
Mungkin adik atau kakaknya Ibu; Mungkin adik atau kakaknya Ayah;

Bisa juga GURUnya agan………………………terserah agan.

Bagi agan2 yg sudah berkeluarga; dan sudah TIDAK ada Ibu & Ayah; maka Ibu mertua bisa mewakili Ibu & Ayah kandung;…atau Ibu tiri bisa mewakili Ibu & Ayah kandung (kalau ada Ibu tiri).

Kalau Ibu mertua sdh tdk ada juga; maka Ayah mertua bisa mewakili Ibu & Ayah kandung.

Kalau semuanya itu sdh tdk ada juga; maka carilah FIGUR yg agan anggap pantas mewakili semuanya itu.
Mungkin adik atau kakaknya Ibu; Mungkin adik atau kakaknya Ayah;

Bisa juga GURUnya agan………………………..terserah agan.

mohon maaf……TS sdh melakukan hal diatas.

TS bersyukur masih sempat melakukannya sebelum Ibu TS wafat.
………………………………………….. …………………………………………..
Demikianlah gan, khawatir keterusan ngetik-nya.
Dilanjuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuut………………. ……
Maaf catatan khusus bagi agan muslim = Setelah NIAT, maka lafadz-nya
cukup : BASMALAH, SYAHADATAIN dan SHALAWAT.

Sumber:
Originally Posted by rarhsa
_____________________________________________
Selasa, 22 Desember 2009 | 11:39 WITA

BANJARMASIN, SELASA – Memperingati Hari Ibu 2009, puluhan murid Taman Kanak-kanak Harapan Ibu, melakukan prosesi mencuci kaki ibu mereka di halaman TK. Selasa (22/12/2009) sekitar pukul 09.00 Wita.

Selain terlihat lucu, aktivitas langka itu mengandung pesan yang sangat dalam, tentang artinya cinta dan kasih sayang seorang anak kepada ibu kandungnya.

Menurut Kepala TK Harapan Ibu, Tinaini Yuliati, kegiatan ini sengaja dilakukan sebagai sebuah simbol, menanamkan rasa cinta anak kepada ibu sejak dini. “Kami tanamkan rasa kasih sayang kepada orangtua sejak dini. Melalui pencucian kaki ini, juga melambangkan seperti pepatah surga di telapak kaki ibu,” katanya.
(edward pah)
Sumber, dapatkan artikel ini di URL:
________________________________________________________

http://1.bp.blogspot.com/-twShpi_EBvE/TdyXlcXdMGI/AAAAAAAABNM/sliA_4DcS0Q/s1600/2%2B%25287%2529.jpg
Ketahuilah……
Salah Satu Bentuk adat Perkawinan Ajaran Hindu adalah Mencuci Kaki

Thirumanan bermaksud penyatuan atau ikatan suci melalui perkahwinan antara pasangan suami isteri agar kekal hingga ke akhir hayat. Terdapat tiga jenis perkahwinan dalam masyarakat India iaitu Vaitikat Thairumanam, Tamil Thairumanam dan Diya Thairumanam yang mana perkahwinan ini dijalankan adalah berlandaskan aspek suku kaum.

Majlis perkahwinan dimulakan dengan upacara niccayam (ikat janji) dengan memberi hadiah seperti pakaian dan lain-lain. Kad undangan disapu dengan air kunyit dibawa ke kuil dalam jumlah ganjil sebagai tanda rasmi undangan perkahwinan. Upacara Kanggenam iaitu menanam sebatang pokok yang lurus dan disapu dengan serbuk kunyit tiga hari sebelum hari perkahwinan dilangsungkan. Pengantin lelaki tidak dibenarkan keluar selama tiga hari sebelum hari perkahwinan.

Upacara perkahwinan dilakukan oleh Pedanda dengan berdoa supaya pengantin hidup bahagia hingga hari tua. Pedanda akan menabur sembilan jenis bijirin setelah selesai acara menyarung cincin. Pengantin lelaki akan mengalungkan thaali yang diperbuat daripada benang yang disapu dengan kunyit dan hujungnya diikat dengan seketul kunyit kepada pengantin perempuan hingga aras dada. Kedua mempelai memberi hormat kepada ibu bapa atau mertua dengan menukar dulang berisi buah-buahan dan menyapu debu suci pada dahi pengantin.

Antara adat yang dilakukan untuk menghormati dan mendapat restu termasuklah menyerah sebiji kelapa yang dilubangkan pada bahagian atasnya, menuang air susu ke dalamnya, memberi sirih, mencium tapak kaki ibu bapa (membasuh kaki ibu bapa), memberi hadiah dhoti (bapa mertua) serta sari (ibu mertua) dan wang. Biasanya pasangan pengantin akan bertukar-tukar kalungan bunga sebanyak tiga kali dan berkongsi minum air susu bercampur pisang di dalam sebuah gelas. Upacara ini menandakan pasangan ini secara rasmi telah menjadi suami isteri.

Beberapa faktor penting yang diambil kira sebelum upacara perkahwinan dilangsungkan untuk mendapat kebahagiaan hidup, antaranya seperti masa yang baik untuk melangsungkan perkahwinan, pengertian thaali, valatu kal, pemberian manisan, hadiah, penghormatan kepada pengantin lelaki, simbol pokok pisang, jamuan perkahwinan dan meroboh khemah perkahwinan.
______________________________________________
TANGGAPAN SINGKAT

Sebelumnya saya mohon ma’af kepada Rarhsa yang telah memposting tulisan tersebut. Saya mengkritisinya untuk meluruskan kesalahannya, kemudian menjadi ibrah bagi kita semua, khususnya ummat Islam yang ada di Indonesia.

Gerakan moral untuk mencuci kaki ibu, baik secara perseorangan atau serentak bersama yang dilakukan dalam suatu event, terutama pada peringatan Hari Ibu*, adalah tradisi baru di masyarakat kita. Gerakan ini akhir-akhir ini sangat mewabah, apalagi dibantu penyebaran informasinya oleh berbagai media.

Lantas apakah tindakan itu dibenarkan dalam Islam ? Islam adalah agama yang sempurna, tentunya Islam mempunyai tatanan dan cara-cara tersendiri untuk menghormati kedua orang tua pada umumnya dan Ibu pada khususnya.

Rasulullah Adalah Tauladan Yang Paling Baik

Rasulullah adalah orang yang paling mengerti Islam, paling shaleh, paling ta’at, paling bersegera melakukan suatu amal, apabila di dalamnya ada kebaikan, apalagi segala sesuatu yang dilakukan Rasulullah berdasarkan wahyu dari Allah. Rasulullah orang yang paling mengerti bagaimana cara menghormati seseorang, bagaimana cara menghibur seseorang, bagaimana cara memberlakukan orang yang sedang bersedih ditimpa musibah, termasuk musibah kematian. Rasulullah orang yang paling mengerti bagaimana cara menghormati tetangga, Rasulullah adalah orang yang paling mengerti bagaimana cara bersosial yang baik, karena beliau mempunyai akhlakul karimah. Rasulullah tidak pernah mencontohkan dan menganjurkan kepada para sahabat untuk mencuci dan kemudian meminum air bekas cucian kaki ibu. Seandainya perbuatan itu baik, maka mereka pasti mendahului kita untuk melakukannya.

Kemudian, kalau kita baca tulisan di atas sangat nampak jelas adanya keinginan penulis untuk menyatukan semua agama [wihdatul adyan], anjuran semua agama untuk melakukan hal yang sama, namun untuk ummat agama yang lain, dipersilahkan niatnya sesuai dengan cara ajaran agama masing-masing.

Hadits Surga Di bawah Telapak Kaki Ibu

Kita sering mendengar hadits “Surga berada di bawah telapak kaki ibu”, bagaimana kedudukan hadits ini?
Syaikh Al-Bany dalam Silisilatu Ahaadits Ad-Dhaifah menjelaskan tentang 2 riwayat, sebuah riwayat merupakan hadits Palsu [maudhu], sedangkan riwayat yang lain merupakan hadits hasan, oleh karena itu hendaknya kita berpegang pada matan hadits yang hasan tersebut.

الجنة تحت أقدام الأمهات ، من شئن أدخلن ، و من شئن أخرجن

Surga berada di bawah telapak kaum ibu. Barangsiapa dikehendakinya maka dimasukannya, dan barangsiapa dikehendaki maka dikeluarkan darinya

Hadits ini hadits maudhu’ (palsu). Telah diriwayarkan oleh Ibnu Adi (I/325) dan juga oleh al-Uqaili dalam adh-Dhu’afa dengan sanad dari Musa bin Muhammad bin Atha’, dari Abul Malih, dari Maimun, dari Abdullah Ibnu Abbas radhiallahu’anhu.. Kemudian al-Uqaili mengatakan bahwa hadits ini munkar. Bagian pertama dari riwayat tersebut mempunyai sanad lain, namun mayoritas rijal sanadnya majhul.
Dalam masalah ini, cukuplah dengan riwayat yang di keluarkan oleh Imam Nasa’i dan Thabrani dengan sanad hasan, yaitu kisah seseorang yang datang menghadap Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam seraya meminta izin untuk ikut andil berjihad bersama beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam, maka beliau bertanya, Adakah engkau masih mempunyai ibu? Orang itu menjawab, Ya, masih. Beliaupun kemudian bersabda,

فالزمها فإن الجنة تحت رجليها

Bersungguh-sungguhlah dalam berbakti kepada ibumu, karena sesungguhnya surga itu berada di bawah kedua kakinya

Referensi

Hadits ke 593 dari kitab Silsilatu Ahaaditsu Ad-Dhaifah wal Maudhuah wa Atsarus Sayyi fil Ummah karya Syaikh Al-Bany, edisi terjemahan, Silsilah Hadits Dhaif dan Maudhu jilid-2, cetakan Gema Insani Press
*Nabi mempertimbangkan anak tersebut untuk ikut berjihad karena belum dewasa.
————————————————————————————
CIUM KAKI JUGA AJARAN AGAMA YAHUDI DAN NASRANI


Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu. (Injil Lukas 7:38 )Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium kaki-Ku.(Injil Lukas 7:45 )

Pertanyaan:

salam sejahtera,
saya ingin menanyakan mengenai Maria Magdalena yang berani menyentuhkaki Yesus dan menciuminya? Bukankah dalam adat Yahudi hanya seorang istri yang boleh mencium kaki seorang pria Yahudi.

Jawaban:

Shalom Kandil Sasmita,

1) Jika anda mendengar komentar seseorang seperti ini, silakan anda menanyakan dari mana sumbernya, atau apa dasarnya orang itu mengatakannya. Karena menurut sumber yang saya ketahui, arti “menciumkaki” menurut tradisi Yahudi adalah untuk menyatakan terima kasih yang tak terhingga, seperti pada kasus “seseorang yang dilepaskan dari hukuman mati di pengadilan akan mencium kaki orang yang membantunya berhasil membela diri.” (Sumber: The Parables: Jewish Tradition and Christian Interpretation, oleh Brad H. Young, (Massachusetts: Hendrickson Publishers, Inc, 1998) p. 162). Maka Maria Magdalena menciumkaki Yesus karena ia bersyukur atas pengampunan Yesus yang membebaskan dia dari belenggu dosa. Mk 16:9 menyebutkan ia adalah wanita yang dari padanya Yesus telah mengusir 7 roh jahat. Maka sudah selayaknya Maria Magdalena bersyukur tak terhingga, sebab Yesus telah melepaskannya dari kuasa jahat ini. Ia bagai seseorang yang telah dilepaskan dari hukuman mati di pengadilan, karena semua orang mendakwanya, namun Yesus mengampuni dan membebaskannya dari roh jahat.

Sedangkan menurut interpretasi yang diakui oleh Gereja Katolik, arti “mencium kaki” ini adalah tanda pertobatan dan ekspresi kasih yang diartikan oleh Yesus sendiri sebagai antisipasi pengurapan pada saat hari penguburan-Nya (lih. Yoh 12:7) (Sumber: The Navarre Bible, Gospels and Acts, (Princeton: Scepter Publisher, 2002) p. 639).

Sumber : http://katolisitas.org/2009/09/13/ciuman-maria-magdalena-dan-pohon-cemara-apa-artinya/
———————————————————————————————————-
Di dalam hadits memang ada keterangan mengenai mencium kaki (Syaikh Nashiruddin Al Albani mendha’ifkan hadits ini). 

Kalau dilihat pada matan hadits tersebut, kedua orang Yahudi tersebut mencium tangan dan kaki Rasulullah dalam kondisi mereka masih beragama Yahudi. Jadi, bisa jadi mencium tangan dan kaki tsb adalah memang adat Yahudi. Walaupun mereka bersaksi bahwa Muhammad adalah seorang nabi, tapi mereka belum mengusapkan dua kalimat syahadat secara utuh. Keduanya belum mengucapkan kalimat la’ilaha illallah. Dan Rasulullah memiliki sifat yang sangat arif dalam hal ini.

سنن الترمذي ٣٠٦٩: حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ وَيَزِيدُ بْنُ هَارُونَ وَأَبُو الْوَلِيدِ وَاللَّفْظُ لَفْظُ يَزِيدَ وَالْمَعْنَى وَاحِدٌ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَلَمَةَ عَنْ صَفْوَانَ بْنِ عَسَّالٍ
أَنَّ يَهُودِيَّيْنِ قَالَ أَحَدُهُمَا لِصَاحِبِهِ اذْهَبْ بِنَا إِلَى هَذَا النَّبِيِّ نَسْأَلُهُ فَقَالَ لَا تَقُلْ نَبِيٌّ فَإِنَّهُ إِنْ سَمِعَهَا تَقُولُ نَبِيٌّ كَانَتْ لَهُ أَرْبَعَةُ أَعْيُنٍ فَأَتَيَا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَأَلَاهُ عَنْ قَوْلِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
{ وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى تِسْعَ آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ }
فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُشْرِكُوا بِاللَّهِ شَيْئًا وَلَا تَزْنُوا وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا تَسْرِقُوا وَلَا تَسْحَرُوا وَلَا تَمْشُوا بِبَرِيءٍ إِلَى سُلْطَانٍ فَيَقْتُلَهُ وَلَا تَأْكُلُوا الرِّبَا وَلَا تَقْذِفُوا مُحْصَنَةً وَلَا تَفِرُّوا مِنْ الزَّحْفِ شَكَّ شُعْبَةُ وَعَلَيْكُمْ يَا مَعْشَرَ الْيَهُودِ خَاصَّةً لَا تَعْدُوا فِي السَّبْتِ فَقَبَّلَا يَدَيْهِ وَرِجْلَيْهِ وَقَالَا نَشْهَدُ أَنَّكَ نَبِيٌّ قَالَ فَمَا يَمْنَعُكُمَا أَنْ تُسْلِمَا قَالَا إِنَّ دَاوُدَ دَعَا اللَّهَ أَنْ لَا يَزَالَ فِي ذُرِّيَّتِهِ نَبِيٌّ وَإِنَّا نَخَافُ إِنْ أَسْلَمْنَا أَنْ تَقْتُلَنَا الْيَهُودُ
قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

Sunan Tirmidzi 3069: Telah menceritakan kepada kami Mahmud bin Ghailan telah menceritakan kepada kami Abu Dawud, Yazid bin Harun dan Abu Al Walid, teksnya milik Yazid dan artinya sama, dari Syu’bah dari Amru bin Murrah dari Abdullah bin Salamah dari Shafwan bin Assal, ada dua orang Yahudi, salah satunya berkata kepada temannya: Ikutlah bersamaku menghadap Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam ini, lalu kita tanyakan (sesuatu) padanya! ia menyahut: Jangan katakan Nabi, karena ia memiliki empat mata dan ia mendengar saat engkau mengatakan Nabi. Keduanya datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam dan menanyakan fiman Allah subhanahu wata’ala: “Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepada Musa sembilan buah mu’jizat yang nyata.” (Al Israa`: 101) Rasululah menjawab: “Janganlah kalian mempersekutukan Allah dengan sesuatu pun, janganlah kalian berzina, membunuh jiwa yang Allah haramkan kecuali dengan hak, mencuri, mempelajari sihir, dan janganlah kamu membawa orang tak mempunyai kesalahan kepada penguasa dengan maksud agar si penguasa membunuhnya, mamakan riba, menuduh wanita baik-baik melakukan perzinahan, dan janganlah kalian lari dari peperangan -Syu’bah ragu- dan wajib atasmu untukmu wahai orang yahudi, janganlah melanggar hari sabtu.” lalu keduanya mencium kedua tangan dan kakinya dan berikrar: Kami bersaksi bahwa engkau adalah seorang Nabi. Beliau bertanya: “Apa yang menghalangi kalian untuk masuk Islam?”mereka menjawab: Sesungguhnya Dawud pernah berdo’a keada Allah agar Allah senantiasa mengutus seorang Nabi dari keturunannya, dan kami takut jika kami masuk Islam kami akan dibunuh orang Yahudi. Abu Isa mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih.

Hadits ini juga bertentangan dengan hadits ini;

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لِأَحَدٍ لَأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا

“Seandainya aku boleh menyuruh seseorang sujud kepada seseorang, maka aku akan perintahkan seorang wanita sujud kepada suaminya.”

[Hadits hasan shahih: Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (no. 1159), Ibnu Hibban (no. 1291 – al-Mawaarid) dan al-Baihaqi (VII/291), dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu. Hadits ini diriwayatkan juga dari beberapa Shahabat. Lihat Irwaa-ul Ghaliil (no. 1998)].

Sujud merupakan BENTUK KETUNDUKAN sehingga hadits di atas mengandung makna bahwa suami mendapatkan hak terbesar atas ketaatan isteri kepadanya.

Sedangkan kata:

“Seandainya aku boleh…” menunjukkan bahwa sujud kepada manusia tidak boleh (dilarang) dan hukumnya HARAM.

Dari Anas bin Malik, kami bertanya kepada Nabi:

“Wahai Rasulullah, apakah sebagian kami boleh MEMBUNGKUKKAN BADAN kepada orang yang dia temui?”

Rasulullah bersabda: “Tidak boleh.”

Kami bertanya lagi: “Apakah kami boleh berpelukan jika saling bertemu?”

Nabi bersabda: “Tidak boleh. Yang benar hendaknya kalian saling berjabat tangan.”

[HR. Ibnu Majah (no 3702) dan dinilai hasan oleh Syaikh al-Albani rahimahullah)].
————————————————————————————————–
JANGAN REMEHKAN HAL-HAL KECIL

Cobalah kita renungkan perkataan Al Imam Barbaharidalam kitab beliau “ Syarhussunnah” :

“Waspadalah terhadap bid’ah-bid’ah yang kecil karena bid’ah yang kecil itu akan tumbuh menjadi besar.

Demikianlah setiap bid’ah yang diada-adakan dalam umat ini tadinya kecil menyerupai kebenaran lalu terpedayalah orang yang masuk kedalamnya dan tidak dapat keluar darinya, kemudian bid’ah itu menjadi semakin besar sehingga dijadikan agama yang diyakini, maka iapun menyalahi jalan yang lurus dan keluar dari (rel) Islam”



Sumber 



Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim -  Portal Muslim Terupdate ! 




komentar :


Selengkapnya

CICAK Kan Bermanfaat, Kurangi Populasi Nyamuk, Kok Tetap Disuruh MUSNAH kan ?



  Yes  Muslim  -  Pertanyaan:

Assalamu ’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Ustadz, Saya belum memahami hikmah perintah membunuh cicak jika membaca riwayat berikut: Diriwayatkan dari Imam Ahmad, “Bahwasanya ketika Ibrahim dilemparkan ke dalam api maka mulailah semua hewan melata berusaha memadamkannya, kecuali cicak, karena sesungguhnya cicak  itu mengembus-embus api yang membakar Ibrahim.” (Imam Ahmad, 6:217)

Cicak yang mengembus agar api semakin membesar terjadi pada masa Nabi Ibrahim. Apakah cicak termasuk hewan terkutuk sehingga ia tetap harus dibunuh hingga akhir zaman? 

Bukankah cicak mengurangi populasi nyamuk?

Jazakumullah khairan katsira (semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan yang banyak).

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh. Bismillah ….

Pertama: Terdapat banyak dalil yang memerintahkan kita untuk membunuh cicak, di antaranya:
  1. Dari Ummu Syarik radhiallahu ‘anha; Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallammemerintahkan untuk membunuh cicak. Beliau menyatakan, “Dahulu, cicak yang meniup dan memperbesar api yang membakar Ibrahim.” (HR. Muttafaq ‘alaih).
  2. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu; Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Siapa saja yang membunuh cicak dengan sekali bantingan maka ia mendapat pahala sekian. Siapa saja yang membunuhnya dengan dua kali bantingan maka ia mendapat pahala sekian (kurang dari yang pertama), ….” (HR. Muslim).
  3. Dalam riwayat Muslim; dari Sa’ad, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk membunuh cicak, dan beliau menyebut (cicak) sebagai hewan fasiq (pengganggu).
Semua riwayat di atas menunjukkan bahwa membunuh cicak hukumnya sunnah, tanpa pengecualian.
Kedua: Sikap yang tepat dalam memahami perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sikap sami’na wa atha’na” (tunduk dan patuh sepenuhnya) dengan berusaha mengamalkan sebisanya.
Demikianlah yang dicontohkan oleh para sahabat radhiallahu ‘anhum, padahal mereka adalah manusia yang jauh lebih bertakwa dan lebih berkasih sayang terhadap binatang, daripada kita.

Di antara bagian dari sikap tunduk dan patuh sepenuhnya adalah menerima setiap perintah tanpa menanyakan hikmahnya. Dalam riwayat-riwayat di atas, tidak kita jumpai pertanyaan sahabat tentang hikmah diperintahkannya membunuh cicak.

Mereka juga tidak mempertanyakan status cicak zaman Ibrahim jika dibandingkan dengan cicak sekarang. Jika dibandingkan antara mereka dengan kita, siapakah yang lebih menyayangi binatang?

Ketiga: Penjelasan di atas tidaklah menunjukkan bahwa perintah membunuh cicak tersebut tidak ada hikmahnya. Semua perintah dan larangan Allah ada hikmahnya. Hanya saja, ada hikmah yang zahir, sehingga bisa diketahui banyak orang, dan ada hikmah yang tidak diketahui banyak orang. Adapun terkait hikmah membunuh cicak, disebutkan oleh beberapa ulama sebagai berikut:
  1. Imam An-Nawawi menjelaskan, “Para ulama sepakat bahwa cicak termasuk hewan kecil yang mengganggu.” (Syarh Shahih Muslim, 14:236)
  2. Al-Munawi mengatakan, “Allah memerintahkan untuk membunuh cicak karena cicak memiliki sifat yang jelek, sementara dulu, dia meniup api Ibrahim sehingga (api itu) menjadi besar.” (Faidhul Qadir, 6:193)
Keempat: Hikmah yang disebutkan di atas, hanya sebatas untuk semakin memotivasi kita dalam beramal, bukan sebagai dasar beramal, karena dasar kita beramal adalah perintah yang ada pada dalil dan bukan hikmah perintah tersebut. Baik kita tahu hikmahnya maupun tidak.

Kelima: Segala sesuatu memiliki manfaat dan madarat.

Kita–yang pandangannya terbatas– akan menganggap bahwa cicak memiliki beberapa manfaat yang lebih besar daripada madaratnya. Namun bagi Allah–Dzat yang pandangan-Nya sempurna–hal tersebut menjadi lain. Allah menganggap madarat cicak lebih besar dibandingkan manfaatnya.Karena itu, Allah memerintahkan untuk membunuhnya. Siapa yang bisa dijadikan acuan: pandangan manusia yang serba kurang dan terbatas ataukah pandangan Allah yang sempurna?

Keenam: Manakah yang lebih penting, antara mengamalkan perintah syariat atau melestarikan hewan namun tidak sesuai dengan perintah syariat? 

Orang yang kenal agama akan mengatakan, “Mengamalkan perintah syariat itu lebih penting.Jangankan, hanya sebatas cicak, bila perlu, harta, tenaga, dan jiwa kita korbankan demi melaksanakan perintah jihad, meskipun itu adalah jihad yang sunnah.”

Semoga perenungan ini bisa menjadi acuan bagi kita untuk tunduk dan patuh pada aturan syariat Allah. Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits





Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim -  Portal Muslim Terupdate ! 




komentar :


Selengkapnya

Injil Kuno berumur 1.500 tahun ini sebut Yesus prediksi kedatangan Nabi Muhammad SAW

  Yes  Muslim  - Kitab Injil berumur 1.500 tahun ini  ungkap Yesus memprediksi kedatangan Nabi Muhammad SAW 






Metrotvnews.com, Ankara: Sebuah Kitab Injil berumur 1.500 tahun yang disembunyikan oleh Turki selama 12 tahun terakhir mengungkap menarik minat pihak Vatikan. Konon, Alkitab tersebut mengatakan bahwa Yesus memprediksi kedatangan Nabi Muhammad SAW.

sumber berita : dailymail

Sejumlah pihak mengatakan Injil tersebut ditulis dalam bahasa Aramaik dan disebut-sebut berisi ajaran-ajaran awal serta prediki Isa Almasih. Alkitab itu bersampul kulit dan ditulis pada kulit hewan dengan tinta emas berhuruf tebal.





Daily Mail melaporkan Alkitab itu diperkirakan berharga sekitar 14 juta poundsterling (Rp200 miliar). Bahkan fotokopi satu halamannya pun berharga sekitar 1,5 juta poundsterling.

Pemimpin spiritual tertinggi umat Katolik, Paus Benediktus XVI, mengaku tertarik untuk melihat kitab suci yang disebut-sebut sebagai Injil Barnabas asli. Hal itu dikatakan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki Ertugrul Gunay kepada Daily Mail.

Dia juga mengatakan Vatikan telah membuat permintaan resmi untuk melihat kitab tersebut. Menurut Gunay pihak Vatikan telah meminta salinan saat Injil itu hendak diselundupkan ke luar Turki pada tahun 2000.

Saat ini, Alkitab itu berada dalam brankas pengadilan Ankara. Nantinya, Injil tersebut akan diserahkan kepada Museum Etnografi Ankara.

Meski demikian, kalangan Gereja skeptis dengan keaslian Injil itu. Seorang pendeta Protestan Turki,  Ihsan Ozbek mengatakan, Injil itu diperkirakan berasal dari abad kelima atau keenam sesudah masehi. Sedangkan Santo Barnabas hidup pada abad pertama.

Oleh karena itu, lanjut Ozbek, keotentikan Alkitab tersebut perlu dipertanyakan. “Salinan Injil di Ankara mungkin telah ditulis ulang oleh salah seorang pengikut Barnabas. Karena ada sekitar 500 tahun antara Barnabas dan penulisan salinan Alkitab. Kaum Muslim mungkin kecewa melihat bahwa salinan ini tidak termasuk hal yang mereka ingin lihat,” katanya.

Bahkan Ozbek pun skeptis bahwa isi Alkitab tersebut menceritakan kedatangan Muhammad. “Mungkin tidak ada hubungannya dengan isi Injil Barnabas,” tambahnya.

Sementara itu, seorang teolog, Profesor Omer Faruk mengatakan Alkitab itu harus ditelisik lebih lanjut untuk memastikan orang yang menuliskannya, apakah oleh Barnabas atau pengikutnya. (Dailymail/Wrt3).

youtube video:

http://www.youtube.com/watch?v=v9wiT-mcFxw&feature=related


Secret Bible: The 1,500-year-old tome was is said to contain Jesus' early teachings and a prediction of the Prophet's coming

Secret Bible: The 1,500-year-old tome was is said to contain Jesus' early teachings and his prediction of the Prophet's coming


Ancient: The leather-bound text, written on animal hide, was discovered by Turkish police during an anti-smuggling operation in 2000

Ancient: The leather-bound text, written on animal hide, was discovered by Turkish police during an 
anti-smuggling operation in 2000

Serious interest: The Vatican, under Pope Benedict XVI, is said to want to see the recently re-discovered Bible

Serious interest: The Vatican, under Pope Benedict XVI, is said to want to see the recently re-discovered Bible


Historic: The £14million handwritten gold lettered tome is penned in Jesus' native Aramaic language

Historic: The £14million handwritten gold lettered tome is penned in Jesus' native Aramaic language





Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim -  Portal Muslim Terupdate ! 




komentar :


Selengkapnya

Media Ohh Media; Zaman Ahok Disebut “Genangan”, Zaman Anies Langsung Disebut “Banjir”




  Yes  Muslim  -  Seperti sudah diduga sebelumnya, MEDIA tak lagi netral, tapi memang sudah BERPIHAK.
Zaman Gubernur AHOK, disebut “GENANGAN”
[Minggu 19 Februari 2017]
Hujan Deras Sebabkan Genangan di Sejumlah Permukiman Jakarta
Loading...
Sedang sekarang zaman Gubernur ANIES BASWEDAN, langsung disebut “BANJIR”.
[Kamis 19 Oktober 2017]
Hujan Deras Guyur Jatipadang, Rumah Warga Terendam Banjir 50 Cm
KELAKUAN media seperti ini langsung dikritik nerizen.
“@detikcom Njing giliran ganti gubernur ganti istilah jadi banjir..kampret kau,” komen @fattyadi.
“@detikcom jaman ahoax, klo air mencapai 30-50 CM dibilang genangan, eh pas si Anies skrg dibilang Banjir. Ga dpt jatah nasbung nih media. ” ujar @Suka_melody.
“@detikcom gubernurnya anis langsung sebut banjir lagi,” komen @S_Bayu_S.
“@detikcom Heheheheh dulu katanya klo cuma 30 n 50 cm bukan banjir loooo tp genangan ntar jg surut gtu katanya ……” komen @anyaeuuy.
“@detikcom Banjir ???? Taik loe…itu genangan..bego loe..ujar ahog..” sindir akun @arifbud25388394.
” lumayan detik skrg bisa nyinyirin Gub baru setlh sekian tahun tak bernyali. ” komen akun @Roevolusi.




Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim -  Portal Muslim Terupdate ! 




komentar :


Selengkapnya

YES MUSLIM - Portal Muslim Terupdate !

" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

SHARE ARTIKEL INI 


Baca Artikel Menarik Lainnya 

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top