Inilah Detik-detik Akhir Sepak Terjang Para Pendusta Besar, Sang ‘Nabi’ Palsu

Daftar Artikel Terbaru
close
Daftar Artikel Populer

https://3.bp.blogspot.com/-IVsxMV0X2og/V6WSScc9hsI/AAAAAAACI0Q/5b1XoEixPJ8Y-hqNR_HgNr-Z1-72MT0RQCLcB/s640/muhjib-dianggap-nabi-palsu-kambuhan-mui-siap-lapor-polisi.jpeg

“Hari Kiamat belum akan terjadi sampai para dajjal dan pembohong besar yang berjumlah kurang lebih tiga puluh orang muncul. Semuanya mengaku-aku sebagai utusan Allah,” (HR. Bukhari).

KIAMAT semakin dekat, tak lagi berjarak. Kenapa? Karena semakin banyak pendusta yang muncul. Ia tak sekedar berdusta semata, tak hanya pandai merekayasa kata-kata. Namun ia telah memanipulasi keimanan seseorang, dengan berkata “Aku lah utusan Tuhan, sang Nabi yang akan menyampaikan wahyu Allah”.

Mereka sang pendusta, yang mengaku-aku sebagai utusan Tuhan—sudah tak terhitung jari jumlahnya. Kiprahnya akhir-akhir ini, bahkan sampai di negara kita—Indonesia. Adalah Abdul Muhjib, seorang pendusta asal kabupaten Karawang yang menahbiskan diri sebagai sang messias. Penolong semesta alam. Penyampai wahyu Illahi, yang akan mengajak kita hingga menuju nirwana. Surga.

Alkisah, Muhjib menggelari dirinya sebagai utusan Tuhan. Ia memiliki “Golden Key”, sebuah kunci utama menuju surga. Tiket VVIP bagi mereka yang merindu keabadian di surga sana, ia miliki. Siapa yang berkehendak masuk kedalamnya, maka mereka harus menghadap Muhjib terlebih dahulu. Mereka harus membayar. Menyetor sejumlah uang, senilai dua juta rupiah. Dua juta rupiah, semurah itu kah surga?

“Demi Allah, sesungguhnya Hari Kiamat belum akan terjadi sampai tiga puluh orang pendusta muncul, dan yang terakhir muncul di antara mereka adalah pendusta terbesar yang bermata satu,” (HR. Ahmad dengan sanad sahih).

Kiprah Muhjib ternyata tak seabadi ocehan dia mengenai keabadian di surga versi dirinya sendiri, surga yang harganya cuman dua juta perak. Muhjib yang mendoktrin jemaah-nya dengan Syahadat: Asyhadu an-laa ilaaha illallaah wa asyhadu anna muhjib da rasulullaah, tak lagi di taati. Sepak terjang sang nabi palsu yang berkarir semenjak 2015 lalu usai sudah.



Muhjib dilaporkan ke MUI Karawang, alhasil tobat adalah ganjaran yang didapat dari tindak-tanduknya selama ini. Muhjib harus bersyahadat kembali, juga menandatangani surat perjanjian dengan MUI serta warga untuk tidak menyebarkan ajarannya lagi.

Namun ternyata, akal-akalan Muhjib menjadi Nabi adalah penyakit kambuhan. Ia berulah kembali, dan lagi-lagi mengincar mangsa baru. Kali ini Polisi bertindak. Namun karena belum cukup bukti, polisi akhirnya mengembalikan Abdul Muhjib sang Nabi Palsu ke keluarganya di Subang.



https://2.bp.blogspot.com/-YING-X9G9LU/V3FdCIPi4rI/AAAAAAAAA8k/gdyYlLc0e0APeTju4LXIYruztFzXNWRggCLcB/s1600/.jpg

Dari Tsauban RA menuturkan, bahwa Nabi SAW bersabda, “Hari Kiamat belum akan terjadi sampai beberapa kabilah umatku bergabung dengan orang-orang musyrik, dan sampai mereka menyembah berhala. Kelak akan muncul di antara umatku tigapuluh orang pendusta. Semuanya mengaku sebagai Nabi. Akulah penutup para nabi dan tidak ada nabi lagi sepeninggalku,” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).

Nasib Muhjib, mungkin masih lah ringan. Di zaman Rasullulah, tersebutlah sang Nabi baru bernama Musailamah al-Kadzdzab. Ia mengaku telah menerima wahyu dalam kegelapan.

Abu Bakar ash-Shiddiq menggelar operasi militer untuk menumpasnya. Operasi ini dibawah komando Khalid ibn al-Walid, Ikrimah ibn Abi Jahal, dan Syarahbil ibn Hasanah.

Tanpa disangka, ternyata Musailamah membawa pasukan bala tentaranya sebanyak 40 ribu serdadu yang menghadang pasukan Muslimin. Namun tanpa rasa takut, Pasukan Muslimin tetap melawannya. Akhirnya pertempuran pun pecah dengan dahsyat.

Kaum Muslimin menang dengan membawa kemenangan absolut. Musailamah sendiri terbunuh di tangan Wahsyi ibn Harb RA. Kebenaran menang dan panji tauhid pun semakin menjulang. Akhir hayat para pendusta, sang nabi palsu ada di ujung pedang umat Muslim.

 

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

» Terima Kasih sudah membaca : Inilah Detik-detik Akhir Sepak Terjang Para Pendusta Besar, Sang ‘Nabi’ Palsu | jika artikel ini bermanfaat yuk di like dan sebarkan :)


KOTAK KOMENTAR


ARTIKEL TERKAIT


" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Daftar Artikel Populer

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Youtube Channel - Pinterest - Thumbler
Back to Top