JANGAN MUDAH MEMBID'AHKAN

Daftar Artikel Terbaru
close
Daftar Artikel Populer

Oleh: Dr Amir Faishol Fath 

1. Hati-hati saudaraku, jangan sok berani hakimi orang lain bid'ah, jangan-jangan yang masuk surga malah yang dihakimi bid'ah.

2. Banyak masalah yg oleh sebagian dianggap bidah sementara yg lain menganggap itu tdk bidah atau sebaliknya.

3. Jika anda yakin bahwa dg membidahkan orang lain anda dijamin masuk surga silahkan. Jika tidak yg sudahlah tdk usah menyerang yg khilafiyah.

4. Ikut sunnah itu adalah meletakkan masing-masing amal sesuai dg kedudukannya. Jangan ubah apa yg hukumnya mubah atau sunnah menjadi wajib.

5. Jangan ubah apa yg khilafiyah furuiyah menjadi bid'ah. Sebab dg ini anda telah menghakimi saudara anda sebagai ahlulbid'ah (ahli neraka).

6. Nabi sendiri tidak pernah menyerang khilafiyah furuiyah antara sahabat, lalu yg anda ikuti siapa dg bidahkan (masalah) khilafiyah.

7. Dalam Al quran dijelaskan org Islam itu asyidda alal kuffar bukan alal muslimin. Lalu anda siapa kokasyidda alal muslimin?

8. Memang anda pasti masuk surga sehingga berani hakimi orang lain sesam muslim ahlulbidah (ahlineraka)?

9. Tanyakan kepada para ulama mengapa mereka tdk bidahkan khilafiyah furuiyah? Itu karena mereka tlh lebih dalam ilmunya.

10. Boleh jadi apa yg anda bilang tdk ada dalilnya itu ada dalilnya menurut ulama yg anda belum mampu mencapai level mereka. Camkan.

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

» Terima Kasih sudah membaca : JANGAN MUDAH MEMBID'AHKAN | jika artikel ini bermanfaat yuk di like dan sebarkan :)


KOTAK KOMENTAR


ARTIKEL TERKAIT


" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Daftar Artikel Populer

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Youtube Channel - Pinterest - Thumbler
Back to Top