Follow by Email

Begini Caranya Beri Rasa Takut pada Anak Agar Mau Melaksanakan Ibadah

close
Daftar Artikel Terbaru

http://1.bp.blogspot.com/-wDw62lAeBh4/VNJMH8GK7XI/AAAAAAAACnk/UPVIvmYPw8M/s1600/Teaching-to-Muslim-Child.jpg

Agar anak tidak meninggalkan kewajibannya, maka sebagai orang tua kita harus mentakut-takutinya. Caranya, kita bisa menggambarkan seperti apa panasnya api neraka.

KETIKA diperintah untuk melaksanakan kewajiban, shalat misanya, anak akan cenderung berontak. Mereka tidak mau melaksanakannya, dan biasanya malas menjadi faktor utama. Jika sudah begini, apa yang harus dilakukan oleh orang tua? Sedang kita tahu, orang tua memiliki tanggungjawab besar dalam mengarahkan anak ke jalan kebaikan.

Tenang, Anda tak perlu khawatir. Cara yang bisa Anda tempuh untuk mengarahkan anak agar mau melaksanakan kewajibannya ialah dengan menakut-nakuti. Eits, tapi jangan Anda takut-takuti dengan cara kebohongan ya. Sebab, jika itu Anda lakukan, maka Anda telah salah dalam mendidik anak. Lalu bagaimana?

Anda bisa menakut-nakuti anak dengan keadaan yang memang paling ditakuti oleh seluruh manusia. Tahukah Anda di mana itu? Ya, di neraka, ini adalah tempat yang paling menakutkan di alam semesta ini. Nah, Anda bisa memberikan gambaran kepada anak seperti apa panasnya api neraka.

Untuk menggambarkan panasnya api neraka, kitabisa mengajaknya berdialog.

Orang tua : “Api itu rasanya bagaimana sayang?”

Anak : “Panas, Ayah!”

Orang tua : “Kalau setrika?”

Anak : “Setrika juga panas.”

Orang tua : “Kalau knalpot?”

Anak : “Knalpot panas juga.”

Orang tua : “Di neraka, apinya lebih panas daripada panas api di dunia. Lebih panas dari setrika atau pun knalpot. Bagi orang-orang yang tidak mau menyembah Allah SWT, suka meninggalkan shalat, sering berbuat jahat, akan masuk ke neraka dan kulitnya dibakar sampai sehancur-hancurnya…”

http://2.bp.blogspot.com/-EmYe0aKxrnI/UppFCJ1R_SI/AAAAAAAAV10/0vgAi5bLVDk/s1600/child-and-quran1.jpg

Dengan penggambaran ngeri semacam itu, diharapkan menimbulkan rasa takut jika anak sampai meninggalkan kewajibannya. Karena segala kebenaran harus merujuk dalil yang shahih, maka dalil bahwa orang yang meninggalkan shalat itu akan masuk neraka adalah Quran surat al-Muddatsir: 42-47, “Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?” Mereka menjawab, “Kami dahulu pula tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, dan adalah kami membicarakan yang batil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, dan adalah kami mendustakan hari Pembalasan, hingga datang kepada kami kematian.”

Dahsyatnya siksa dalam neraka Saqar, juga dijelaskan dalam Quran surat al-Muddatsir: 27-30, “Tahukah kamu apakah (neraka) Saqar itu? Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan. (Neraka Saqar) adalah pembakar kulit manusia. Dan di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga).”

Mengapa ayat tersebut berupa pertanyaan? Menurut Ibnu Katsir untuk menunjukkan kedahsyatannya. Neraka Saqar memakan seluruh daging, urat saraf dan kulit penghuninya hingga tak tersisa, kemudian Allah menggantinya dengan tubuh baru. Di dalamnya mereka tidak merasakan mati, tidak jua hidup dengan normal.

Penjabaran tersebut, senada dengan firman Allah SWT yang lain, yakni surat An-Nisa’: 56, “Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.”

Begitulah di antara cara kita menyampaikan tentang kengerian neraka. Walaupun kita tidak menyampaikan dengan berkata, “Dalilnya adalah…bla…bla…bla…,” tetapi kebenaran yang hendak kita sampaikan mesti merujuk dalil yang shahih. Jangan sampai, hanya karena ingin anak patuh, kemudian menakut-nakuti dengan neraka tanpa dalil.

“Ayo Nak, belajar. PR-nya dikerjakan dulu. Kalau tidak mau, nanti masuk neraka, lho!”

“Ayo, sini makan dulu. Kalau tidak mau, nanti masuk neraka. Mau tidak?”

Shalat merupakan perintah pokok, tiang agama, amalan yang kelak dihisab oleh Allah SWT pertama kali.

Tidak selayaknya seorang hamba yang telah balig, meninggalkannya. Karena anak masih membutuhkan pengarahan dan bimbingan, kitalah sebagai orang tua yang mesti mengarahkan dan membimbing mereka.



Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !
» Begini Caranya Beri Rasa Takut pada Anak Agar Mau Melaksanakan Ibadah

KOTAK KOMENTAR


ARTIKEL TERKAIT


" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Daftar Artikel Lainnya 

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Youtube Channel - Pinterest - Thumbler
Back to Top