Jika Suami Istri Telah Berpisah, Inilah Orang yang Berhak Membiayai Anaknya

Daftar Artikel Terbaru
close
Daftar Artikel Populer


http://2.bp.blogspot.com/-jgQuZG-99wo/ViaiMOy85wI/AAAAAAAAARs/CfKiAVmkreA/s1600/Stress-Pada-Anak.jpg

SEORANG anak tidak akan mampu membiayai dirinya sendiri. Ia masih cukup kecil untuk bekerja. Tenaga dan daya berpikirnya masih belum mampu untuk menghadapi kerasnya dunia pekerjaan. Maka, sudah menjadi kewajiban kedua orangtuanya untuk meng-hadhanah anak-anaknya, yakni melindungi dan membiayainya. Tapi, bagaimana jika suami istri telah berpisah?

Jika terjadi perpisahan antara suami istri karena talak atau meninggal dunia, maka orang yang paling berhak meng-hadhanah anak-anak ialah ibunya jika ia belum menikah lagi. Karena Rasulullah ﷺ bersabda kepada wanita yang mengadu kepada beliau bahwa anaknya diambil darinya, “Engkau lebih berhak atas anakmu, selagi engkau belum menikah lagi,” (Diriwayatkan Ahmad dan Abu Daud. Hadis ini di-shahih-kan Al-Hakim).

Jika ibunya tidak ada, maka orang yang paling berhak meng-hadhanah anak kecil tersebut ialah nenek dari jalur ibu. Mengapa? Karena nenek dari jalur ibu adalah seperti ibu bagi anak kecil tersebut.

Dan jika nenek dari pihak ibu tidak ada maka orang yang paling berhak meng-hadhanah anak kecil tersebut ialah bibi dari jalur ibunya. Karena bibi dari jalur ibu ialah ibarat ibu bagi anak kecil tersebut. Rasulullah ﷺ bersabda, “Bibi dari jalur ibu itu seperti ibu,” (Muttafaq alaih).


http://liputanislam.com/wp-content/uploads/2014/06/Gambar-anak-yang-sedih.jpg

Jika bibi dari jalur ibu tidak ada, maka orang yang paling berhak meng-hadhanah anak kecil tersebut ialah nenek dari jalur ayahnya. Jika nenek dari jalur ayahnya tidak ada maka orang yang paling berhak meng-hadhanahinya ialah saudara perempuan anak kecil tersebut.

Jika saudara perempuannya tidak ada maka orang yang paling meng-hadhanahinya ialah bibi dari jalur ayahnya. Dan jika bibi dari jalur ayah tidak ada maka orang yang paling berhak menghadhanahinya ialah anak perempuan dari saudara ayah tersebut.

Jika semua orang di atas tidak ada, maka hak hadhanah kembali kepada ayahnya, kemudian kakeknya, kemudian saudara ayahnya, kemudian anak dari saudara ayahnya, kemudian pamannya dari jalur ayahnya, kemudian keluarga yang paling dekat dan keluarga lainnya sesuai dengan urutan kekerabatan.

Saudara kandung lebih didahulukan untuk meng-hadhanah anak kecil tersebut daripada saudara seayah dan saudara perempuan sekandung juga lebih didahulukan untuk menghadhanahi-nya daripada saudara perempuan seayah. 


Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

» Terima Kasih sudah membaca : Jika Suami Istri Telah Berpisah, Inilah Orang yang Berhak Membiayai Anaknya | jika artikel ini bermanfaat yuk di like dan sebarkan :)


KOTAK KOMENTAR


ARTIKEL TERKAIT


" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Daftar Artikel Populer

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Youtube Channel - Pinterest - Thumbler
Back to Top