Diskriminasi Terhadap Umat Muslim Di Jerman Telah Melanggar HAM

Daftar Artikel Terbaru
close
Daftar Artikel Populer



Kembali hak asasi manusia diperkosa bahkan hendak dihilangkan oleh Pemerintahan Kanselir Jerman Angela Merkel yang konservatif dengan menyetujui larangan penggunaan burqa atau cadar oleh wanita Muslim dalam beberapa kesempatan, seperti di sekolah, kampus atau saat berkendara, seperti yang disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri Thomas de Maiziere.

“Kami menolak penutup sepenuhnya – tidak hanya burqa tapi juga jenis penutup wajah yang hanya memperlihatkan mata…[burqa] tidak ada punya tempat di masyarakat kami,” kata Maiziere dikutip cnnindonesia, sabtu (20/8/16).

Langkah ini diambil menyusul gelombang lebih dari 1 juta imigran, kebanyakan Muslim Suriah, ke Jerman tahun lalu. Belakangan muncul kekhawatiran keamanan di tengah masyarakat Jerman seiring meningkatkan ancaman serangan teroris.

Banyak pihak mengaku khawatir upaya peleburan antara masyarakat dan imigran terganggu akibat perbedaan budaya dan agama, terutama dengan penggunaan burqa.

“Memperlihatkan wajah penting bagi komunikasi, persatuan dan kesatuan sosial, itulah alasan mengapa kami meminta semua orang memperlihatkan wajah mereka. Kami ingin memperkenalkan hukum agar semua orang memperlihat wajah, artinya mereka yang melanggarnya akan ada konsekuensi,” lanjut Maiziere.



https://1.bp.blogspot.com/-UcEe2ByXc6E/V6B_KReTjMI/AAAAAAABBF4/K-kFL235fGAI5EfiefEUwK3XGVdkDZh9gCLcB/s400/IMG08174512-ABNS.jpg

Larangan burqa pertama kali digagas oleh partai Merkel, Serikat Kristen Demokrat Jerman, CDU. Namun gagasan ini harus terlebih dulu diadopsi pemerintah sebelum menjadi undang-undang.

Tidak semua yang berada di kubu Merkel mendukungnya. Penentangnya, Partai Sosial Demokrat, SPD, dari koalisi Merkel mengatakan larangan penggunaan burqa ini adalah bukti dari xenofobia yang semakin kental di Jerman. Selain itu, hal ini malah justru mengancam keamanan karena menimbulkan keresahan.

Perkara larangan burqa tengah mengemuka di Eropa. Tiga kota Mediterania di Perancis belakangan melarang penggunaan bikin Muslimah yang menutup seluruh badan dan kepala, atau yang biasa disebut burkini.

Perancis, dengan warga minoritas Muslim terbesar di Eropa, sekitar 5 juta, telah melarang penggunaan cadar dan burqa sejak tahun 2010.

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

» Terima Kasih sudah membaca : Diskriminasi Terhadap Umat Muslim Di Jerman Telah Melanggar HAM | jika artikel ini bermanfaat yuk di like dan sebarkan :)


KOTAK KOMENTAR


ARTIKEL TERKAIT


" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Daftar Artikel Populer

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Youtube Channel - Pinterest - Thumbler
Back to Top