Astagfirullah ! Bukan Tongkat Raja, ternyata Presiden Jokowi Diberi Tongkat Dukun Batak

Daftar Artikel Terbaru
close
Daftar Artikel Populer



“Yang diberikan ke Jokowi itu tongkat Tunggal Panaluan, itu tongkat dukun. Makanya banyak ukiran yang mengandung nilai mistis. Kalau tongkat para raja itu namanya Tongkat Balehat Raja,” jelas tokoh masyarakat Batak Monang Naipospos seperti dikutip dari Medanbagus.com, Selasa (23/8).

Walau masalah itu sudah muncul kritikan, namun belum ada penjelasan, apakah itu dalam rangka mengangkat kemusyrikan perdukunan ke tingkat nasional atau ada maksud lainnya. Namun yang jelas, bila seseorang masih memegangi Islam, maka sangat berbahaya ketika berkaitan dengan hal-hal perdukunan. Apalagi bila berperan sebagai dukun (dengan membawa tongkat dukun, misalnya) maka sangat berbahaya secara aqidah. Penjelasannya sebagai berikut, menurut seorang yang rajin mengemukakan masalah aqidah.

Dukun termasuk bagian dari thaghut, yaitu mereka adalah para pemimpin dari kalangan syaithan yang mewahyukan kepada para dukun, sebagaimana firman Allah ta’ala :

وَإِنَّ الشَّيَاطِينَ لَيُوحُونَ إِلَى أَوْلِيَائِهِمْ

“Sesungguhnya setan itu membisikkan kepada kawan-kawannya”.[1]

Mereka turun kepada para dukun tersebut dan menyampaikan kalimat-kalimat yang didengar (dari langit) dengan menambah kedustaan bersamanya seratus kedustaan, sebagaimana firman Allah ta’ala :

هَلْ أُنَبِّئُكُمْ عَلَى مَنْ تَنَزَّلُ الشَّيَاطِينُ * تَنَزَّلُ عَلَى كُلِّ أَفَّاكٍ أَثِيمٍ *يُلْقُونَ السَّمْعَ وَأَكْثَرُهُمْ كَاذِبُونَ

“Apakah akan Aku beritakan kepadamu, kepada siapa setan-setan itu turun? Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi yang banyak dosa, mereka menghadapkan pendengaran (kepada setan) itu, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang pendusta”.[2]

Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda dalam hadits wahyu :

فيسمعها مسترق السمع ومسترق هكذا بعضه فوق بعض فيلقيها إلى من تحته ثم يلقيها الآخر إلى من تحته حتى يلقيها على لسان الساحر أو الكاهن فربما أدركه الشهاب قبل أن يلقيها وربما ألقاها قبل أن يدركه فيكذب معها مائة كذبة

“Maka syaithan-syaithan pencuri berita itu mendengarnya. Keadaan para syaithan pencuri berita seperti ini : sebagian mereka di atas sebagian yang lain. Maka ketika para syaithan berita (yang di atas) mendengar kalimat (firman) itu, disampaikanlah kepada yang di bawahnya, kemudian disampaikan lagi kepada yang di bawahnya. Demikian seterusnya hingga sampai ke mulut tukang sihir atau dukun. Akan tetapi syaithan pencuri berita itu terkena syihab (meteor) sebelum sempat menyampaikan kalimat (firman) tersebut, dan kadangkala sudah sempat menyampaikannya sebelum terkena syihab; lalu dengan satu kalimat yang didengarnya itulah mereka membumbui dengan seratus kedustaan”.[3]





[1]     QS. Al-An’aam : 121.

[2]     QS. Asy-Syu’araa’ : 221-223.

[3]     Diriwayatkan oleh ‘Abdurrazzaaq (no. 20347), Ahmad (6/87), Al-Bukhariy (no. 3210, 5762, 6213, 7561), Muslim (no. 2228), Ibnu Hibbaan (no. 3136), Al-Baihaqiy (8/138), dan Al-Baghawiy (no. 3258), dari ‘Aisyah radliyallaahu ‘anhaa./

(lihat: Abu Al-Jauzaa’ http://abul-jauzaa.blogspot.com/2009/06/tanya-jawab-aqidah-seputar-hukum.html ). https://www.nahimunkar.com/perdukunan-di-india-dilarang-di-indonesia-justru-marak/

Mengenai tongkat yang diberikan kepada Jokowi, inilah beritanya.

***

Monang Naipospos: Jokowi Diberi Tongkat Dukun Tunggal Panaluan
RMOL. Perdebatan mengenai pakaian yang dikenakan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada momen Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba di Toba Samosir, Sumatera Utara tidak hanya seputar penutup kepala aneh.

Tongkat yang diberikan kepada Jokowi dengan maksud merepresentasikan diri sebagai raja bagi Suku Batak juga dinilai tidak tepat. Diketahui, topi yang dikenakan panitia kepada presiden tersebut menjadi bahan olokan netizen di media sosial karena membuat Jokowi seperti sedang memakai rambut palsu atau wig.

Kali ini, komentar atas tongkat yang diberikan kepada Jokowi selama rangkaian acara karnaval juga muncul dari tokoh masyarakat Batak Monang Naipospos. Menurutnya, tongkat yang diterima Jokowi bukanlah tongkat (Tukkot) Balehat yang merupakan sebutan bagi tongkat raja-raja Batak zaman dahulu, melainkan Tukkot Tunggal Panaluan yang biasanya dipakai oleh para dukun Batak.

“Yang diberikan ke Jokowi itu tongkat Tunggal Panaluan, itu tongkat dukun. Makanya banyak ukiran yang mengandung nilai mistis. Kalau tongkat para raja itu namanya Tongkat Balehat Raja,” jelasnya seperti dikutip dari Medanbagus.com, Selasa (23/8).

Monang menjelaskan, Tukkot Balehat Raja terbuat dari kayu pilihan dan berbentuk lurus mirip tongkat komando dengan tinggi mencapai batas telinga sang raja selaku pemiliknya. Kebesaran dan kekayaan raja terlihat dari cincin-cincin perak yang melingkar pada tongkat tersebut termasuk balutan perak pada pegangannya.

“Kalau dia sangat kaya ada juga yang pegangannya itu dari emas,” ujarnya.

Monang sangat menyayangkan banyaknya nilai-nilai yang tidak pas yang disematkan kepada Jokowi lewat benda-benda yang tidak tepat selama karnaval. Ke depan, dia meminta agar panitia kegiatan yang menghadirkan tokoh penting seperti Presiden Jokowi selalu membuka diri untuk berdiskusi dengan pemuka adat lokal agar kesalahan serupa tidak terulang.

“Panitia kalaupun dari Istana harus membuka diri lah melibatkan tokoh lokal. Supaya semuanya bisa direpresentasikan sesuai dengan nilai-nilai budaya itu sendiri,” tegasnya. [wah]

Sumber: nusantara.rmol.co/ Selasa, 23 Agustus 2016

(nahimunkar.com)

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

» Terima Kasih sudah membaca : Astagfirullah ! Bukan Tongkat Raja, ternyata Presiden Jokowi Diberi Tongkat Dukun Batak | jika artikel ini bermanfaat yuk di like dan sebarkan :)


KOTAK KOMENTAR


ARTIKEL TERKAIT


" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Daftar Artikel Populer

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Youtube Channel - Pinterest - Thumbler
Back to Top