Bagaimana Hukum Menyelidiki Dan Mencari Tahu Rahasia Orang Lain, Bolehkah?

close
Daftar Artikel Populer

http://2.bp.blogspot.com/-NirgEE9DePA/VlZ6Go8_IGI/AAAAAAAAECc/m89wFoCijnc/s640/trader%2Bsempurna.jpg

MENCARI-cari atau ingin mengtahui rahasia orang lain adalah perbuatan tercela dan dilarang oleh agama. Orang yang selalu ingin mengetahui rahasia orang lain biasanya hanya sekedar mencari bahan untuk dipergunjingkan dengan orang lain.

Orang yang suka menggujingkan dan menceritakan aib sesamanya, setiap harinya akan disibukkan dengan memata-matai, mencuri pembicaraan orang, atau mengamati gerak-gerak orang lain untuk dijadikan bahan gunjingkan.

Perbuatan menyelidiki rahasia orang lain adalah suatu perangai yang sangat keji, karena perbuatan mencari aib seseorang atau membuka rahasia merusak hubungan baik di antara sesama manusia dalam pergaulan hidup masyarakat.

Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari buruk sangka, sesungguhnya sebagian dari prasangka itu mengandung dosa. Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan jangan mengumpat di antara sesama kamu. Sukakah salah seorang di antara kamu makan daging bangkai saudaranya? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang,” (QS Al-Hujarat: 12).


Ayat al-Qur’an di atas dengan tegas melarang berburuk sangka, menyelidiki rahasia, dan mengumpat orang lain, sehingga Allah SWT mengumpamakan orang yang berbuat demikian sama dengan memakan bangkai saudaranya.

Setiap manusia tentu memiliki rahasia pribadi masing-masing, di mana rahasia pribadi ini merupakan kelemahan-kelemahan yang tidak boleh diketahui orang lain.

Apabila kemudian ada orang yang sengaja menyelidiki dan mencari pembicaraannya agar rahasianya dapat diketahui, maka orang tersebut telah melakukan dosa besar yang sangat dicela oleh Allah dan Rasul-Nya.

Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa nguping pembicaraan suatu kaum, sedang mereka tidak senang untuk didengar, maka kedua telinga orang itu akan dituangi air kuningan panas pada hari kiamat,” (HR Bukhari).

Perbuatan menyelidiki rahasia orang lain sudah barang tentu akan diikuti dengan membuka rahasia itu kepada orang yang lainnya, kemudian jadilah bahan pembicaraan atau pergunjingan orang banyak.

http://2.bp.blogspot.com/-IvFsoZDYDnQ/VcinzmiNpUI/AAAAAAAAEKA/xPornKjxb9Y/s640/1346586376ilustrasi-rahasia-negara-intelijen.jpg

Maka bertambah banyaklah dosa yang ia perbuat yaitu dengan ghibah (menceritakan kejelekan orang lain).
Biasanya cerita yang mengandung aib seseorang, bilamana telah tersebar akan semakin bertambah ceritanya karena dibumbui dengan cerita yang dibuat-buat agar lebih sedap didengar.

Dengan demikian akan bertambah lagi dosanya yaitu dengan dosa menyebarkan fitnah dan menyakiti hati orang lain.

Oleh karena itu perbuatan memata-matai rahasia orang merupakan perbuatan keji dan zalim yang pantas mendapat adzab dan siksa yang amat pedih.



Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !
» Bagaimana Hukum Menyelidiki Dan Mencari Tahu Rahasia Orang Lain, Bolehkah?

KOTAK KOMENTAR


ARTIKEL TERKAIT


" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Daftar Artikel Populer

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Youtube Channel - Pinterest - Thumbler
Back to Top