Ini Detik-Detik Wafatnya Nabi Adam AS

close
Daftar Artikel Populer
Nabi Adam AS merupakan salah satu nabi yang diciptakan dengan keistimewaan. Pasalnya ia diciptakan oleh Allah SWT langsung dari tanah dan ia juga merupakan manusia pertama yang diciptakan. 

Setelah tinggal selama 500 tahun per setengah hari di surga, Nabi Adam di usir Allah SWT dari surga dan diturunkan di bumi karena terbujuk rayuan setan. Sehingga bumi menjadi tempat tinggalnya setelah diusir dari surga.

Detik-Detik Wafatnya Nabi Adam AS


Nabi Adam AS memiliki umur yang sangat panjang. Ia hidup selama 960 tahun dan telah memiliki banyak keturunan. Layaknya manusia pada umumnya, Nabi Adam AS juga mengalami kematian. Bahkan sebelum meninggal dunia, ia terlebih dahulu menderita sakit. Lalu bagaimanakah detik-detik kematian Nabi Adam AS ?

Setelah diturunkan ke bumi dan dipertemukan kembali dengan Hawa, Allah SWT memberikan keturunan yang banyak.Namun ketika salah seorang diantaranya meninggal dunia, maka kesedihan yang mendalam pun dirasakan oleh Nabi Adam. Bahkan isak tangis terdengar bertahun-tahun mengiringi kepergian anaknya tersebut. 

Sebagaimana kita ketahui bahwa, terjadi perkelahian diantara Habil dan Qabil. Dimana dalam pertarungan tersebut, Habil terbunuh. Hal inilah yang menyebabkan kesedihan yang sangat mendalam yang dirasakan oleh Nabi Adam.

Namun pada akhirnya, Allah SWT memberikan nabi Adam seorang putra pengganti bernama Syits. Setelah beranjak dewasa, Nabi Adam memberikan kepercayaan dan semua ilmunya kepada Syits. Bahkan menjelang ajalnya pun, Nabi Adam memberikan wasiat kepada Syits untuk menggantikannya dalam memimpin anak keturunannya agar beribadah kepada Allah SWT.

Nabi Adam memiliki umur yang panjang, bahkan ia hidup selama 960 tahun dan telah memiliki keturunan yang banyak. Sehingga tibalah saat nya ia untuk bertemu kembali dengan sang Penciptanya, Allah SWT.

Sebagaimana diriwayatkan dari Ibnu Katsir bahwa, "Para ahli sejarah mengungkapkan bahwa Adam tidak akan meninggal terkecuali ia telah melihat keturunannya, dari anak cucunya, cicit dan terus kebawah hingga jumlah mencapai 400rb jiwa."

Kemudian dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman, 
"Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya, dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu." (QS. An-Nisa : 1)

Disebutkan bahwa Nabi Adam menderita sakit beberapa hari hingga pada hari Jumat, kemudian datanglah malaikat untuk mencabut nyawanya sekaligus mengungkapkan bela sungkawa kepada pemegang wasiat yaitu Syits.

Dari Uttiy bin Dhamurah As-Sa'di, ia berkata bahwa "Aku melihat seorang syeikh di Madinah sedang berbicara. Lalu aku bertanya tentangnya." Kemudian mereka menjawab, 'Itu adalah Ubay bin Ka'ab." Ketika itu Ubay berkata, "Saat maut datang menjemput Adam, ia berkata kepada anak-anaknya, "Wahai anak-anakku, akuingin memakan buah surga." Maka anak-anaknya pun pergi mencarikan buah tersebut. 

Namun di tengah perjalanan, mereka disambut oleh para malaikat yang membawa kain kafan, dan wewangiannua. Selain itu mereka juga membawa kapak, skop dan cangkul.

Para malaikat pun bertanya, "Wahai anak-anak Adam, apa yang kalian cari ? atau apa yang kalian mau ? Dan kemana kalian pergi ?" Mereka kemudian menjawab, "Bapak kami sakit, dan dia ingin makan buah dari surga." Lalu para malaikat berkata, "Pulanglah, karena ketetapan untuk bapak kalian telah tiba." Lalu para malaikat mendatangi rumah Adam, Hawa yang melihat dan mengenali mereka, berlindung kepada Adam. Namun Adam berkata, "Pergilah engkau dariku, sungguh aku diciptakan sebelummu. Biarkan nyawaku dicabut oleh para malaikat Rabb-ku."

Lalu para malaikat mencabut nyawa Adam pada hari Jumat. Mereka memandikannya, mengkafaninya, memberinya wewangian, menyiapkan kuburnya dengan membuat liang lahat di kuburnya, menshalatinya. Lalu mereka masuk ke kuburnya dan meletakkan Adam di dalamnya, lalu meletakkan bata diatasnya. Kemudian mereka keluar dari kuburnya, mereka menimbunnya dengan batu. Kemudian mereka keluar dari kubur, lalu menimbunnya dengan tanah. Lalu mereka berkata, "Wahai Bani Adam, ini adalah tuntunan bagi kalian pada orang mati diantara kalian." (Diriwayatkan oleh Abdullah bin Imam Ahmad dalam Zawaidul Musnad, 5/ 136)

Ibnu Katsir menyebutkan bahwa "Hadits ini sanadnya shahih kepadanya, yakni kepada Ubay bin Ka'ab."  (Al-Bidayah wan Nihayah, 1/98)

Kemudian Al-Haitsami berkata, "Diriwayatkan oleh Abdullah bin Ahmad, Rawinya adalah rawi-rawi hadits shahih, kecuali Uttiy bin Dhamurah. Dia adalah rawi tsiqah." (Majmauz Zawaid, 8/199)

Dari hadits ini diketahui bahwa saat malaikat maut akan menjemputnya, tiba-tiba Adam sangat merindukan buah surga. Hal ini menunjukkan betapa cintanya ia kepada surga dan kerinduannya untuk kembali kepadanya. Selain itu bisa jadi keinginannya untuk makan buah surga merupakan tanda dekatnya ajal.

Sebagian hadits menyebutkan bahwa Adam mengetahui hitungan tahun-tahun umurnya. Ia menghitung umurnya yang telah berlalu.Dan nampaknya ia mengetahui bahwa tahun-tahun umurnya telah habis.

Para malaikat diutus Allah untuk mengurus jenazah Adam. Setelah nyawa Adam dicabut, mereka kemudian memandikannya, mengkafankannya, memberinya wangi-wangian lalu menggali kuburnya, menshalatinya, memasukkannya ke kuburnya dan menutupnya dengan bata. Kemudian mereka keluar dari kubur dan menimbunkan tanah kepadanya. Para malaikat mengajarkan semua itu kepada anak-anak Adam. 

Cara ini merupakan syariat umum yang berlaku untuk seluruh rasul dan semua orang beriman di bumi ini mulai saat itu sampai sekarang. Bahkan tuntunan yang diajarkan oleh para malaikat ini sama dengan tuntunan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dalam urusan jenazah. 

Sumber: diadaptasi dari DR. Umar Sulaiman Abdullah Al-Asyqar, Shahih Qashashin Nabawi, atau Ensklopedia Kisah Shahih Sepanjang Masa, terj. Izzudin Karimi, Lc. (Pustaka Yassir, 2008), hlm. 39-43.

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !
» Terima Kasih sudah membaca : Ini Detik-Detik Wafatnya Nabi Adam AS | jika artikel ini bermanfaat yuk di like dan sebarkan :)

KOTAK KOMENTAR


ARTIKEL TERKAIT


" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Daftar Artikel Populer

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Youtube Channel - Pinterest - Thumbler
Back to Top