Ahmad Dhani: Saya Saja Artis Menolak, Masa Ada Ustadz Dukung Ahok?

Daftar Artikel Terbaru
close
Daftar Artikel Populer



Panglima Aliansi Masyarakat Jakarta Selatan (AMJAS) Ahmad Dhani, hadir dan menjadi pembicara tamu pada acara Majelis Taqarrub Ilallah / Temu Pembaca Suara Islam dan Relawan Gubernur Muslim untuk Jakarta (GMJ) di Masjid Baiturrahman, Jl. Dr. Sahardjo Nomor 100 Menteng Atas Jakarta Selatan, Ahad 28 Agustus 2016.
 
Di Aula Masjid Baiturrahman dan disaksikan oleh ratusan jama'ah, Ahmad Dhani menyatakan bahwa Pilgub DKI 2017 adalah pertarungan antara Pribumi Muslim melawan pihak Korporasi alias para pengusaha, yaitu Ahok. Maka itu wajib hukumnya umat Islam dan warga Jakarta untuk menolak Ahok.
 
Dhani mengatakan ia akan terus berusaha menggagalkan Ahok supaya tidak bisa ikut dalam Pilgub DKI. Ia menginginkan seluruh Cagub yang bertarung dalam Pilgub DKI 2017 adalah umat Islam.
 
Baginya, ini semua adalah demi kemaslahatan, kepentingan dan keamanan bersama warga Jakarta, karena Ahok sendiri memang sudah ditolak dimana-mana di Jakarta dan kehadirannya sering memancing keributan dan pengusiran.
 
Apakah hasil perjuangannya berhasil atau tidak, Dhani mengaku ia tidak menghiraukannya. Karena baginya yang penting adalah ia telah melakukannya dengan sebaik mungkin.
 
Selain itu Dhani juga meminta umat Islam untuk mewaspadai bahaya kebangkitan komunis, yang marak terlihat setelah berkuasanya rezim Jokowi. Dhani mengaku ia kini baru benar-benar percaya bahwa kebangkitan komunis di Indonesia itu nyata, yaitu di era Jokowi.
 
Dedengkot group band Dewa 19 ini menyatakan bahwa selama puluhan tahun karirnya di dunia musik, ia baru menyadari ternyata ia tak pernah masuk dalam pemberitaan media Kompas atau Tempo. Ia seperti diblack-list oleh media-media tersebut.
 
Ia menyatakan bahwa media-media tersebut sejak dulu tak mau ia bisa dekat dengan FPI, serta ormas seperti FBR dan lain-lain. Ada grand design yang menginginkan ia tidak dekat dengan kelompok Islam.
 
Dhani yakin, pihak-pihak tersebut meyakini bahwa apabila ia bisa dekat dengan ormas-ormas Islam maka hal itu akan dianggap membahayakan kepentingan pihak anti Islam.
 
Maka itu Dhani menduga fitnah-fitnah yang menerpanya selama ini banyak dibuat oleh pihak media yang membencinya. Termasuk fitnah yang menyatakan Dhani adalah agen Yahudi, bahkan gilanya lagi dikatakan Dhani adalah orang Yahudi.
 
Fitnah tersebut terlihat jelas dikemas secara rapi dan professional lalu disebarkan di Youtube. Karena itulah Dhani meyakini pembuatnya bukan orang awam namun orang yang menguasai dan memahami seluk beluk media.
 
Saking bagus dan rapinya video fitnah tersebut, Dhani menyatakan kalangan awam yang tidak mengenal dengan baik dirinya pasti mudah untuk terkena tipu daya fitnah tersebut.
 
Menanggapi tuduhan tersebut, Dhani secara tegas menyatakan bahwa dari garis keturunan kedua orang tuanya dan para leluhurnya, tidak sedikitpun ada darah Yahudi.
Secara berseloroh Dhani mengatakan bahwa orang Yahudi secara rasial itu sangat berbeda dengannya, jadi tak mungkin orang Yahudi memiliki wajah seperti dirinya atau Jamran ketua Aliansi Masyarakat Jakarta Utara (AMJU).
 
KH. Muhammad Al Khaththath kemudian menimpali pernyataan Ahmad Dhani itu dengan ucapan, "masa' orang Yahudi namanya Ahmad?", yang kemudian disambut dengan gelak tawa oleh para peserta.
 
Dhani menyatakan bahwa ia sangat meyakini segala fitnah-fitnah yang selama ini dibuat tujuannya adalah untuk menjauhkan dirinya dengan Islam.
 
Padahal almarhum ayah Dhani, Eddy Abdul Manaf semasa hidupnya adalah Ketua Perti, sebuah Partai Islam yang singkatan namanya adalah Persatuan Tarbiyah Islamiyah, dan pernah menjadi anggota DPR. Sedangkan almarhum kakek Dhani adalah tentara Angkatan Darat.
 
Dhani menyatakan rasa syukurnya akhirnya kini ia bisa berdekatan dengan umat Islam, bisa duduk bersama dengan FPI dan kelompok-kelompok Islam lainnya dan berjuang bersama melawan Ahok penguasa dzallim.
 
Berkaitan dengan kepemimpinan, Dhani menyatakan bahwa ia tak bisa menemukan tafsir dalam Al-Qur'an dalam soal memilih pemimpin, selain umat Islam diharuskan untuk memilih pemimpin Islam. Umat Islam harus dipimpin oleh umat Islam, demikian pernyataan tegas yang dikeluarkan oleh artis kondang ini.
 
Namun ia mengaku sedih karena masih ada umat Islam yang tidak mampu menafsirkan perintah Allah dalam Al-Qur'an soal memilih pemimpin tersebut, termasuk sebagian kecil diantaranya berasal dari kalangan NU yang ia kenal dengan baik. Namun alhamdulillah sebagian besar dari mereka kini sudah memahami, demikian kata Ahmad Dhani.
 
Sempat ia singgung pula tentang Wiranto Ketua Umum Partai Hanura. Dhani menyatakan keheranannya bagaimana mungkin Wiranto yang seorang Jendral bintang empat mau-maunya jadi suruhannya Jokowi, apalagi kemudian Wiranto kini mendukung Ahok.
 
Dhani menyatakan bahwa ia akan menemui Wiranto untuk mengajaknya kembali ke jalan yang benar, yaitu berhenti mendukung Ahok dan menarik dukungan Hanura kepada Ahok. Karena Ahok dimajukan oleh Hanura sebagai Cagub DKI resikonya adalah sangat berbahaya bagi kepentingan bangsa, dan Wiranto pasti sudah menyadari hal itu.
 
Dan apabila Wiranto bersedia menarik dukungan kepada Ahok, maka Ahmad Dhani meyakini dan mendoakan Wiranto akan meninggal dalam keadaan khusnul khotimah.
 
Dhani menyatakan bahwa karirnya mungkin saja suatu saat mati, bisnisnya juga mungkin saja dimatikan oleh Cina-Cina. Tapi ia tidak rela umat Islam dipimpin oleh orang asing. Ketika Dhani mengucapkan hal ini, pekikan takbirpun berkumandang diteriakkan oleh para peserta di aula Masjid Baiturrahman.
 
Seusai acara Ahmad Dhani disambut hangat oleh para peserta yang ingin foto bersama dengannya. Ketika dimintai testimoni, Dhani mengeluarkan sebuah statement singkat namun mantap: "Saya aja yang artis menolak Ahok, masa' ada ustadz dukung Ahok, malu donk!?!"
 
sumber: gubernurmuslim

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

» Terima Kasih sudah membaca : Ahmad Dhani: Saya Saja Artis Menolak, Masa Ada Ustadz Dukung Ahok? | jika artikel ini bermanfaat yuk di like dan sebarkan :)


KOTAK KOMENTAR


ARTIKEL TERKAIT


" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Daftar Artikel Populer

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Youtube Channel - Pinterest - Thumbler
Back to Top