Follow by Email

Mereka Bukan Manusia, Tapi Mereka Sangat Cinta kepada Nabi Muhammad SAW

close
Daftar Artikel Terbaru




Mereka bukan manusia, bukan pula jin, yang mendapat taklif untuk beribadah. Tetapi, kecintaanya kepada Baginda Rasulullah SAW, membuat mereka sampai meneteskan air mata.

Mereka ini salah satunya adalah pelepah kurma. Dia menangis ketika Nabi SAW tak lagi berdiri di atasnya untuk menyampaikan khutbah.

Diriwayatkan, tatkala Rasulullah SAW khutbah hari Jumat di awal pertumbuhan Islam, masih sedikit para Shabat yang berada di Masjid. Bersandarlah Rasulullah di pelepah kurma ketika berkhutbah. Tibalah Islam mulai berjaya dan para shahabat mulai banyak datang ke masjid. Muncullah ide kreatif Umar bin Khatab untuk membikinkan minbar buat Nabi saw ketika khutbah.

Dan jadilah minbar tersebut, yang kemudian dibuat berdiri untuk nabi berkhutbah. Di tengah-tengah Nabi khutbah, terdengar keanehan suara tangisan seperti tangisannya anak kecil yang ditinggal ibunya dan tidak diketahui dari mana asal tangisan tersebut.

Semakin keras suara tangisan, maka Rasulullah berhenti berkhutbah kemudian turun dari mimbar langsung menuju ke pelepah kurma. Para shahabat terkejut, ternyata sumber suara berasal dari tangisan pelepah kurma.

Dipegangah pelepah kurma tersebut dengan lemah lembut seraya Nabi SAW berkata, "Apa yang membuat kamu menangis seperti ini."

Pelepah kurma menjawab, "Kenapa engkau meninggalkan aku Ya Rasulullah ( diriwayatkan jarak pelepah kurma dan tempat minbar nabi cuma delapan langkah). Kemudian Nabi memberi pilihan kepada pelepah kurma akan kebersamaan dengan beliau di dunia atau di akherat yang kekal abadi. Dan memilihlah pelepah kurma hidup di surga bersama nabi.

Bahkan, dalam riwayat yang dituturkan oleh Ibnu Umar RA, pelepah kurma itu tak henti-hentinya menangis. Sehinggga Nabi SAW membelai dengan tangannya, untuk meredakan tangisnya. (Shahih Bukhari dan Muslim)

Gunung Uhud pun tak kalah cintanya terhadap Nabi SAW. Beliau sendiri lah yang menyampaikan hal itu dalam sabdanya, “Ini adalah gunung yang mencintai kita dan kita mencintainya.” Saat beliau dan kedua sahabatnya -Abu Bakar dan Utsman RA- menaikinya, gunung ini berguncang. Dengan kelembutan hati, beliau berkata, “Wahai Uhud, tenanglah!” Sembari diusap Nabi SAW dengan kaki beliau. Akhirnya, gunung ini pun tenang kembali. (Shahih Bukhari)

Begitu juga dengan sebuah batu di Mekkah. Sebelum diangkat menjadi Rasul, batu itu selalu mengucapkan salam kepada Nabi SAW ketika berjumpa dengan beliau. (Shahih Muslim)

Subhanallah… Maha Suci Allah dengan segala ciptaan-Nya.

Lantas, bagaimanakah dengan kita?

Seharusnya kita malu dengan mereka. Merasa tak pantas untuk menerima syafaatnya. Terlebih setelah mengukur diri, seberapa besar kecintaan dan pembelaan kita kepada Nabi akhir zaman Muhammad SAW?

___
*sumber: Kiblat.net, dll
Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !
» Mereka Bukan Manusia, Tapi Mereka Sangat Cinta kepada Nabi Muhammad SAW

KOTAK KOMENTAR


ARTIKEL TERKAIT


" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Daftar Artikel Lainnya 

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Youtube Channel - Pinterest - Thumbler
Back to Top