Kisah Kiai Wahab Hasbullah dan 'sorban Diponegoro'

Baca Juga 

Salah satu ciri khas Kiai Wahab Hasbullah, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) adalah memakai sorban yang dilingkarkan di kepala. Pengasuh Pondok Pesantren Tambakberas itu menyebut sorban yang melingkar di kepalanya itu sebagai sorban Diponegoro.

Kiai Wahab, dalam buku berjudul 'Dari Pesantren untuk Indonesia' yang disunting oleh Ubaidillah Sadewa itu diceritakan kerap memakai sorban Diponegoro dalam setiap rapat-rapat, dalam perjalanan, menghadiri sidang parlemen, resepsi, bahkan dalam medan-medan pertempuran melawan penjajah.




Asal usul Sorban Diponegoro itu, menurut Ubaidillah, berawal tatkala Kiai Wahab naik podium saat menghadiri sidang parlemen. Lalu dia membetulkan letak sorban di kepalanya. Tiba-tiba sekelompok anggota parlemen usil dan berkata, "tanpa sorban itu kenapa sih?" sambil menunjuk ke Kiai Wahab.

Mendengar namanya digunjing, Kiai Wahab spontan menjawab, "ini sorban Diponegoro!" Sejak saat itu kemudian sorban yang dipakainya dikenal sebagai sorban Diponegoro.

Kiai Hasib Wahab, putra dari Kiai Wahab Hasbullah, kepada merdeka.com membenarkan kisah tersebut. Dia menambahkan, sebenarnya mendiang ayahnya itu juga sangat mengidolakan Pangeran Diponegoro. Oleh sebab itu dia ke mana-mana kerap memakai sorban.

"Sorban Diponegoro-nya masih saya simpan di rumah, masih ada satu. Kalau tongkat beliau sudah ada di museum NU," ujarnya.

Sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/kisah-kiai-wahab-hasbullah-dan-sorban-diponegoro.html Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

SHARE ARTIKEL INI 


Baca Artikel Menarik Lainnya 

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top