Ketika Amin Rais Menohok Ahok dan Menyebutnya Sebagai Sontoloyo

Daftar Artikel Terbaru
close
Daftar Artikel Populer


https://1.bp.blogspot.com/-ULJDQ74BPBg/V9uYjul-gOI/AAAAAAAACnQ/KKQXMggbV6QBlY3dXr4vy8hKZGmNoaBEgCLcB/s1600/MPJ-3.jpg

JAKARTAKetua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais memastikan, bahwa Partai Amanat Nasional (PAN) tidak akan mengusung Ahok dalam Pilgub DKI. Ia sudah wanti-wanti, jika sampai PAN mendukung Ahok, Amin mengancam akan menggalang digelarnya Kongres Luar Biasa.

“Saya sudah wanti-wanti kalau PAN sampai dukung Ahok, saya minta kongres luar biasa,” ucap mantan Ketua Umum PAN ini, seusai shalat Idul Adha di Rumah Sakit Islam, Sukapura, Jakarta Utara, Senin (12/9).

Amin menolak jika partainya mendukung petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017. Amien melihat Zulkifli dan pengurus Dewan Pimpinan Pusat PAN sudah solid untuk tidak mendukung Ahok. PAN sepakat menganggap Ahok sebagai pemimpin yang tidak prorakyat kecil dan tak layak diusung. “Walau sekarang di DKI PAN agak lembek karena cuma ada dua kursi, tapi PAN punya sikap juga,” lanjut Amien.

Mantan Ketua MPR ini meyakini masih banyak calon lain yang bisa diusung untuk mengalahkan petahana, seperti Yusril Ihza Mahendra dan Rizal Ramli. Adapun untuk menyiasati kursi DPRD DKI yang minim, PAN akan bergabung dengan partai-partai di koalisi kekeluargaan. Zulkifli sebelumnya berkali-kali mengaku bahwa pihaknya ingin mengusung Wali Kota Tri Rismaharini dalam Pilgub DKI.

Risma dianggap sosok yang mampu mengimbangi Ahok. Oleh karena itu, PAN terus melobi PDI Perjuangan agar mau mengusung Risma.

Khutbah Amin

Dalam khotbahnya, Amin Rais mengingatkan para jemaah yang hadir agar tidak salah dalam memilih calon gubernur. “Pilih yang jujur, yang cinta rakyat kecil. Yang bukan tukang gusur, bukan yang meladeni kepentingan pemodal,” kata Amien.

Amien tak menampik bahwa yang dimaksud sebagai calon gubernur tukang gusur dan melayani kepentingan pemodal dalam khotbahnya adalah petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Ia sudah memastikan bahwa partainya tidak akan mengusung Ahok dalam Pilgub.


http://assets-a2.kompasiana.com/statics/files/1401453009609855969.jpg?t=o&v=760

Tentang khutbah yang disampaikan saat Idul Adha di Masjid Rumah Sakit Islam Sukapura, Jakarta Utara, Senin (12/9), Amin Rais mengatakan,  jika dirinya berada di tengah masyarakat yang moralnya dinilai rusak, ia mengaku menyampaikan materi akhlak.

Bila bicara soal kemiskinan masyarakat, Amin akan bicara tentang bagaimana cara meningkatkan perekonomian, sementara bila bicara di depan akademisi ia akan bicara tentang ilmu pengetahuan dan teknologi. “Jadi si Ahok ini memang sontoloyo. Dia tidak tahu agama,” tandasnya.

Amin mengingatkan para jamaah yang hadir agar tidak salah dalam memilih calon gubernur-wakil gubernur. “Pilih yang jujur, yang cinta rakyat kecil. Yang bukan tukang gusur, bukan yang meladeni kepentingan pemodal,” kata Amien.

Jika para pejabat di Indonesia tunduk kepada kepentingan pemodal, Amien khawatir lama-kelamaan bangsa ini akan dikuasai oleh asing. Ia lantas menyinggung mengenai Iran, yang kini menurutnya,  sudah dikuasai oleh Rusia dan Amerika Serikat.”Minyaknya, gas alamnya, tambangnya diambil Rusia, Amerika. Iran jadi melongo. Kita tak boleh seperti itu,” ucap mantan Ketua MPR ini.

Meski dirinya adalah warga Yogyakarta, Amien mengaku memiliki kepedulian terhadap Jakarta. Sebab, Jakarta adalah Ibu Kota yang menjadi parameter dan tempat mengambil kebijakan. “50 persen uang yang beredar itu ada di Jakarta. Makanya saya ingatkan jangan salah pilih,” ucap Amien.

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

» Terima Kasih sudah membaca : Ketika Amin Rais Menohok Ahok dan Menyebutnya Sebagai Sontoloyo | jika artikel ini bermanfaat yuk di like dan sebarkan :)


KOTAK KOMENTAR


ARTIKEL TERKAIT


" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Daftar Artikel Populer

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Youtube Channel - Pinterest - Thumbler
Back to Top