Tahun ini, Satu Juta Syiah Iran Pergi Haji ke Karbala atas Fatwa Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei

Baca Juga 




Iranian Shiite Muslim worshippers visit the shrine of Immam Abbas ahead of the start of the Eid al-Adha in the holy city of Karbala some 120 kms south of the Iraqi capital Baghdad on September 9, 2016. Iranians were barred from the annual hajj pilgrimage following last year's deadly stampede during which more than 400 Iranians were among the nearly 2,300 pilgrims that were killed. Around 64,000 Iranians allocated places for the hajj under a quota system will be absent when it starts on September 9, after talks between Iran and Saudi Arabia fell apart earlier this year. / AFP / Haidar HAMDANI (Photo credit should read HAIDAR HAMDANI/AFP/Getty Images)


Setelah keluarnya fatwa dari Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei yang memperbolehkan berhaji ke tempat suci Syi’ah (Masjid Imam Husein) di Karbala, Pemerintah Irak mengumumkan masuknya satu juta warga Iran ke wilayah itu untuk menunaikan apa yang disebut dengan “Ziarah Arafah” atau Haji Tandingan Ala Iran di Karbala.

Menurut juru bicara Kementerian Dalam Negeri Irak, Brigadir Jenderal Saad Maan mengatakan jamaah haji dari Iran tersebut masuk melalui perbatasan di sebelah timur Irak, jumlahnya mencapai satu juta jiwa. Mereka menamakan kunjungan mereka dengan ‘ziarah arafah’, ungkap juru bicara kementerian dalam negeri Irak. Demikian sebagaimana dilansir dari Skynewsarabia, Senin, (12/9/2016).

https://1.bp.blogspot.com/-2xFkFQu1pv0/V9Yo7zyhJkI/AAAAAAAAAy0/G363Iw7n1fUfxqgdiWPcGXwaDAakUPVuACLcB/s640/masjid-imam-husein-karbala.jpg

Mohammad Abdul Jabar, Walikota Badra -kota perbatasan Irak dan Iran- mengatakan, masuknya ratusan ribu warga Iran ke Karbala itu untuk mengunjungi tempat-tempat suci di Irak selama perayaan Idul Adha.

Lihatlah, bagaimana usaha Iran untuk memecah belah umat Islam sangat terlihat dengan membelokkan ibadah haji yang seharusnya ke Makkah, Saudi Arabia menjadi ke Karbala di Irak.

Sebelum pelaksanaan ibadah haji tahun ini, terdengar pemerintahan Iran menyerang kerajaan Saudi dengan begitu keras. Beberapa waktu yang lalu, Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei menyebut Arab Saudi sebagai “Setan” dan Presiden Iran, Hassan Rouhani mengatakan Arab Saudi Harus dihukum karena gagal mengelola Ibadah Haji.

Dan di tahun ini, Iran menolak mengirimkan warganya untuk menunaikan ibadah Haji ke Makkah dengan latar belakang krisis diplomatik antara Iran dan Arab Saudi. Iran disinyalir kuat ingin mempolitisasi Ibadah Haji agar dapat mengambil alih kendali pelaksanaan ibadah haji umat Islam sedunia.




Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

SHARE ARTIKEL INI 


Baca Artikel Menarik Lainnya 

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top