Perkuat Aqidah Dengan Menuntut Ilmu, Jangan Percaya Nabi Palsu

Daftar Artikel Terbaru
close
Daftar Artikel Populer

https://2.bp.blogspot.com/-4CoOYytRkGM/V5-kBD_qDOI/AAAAAAAACDY/itu1sXlT9tYwtQBjPxokoNYPaFIKVHt8wCLcB/s1600/Islam.jpg

SEPENINGGAL Rasulullah ﷺ, kini banyak orang yang mengakui dirinya sebagai nabi setelahnya. Padahal, kita ketahui bahwa Rasulullah ﷺ nabi terakhir hingga akhir zaman. Jadi, mana mungkin akan ada nabi lagi setelahnya? Jika memang ada, maka kita bisa menganggapnya sebagai nabi palsu. Ya, nabi palsu, orang yang mengada-ada bahwa dirinya adalah nabi.

Oleh sebab itu, perlu bagi kita untuk berhati-hati. Mengapa? Sebab, nabi palsu bisa saja meluluhkan hati kita untuk mempercayai dirinya. Sehingga, kita mengikuti apa yang ia ajarkan. Tapi, bagaimana cara kita berhati-hati?

Satu-satunya cara yang bisa kita lakukan ialah memperkuat aqidah. Apa itu aqidah?

Menurut bahasa, kata aqidah berasal dari bahasa Arab yaitu [عَقَدَ-يَعْقِدُ-عَقْدً] artinya adalah mengikat atau mengadakan perjanjian. Sedangkan aqidah menurut istilah adalah urusan-urusan yang harus dibenarkan oleh hati dan diterima dengan rasa puas serta terhujam kuat dalam lubuk jiwa yang tidak dapat digoncangkan oleh badai subhat (keragu-raguan).

Dalam definisi yang lain disebutkan bahwa aqidah adalah sesuatu yang mengharapkan hati membenarkannya. Yang membuat jiwa tenang tentram kepadanya. Dan yang menjadi kepercayaan yang bersih dari kebimbangan dan keraguan.

Berdasarkan pengertian-pengertian tersebut dapat kita ketauhi bahwa aqidah adalah dasar-dasar pokok kepercayaan atau keyakinan hati seorang muslim yang bersumber dari ajaran Islam. Yang wajib dipegangi oleh setiap muslim sebagai sumber keyakinan yang mengikat.


https://4.bp.blogspot.com/-mKlCiM6nr-Q/V6mkK678faI/AAAAAAABGx0/39bg5nJdbUA_R1SvHClUNuovYK2MJ4ZUgCLcB/s640/7085.jpg

Hal itulah yang perlu diperkuat dalam diri kita. Dengan memperkuat aqidah, maka kita akan terhindar dari mempercayai adanya ajaran baru yang belum diketahui kebenarannya. Maka, iman kita tidak akan tergoyahkan dan tetap terjada kekuatannya.

Kita harus selalu tetap berpegang teguh pada Al-Quran dan As-Sunnah. Karena itu adalah pedoman yang paling bisa dipercaya kebenarannya. Jika di antara keduanya tidak ditemukan suatu pemecahan masalah, maka kita bisa mengambilnya dari kesepatan para ulama terkemuka yang sudah bisa dipercaya kebenarannya.

Selain dari ketiganya, maka kita perlu berhati-hati. Kita harus lebih teliti, terutama dalam menyangkut suatu keimanan. Jangan sampai, kita salah melangkah hanya karena mempercayai perkataan orang yang salah. Salah satunya orang yang mengaku sebagai nabi. Aqidah atau kepercayaan kita sudah berkata bahwa tidak ada nabi lagi selain Nabi Muhammad ﷺ. Maka, jika ada lagi yang mengaku, sudah dapat dipastikan bahwa ia adalah nabi palsu.


Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

» Terima Kasih sudah membaca : Perkuat Aqidah Dengan Menuntut Ilmu, Jangan Percaya Nabi Palsu | jika artikel ini bermanfaat yuk di like dan sebarkan :)


KOTAK KOMENTAR


ARTIKEL TERKAIT


" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Daftar Artikel Populer

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Youtube Channel - Pinterest - Thumbler
Back to Top