Bolehkah Daging Hewan Qurban Diperjual-Belikan?

Daftar Artikel Terbaru
close
Daftar Artikel Populer

http://2.bp.blogspot.com/-eeREwpf78TQ/UIudN-XL3-I/AAAAAAAABGs/FK8v4tHxH-Q/s1600/daging-kurban-_121027102038-837.jpg

ALLAH Subhanahu wa Ta’ala memperbolehkan kita untuk melakukan transaksi jual beli. Kita bisa saling memenuhi kebutuhan dengan adanya transaksi itu. Sebab, dengan adanya jual beli, kedua belah pihak, antara penjual dan pembeli bisa saling menguntungkan. Dan seorang penjual bisa menjual apa saja yang bermanfaat bagi orang lain, selagi tidak mengandung unsur keharaman di dalamnya.

Salah satu yang dijadikan bahan jualan oleh seseorang adalah bahan makanan. Salah satunya daging. Biasanya seseorang menjual daging kambing atau sapi, yang memang banyak diminati. Berhubung kali ini sudah mulai mendekati Idul Adha, dan stok daging pasti akan berlimpah, bolehkah seseorang menjual daging dari hewan yang diqurbankan?

Dikutip dari muslim.or.id, bahwa tidak diperbolehkan memperjual-belikan bagian hewan sembelihan, baik daging, kulit, kepala, teklek, bulu, tulang maupun bagian yang lainnya. Ali bin Abi Thalib Radhiallahu ‘Anhu mengatakan, “Rasulullah ﷺ memerintahkan aku untuk mengurusi penyembelihan unta qurbannya. Beliau juga memerintahkan saya untuk membagikan semua kulit tubuh serta kulit punggungnya. Dan saya tidak diperbolehkan memberikan bagian apapun darinya kepada tukang jagal,” (HR. Bukhari dan Muslim).

Bahkan terdapat ancaman keras dalam masalah ini. Sebagaimana hadis dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa yang menjual kulit hewan qurbannya maka ibadah qurbannya tidak ada nilainya,” (HR. Al-Hakim 2/390 dan Al-Baihaqi. Syaikh Al-Albani mengatakan hadis ini hasan).

http://assets-a2.kompasiana.com/statics/crawl/5564016f0423bdd04b8b4567.jpeg?t=o&v=760

Tetang haramnya pemilik hewan menjual kulit qurban merupakan pendapat mayoritas ulama, meskipun Imam Abu Hanifah menyelisihi mereka. Namun mengingat dalil yang sangat tegas dan jelas maka pendapat siapapun harus disingkirkan.

Ada hal-hal yang perlu kita perhatikan.

1. Termasuk memperjual-belikan bagian hewan qurban adalah menukar kulit atau kepala dengan daging atau menjual kulit untuk kemudian dibelikan kambing. Karena hakikat jual-beli adalah tukar-menukar meskipun dengan selain uang.

2. Transaksi jual-beli kulit hewan qurban yang belum dibagikan adalah transaksi yang tidak sah. Artinya penjual tidak boleh menerima uang hasil penjualan kulit dan pembeli tidak berhak menerima kulit yang dia beli. Hal ini sebagaimana perkataan Al-Baijuri, “Tidak sah jual beli (bagian dari hewan qurban) disamping transaksi ini adalah haram.” Beliau juga mengatakan, “Jual beli kulit hewan qurban juga tidak sah karena hadis yang diriwayatkan Hakim (baca: hadis di atas),” (Fiqh Syafi’i 2/311).

3. Bagi orang yang menerima kulit dibolehkan memanfaatkan kulit sesuai keinginannya. Baik dijual maupun untuk pemanfaatan lainnya, karena ini sudah menjadi haknya. Sedangkan menjual kulit yang dilarang adalah menjual kulit sebelum dibagikan (disedekahkan), baik yang dilakukan panitia maupun shohibul qurban. 

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !


» Terima Kasih sudah membaca : Bolehkah Daging Hewan Qurban Diperjual-Belikan? | jika artikel ini bermanfaat yuk di like dan sebarkan :)


KOTAK KOMENTAR


ARTIKEL TERKAIT


" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Daftar Artikel Populer

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Youtube Channel - Pinterest - Thumbler
Back to Top