Memerdekakan Manusia, Adalah Misi Para Rasul

Daftar Artikel Terbaru
close
Daftar Artikel Populer


http://3.bp.blogspot.com/-FswbF9fiNsI/UdI4r_4Y7fI/AAAAAAAAAcE/3f3z0eXZjPk/s300/nabi-dan-rasul.jpg

KEMERDEKAAN adalah hak segala bangsa. Kata ini tidak akan pernah hilang dari ingatan kita. Ya, karena kita butuh untuk merdeka. Kita tak bisa terus berada dalam tekanan orang-orang yang tidak memiliki hati terhadap kebebasan orang lain. Maka, untuk mewujudkan itu, pejuang-pejuang Indonesia di masa lalu, terus berusaha sekuat tenaga untuk menggapai kemerdekaan. Alhasil, kini kita merasakan wujud merdeka itu.

Hal inilah yang juga dilakukan oleh para pelopor penting umat Islam. Merekalah para Rasul pilihan Allah yang bertugas memberitahukan tentang suatu kebenaran. Mereka memiliki misi memerdekakan manusia. Dari apa?

Ayat 16 surat An-Nahl menjelaskan, Allah SWT mengutus pada setiap umat seorang rasul, sejak zaman Nabi Nuh AS sampai Nabi Muhammad ﷺ, untuk menjalankan misi suci. Yaitu, memerdekakan semua umat manusia dari penyembahan kepada selain Allah menuju penyembahan kepada Allah semata.

Hal ini dipertegas oleh banyak ayat dalam Al-Quran. Di antaranya Allah berfirman, “Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum engkau (Muhammad), melainkan Kami wahyukan kepadanya, ‘Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Aku.’ Maka sembahlah Aku,” (QS. Al-Anbiyaa’ [21]: 25).

Maka, Nabi Nuh AS mengatakan kepada kaumnya, “Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat),” (QS. Al-A’raaf [7]: 59).

Sedangkan Nabi Hud AS yang diutus kepada kaum ‘Ad menyeru, “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain dari-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?” (QS. Al-A’raaf: 65).

Begitu pun yang dikatakan Nabi Shalih AS kepada kaumnya, Tsamud, dalam QS. Al-A’raaf: 73. Juga yang diserukan Nabi Syu’aib kepada kaumnya, penduduk Madyan (QS. Al-A’raaf: 85).

Hal ini menunjukkan bahwa Din (agama) para rasul itu satu. Dan adanya Wihadatu Risalaatir Rusul (kesatuan visi dan misi para rasul), yaitu menjadikan umat manusia merdeka dari penyembahan kepada selain Allah dan hanya menyeru untuk menyembah Allah semata.



http://4.bp.blogspot.com/-CBGKF772vSo/U6mzNCGDG4I/AAAAAAAAKMQ/ECZNV01EWGM/s1600/Beautiful-Sunset-Wallpaper-HD-1920x1080.jpg

Karena itu, menurut Ibnu Katsir, bagaimana bisa orang-orang musyrik itu mengatakan, “Jika Allah menghendaki, niscaya kami tidak akan menyembah sesuatu apa pun selain Dia,” (QS. An Nahl: 35).

Sesungguhnya Masyi’ah Syar’iyyah (kehendak Allah yang bersifat syar’i) untuk kufur itu telah ternafikan dengan sendirinya. Sehingga tidak bisa mereka menisbatkan kemusyrikannya kepada kehendak Allah, karena hal itu bukanlah keinginan-Nya. Sebab, Allah Ta’ala telah melarang umat manusia untuk kufur melalui lisan para Rasul-Nya.

SementaraMasyi’ah Kauniyyah (kehendak Allah yang bersifat kauni), yaitu takdir (ketentuan) Allah atas kekufuran sebagian umat manusia adalah sesuai dengan pilihan mereka sendiri. Sehingga hal ini tidak bisa dijadikan hujjah (argumentasi) atas kekufuran mereka. Sebab, Allah telah menciptakan api neraka dan penghuninya adalah setan-setan dan orang-orang kafir. Allah sendiri tidak ridha hamba-hamba-Nya menjadi kufur. Maka, ini telah menjadi hujjah yang kuat bagi-Nya (lihat: Tafsir Ibnu Katsir III/212).

Jadi, jika kini Anda berada dalam kesesatan, jangan pernah salahkan siapapun. Sebab, itu adalah pilihan Anda sendiri. Sedang, para rasul sudah memberitahukan jalan kebenaran pada Anda.

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

» Terima Kasih sudah membaca : Memerdekakan Manusia, Adalah Misi Para Rasul | jika artikel ini bermanfaat yuk di like dan sebarkan :)


KOTAK KOMENTAR


ARTIKEL TERKAIT


" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Daftar Artikel Populer

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Youtube Channel - Pinterest - Thumbler
Back to Top