Waspadai Terhadap Bujukan Haji Non Kuota, Ini Dia Resikonya

Daftar Artikel Terbaru
close
Daftar Artikel Populer




Lengkap sudah pengumuman nama-nama calon jamaah haji (CJH) kuota pemberangkatan musim 2016. Kementerian Agama (Kemenag) telah melansir daftar nama CJH berhak melunasi BPIH untuk kelompok haji reguler dan khusus.

Masyarakat yang tidak masuk kuota diminta tidak coba-coba mengambil risiko berhaji nonkuota.

Imbauan itu disampaikan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Abdul Jamil. Dia mengatakan, risiko terbesar masuk gelombang haji nonkuota adalah menjadi korban penipuan.

”Dulu namanya haji tanah abang. Karena menjelang keberangkatan nyangkut di Jakarta karena menjadi korban penipuan,” terangnya kemarin.

Jamil mengatakan, banyak sekali modus operandi yang menawarkan haji nonkuota. Di antaranya adalah iming-iming bisa memberangkatkan haji melalui negara lain.

Misalnya, dari Yaman atau negara-negara dengan penduduk muslim kecil seperti Filipina.

Menurut Jamil, masyarakat harus menyadari bahwa berhaji adalah ibadah yang penting. Apalagi menjadi salah satu rukun Islam.

Dengan demikian, dia berharap masyarakat fair dengan mengikuti regulasi pemerintah. ”Tidak perlu melakukan siasat-siasat untuk bisa berhaji,” jelasnya.

http://assets.kompas.com/data/photo/2016/08/20/1728147Indonesia1780x390.jpg

Mantan rektor IAIN Walisongo Semarang itu menuturkan, antrean haji saat ini memang panjang. Terlebih untuk kelompok haji reguler. Dia mengatakan, masyarakat harus mengikuti regulasi antrean jamaah haji yang sudah ditetapkan pemerintah.

Selain berpotensi merugikan diri sendiri karena menjadi objek penipuan, jamaah haji nonkuota kerap merugikan panitia haji resmi ketika berhasil masuk Makkah.

Di antaranya, mereka tidak memiliki kejelasan hotel, katering, dan transportasi yang menghubungkan Makkah, Madinah, dan Jeddah. Ketika masa wukuf, jamaah haji nonkuota juga tidak memiliki tenda untuk bermalam.

Sekjen Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Budi Firmansyah mengatakan, penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK) sering dicatut ketika terjadi penipuan berkedok haji nonkuota.

”Padahal, ketika kami mengambil SK (surat keputusan) izin di Kemenag, ada MoU tidak memberangkatkan jamaah di luar kuota pe­merintah,” terangnya.

Sayang, di lapangan sering nama PIHK dicatut oleh penipuan haji nonkuota. Dia mengatakan, jamaah haji nonkuota kerap dijanjikan diberangkatkan pada 4-5 Zulhijah.

Tetapi, akhirnya langkah mereka terhenti ketika masih di tanah air karena telah tertipu.

Menurut dia, banyak sekali iming-iming bisa berhaji di luar kuota pemerintah. Selain menggunakan kuota haji negara lain, ada tawaran berangkat dengan visa bisnis, kerja, atau ziarah selain haji.

”Perlu masyarakat ketahui, sekarang pemeriksaan di sejumlah checkpoint menuju Makkah dan Madinah ketat sekali,” ujarnya.

Dia mendukung kampanye mewaspadai penipuan haji nonkuota yang digencarkan Kemenag. Dia mengatakan, antrean haji memang menjadi pemicu iming-iming haji nonkuota.

”Untuk haji khusus saja, antrenya sudah tujuh tahun,” katanya.

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

» Terima Kasih sudah membaca : Waspadai Terhadap Bujukan Haji Non Kuota, Ini Dia Resikonya | jika artikel ini bermanfaat yuk di like dan sebarkan :)


KOTAK KOMENTAR


ARTIKEL TERKAIT


" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Daftar Artikel Populer

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Youtube Channel - Pinterest - Thumbler
Back to Top