Yahudi Bangsa Penjajah, Tolak Keberadaannya di Indonesia

Daftar Artikel Terbaru
close
Daftar Artikel Populer
 Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor bidang kerukunan beragama Ustaz Iyus Khaerunnas menjelaskan bahwa agama Yahudi dalam tinjauan sosiologis diakui keberadaannya oleh masyarakat internasional.
 
"Secara sosiologis, keragaman agama sebagai bagian dari kehidupan masyarakat memang alamiah tidak bisa dipaksa untuk menjadi mono agama, dan Alquran pun mengakui adanya agama Yahudi dan Nasrani, meski dalam keyakinan kita bahwa Yahudi adalah agama penyimpangan dari ajaran Nabi Musa, begitu juga Nasrani penyimpangannya dari ajaran Nabi Isa. Kita hormati sebatas sosiologis saja, namun secara ideologis kita tolak," ujarnya kepada Suara Islam Online, Selasa (9/8/2016).


 
Terkait dengan pengakuan pemerintah Indonesia terhadap Yahudi, Ustaz Iyus berpendapat agar ditolak saja karena saat ini bangsa Yahudi lebih dikenal sebagai bangsa penjajah. "Agama Yahudi telah berubah menjadi zionis, sebuah gerakan politik menguasai dunia khususnya Al-Quds. Ini yang harus kita lawan," jelasnya.
 
Jadi, menurutnya pemerintah harus menolak dengan tinjauan ideologis karena selain selama ini tidak ada hubungan diplomatik, terlebih lagi dengan kejahatan mereka terhadap warga Palestina dan dunia Islam lainnya.
 
Sebelumnya, pemerintah mengakui keberadaan agama Yahudi atau Yudaisme di Indonesia. Namun, pemeluk agama itu tidak akan mendapatkan pelayanan dari negara, seperti yang diperoleh penganut Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu.
 
"Pemerintah tidak hanya mengakui enam agama, tetapi juga agama-agama yang lain. Yang lain itu, seperti Yudaisme, dibiarkan apa adanya," ujar Ferimeldi, Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama, dikutip CNNIndonesia.com, Rabu (3/8).
 
red: adhila

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

» Terima Kasih sudah membaca : Yahudi Bangsa Penjajah, Tolak Keberadaannya di Indonesia | jika artikel ini bermanfaat yuk di like dan sebarkan :)


KOTAK KOMENTAR


ARTIKEL TERKAIT


" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Daftar Artikel Populer

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Youtube Channel - Pinterest - Thumbler
Back to Top