ASTAGFIRULLAH .. Pria Afrika Dicungkil Matanya untuk Perdukunan

Baca Juga 




Seorang pria berusia 19 tahun di negara bagianBauchi di utaraNigeria kehilangan kedua matanya, dicungkil oleh orang-orang yang ingin menggunakannya untuk tujuan ritual.
Hussain Emmanuel, korban yang kehilangan matanya, kini dirawat di rumah sakit di kota Bauchi.

Ia mengatakan serangan itu terjadi dua pekan lalu di desanya di kawasan terpencil Tafawa Balewa.

Ia mengatakan ia dibujuk oleh dua kenalannya di desa Marti untuk pergi ke sungai terdekat untuk berenang.

Hussain Emmanuel, seorang tukang reparasi sepeda motor, mengatakan salah seorang di antara dua lelaki itu menjanjikannya pekerjaan di Nigeria selatan.

Tetapi ketika mereka sampai di sungai, kedua orang itu menyerangnya, berusaha mencekiknya dengan rantai dan memukulnya hingga pingsan.

Ketika ia terbangun, ia tidak bisa melihat dan akhirnya berteriak-teriak sampai ia diselamatkan oleh beberapa orang pejalan kaki yang menemukan bahwa kedua matanya telah hilang.

Polisi mengatakan mereka sedang menyelidiki kasus ini, dan belum mengatakan motif kedua tersangka yang masih belum tertangkap.

Di beberapa bagian dunia, khususnya di Afrika, ritual atau upacara tradisional yang diduga digunakan untuk sihir, perdukunan atau untuk memperoleh kekuatan supranatural, masih terjadi.

Sebagian besar korban yang dianiaya bahkan dibunuh untuk diambil bagian tubuhnya, adalah anak-anak, namun korban dewasa pun bukan hal yang jarang.

(nwk/nwk)

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !
Daftar Artikel Terbaru Lainnya 



KOTAK KOMENTAR



" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

SHARE ARTIKEL INI 


Baca Artikel Menarik Lainnya 

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top