Heboh! Terbitnya [Buku] Kiyai NU Menolak Pemikiran KH. Said Aqil Siroj

Baca Juga 





Warga NU kini dihebohkan oleh terbitnya buku berjudul ”Sidogiri Menolak Pemikiran KH Said Aqil Siroj.”

Buku ini menyedot perhatian publik, terutama para kiai dan warga NU. Maklum, Sidogiri adalah pesantren besar dan kesohor sebagai salah satu basis NU yang memiliki puluhan ribu santri.

esantren Sidogiri didirikan pada 1718 (sebagian menyebut 1745) oleh Sayyid dari Cirebon, Jawa Barat, bernama Sayyid Sulaiman. Dia adalah keturunan Rasulullah dari marga Basyaiban.

Buku ini kian heboh karena ada sambutan resmi KH Nawawi Abdul Djalil selaku pengasuh Pesantren Sidogiri. Dalam sambutannya, Kiai Nawawi Abdul Djalil menyebut bahwa pemikiran KH Said Aqil memang keliru.

Pada bagian IV yang membahas tentang Syiah dan Ahlussunnah, para penulis buku “Sidogiri Menolak Pemikiran KH Said Aqil Siroj” ini menjelaskan secara gamblang tentang pemikiran KH Said Aqil Siroj yang membela Syiah dan bertolak belakang dengan NU.

Menurut penulis buku ini, pemikiran Kiai Said Aqil sudah sangat jelas bertentangan dengan asas ke-NU-an. Ketika NU hadir untuk mempertegas identitas Ahlussunnah Wal-Jamaah (Aswaja) bagi umat Islam Indonesia, Kiai Said Aqil justru ingin melebur semua aliran seperti Syiah, Muktazilah dan sebagainya ke dalam Aswaja tanpa terkecuali.

Penulis buku ini mengutip tulisan Said Aqil dalam buku Tasawuf sebagai Kritik Sosial pada halaman 84 yang menyebut: “…diskursus teologi, baik itu Mu’tazilah, Asy’ariyah, Maturidiyah maupun Syiah, semuanya bersifat rasional. Semuanya tetap dalam bingkai Islam. Bahkan patut dikatakan semuanya adalah Ahlussunnah sepanjang mengakui eksistensi Allah, para nabi, rasul, kitab-kitab Allah dan hari kiamat. Perbedaan di luar itu bersifat furu’iyah saja.”

Para penulis buku ini menilai bahwa Said Aqil dengan tegas dan tanpa tedeng aling-aling menganggap bahwa Mu’tazilah dan Syiah termasuk Ahlussunnah Wal-jamaah juga.

Ini jelas bertentangan dengan NU. Menurut penulis buku ini, syarat suatu kelompok disebut Ahlussunnah seperti yang disampaikan Said Aqil itu sangat general dan memberi arti bahwa kelompok sempalan juga bisa digolongkan sebagai Ahlussunnah.

Karena itu, para penulis buku ini menganggap bahwa pemikian Said Aqil itu bukan hanya bertentangan dengan pandangan ulama NU – terutama pendiri NU Hadratussyaikh Muhammad Hasyim Asy’ari yang menghukumi Syiah sesat, tapi juga bertentangan dengan para ulama Syiah sendiri.

Sebab ulama Syiah tidak mau menyebut diri mereka sebagai Ahlussunnah Wal-Jamaah, sebaliknya Ahlussunnah Wal-Jamaah juga tak mau disebut sebagai Syiah.

Bahkan para Ahlussunnah Wal-Jamaah secara tegas menyatakan bahwa perbedaan antara mereka dengan Syiah menyangkut ushuliyah (aqidah), bukan furu’iyah (cabang) seperti pandangan Said Aqil.

Para penulis buku ini lalu mengutip pandangan Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari (mbah Hasyim) dalam kitab-kitabnya yang secara tegas menghukumi Syiah itu sesat.


awad

Tim Penulis : Mohammad Achyat Ahmad, Achmad Qusyairi Ismail, Ahmad Shiddiq dan Faiz Jawami’ Amzad
Penerbit : Sidogiri
Ukuran : 21,5 x 15
Tebal : 204 Hal.
Cover : Hard
Harga : Rp. 55,000,-



Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !
Daftar Artikel Terbaru Lainnya 




" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

SHARE ARTIKEL INI 


Baca Artikel Menarik Lainnya 

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top