Betapa Sesatnya Nabi Palsu di Karawang, dari Mulai Tiket Surga sampai Sumur Zam-zam Pribadi

Daftar Artikel Terbaru
close
Daftar Artikel Populer

https://1.bp.blogspot.com/-LcI9fCgqWVI/V6qygxIT-LI/AAAAAAAAFy8/rmTalK9ibmgk_h6cdbuT144FnryzTNy_wCLcB/s640/nabi%2Bpalsu.jpeg

BEBERAPA waktu lalu Kabupaten Karawang dihebohkan dengan keberadaan seorang laki-laki yang mengaku sebagai nabi. Laki-laki tersebut belakangan diketahui bernama Abdul Muhjib. Dia dilaporkan menyebarkan aliran sesat di desa Medal Sari, Kecamatan Tegal Waru, Karawang.

Abdul juga mengubah dua kalimat syahadat dengan Asyhadu an-laa ilaaha illallaah wa asyhadu anna muhjib da rasulullaah. Warga yang resah akhirnya melaporkan Abdul ke pihak berwajib. Selain itu, Abdul juga dilaporka ke lembaga MUI kabupaten Karawang.

Kasatreskrim Polres Karawang AKP Hairullah, mengatakan, Abdul bersama lima rekannya telah dilepaskan setelah sempat diamankan selama empat jam di Markas Polres Karawang. Pihaknya mengamankan  dari kemarahan warga yang resah dengan keberadaan mereka.

https://2.bp.blogspot.com/-9IEszboPpQU/V6YUsq-EUmI/AAAAAAAAAcA/pb3OMBR278ED4uE_YDqFoJZ-0-uqG5QWACLcB/s1600/nabi%2Bpalsu.jpg

Perjalanan Abdul Mujid menyebarkan paham sesatnya sejak bulan Januari 2015 lalu. Kala itu, diawali dengan mendirikan Padepokan Syekh Sangga Bintang Pratama dibantu lima rekannya. Pada tahun yang sama Abdul pernah dilaporkan warga ke MUI Karawang karena mengaku sebagai nabi pada 2015.

MUI pun meminta Abdul lima temannya untuk bertobat. Kala itu mereka berjanji tidak akan menyebarkan agama sesat lagi. Namun warga menduga AM dan rekannya kembali berulah dan mengaku sebagai nabi palsu pada Rabu (3/8/2016).


Menjual Tiket ke Surga

Mengaku sebagai nabi, Abdul menjual tiket masuk surga seharga Rp 2 juta.  Bahkan, untuk masuk surga warga disebut-sebut harus membayar sejumlah uang yang mencapai Rp40 juta sebagai maharnya. Hal itu yang membuat masyarakat di Desa Medal Sari resah.

Di Padepokan milik Mujim diajarkan bahwa salat di rumah Mujim memiliki nilai yang sama dengan melakukan salat di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi. Mujim juga menyatakan air zam-zam telah dipindahkan ke sumur pribadinya. Mujim juga diakui warga telah mengubah ayat-ayat Al-Quran yang disesuaikan dengan ajaran sesatnya.



Sempat Alami Gangguan Jiwa

Abdul Muhjib, ternyata pernah mengalami gangguan jiwa. Hal ini diungkapkan Ghani, pemilik Padepokan Da’arul Iman Al Mutaqin, Kabupaten Subang.

“Muhjib memang pernah dirawat di sini (padepokan) karena menderita gangguan jiwa. Jadi dia di sini bukan menjadi murid saya tapi sedang menjalani mengobatan karena dia pasien saya,” katanya, Senin (8/8/2016).

Sebelumnya, Abdul Muhjib mengaku memiliki guru di Padepokan Da’arul Iman Al Mutaqin, Kabupaten Subang yaitu Ghani. Namun hal itu dibantah oleh Ghani.

Menurut Ghani, Abdul Muhjib datang ke padepokannya tahun 2008 untuk berobat karena mengalami sakit jiwa. Kondisinya saat datang ke padepokan sudah sangat parah hingga dia harus dirantai dengan besi selama menjalani pengobatan. Setelah dua minggu menjalani perawatan dan mulai sembuh, yang bersangkutan meminta pulang.

“Karena dia memaksa ingin pulang ya saya kabulkan,” kata Ghani.

Kendati fenomena nabi palsu di karawang meresahkan warga. Namun, Abdul kembali dibebaskan karena dinyatakan belum cukup bukti.

“Jadi mereka sudah kami lepaskan dan mereka pulang ke Subang ke rumah gurunya,” kata Hairullah. Adapun situasi Desa Medal Sari saat ini, kata dia, sudah berlangsung aman dan kodusif.

“Kalau ada yang merasa dirugikan atau ada yang melapor, kami akan memprosesnya,” katanya. 

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

» Terima Kasih sudah membaca : Betapa Sesatnya Nabi Palsu di Karawang, dari Mulai Tiket Surga sampai Sumur Zam-zam Pribadi | jika artikel ini bermanfaat yuk di like dan sebarkan :)


KOTAK KOMENTAR


ARTIKEL TERKAIT


" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Daftar Artikel Populer

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Youtube Channel - Pinterest - Thumbler
Back to Top