Ketika Suami Tidak di Rumah Ada Tamu Lelaki Yang Datang, Bagaimana Aturannya Dalam Islam?

Daftar Artikel Terbaru
close
Daftar Artikel Populer

http://4.bp.blogspot.com/-I5q4XxrZ-Ro/VoRMaBNwXxI/AAAAAAAAA7I/rfjI2AIzNvE/s640/Screenshot_126.png

SEORANG istri wajib mematuhi perintah suaminya. Termasuk dalam menjaga perasaan suami, istri pun perlu melakukannya. Sebab, suami adalah pemimpin dalam keluarga. Dan mematuhi pemimpin merupakan perilaku terpuji, yang Allah SWT anjurkan.

Termasuk dalam hal menjaga perasaan suami, ialah dengan tidak menerima tamu lelaki masuk ke dalam rumahnya tanpa izin dari suami. Hal ini dilakukan untuk menjaga kehormatan dirinya sendiri. Agar tidak terjadi kesalahpahaman di antara keduanya. Lalu, jika ada tamu lelaki ke rumah, sedang suami tidak ada di rumah, apa yang harus dilakukan?

Allah SWT perintahkan suami istri untuk saling menjaga. Terutama istri, yang secara khusus Allah perintahkan agar menjaga amanah di rumah suaminya. Karena istri adalah rabbatul bait (ratu di rumah suaminya), yang bertugas menjaga rumah suaminya.

Di antara ciri wanita shalihah, Allah sebutkan dalam Al-Quran, “Sebab itu wanita yang shalihah, adalah yang taat kepada Allah dan menjaga diri ketika suaminya tidak ada, karena Allah telah memelihara mereka,” (QS. An-Nisa: 34).

Dan upaya wanita menjaga kehormatan dirinya, harta suaminya, dan rumahnya, merupakan hak suami yang menjadi kewajiban istri.

Jabis Radhiyallahu ‘Anhu menceritakan, dalam haji wada’, Rasulullah ﷺ menyampaikan pesan dalam khutbahnya, “Bertakwalah kepada Allah terkait hak istri-istri kalian. Kalian mengambil mereka dengan amanah dari Allah, dan kalian halal berhubungan dengan mereka karena Allah halalkan melalui akad. Hak kalian yang menjadi kewajiban mereka, mereka tidak boleh memasukkan lelaki di rumah. Jika mereka melanggarnya, pukullah mereka dengan pukulan yang tidak menyakitkan. Sementara mereka punya hak disediakan makanan dan pakaian dengan cara yang wajar, yang menjadi kewajiban kalian,” (HR. Muslim 1218).

Dalam Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah, “Hak suami yang menjadi kewajiban istrinya, dia tidak boleh mengizinkan seorang pun masuk rumah, kecuali dengan izin suaminya. Berdasarkan hadis dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidak halal bagi wanita untuk puasa sunah, sementara suaminya ada di rumah, kecuali dengan izin suaminya. Dan istri tidak boleh mengizinkan orang lain masuk ke rumahnya kecuali dengan izin suaminya,” (HR. Bukhari 4899 & Muslim 1026).


http://1.bp.blogspot.com/-wTdDi7v91dg/Vd1CgWyxtrI/AAAAAAAAAf8/D9X-F5YYMCA/s640/tamu.jpg

Ibnu Hajar menukil keterangan dari An-Nawawi mengenai hadis ini, “Bahwa dalam hadis ini terdapat isyarat, istri tidak boleh memutuskan sendiri dalam memberi izin masuk rumah, kecuali dengan izin suami. Dan ini dipahami untuk kasus yang dia tidak tahu apakah suami ridha ataukah tidak. Namun jika dia yakin suami ridha dengan keputusannya, tidak menjadi masalah baginya,” (Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah, 30/125).

Sebagai contoh, tamu yang tidak perlu izin dari suami, tamu dari kerabat suami atau kerabat istri. Mereka bisa dipersilahkan masuk, selama masih mahram dengan istri. Sedangkan, ketika datang tamu asing, bukan keluarga suami maupun istri, sementara suami tidak ada di rumah, istri tidak boleh mengizinkan masuk tamu itu.

Jika tamu menyampaikan salam, istri cukup menjawab salamnya dengan pelan dari dalam tanpa membukakan pintu. Jika tamu menyadari ada penghuni di dalam, dan dia minta izin masuk, cukup sampaikan bahwa suami tidak di rumah dan tidak boleh diizinkan masuk.

Kita memang wajib memuliakan tamu. Tapi, jika kondisinya, sebagai istri, suami tidak ada di rumah, jangan mau mengambil risiko yang besar. Allah SWT dan Rasul-Nya telah melarang memasukkan orang yang bukan mahram ke dalam rumah. Hal ini dilakukan demi menjaga kemaslahatan dan ketenteraman dalam berumah tangga. 

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

» Terima Kasih sudah membaca : Ketika Suami Tidak di Rumah Ada Tamu Lelaki Yang Datang, Bagaimana Aturannya Dalam Islam? | jika artikel ini bermanfaat yuk di like dan sebarkan :)


KOTAK KOMENTAR


ARTIKEL TERKAIT


" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Daftar Artikel Populer

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Youtube Channel - Pinterest - Thumbler
Back to Top