Dari Obama sampai Paus, beraninya Duterte hina para pemimpin dunia

Daftar Artikel Terbaru
close
Daftar Artikel Populer
Dalam kampanye dan pidato setelah jadi presiden, Duterte kerap menyatakan dia akan menghabisi para pengedar dan pecandu narkoba di mana pun berada. Hingga kini sudah ribuan pengedar dan pecandu narkoba di Filipina tewas dibunuh aparat kepolisian.




Pria dijuluki Donald Trump dari Asia ini memang cukup terkenal karena gaya bicaranya yang ceplas-ceplos.

Pria 71 tahun itu juga tidak segan-segan mengejek para pemimpin dunia, seperti Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama.

Apa saja yang penghinaan yang pernah dilontarkan Duterte terhadap para pemimpin dunia? Simak ulasannya berikut ini:


1.
Presiden Filipina tolak bertemu Sekjen PBB Ban Ki Moon






 Presiden Filipina Rodrigo Duterte menolak permintaan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon dengannya pekan lalu.

Juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan pihaknya sudah menghubungi kantor kementerian luar negeri Filipina untuk membahas soal ini supaya bisa diluangkan kesempatan pada pertemuan ASEAN di Laos pekan ini.

Seorang juru bicara kementerian luar negeri di Manila mengatakan sudah ada sebelas kepala negara yang meminta bertemu dengan Duterte pada pertemuan ASEAN dan sembilan dari mereka disepakati.

Sebelumnya Duterte mengecam PBB karena menyoroti kebijakannya memerangi narkoba. Perintah Duterte kepada polisi memicu kekerasan - termasuk pembunuhan tanpa pengadilan skala besar - di seluruh negeri terhadap pelaku kejahatan narkoba.

Saat berpidato di Ibu Kota Manila, Rabu (17/8), Duterte meminta PBB tidak ikut campur urusan dalam negerinya. Dia mengklaim dipilih rakyat Filipina untuk bersikap keras pada pengedar narkoba, dan kini sedang memenuhi janji itu.

"Untuk apa sih PBB mengurusi republik ini? Yang terbunuh juga baru seribu orang tapi seakan-akan Filipina harus disudutkan," ujarnya ketika menghadiri seremoni Hari Jadi Kepolisian Filipina.

Duterte menebar ancaman pada pemantau Hak Asasi Manusia, maupun lembaga di bawah PBB, agar tidak mengusik tindakan pemerintah Filipina. Politikus 71 tahun ini menyatakan PBB bodoh lantaran meminta polisi menghormati hak asasi pengedar narkoba. "Jangan sampai ada investigasi (lembaga HAM) yang menempatkan kita seakan-akan penjahatnya," kata Duterte.

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon bulan lalu menyatakan perkembangan kekerasan di Filipina sangat mengkhawatirkan. Banyaknya orang-orang mati ditembak tanpa pengadilan merupakan preseden buruk bagi sebuah negara demokratis. "Tindakan semacam itu ilegal dan melanggar hak dasar setiap manusia," kata Ban.

Kecaman terhadap Filipina juga dilontarkan oleh Badan Anti-Narkoba PBB. Lembaga ini mendukung upaya perang terhadap narkoba, tapi tidak dengan cara menembak mati orang-orang yang belum diadili.

Diperkirakan selama tiga bulan terakhir sudah ada 1.054 orang yang tewas ditembak mati hanya karena dia diduga bandar. Nyaris semua pembunuhan 'bandar' dilakukan oleh satuan khusus kepolisian. Sekitar 400-an jasad dibunuh tanpa diketahui siapa pelakunya, mirip operasi Penembakan Misterius di Indonesia era Orde Baru.

Duterte sekaligus mengumumkan puluhan nama pejabat daerah maupun pusat yang dituduh membekingi bisnis narkoba. Belasan pejabat telah menyerahkan diri ke polisi, karena pemerintah pusat mengumumkan ancaman tembak di tempat apabila mereka nekat kabur.


2.
Duterte pernah sebut Paus anak pelacur




 Rodrigo Duterte seakan tak kehabisan momen kontroversial. Presiden baru Filipina yang pekan lalu memenangkan pemilihan umum itu dijadwalkan segera ke Vatikan untuk menemui Paus Fransiskus.

Duterte hendak meminta maaf karena pada masa kampanye pernah menyebut Paus anak seorang pelacur. Kendati demikian, belum jelas kapan Wali Kota Davao itu akan berangkat ke Vatikan.

"Pak Duterte, menang atau kalah dalam pemilu, sudah berjanji segera ke Vatikan untuk menjelaskan kata-katanya maksud ucapannya dulu kepada Sri Paus sekaligus mohon ampun," kata Peter Lavina, juru bicara Duterte seperti dilansir ABC News, Jumat (13/5).

Kalimat kasar Duterte terlontar dalam kampanye awal tahun ini. Dia mengomentari kedatangan Sri Paus ke Filipina pada 2015. Saat Paus datang, Duterte sedang di Manila terjebak macet panjang saat hendak pulang ke Davao.

"Butuh lima jam dari hotel ke bandara. Saya tanya ke sopir, siapa sih yang bikin macet. Dia bilang Paus datang. Rasanya kemudian saya ingin bilang ke Paus, 'heh, anak pelacur, pulanglah'," kata Duterte saat itu disambut tawa oleh ratusan pendukungnya.

Duterte dikenal sebagai politikus berangasan yang suka mengucapkan kata-kata kotor di depan publik, kendati diakui sebagai penganut Katolik taat. Petinggi gereja Filipina sempat marah pada ucapan Pria 71 tahun ini, namun popularitasnya tak terbendung.

Duterte populer bagi kalangan rakyat miskin Filipina. Dia dianggap bukan bagian elit politik lama negara mayoritas Katolik di Asia Tenggara itu. Bekas pengacara ini juga punya kebijakan khusus memberantas kriminalitas dengan tangan besi.

Hasil KPU Filipina menunjukkan Duterte meraup 5,89 juta suara, setara 39 persen suara nasional, jauh melebihi pesaing terdekatnya seperti Manuel Araneta Roxas atau senator Grace Poe. Duterte nantinya sesuai UU hanya boleh menjabat satu periode selama enam tahun.

Dalam jumpa pers setelah hitung cepat menyebutnya menang pemilu, Duterte berjanji tak lagi sembarangan bicara setelah menjabat sebagai presiden. "Saya siap mengubah sikap."


3.
Disebut dasar brengsek, Obama batalkan pertemuan dengan Duterte






Presiden Amerika Barack Obama membatalkan rencana pertemuan dengan Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Hal itu terjadi setelah Duterte menghina Obama dengan sebutan 'dasar brengsek'.

Duterte menyampaikan pernyataan kasar itu sesaat sebelum berangkat ke Laos untuk mengikuti KTT ASEAN yang juga dihadiri Obama. Latar belakang pernyataan Presiden Filipina yang kontroversial itu adalah adanya kemungkinan dirinya bakal ditanya oleh Obama soal kematian 2.400 orang di Filipina sejak dua bulan selama Duterte menjabat sebagai presiden.

"Anda seharusnya lebih menghormati. Tidak begitu saja melemparkan pertanyaan dan pernyataan. Dasar brengsek, saya akan mengutuk Anda di forum itu," kata Presiden Duterte merujuk pada Obama dalam sebuah konferensi pers sebelum berangkat ke Laos.

Pernyataan Duterte membuat Gedung Putih membatalkan rencana pertemuan dengan Obama. Padahal kedua presiden dijadwalkan akan bertemu sebelumnya.

"Presiden Obama tidak akan mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Duterte dari Filipina sore ini," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional Amerika Serikat, Ned Price seperti dikutip AFP, Selasa (6/9/2016).

Beberapa saat setelah Duterte meluncurkan penghinaan tersebut, Obama mengaku ragu bertemu dengan presiden Duterte. "Saya selalu ingin memastikan bahwa saya akan menghadiri pertemuan yang benar-benar produktif," kata Obama di sela pertemuan KTT G20 di Hangzhou, China, Senin.

Batal bertemu dengan Duterte, Obama dijadwalkan bakal bertemu dengan Presiden Korea Selatan Park Geun-hye. Pertemuan ini akan membahas tes rudal terbaru yang dilakukan Korea Utara.

4.
Duterte sebut dubes AS gay anak pelacur




Presiden Filipina Rodrigo Duterte kembali dikritik lantaran komentarnya terhadap Duta Besar Amerika Serikat untuk Filipina Philip Goldberg.

Duterte bulan lalu menyebut Golberg sebagai orang gay anak pelacur dalam menanggapi kasus pemerkosaan dan pembunuhan misionaris Australia Jacqueline Hamill pada 1989.

"Saya tidak masalah dengan dia (Menteri luar negeri AS John Keery)," ujar Duterte kepada John Kerry. "Saya bertengkar dengan duta besar gay anak pelacur itu. Dia ikut campur dalam masa kampanye," ujar Duterte.

Menurut kantor berita Yonhap, Duterte juga bilang kepada dubes AS: "Anak pelacur itu sungguh merepotkan saya."

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

» Terima Kasih sudah membaca : Dari Obama sampai Paus, beraninya Duterte hina para pemimpin dunia | jika artikel ini bermanfaat yuk di like dan sebarkan :)


KOTAK KOMENTAR


ARTIKEL TERKAIT


" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Daftar Artikel Populer

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Youtube Channel - Pinterest - Thumbler
Back to Top