Follow by Email

Jangan Menjadi Manusia Yang Sangat Gila Harta

close
Daftar Artikel Terbaru

http://1.bp.blogspot.com/-3pOnrDsGsFg/VCa-e_BbD4I/AAAAAAAAAu8/fkAGR9HyYpY/s1600/YsWgTKxuub.jpg

Bagaimana orang yang disebut gila harta?

Coba renungkan ayat berikut.

Allah Ta’ala berfirman,
وَتُحِبُّونَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّا
Dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan. ” (QS. Al Fajr: 20).

Mengenai tafsir ayat di atas, dalam Tafsir Al Jalalain disebutkan,
كثيراً فلا ينفقونه
“Mereka mencintai banyak harta namun enggan untuk disedekahkan.”

Dalam Zaadul Masir karya Ibnul Jauzi disebutkan,

كثيراً فلا تنفقونه في خير
“Mereka mencintai harta yang banyak namun enggan disedekahkan dalam jalan kebaikan.”

Syaikh As Sa’di rahimahullah berkata,

كثيرًا شديدًا
“Mereka benar-benar mencintai banyak harta.”

 http://3.bp.blogspot.com/-zukryjDM6Lw/T2lGKRk_zoI/AAAAAAAAAc0/mtCDFbgSOz8/s1600/kekayaan.jpg

Syaikh Abu Bakr Al Jazairi menyebutkan,

قويا شديدا
“(Yang dimaksud adalah) sangat kuat dalam mencintai harta.”

Syaikh Abu Bakr Al Jazairi dalam kitab tafsirnya -Aysarut Tafasir- lantas memberikan faedah dari ayat tersebut,

التنديد بحب المال الذي يحمل على منع الحقوق ، ويزن الأمور بميزانه قوة وضعفا .
“Tercela mencintai harta sampai lupa menunaikan kewajiban dari harta tersebut dan tercela pula menjadi patokan seseorang (muli) dengan standar banyaknya harta ataukah tidak.”
Berarti dapat kita simpulkan bahwa orang yang gila harta berarti memenuhi kriteria:
1- Sangat kuat mencintai harta
2- Enggan menunaikan kewajiban harta (lewat zakat)
3- Menjadikan patokan mulia dan sukses jika sudah memiliki harta melimpah.
Coba timbang-timbang pada diri kita, apakah masih termasuk orang yang gila harta?
Jika iya, perbaikilah kecintaan kita yang ada. Asalnya mencintai harta merupakan sifat tabiat semua manusia. Namun tentu saja kecintaan tersebut mesti tidak membuat lalai dari kewajiban terhadap harta tersebut.

Hendaknya diyakini pula bahwa standar sukses dan mulia bukanlah dinilai dari banyak harta dan uang. Jika harta adalah standar sukses, maka tentu Qarun akan menjadi orang yang selamat dan sukses di dunia maupun akhirat. Namun ternyata tidak seperti itu. Qarun malah menjadi orang yang terhina di dunia karena ia disiksa dengan ditenggelamkan dengan hartanya. Di akhirat pun siksa Qarun lebih-lebih pedih.

Semoga Allah memberikan kita hidayah untuk terus mensyukuri nikmat dan menyikapi harta dengan benar.

Akhukum fillah: Muhammad Abduh Tuasikal

Sumber
» Jangan Menjadi Manusia Yang Sangat Gila Harta

KOTAK KOMENTAR


ARTIKEL TERKAIT


" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Daftar Artikel Lainnya 

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Youtube Channel - Pinterest - Thumbler
Back to Top