Mental Baja Seorang Penuntut Ilmu, Tak Kapok Walaupun Dikatakan sebagai Anjing

Daftar Artikel Terbaru
close
Daftar Artikel Populer

Mental Penuntut Ilmu, Tak Kapok Dikatakan sebagai Anjing

AL HAFIDZ AS SILAFI pada awalnya mencari ilmu tinggal di Asbahan, kemudian melakukan perjalanan ke Baghdad pada bulan Ramadhan.

Pada bulan Syawal di hari ke empat, As Silafi mendatangi Ibnu Al Bathir, seorang ulama hadits.

Ibnu Al Bathir sendiri merupakan ulama yang amat “ketat”. As Silafi pun menyatakan,”Saya datang dari Asbahan untuk menemui Anda.”

Akhirnya Ibnu Al Bathir memerintahkan As Silafi untuk membaca. As Silafi pun membaca dengan terpaksa bersandar, disebabkan karena adanya beberapa bisul di tubuhnya. Sedangkan bagi penuntut ilmu, bertelekan saat berhadapan dengan guru adalah bantuk adab yang buruk.


http://4.bp.blogspot.com/-Nm-YOia8Jlw/UHTQgXA9uSI/AAAAAAAAACM/SIKfGJkdVYY/s1600/ilmu+agama.jpeg

Ibnu Al Bathir pun berkata,”Lihatlah anjing ini.” As Silafi pun meminta maaf dan menjelaskan bahwa ia duduk bertelekan dikerenakan bisul. As Silafi pun menangis karena kata-kata gurunya tersebut. Namun ia tetap membaca 17 hadits, lalu pergi ke luar.

Dan selanjutnya As Silafi kembali lagi kepada Ibnu Al Bathir lalu membaca dihadapannya hingga 25 juz. (Thabaqat Asy Syafi’iyah Al Kubra, 6/34)
Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

» Terima Kasih sudah membaca : Mental Baja Seorang Penuntut Ilmu, Tak Kapok Walaupun Dikatakan sebagai Anjing | jika artikel ini bermanfaat yuk di like dan sebarkan :)


KOTAK KOMENTAR


ARTIKEL TERKAIT


" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Daftar Artikel Populer

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Youtube Channel - Pinterest - Thumbler
Back to Top