Kisah Keteladanan Ibadah Para Ulama di Balik Karya Mereka

Daftar Artikel Terbaru
close
Daftar Artikel Populer
http://4.bp.blogspot.com/-sfnQBpuj3wg/VgPuIwNKpMI/AAAAAAAAJKY/7YmWlDaya5k/s1600/kisah-teladan-qais-bin-saad.JPG

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Kata orang, cara menghafal yang paling mudah adalah dengan mengamalkannya. Dan seperti itu juga para ulama, mereka menghafal hadis dengan mengamalkannya. Dan mereka mencatat dan belajar hadis sambil beribadah. Amal berkah, diiringi dengan ibadah yang berkah. Sehingga karyanya menjadi berkah.

Karya mereka lebih dari seribu tahun, namun kaum muslimin tetap mengambil pelajaran darinya.

Imam Waki’ bin Jarrah – gurunya as-Syafi’i – pernah mengatakan,

كُنَّا نَسْتَعِينُ عَلَى حِفْظِ الْحَدِيثِ بِالْعَمَلِ بِهِ ، وَكُنَّا نَسْتَعِينُ عَلَى طَلَبِهِ بِالصَّوْمِ

Kami menggunakan cara agar mudah menghafal hadis dengan mengamalkannya. Dan kami menggunakan cara agar mudah mendapatkan hadis, dengan puasa. (Jami’ Bayan al-Ilmi wa Fadhlih, Ibnu Abdil Bar, 2/25).

Berikut beberapa kisah tentang semangat ibadah para ulama dan perjuangan mereka di balik karya besar mereka,

Pertama, ibadah Imam Bukhari selama menulis kitab Shahih

Al-Farbari mengatakan,

قال لي البخاري: ما وضعت في كتابي الصحيح حديثاً إلا اغتسلت قبل ذلك وصليت ركعتين

Al-Bukhari pernah bercerita kepadaku, “Setiap kali aku hendak meletakkan satu hadis dalam kitab shahihku, aku mandi terlebih dahulu kemudian shalat 2 rakaat.” (Tahdzib al-Asma, an-Nawawi, hlm. 101. Juga disebutkan Ibnu Hajar dalam Tahdzib at-Tahdzib, 9/42).

Dalam shahih Bukhari ada sekitar 7560an hadis. Jika untuk satu hadis beliau shalat 2 rakaat, berarti selama beliau menulis kitab shahih, beliau melaksanakan shalat sekitar 15.120 rakaat. Shalat yang beliau maksud adalah shalat istikharah. Untuk memantapkan hati pada pilihan bahwa hadis ini dimasukkan ke kitab shahihnya.

Kita bisa bayangkan betapa besar perjuangan Bukhari dalam menulis kitab shahihnya. Diceritakan bahwa beliau menulis kitab shahih Bukhari selama 16 tahun. (al-Hadits wal Muhaditsun, hlm. 378).

Kedua, ibadahnya Imam Malik

Abu Mush’ab dan Ahmad bin Ismail menceritakan,

مكث مالك بن أنس ستين سنة يصوم يوماً ويفطر يوماً وكان يصلي في كل يوم ثمانمائة ركعة

Imam Malik bin Anas selalu istiqamah selama 60 tahun melakukan puasa daud, puasa sehari dan tidak puasa sehari. Dan setiap hari, beliau shalat 800 rakaat. (Thabaqat al-Hanabilah, Ibnu Abi Ya’la, 1/61)

Beliau penulis kitab hadis tertua yang sampai ke kita yaitu kitab al-Muwatha’. Ketika beliau hendak menulis al-Muwatha’ banyak orang yang berkomentar, “Wahai Malik, kitab al-Muwatha’ sudah banyak.” Kemudian beliau mengatakan,

ما كان لله بقي

“Segala yang dilakukan karena Allah, maka dia lebih abadi.”

Dan terbukti, dari sekian banyak kitab al-Muwatha’ yang sudah ada di zaman Imam Malik, yang Allah pertahankan hingga sampai ke kita adalah Muwatha’-nya Imam Malik.

Ketiga, ibadahnya Imam Ahmad bin Hambal

Abdullah bin Imam Ahmad bercerita,

كان أبي يصلي في كل يوم وليلة ثلاث مئة ركعة. فلما مرض من تلك الأسواط أضعفته، فكان يصلي في كل يوم وليلة مئة وخمسين ركعة، وقد كان قرب من الثمانين

Ayahku melakukan shalat dalam sehari semalam sebanyak 300 rakaat. Ketika beliau sakit karena dicambuk penguasa dzalim dan mulai lemah, dalam sehari semalam beliau melakukan shalat 150 rakaat. Sementara usia beliau sudah mendekati 80 tahun. (Mukhtashar Tarikh Dimasyqa, Ibnu Rajab al-Hanbali, 1/399)

Dalam kegiatan shalatnya, Imam Ahmad selalu mendoakan gurunya Imam as-Syafii

Ahmad bin Laits pernah mendengar Imam Ahmad bercerita,

إنى لأدعو الله للشافعى فى صلاتى منذ أربعين سنة يقول اللهم اغفر لى ولوالدى ولمحمد بن إدريس الشافعى

Sungguh aku berdoa kepada Allah untuk kebaikan Imam as-Syafii dalam shalatku selama 40 tahun. Beliau membaca doa,

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى وَلِوَالِدَيَّ وَلِمُحَمَّدِ بنِ إِدْريسَ الشَّافِعِى

“Ya Allah, ampunilah aku, kedua orang tuaku dan untuk Muhammad bin Idris as-Syafii.” (Manaqib asy-Syafii, al-Baihaqi, 2/254)

Ini bagian dari bakti-nya murid kepada gurunya, yaitu dengan mendoakan agar gurunya diampuni Allah. Imam Ahmad adalah muridnya Imam as-Syafi’i.

Keempat, Ibadah Imam Bisyr bin Mufadlal

Dalam Thabaqat al-Huffadz – kumpulan biografi para ahli hadis – dinyatakan,

بشر بن المفضل بن لاحق البصري الرقاشي أبو إسماعيل. قال أحمد: إليه المنتهى في التثبت بالبصرة وكان يصلى كل يوم أربعمائة ركعة ويصوم يوماً ويفطر يوماً وكان ثقة كثير الحديث مات سنة ست وثمانين ومائة

“Imam Ahmad berkomentar tentang Bisyr bin Mufadzal al-Raqqasyi: Kepadanyalah puncak kesahihan di kota Bashrah. Beliau shalat setiap hari sebanyak 400 rakaat, berpuasa sehari dan tidak puasa sehari. Beliau terpercaya dan memiliki banyak hadis, wafat th. 180 H” (Thabaqat al-Huffadz, as-Suyuthi, 1/24)

Bisyr bin Mufadlal ahli hadis terkemuka di kota Bashrah. Beliau gurunya Ali al-Madini dan Imam Ahmad bin Hambal.

 http://1.bp.blogspot.com/-DRfVo4g78CA/VlGQeO2C2UI/AAAAAAAAABg/l2ZmZsO9i9s/s1600/Ali-dan-Fatimah.jpg

Kelima, pemilik benjolan di lutut

Al-Hafidz al- Mizzi bercerita,

ذو الثفنات علي بن الحسين بن علي بن أبي طالب زين العابدين سمي بذلك لأنه كان يصلى كل يوم ألف ركعة فصار في ركبتيه مثل ثفنات البعير

“Pemilik benjolan di lutut, Ali bin Husain bin Ali bin Abi Thalib, hiasan ahli ibadah (Zainul Abidin), disebut demikian karena dalam sehari beliau shalat 1000 rakaat, sehingga di lututnya terdapat benjolan seperti benjolan onta” (Tahdzib al-Asma’, al-Hafidz al-Mizzi, 35/41)

Beliau ahli bait yang banyak mengajarkan sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Cucunya Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu.

Keenam, Ibadah Abu Ishaq asy-Syairazi – ulama Syafiiyah –

Abu Bakar bin Khadhibah mengatakan,

Saya mendengar dari sebagian murid Abu Ishaq di Baghdad bercerita tentang gurunya,

كان الشيخ يصلي ركعتين عند فراغ كل فصل من المهذب

“Syaikh (Abu Ishaq) melakukan shalat 2 rakaat setiap selesai menulis tiap bab dalam kitab al-Muhadzab” (Thabaqat asy-Syafiiyat al-Kubra, as-Subki, 4/217)

Kitab al-Muhadzab termasuk rujukan utama dalam madzhab Syafiiyah. Kitab ini diberi penjelasan (Syarah) oleh an-Nawawi hingga menjadi buku setebal 9 jilid. Beliau meninggal sebelum sempat menyelesaikannya dan penjelasan terakhir sampai bab riba. Kemudian dilanjut oleh as-Subki sebanyak 2 jilid, kemudian wafat. Lalu dilanjutkan oleh al-Muthi’i sampai selesai. Mereka tidak pernah saling berwasiat, namun para ulama menyambung perjuangan saudaranya agar amal itu menjadi sempurna. Semoga Allah merahmati mereka semua.

Buku itu berjudul al-Majmu’ Syarh al-Muhadzab. Salah satu referensi terpenting dan terlengkap dalam madzhab syafiiyah.

Ketujuh, Bisyr bin Manshur – wirid 1/3 al-Quran –

Ibnu Mahdi bercerita,

ما رأيت أحدا أخوف لله منه وكان يصلي كل يوم خمسمائة ركعة وكان ورده ثلث القرآن

Saya tidak melihat seseorang yang paling takut kepada Allah selain Basyar bin Manshur. Beliau shalat dalam sehari 500 rakaat, wiridannya adalah 1/3 al-Quran” (Tahdzib at-Tahdzib, al-Hafidz Ibnu Hajar, 1/403)

Bisyr bin Manshur seorang ahli hadis yang dikenal sangat wara’. Beliau adalah kawan sekaligus guru seorang ulama besar, Fudhail bin Iyadh.

Kedelapan, ibadah Ibnu Qudamah – semangat mengamalkan dalil –

Al-Hafidz Dhiya’uddin al-Maqdisi menceritakan tentang Ibnu Qudamah,

ولا يسمع ذكر صلاة إلا صلاها، ولا يسمع حديثاً إلا عمل به. وكان يصلَّي بالناس في نصف شعبان مائة ركعة، وهو شيخ كبير

“Ibnu Qudamah tidak mendengar tentang salat kecuali ia lakukan. Ia tidak mendengar 1 hadis kecuali ia amalkan. Ia salat bersama dengan orang lain di malam Nishfu Sya’ban 100 rakaat, padahal ia sudah tua” (Dzail Thabaqat al-Hanabilah, Ibnu Rajab al-Hanbali, 1/203)

Kesembilan, al-Qadhi Abu Yusuf – murid senior Abu Hanifah –

Ibnu Sama’ah bercerita,

كان أبو يوسف يصلي بعد ما ولي القضاء في كل يوم مائتي ركعة

Setelah beliau pensiun sebagai qadhi (hakim), beliau terbiasa shalat dalam sehari 200 rakaat. (Tadzkirah al-Huffadz, al-Hafidz adz-Dzahabi, 1/214)

Semoga Allah memudahkan kita untuk bisa meniru sebagian kebiasaan baik mereka…. Amiin.

Oleh Ustadz Ammi Nur Baits



Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

» Terima Kasih sudah membaca : Kisah Keteladanan Ibadah Para Ulama di Balik Karya Mereka | jika artikel ini bermanfaat yuk di like dan sebarkan :)


KOTAK KOMENTAR


ARTIKEL TERKAIT


" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Daftar Artikel Populer

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Youtube Channel - Pinterest - Thumbler
Back to Top