Tuduh Ormas Islam, Ternyata Perusak Patung Yesus dan Bunda Maria Itu Anak Penjaga Gereja

Daftar Artikel Terbaru
close
Daftar Artikel Populer

Patung Bunda Maria dan Yesus Dirusak dan Dibuang ke Sungai


KLATEN (netralitas.com) – Patung Bunda Maria dan Yesus Kristus yang berada di dalam Gereja Santo Yusuf Pekerja Gondangwinangun, Klaten dirusak dan dibuang ke sungai oleh orang-orang tak dikenal. Peristiwa itu terjadi pada Selasa (9/8) antara pukul 13.00-15.00 WIB .


“Telah terjadi peristiwa perusakan di Gereja Katolik Santo Yusuf Pekerja Gondangwinangun. Patung Yesus dipecah dan Patung Bunda Maria dibuang ke sungai,” kata Pengurus Komsos (Komunikasi Sosial) Gereja Katolik Santo Yusuf Pekerja Gondangwinangun, Iwan Purwoko kepada netralitas.com.
Gereja Katolik ini terletak di Dusun Minggiran, Plawikan, Jogonalan, Klaten Jawa Tengah. Samping Gereja adalah sebuah sungai yang cukup besar dimana hulu sungai berada di Gunung Merapi.
Ia menyatakan belum bisa dijelaskan motif pelaku perusakan patung Yesus dan Bunda Maria. Pihak Gereja sedang menyelidiki kejadian tersebut dan memintra semua umat supaya tenang. Perusakan simbol-simbol agama Katolik ini telah diserahkan kepada pihak yang berwajib.
Sementara itu seorang warga sekitar Gereja Santo Yusuf Pekerja yang enggan disebut namanya, menyatakan perusakan ini diduga dilakukan kelompok-kelompok radikal yang ingin memicu konflik SARA. “Kejadiannya siang hari ini menunjukkan kelompok radikal ini secara terang-terangan ingin memancing kemarahan dan konflik,” kata warga yang tinggal tidak jauh dari gereja tersebut kepada netralitas.com.
Ia menyatakan aksi-aksi ini berkait dengan rentetan peristiwa lain yakni ketidakpuasan pada pembangunan tempat peristirahatan Griya Samadi milik Romo Gregorius Utomo yang berada di Desa Rejoso, Jogonalan Klaten yang segera akan diputuskan oleh Pemda Klaten. Rumah milik Romo Utomo yang sudah puluhan tahun dipakai untuk berbagai kegiatan, berdiri cukup lama di atas lahan 3800 m² di tengah kampung desa Rejoso, Jogonalan, Klaten sampai saat ini masih disegel satpol PP. Griya Samadi ini lokasinya tidak jauh dari Gereja Katolik Santo Yusuf Pekerja Gondangwinangun.
“Ini (rumah Romo Gregorius Utomo) sebentar lagi akan diputuskan oleh Pemda Klaten. Dari dulu itu memang rumah pribadi milik Romo. Tapi oleh kelompok-kelompok radikal Islam dituduh sebagai gereja liar,” kata sumber tersebut. Kelompok-kelompok radikal ini terus melakukan ancaman, melakukan demo di Pemda Klaten dan mereka siap berjihad untuk menggagalkan pembangunan rumah pribadi yang dituding sebagai gereja liar.
Seperti diketahui sejumlah ormas Islam seperti Front Pembela Islam (FPI), Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Forum Komunikasi Aktivis Masjid (FKAM), Kokam Muhammadiyah dan Jamaah Anshor Taudhid (JAT) mendesak Pemda Klaten menolak pembangunan rumah pribadi milik Romo Gregorius Utomo. Ormas-ormas Islam itu memprotes pembangunan tambahan kamar di samping rumah Joglo yang sudah ada. Mereka juga mengancam akan merobohkan secara paksa jika rumah pribadi Romo Utomo digunakan untuk sembayang.



Sempat Menuduh Ormas Islam, Ternyata Perusak Patung Yesus dan Bunda Maria Itu Anak Penjaga Gereja


Tudingan beberapa pihak yang mengarah kepada Ormas Islam sebagai pelaku perusakan patung Yesus dan bunda Maria akhirnya terbantahkan, temuan pihak kepolisian mengungkap bahwa pelaku ternyata bagian dari gereja itu sendiri.
Polres Klaten akhirnya berhasil melacak pelaku perusakan patung patung Yesus dan bunda Maria di Gereja Katolik Santo Yusuf Pekerja di Gondangwinangun, Klaten. Pelaku adalah anak koster atau penjaga gereja tersebut. Alasanya karena pelaku jengkel karena dimarahi ibunya, lalu melampiaskan kemarahannya pada kedua patung tersebut.
Tersangka pelaku adalah Ignatius Rendi Relianto, 21 tahun, anak dari Marsono yang bekerja sebagai koster atau penjaga di gereja tersebut.
Kami masih mendalami kasus ini. Untuk sementara sesuai pengakuannya Rendi adalah pelaku tunggal. Hingga sat ini kami sudah memeriksa 20 saksi untuk mengkonfirmasi keterangan tersangka. Aksi Rendi dalam perusakan juga diperkuat dengan rekaman CCTV yang merekam saat dia merobohkan kedua patung,” Ujar Kapolres Klaten, AKBP Faizal, seperti dilansir detik.com, Rabu (17/8/2016).
Ignatius mengaku perbuatanya kepada pihak polisi bahwa dirinyalah yang merusak patung Yesus dan Bunda Maria karena jengkel dimarahi ibunya. Sebelum kejadian, Ignatius disuruh ibunya untuk membersihkan rumah, padahal saat itu Ignatius sedang merasa kurang enak badan.
Karena Ignatius tidak segera melakukan, ibunya menjadi marah. Jengkel karena dimarahi ibunya, Ignatius kemudian melampiaskan kemarahan pada dua patung di dalam gereja. Dia mendorong kedua patung hingga jatuh. Bahkan terhadap patung Bunda Maria, dia kemudian melemparkannya ke sungai.

Patung Bunda Maria yang Dilempar ke Sungai [foto:sesawi.net]

Tersangka melanggar Pasal 406 KUHP tentang pengrusakan dengan ancaman hukuman penjara 2 tahun 8 bulan. Ancaman hukumannya kurang dari 5 tahun sehingga tersangka tidak ditahan, hanya wajib lapor sampai kasusnya disidangkan,” lanjut Faizal.
Sebelum polisi membongkar kasus ini, pihak gereja melalui Pastor Kepala Paroki Romo Sukawalyana Pr sempat membantah informasi yang beredar bahwa pelaku perusakan merupakan anak koster gereja dan menganggap info tersebut adalah hoax.
Dalam pemberitaan media online netralitas.com, juga secara jelas disebutkan bahwa tuduhan perusakan patung Yesus dan Bunda Maria dialamatkan kepada ormas Islam dengan sebutan kelompok radikal. “perusakan ini diduga dilakukan kelompok-kelompok radikal yang ingin memicu konflik SARA” menurut pengakuan warga sekitar Gereja Santo Yusuf Klaten. [islamedia/az]

Perusak Patung di Gereja Klaten Ditangkap, Motifnya Melampiaskan Kemarahan



 Polres Klaten berhasil melacak pelaku perusakan patung Bunda Maria dan patung Yesus di Gereja Katolik Santo Yusuf Pekerja di Gondangwinangun, Klaten. Pelaku adalah anak koster atau penjaga gereja tersebut. Dia jengkel karena dimarahi ibunya, lalu melampiaskan kemarahannya pada kedua patung tersebut.

Tersangka pelaku adalah Ignatius Rendi Relianto, 21 tahun, anak dari Marsono yang bekerja sebagai koster atau penjaga di gereja tersebut.

"Kami masih mendalami kasus ini. Untuk sementara sesuai pengakuannya Rendi adalah pelaku tunggal. Hingga sat ini kami sudah memeriksa 20 saksi untuk mengkonfirmasi keterangan tersangka. Aksi Rendi dalam perusakan juga diperkuat dengan rekaman CCTV yang merekam saat dia merobohkan kedua patung," kata Kapolres Klaten, AKBP Faizal, Rabu (17/8/2016).

Kepada polisi, lanjut Faizal, Rendi mengaku merusak patung Yesus dan Bunda Maria karena jengkel dimarahi ibunya. Sebelum kejadian, Rendi disuruh ibunya untuk membersihkan rumah, padahal saat itu Rendi sedang merasa kurang enak badan.


Karena Rendi tidak segera melakukan, ibunya menjadi marah. Jengkel karena dimarahi ibunya, Rendi lalu melampiaskan kemarahan pada dua patung di dalam gereja. Dia mendorong kedua patung hingga jatuh. Bahkan terhadap patung Bunda Maria, dia kemudian melemparkannya ke sungai.

"Tersangka melanggar Pasal 406 KUHP tentang pengrusakan dengan ancaman hukuman penjara 2 tahun 8 bulan. Ancaman hukumannya kurang dari 5 tahun sehingga tersangka tidak ditahan, hanya wajib lapor sampai kasusnya disidangkan," lanjut Faizal. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Polres Klaten, Jawa Tengah, mendalami sebuah laporan tentang perusakan dua buah patung di dalam Gereja Katolik Santo Yusuf Pekerja di Gondangwinangun, Klaten, pada 9 Agustus lalu. Dua buah patung itu adalah patung Bunda Maria dan patung Yesus. Bahkan patung Bunda Maria ditemukan telah berada di sungai, tak jauh dari gereja. 

(mbr/try)


Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

» Terima Kasih sudah membaca : Tuduh Ormas Islam, Ternyata Perusak Patung Yesus dan Bunda Maria Itu Anak Penjaga Gereja | jika artikel ini bermanfaat yuk di like dan sebarkan :)


KOTAK KOMENTAR


ARTIKEL TERKAIT


" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Daftar Artikel Populer

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Youtube Channel - Pinterest - Thumbler
Back to Top