'JANGAN MALU !' Di Masjid Harus Bicara Politik Islam, Umat Islam Harus Pilih Pemimpin Muslim

Daftar Artikel Terbaru
close
Daftar Artikel Populer
Dr KH Tengku Zulkarnaen
Wakil Sekjen MUI Pusat
 


Selama ini para ulama di Jakarta sedang berusaha memperjuangkan gubernur muslim untuk jadi pemimpin DKI periode berikutnya. Bagaimana pandangan anda soal ini?
 
Ulama dan warga muslim Jakarta yang berusaha ingin gubernurnya muslim itu adalah hak demokrasi, dijamin oleh UUD 1945. Dalam UUD pasal 28 E, negara menjamin tiap-tiap warganya untuk memeluk agama dan menjalankan ajaran agamanya masing-masing. Jadi ini kemerdekaan mengeluarkan pendapat dan haknya. Dan memilih pemimpin mulim juga merupakan kewajiban dalam Alquran. Memilih pemimpin Islam bagi kaum muslimin itu dijamin oleh negara karena itu ajaran Islam perintah Allah, perintah Alquran dan perintah hadits.
 
Perintah puasa itu hanya satu ayat di Alquran, dan semua taat dalam berpuasa. Tetapi memilih pemimpin itu ada puluhan ayat, wajib orang Islam yang memimpin kaum muslimin. Jadi kalau kita mau taat agama kok dibilang rasis, dibilang SARA, justru itu telah dijamin oleh negara pasal 28 E itu.
 
Kalau kita bawa agama dibilang SARA, berarti orang di Bali SARA dong, kenapa sejak dahulu gubernurnya orang Hindu, kenapa di Papua sejak dahulu juga selalu gubernurnya orang Kristen. Kan kita tidak pernah protes, karena itu dijamin oleh UUD 1945.
 
Ahok dengan arogansinya, mau maju lagi dalam Pilkada DKI Jakarta 2017, dan sudah didukung beberapa partai seperti Nasdem, Hanura dan Golkar.  Ini sangat aneh dan Paradoks. Pemimpin seperti Ahok yang bisa memicu kerusuhan Rasial dan Agama, kok malah di dukung oleh Parpol. Apa yang sebenarnya terjadi pada perpolitikan di negeri kita ini?
 
Itu hak dia, kalau ada muslim mendukung Ahok secara bernegara itu hak dia. Tetapi kalau secara Islam dia termasuk golongan munafik, masa ada orang Islam tidak suka pemimpin Islam, kan aneh. Terus dia menganggap Ahok bagus, masa 12 juta orang Jakarta tidak ada orang Islam yang bagus, dimana sih akalnya itu.
 
Ada yang berpendapat kalau politik jangan bawa-bawa agama. Tetapi kalangan non muslim sendiri malah sering memanfaatkan simbol agama dalam politik mereka, seperti fenomena Ketua Partai Perindo yang non muslim tetapi dalam kegiatannya masuk-masuk masjid dan pesantren. Bagaimana menurut anda?
 
Itulah liciknya mereka, bilangnya kalau mau politik jangan bawa-bawa agama, giliran kita mau memilih pemimpin muslim dibilang SARA, giliran dia mau jadi pemimpin masuk-masuk masjid dan pesantren, itukan sara namanya. Orang dia bukan muslim tapi masuk-masuk masjid. Jadi giliran dia boleh, nggak SARA tapi giliran kita tidak boleh dianggap sara. Ini plintat plintut namanya dan memalukan jadinya.

Jadi melihat situasi sekarang yang semrawut ini, menurut anda apa solusinya?
 
Ganti presidennya, dan umat Islam bersatu jangan kembali pilih presiden lemah. Kita bisa hancur segala lini kalau seperti ini, contohnya barang-barang yang dijanjikan turun tetapi nyatanya tidak bisa, seperti harga daging harus turun ternyata tidak turun. Jadi umat harus tahu, kalau tidak mau sengsara lagi jangan sampai terulang lagi salah memilih pemimpin. 
 
Ke depan, kita perlu pemimpin yang kuat yang mengerti keadaan rakyatnya, sebab menukar keadaan sekarang ini yang penuh dengan kezaliman diperlukan pemimpin yang kuat, pemikirannya luas, beriman dan pribumi tentunya. UUD 1945 kalimat warga Indonesia asli yang jadi presiden harus dikembalikan, karena orang asli yang lebih memikirkan bangsanya. Seperti Apartheid di Afrika, pemimpin dari orang kulit putih diganti sama penduduk asli orang negro berkulit hitam seperti Nelson Mandela yang ternyata membawa perubahan lebih baik, karena orang asli lebih memikirkan bangsanya, kalau orang luar maunya ngeruk kekayaannya saja.

Jadi sekali lagi saya tegaskan, saya tidak SARA, saya tidak benci orang Cina karena saya sendiri orang Cina. Saya benci keserakahan, ketidakadilan, menindas orang, monopoli dan sejenisnya.
 
Dan kekuatan persatuan umat Islam itu basisnya di masjid, ormas Islam, pesantren atau madrasah. Pemahaman tentang politik Islam juga harus ditingkatkan, selama ini kita keliru masjid tidak boleh bicara politik, padahal boleh. Di masjid harus bicara politik Islam, umat Islam harus pilih pemimpin Muslim, itu sebenarnya ajaran Alquran perintah Allah cuma orang sekarang saja bilangnya soal politik. [SF]
 
[HABIS]

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

» Terima Kasih sudah membaca : 'JANGAN MALU !' Di Masjid Harus Bicara Politik Islam, Umat Islam Harus Pilih Pemimpin Muslim | jika artikel ini bermanfaat yuk di like dan sebarkan :)


KOTAK KOMENTAR


ARTIKEL TERKAIT


" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Daftar Artikel Populer

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Youtube Channel - Pinterest - Thumbler
Back to Top