KEREN ! IQ Diki 189-200 hingga Lolos di Universitas Waterloo dengan Nilai Tertinggi

Daftar Artikel Terbaru
close
Daftar Artikel Populer



Umurnya memang baru 12 tahun, namun jangan tanya soal IQ bocah ini. Bocah bernama Cendikiawan (Diki) Suryaatmadja ini memiliki IQ yang sangat mengagumkan.

Menurut penuturan sang ibu, Hani saat dihubungi detikcom, Rabu (7/9/2016) melalui pesan tertulis, IQ Diki saat dites di Indonesia pada umur 9 tahun mencapai 189.

"Ketika usia 9 tahun, IQ Diki di Indonesia 189. Lalu tes (IQ) di Singapura itu 200," kata Hani.

"Usia 1 tahun menyusun lego selalu memakai logika sendiri tanpa melihat petunjuk gambar," lanjutnya.

Diki merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara. Saat ditanya apa tips orang tua bisa membuat Diki secerdas ini, Hani hanya menjawab singkat.

"Anak-anak hanya rajin belajar," imbuh Hani merendah.

Foto dokumen keluarga Diki


Membentuk budaya rajin belajar dalam keluarga, tak hanya membuat Diki yang kini berhasil dalam bidang akademis, kakak Diki juga saat ini sedang mengenyam pendidikan di Fakultas Kedokteran di salah satu universitas di Inggris. 

Diki juga diterima sebagai mahasiswa di Universitas Waterloo dengan nilai tertinggi. Diki walau umurnya masih muda namun berhasil mendapatkan nilai IELTS yang memuaskan.

"Mereka (pihak universitas) kaget kalau Diki itu asli Indonesia. Mereka sempat memberi waktu Diki 3 minggu untuk mengambil IELTS. Diki pun belajar IELTS secara otodidak dan Diki berhasil melebihi target IELTS nya. Diki diterima di Universitas Waterloo dengan nilai tertinggi," tutur Hani. 
(yds/nwk)

Sebelum Masuk Universitas Waterloo Kanada, Bocah Diki Lompat Tingkat SD-SMA



Sungguh ajaib memang Cendikiawan (Diki) Suryaatmadja di umurnya yang baru 12 tahun. Statusnya kini sudah menjadi mahasiswa di Kanada. Diki ternyata lompat tingkat dari SD ke SMA.

"Dia SD-SMA akselerasi," ucap ibunda Diki, Hani, saat berbincang dengan detikcom, Rabu 7/9/2016). Diki menjalani SD hingga SMA di satu sekolah di kawasan Kota Bogor, Jawa Barat.

Hani menambahkan, sejak lahir Diki sepertinya sudah ditakdirkan sebagai seorang pemikir. 

"Karena pas usia 4 hari, Diki ketika dijemur dalam boks dengan jangka waktu 1 jam bisa bergerak dari barat ke timur dalam keadaan terbedong dan tertidur," tuturnya. 

Diki bersama Presiden dan Wakil Presiden Universitas Waterloo (Foto: Dok Pribadi Keluarga)


Menurut penuturan Hani, Diki sejak balita sudah terlihat tanda-tanda keingintahuannya terhadap sesuatu.

"Usia sejak 4 bulan Diki mampu turun dari ranjang yang tingginya itu 50 cm dengan memutarbalikkan badannya sehingga kakinya turun dulu," ungkapnya. 

"Umumnya bayi turun meluncur dengan kepalanya terlebih dahulu," lanjut dia.

Mengenai keistimewaan Diki lainnya, Hani ingat sekali, di usia 6 bulan tepatnya pada 17 Januari 2005, Diki yang dilahirkan pada 1 Juli 2004 itu, mulai berbicara. 

Keistimewaan Diki berlanjut hingga dia memasuki masa sekolah. Diki mengalami akselerasi alias lompat tingkat di sekolahnya hingga kini menjadi mahasiswa di Universitas Waterloo Kanada, di mana anak seusianya masih duduk di bangku SD kelas 6. 
(yds/nwk)

Kini Kuliah di Kanada, Bocah Diki Getol Belajar dan Ajari Teman Saat SMA di Bogor



 Cendikiawan Suryaatmadja (Diki) yang sudah diterima di Universitas Waterloo, Kanada dalam usia 12 memang fenomena anak istimewa. Saat bersekolah di Bogor, Diki memang getol belajar dan mengajari teman saat bersekolah di Bogor. 

Ibunda Diki, Hani, mengatakan Diki menghabiskan masa SD-SMA-nya di SD-SMA Kesatuan, di Kota Bogor, Jawa Barat. Saat detikcom menyambangi SMA Kesatuan, di Jl Pajajaran, Kompleks Pulo Armin, Kota Bogor, Rabu (7/9/2016), diterima Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan yang juga guru Bahasa Indonesia SMA Kesatuan, Dini Yudiani. Dini menceritakan kegetolan Diki yang sangat gemar belajar.

SMP-SMA Kesatuan Bogor tempat Diki bersekolah sebelum berkuliah di Kanada (Bartanius Dony A/detikcom)


"Anaknya memang cerdas ya, jadi kalau respons lebih cepat. Kalau ada yang dia tidak mengerti langsung ditanya. Memahami teori sangat cepat. Sehingga dia bisa mengaitkan teori dengan konsep," tutur Dini. 

Dini mengatakan Diki masuk SMA saat berusia 10 tahun. Diki mengenyam pendidikan di SMA selama 2 tahun sebelum ke Kanada, yakni kelas 10 dan kelas 11. 

Meski paling muda di kelas, Diki dinilainya tidak canggung dan tidak minder. Bahkan, Diki kerap membantu teman-temannya yang usianya lebih tua, untuk memahami pelajaran Fisika, bidang ilmu yang sangat dikuasasi dan digemari Diki.

"Suka (mengajari). Terutama di bidang fisika. Kan dia suka punya cara-cara yang lain. Dia suka sharing ke teman-temannya. Cara dia menjelaskan sudah kaya ilmuwan menjelaskan ke anak-anak. Dia menguasai materi banget. Dia bisa menyeimbangkan dengan yang lain. Bahkan kadang ketika dia bicara, gayanya bukan kaya anak kecil umur 10 tahun. Bahkan udah kaya seorang ilmuwan," tutur Dini.

"Dia fleksibel sama teman-temannya. Tidak ada masalah dalam pergaulan, tidak ada kesenjangan," imbuhnya.

Saat beristirahat pun, Diki tidak bermain seperti murid-murid lainnya. Diki lebih senang menghabiskan waktu istirahatnya untuk makan. 

"Tapi ya tetap bercanda sperti biasa juga. Seperti anak-anak yang lain. Nggak minder," imbuhnya. 

Dini dan guru-guru lainnya pernah bertanya apa motto Diki. Motto ini menunjukkan sekali kalau Diki sangat gemar belajar.

"Dia itu punya motto, 'Selama masih hidup kita harus belajar terus'. Jadi belajar itu kebutuhan buat dia," lanjut Dini.

Tak jarang, Diki masih terus bertanya dan berdiskusi tentang mata pelajaran meski jam sekolah usai. Maka, penanganan untuk murid istimewa seperti Diki pun sangat diperhatikan pihak sekolah. 

"Kami tidak bisa menyamakan dengan kelas reguler. Gaya dengan kematangannya kan berbeda dengan anak biasa. Kadang pulang sekolah masih sharing dengan guru. Kalau diperlukan ya ada jadwal khusus yang kami kasih di hari Sabtu," jelasnya.

Untuk Diki, Dini menambahkan, bukan hanya guru yang membimbing dan memantau, bahkan direktur yayasan juga turun tangan memantau perkembangannya.

"Pembelajaran untuk diki khusus. Ada jadwal khusus, kadang Sabtu dia ke sini untuk belajar secara khusus. Nah kalau Sabtu dia pembelajaran ke sini, itu yang megang guru senior," jelas perempuan berjilbab ini. 

Diki menjadi pembicaraan karena diterima sebagai mahasiswa termuda di Universitas Waterloo Kanada dengan nilai tertinggi. Walau umur Diki masih muda namun berhasil mendapatkan nilai IELTS yang memuaskan, hasil belajar otodidak, hingga lolos diterima kuliah di universitas itu. 
(nwk/try)



Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

» Terima Kasih sudah membaca : KEREN ! IQ Diki 189-200 hingga Lolos di Universitas Waterloo dengan Nilai Tertinggi | jika artikel ini bermanfaat yuk di like dan sebarkan :)


KOTAK KOMENTAR


ARTIKEL TERKAIT


" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Daftar Artikel Populer

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Youtube Channel - Pinterest - Thumbler
Back to Top