Rentetan Kesaksian tentang Dimas Kanjeng Gandakan Uang

Daftar Artikel Terbaru
close
Daftar Artikel Populer
 Kesaktian Dimas Kanjeng Taat Pribadi menggandakan uang menjadi buah bibir dari pengikutnya hingga orang terpandang. Ada yang termakan rayuan Dimas Kanjeng, ada pula yang tidak percaya aksi 'klenik' itu.

Selain kasus pembunuhan dua santrinya, Dimas Kanjeng dibidik kasus dugaan penipuan penggandaan uang. Terbaru, Bareskrim Polri kini menyelidiki laporan M Yakin yang mengaku ditipu Dimas Kanjeng senilai Rp 25 miliar.




Direktur Tipidum Bareskrim Polri Brigjen Agus Adrianto mengatakan korban dugaan penipuan Dimas Kanjeng diperkirakan mencapai ribuan orang mengingat pengikutnya dari berbagai kalangan mulai dari pensiunan TNI dan polisi hingga orang-orang yang berpendidikan.

Beberapa orang juga punya cerita tentang sepak terjang Dimas Kanjeng ini. Salah satunya, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD. Dia menceritakan pernah mampir ke padepokan Dimas Kanjeng saat Pilpres 2014 silam. Pria yang dulu menjabat Ketua Tim Pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa itu mengaku diajak Marwah Daud Ibrahim. Namun, Mahfud tidak percaya Dimas Kanjeng memiliki kesaktian. "Saya yang klenik-klenik gitu enggak percaya saya," terangnya, Selasa (27/9/2016).

Lain Mahfud, lain pula cerita Marwah Daud. Marwah Daud meyakini kesaktian ilmu yang dimiliki Dimas Kanjeng.

Bareskrim Polri menyelidiki dugaan penipuan penggandaan uang yang dilakukan oleh Dimas Kanjeng.

Bareskrim Polri telah menerima laporan dari salah satu korban, M Yakin, pada Februari 2016, yang dituangkan dalam Laporan Polisi bernomor LP/176/II/2016/Bareskrim.

"Ada yang melaporkan yang bersangkutan masalah penipuan dengan kerugian sejumlah Rp 25 miliar," ujar Direktur Tipidum Bareskrim Polri Brigjen Agus Adrianto kepada detikcom, Senin 26 September 2016.

Agus mengatakan, korban tidak hanya satu orang, melainkan ada ribuan orang. Para korban ini dari berbagai daerah di Indonesia seperti Makassar, Bali dan Jawa.

"Korbannya ada ribuan orang. Korbannya ini entah pengikutnya atau jemaatnya dan dari berbagai kalangan. Ada pensiunan TNI dan Polisi juga, orang-orang yang berpendidikan," ungkap Agus.

Mahfud MD pernah menyambangi padepokan Dimas Kanjeng saat Pilpres 2014 lalu. Dia diajak Marwah Daud Ibrahim yang merupakan Ketua Yayasan Dimas Kanjeng.

Mahfud sudah tidak yakin Dimas Kanjeng memiliki kemampuan seorang kiai. Menurutnya, Dimas Kanjeng tidak fasih membaca salam, salawat, dan doa-doa. Mahfud melihat justru padepokan di Probolinggo itu lebih seperti tempat klenik, bukan pesantren. Di sana juga ada yang datang untuk menggandakan uang, termasuk dari kalangan jenderal.





"Saya yang klenik-klenik gitu enggak percaya. Katanya ada beberapa jenderal banyak gandakan uang di situ, itu yang saya dengar, saya kan kayak gitu muak juga, kayak apa ini zaman sekarang kok masih ada orang berlaku begitu kok masih ada yang percaya," terangnya, Selasa (27/9/2016).

"Wah banyak lah yang disebut-sebut di situ," tambahnya saat ditanya apakah Jenderal TNI atau Polisi.

Karena itu, Mahfud juga mengimbau kepada masyarakat luas agar lebih cerdas dan tidak percaya dengan penggandaan uang tersebut.

Marwah Daud bergabung dengan Dimas Kanjeng sejak tahun 2011, dan kini menjadi Ketua Yayasan. Ia mengaku keputusannya menjadi pengikut Dimas Kanjeng sudah matang karena ia sudah mempelajarinya selama 1 tahun.

"Saya juga istikharah.Saya rasional sekali, saya pertaruhkan nama besar organisasi ada ICMI, MUI, saya di kerukunan Warga Sulsel, asosiasi penerima beasiswa Habibie, saya juga lulusan Amerika. Kemudian keluarga saya, anak saya. Yang saya takut kalau saya meninggal kemudian bagaimana. Jadi saya pelajari benar," jelas Marwah, Selasa (27/9/2016).

Menurut Marwah, kemampuan linuwih Dimas Kanjeng hanya diperlihatkan pada orang-orang khusus. Di YouTube sudah beredar bagaimana Dimas Kanjeng mengambil uang dari balik badannya. "Ternyata yang namanya Sunan Bonang itu bisa mengubah daun menjadi emas. Dan ini adalah karomah yang diberikan Allah kepada orang yang dipilihnya," tegasnya.

"Di Nabi Sulaiman juga manusia suci yang bisa memindahkan singgasana Ratu Balqis," sambung dia.

"Jadi yang di YouTube, saya melihat langsung. Kemudian saya tanya tokoh agama, mereka mengatakan itu ada jin ada tuyul," lanjutnya.

Marwah bertutur, biasanya dia beraktivitas di padepokan Dimas Kanjeng sebulan sekali. Ada pengajian dan juga khataman alquran.

"Saya ketemu santri yang dari Jepang, Australia, Kanada, Malaysia. Mereka macam-macam profesi," sambungnya.





Lalu apakah ada jenderal TNI atau polisi yang ikut? "Saya tidak bisa katakan, pokoknya data basenya ada di saya, ada ahli keuangan, ahli hukum, dan lainnya. Jadi karomah yang dimiliki Dimas Kanjeng ini karena kuasa Allah," tegas dia.

Modus operandi Dimas Kanjeng adalah dengan mengumpulkan dana dari para korban dengan iming-iming dilipatgandakan. Para korban yang tertarik kemudian menyetorkan uang secara bertahap kepada pelaku.

Korban kemudian diberikan kotak kayu dan kantong kain, yang menurut pelaku bisa mengeluarkan uang dengan jumlah berlipat ganda dari uang yang sudah dikeluarkan korban. Para korban diminta untuk tidak membuka kotak tersebut hingga waktu yang ditentukan oleh pelaku.

"Menurutnya, uang korban akan berlipat ganda kalau korban ikhlas. Kan tidak masuk akal," ungkap Direktur Tipidum Bareskrim Polri Brigjen Agus Adrianto kepada detikcom, Senin 26 September 2016.

Sejauh ini, Bareskrim telah memeriksa korban dan 3 saksi lainnya. Bareskrim Polri akan berkoordinasi dengan Polda Jawa Timur, mengingat ada sejumlah tersangka yang telah ditangkap Polda Jatim. "(Kerugiannya) banyak. Rata-rata korban menyetor per paketnya itu Rp 20 juta," ujar Agus. 



Salah satu mantan santri di padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Makassar berinisial SP (65), mengakui dirinya pernah bergabung di majelis dzikir Kanjeng Dimas di Panakukang, Makassar, sekitar tahun 2012 hingga tahun 2014.

SP yang ditemui detikcom di salah satu Warkop di Makassar, Selasa (27/9/2016), mengaku diajak oleh pimpinan padepokan bernama Ibrahim untuk aktif di kegiatan sosial keagamaan pimpinan Dimas Kanjeng. SP mengaku dimintai mahar sebanyak Rp 50 juta untuk bergabung di majelis dzikir pimpinan Dimas Kanjeng. SP dijanjikan dana yang akan disetorkan akan dilipatgandakan sebanyak 3 kali dari uang yang disetorkan.

"Saya pernah diajak jalan-jalan ke Padepokan Kanjeng di Probolinggo bersama sekitar 43 orang pengikut lainnya dari Makassar, saya melihat langsung Kanjeng menghambur-hamburkan uang dari belakangnya usai melakukan zikir berjamaah atau disebut istighosah, sepulang dari sana kami diberi uang saku per orang Rp 1 juta per orangnya," tutur SP.

Usai menyetor mahar Rp 50 juta, pada bulan Februari 2013 lalu SP menyetor lagi sebanyak Rp 50 juta, sesuai permintaan Ibrahim. Ia juga diminta Ibrahim untuk mendata Panti Asuhan, orang-orang miskin untuk disantuni bila dana yang dijanjikan Kanjeng Pribadi telah cair.

"Kami diberi air untuk dipakai mandi tengah malam dan dijanjikan akan ada pencairan dari Kanjeng Pribadi, kami diiming-imingi, setor pagi kembali sore. Beberapa teman kami malah menggadai mobilnya, setelah ditunggu-tunggu ternyata yang dijanjikan nihil," tambah SP.

SP mengaku telah berhasil menarik kembali uangnya di Padepokan setelah mendesak Ibrahim untuk mengembalikan uangnya sekitar Rp 120 juta.

Menurut SP, para anggota padepokan yang berjumlah sekitar 2.000 orang yang tersebar di beberapa daerah di Sulawesi Selatan, seperti di Soppeng, Bulukumba dan Makassar ini malu untuk melaporkan kasus penipuan yang dialaminya. Selain itu pula, mereka masih berharap adanya pencairan dana yang dijanjikan oleh Kanjeng Mas.

SP juga menyebutkan Dimas Kanjeng pernah berkunjung ke Makassar sekitar tahun 2013 dengan difasilitasi Marwah Daud dan suaminya. Dimas Kanjeng menggelar pertemuan dengan para pengikutnya di salah satu aula kampus Universitas Negeri Makassar.

(aan/iy)

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

» Terima Kasih sudah membaca : Rentetan Kesaksian tentang Dimas Kanjeng Gandakan Uang | jika artikel ini bermanfaat yuk di like dan sebarkan :)


KOTAK KOMENTAR


ARTIKEL TERKAIT


" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Daftar Artikel Populer

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Youtube Channel - Pinterest - Thumbler
Back to Top