Termasuk Tindakan Intoleran, Larang Muslim Memilih Pemimpin Atas Dasar Al-Maidah 51

Daftar Artikel Terbaru
close
Daftar Artikel Populer
Ultimatum Ahok agar para lawanya jangan menyerang dirinya dengan dasar Al Maidah 51 terus menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk dari kalangan netizen Muslim. Salah seorang netizen bernama Hafidz Ary menyayangkan mengapa preferensi agama dalam memilih pemimpin dipermasalahkan.


Heran sama orang yang mempermasalahkan preferensi muslim dalam memilih pemimpin, ini zaman apa sih? Kok orang masih intoleran terhadap keyakinan orang lain” ujar Hafidz Ary melalui akun twitternya @hafidz_ary, kamis (22/9/2016).
Menurut Hafidz dirinya tidak habis pikir di zaman sekarang masih ada aja yang membully dan membenci perbedaaan preferensi dalam memilih.
Hafidz mengungkapkan bahwa melarang Umat Islam memilih pemimpin atas dasar perintah Al-Qur’an merupakan bertentangan dengan nilai toleransi.
Toleransi hidup dalam kebhinekaan itu sederhana kok, jangan larang-larang orang meyakini agamanya termasuk aturan agamanya dalam memilih pemimpin” papar Hafidz.
Selain itu hafidz menghimbau agar siapa saja menghargai preferensi siapapun dalam memilih, termasuk jika preferensi itu dilandasai keyakinan agama. Itu hak, Jaganlah menebar benci pada sesama.
Saya sebagai muslim dengan level toleransi yang tinggi, 100 persen tidak masalah jika Sahetapy menolak memilih pemimpin muslim dan milih kafir” jelas Hafidz.
Seperti diketahui dihadapan wartawan dan publik, tiba-tiba secara terbuka Ahok mengungkapkan agar jangan menyerang dirinya dengan Al-Maidah 51. Pernyataan Ahok ini sangat jelas ditujukan terhadap Umat Islam. 

Belum Apa-Apa Ahok Ultimatum Umat Islam Jakarta Jangan Serang Dirinya dengan Al-Maidah 51


Proses Pemilihan Gubernur DKI Jakarta sudah masuk dalam tahapan pendaftaran calon, pasangan Ahok Djarot resmi diusung oleh koalisi Partai Golkar, Nasdem, Hanura dan PDIP, rabu(21/9/2016).
Beberapa saat setelah resmi dicalonkan menjadi calon Gubernur DKI Jakarta, Ahok langsung menuju kantor Nasdem untuk berjumpa dengan Surya Paloh dan menyampaikan jumpa pers.
Dihadapan wartawan dan publik, tiba-tiba secara terbuka Ahok mengungkapkan agar jangan menyerang dirinya dengan Al-Maidah 51. Pernyataan Ahok ini sangat jelas ditujukan terhadap Umat Islam.
Yang dimaksud Ahok Al-Maidah 51 adalah ayat dalam Al-Qur’an yang merupakan kitab suci Agama Islam. Dalam ayat tersebut Allah berfirman dengan jelas agar Umat Islam dilarang memilih pemimpin dari pemeluk Yahudi dan Nasrani.
Berikut ini isi lengkap Surat Al Maidah Ayat 51:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim” (QS. Al Maidah: 51). [islamedia/az]

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

» Terima Kasih sudah membaca : Termasuk Tindakan Intoleran, Larang Muslim Memilih Pemimpin Atas Dasar Al-Maidah 51 | jika artikel ini bermanfaat yuk di like dan sebarkan :)


KOTAK KOMENTAR


ARTIKEL TERKAIT


" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Daftar Artikel Populer

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Youtube Channel - Pinterest - Thumbler
Back to Top