Tolak Kebenaran Yang Datang, Terancam Kekal di Dalam Neraka

Daftar Artikel Terbaru
close
Daftar Artikel Populer

http://1.bp.blogspot.com/_5iIwvTs0RVE/TMWO1kh1BbI/AAAAAAAAAgA/QQ1b4xYdIO4/s320/neraka.jpg

SETIAP manusia pasti pernah berbuat kesalahan. Dan sudah menjadi kewajiban bagi setiap muslim untuk mengingatkan saudaranya yang berbuat salah. Sebab, Allah SWT menganjurkan kepada kita untuk berbuat amar makruf dan nahi munkar. Di mana kita harus selalu menyebarkan kebaikan dan mencegah dari kemungkaran.

Dalam memberitahu dan memperingati kesalahan pada orang lain, terkadang respon yang akan kita terima itu berbeda-beda. Ada yang bisa menerima, ada pula yang menolak.

Jika Anda, sebagai orang yang diperingati bersikap menolak terhadap kebenaran, maka sungguh Anda akan merasakan penyesalan. Mengapa? Setiap orang yang menolak kebenaran maka dia telah sombong disebabkan penolakannya tersebut.

Orang yang sombong terhadap ajaran Rasul secara keseluruhan maka dia telah keluar dari Islam dan akan kekal di neraka. Ketika datang kebenaran yang dibawa oleh Rasul dan dikuatkan dengan ayat dan burhan, dia bersikap sombong dan hatinya menentang sehingga dia menolak kebenaran tersebut.

Hal seperti ini yang Allah terangkan dalam firman-Nya, “Sesungguhnya orang-orang yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai pada mereka tidak ada dalam dada mereka melainkan hanyalah (keinginan akan) kesombongan yang mereka sekali-kali tiada akan mencapainya, maka mintalah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat,” (QS. Ghafir: 56).

http://3.bp.blogspot.com/-osURSHNNL0w/VmqHwNacprI/AAAAAAAAAj4/AY0xeLOYpnQ/s1600/Empat%2BPerkara%2Byang%2BLebih%2BMenyakitkan%2BDaripada%2BNeraka.jpg

Adapun orang yang sombong dengan menolak sebagian kebenaran yang tidak sesuai dengan hawa nafsu dan akalnya –tidak termasuk kekafiran- maka dia berhak mendapat hukuman (adzab) karena sifat sombongnya tersebut. Maka, wajib bagi para penuntut ilmu untuk memiliki tekad yang kuat mendahulukan perkataan Rasul ﷺ di atas perkataan siapa pun. Karena pokok kebenaran adalah kembali kepadanya dan pondasi kebenaran dibangun di atasnya, yakni dengan petunjuk Nabi ﷺ. Kita berusaha untuk mengetahui maksudnya, dan mengikutinya secara lahir dan batin. (Lihat Bahjatu Qulubil Abrar, hal 194-195, Syaikh Nashir as Sa’di, cet Daarul Kutub ‘Ilmiyah)

Sikap seorang muslim terhadap setiap kebenaran adalah menerimanya secara penuh. Sebagaimana firman Allah ‘Azza wa Jalla, “Dan tidaklah patut bagi mukmin laki-laki dan mukmin perempuan, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka,” (QS. Al-Ahzab: 36).

Allah juga berfirman, “Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya,” (QS. An-Nisaa’: 65).

Maka, jika kita tidak ingin menyesal di kemudian hari, jangan jadikan diri kita sebagai orang yang sombong. Apalagi sombong dalam hal kebenaran dengan menolaknya. Sudah menjadi keharusan bagi kita dalam menerima kebenaran. Terutama terhadap apa yang disampaikan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya. Sebab, hal itu merupakan suatu kebaikan bagi kita dalam menentukan jalan kebenaran demi kemaslahatan.

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

» Terima Kasih sudah membaca : Tolak Kebenaran Yang Datang, Terancam Kekal di Dalam Neraka | jika artikel ini bermanfaat yuk di like dan sebarkan :)


KOTAK KOMENTAR


ARTIKEL TERKAIT


" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Daftar Artikel Populer

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Youtube Channel - Pinterest - Thumbler
Back to Top