Ulama Dunia Menimbang Beberapa Kejanggalan Dalam Konferensi Chechnya

Daftar Artikel Terbaru
close
Daftar Artikel Populer



Setelah melalui berbagai pertimbangan dan musyawarah tentang hasil dari Konferensi di Negara Chechnya yang isinya menimbulkan kegaduhan bahkan sarat dengan pesanan kaum orientasi pembenci Islam maka ulama dunia dari berbagai negara dan lembaga mengeluarkan pernyataan sebagai berikut yang dikutip dari gensyiah (6/9/16).

PERNYATAAN BADAN ILMIAH DUNIA SEPUTAR KONFERENSI AHLUSSUNNAH DI CHECHNYA!

Segala puji bagi Allah Penguasa alam semesta, dan semoga Allah bershalawat dan bersalam serta memberkati Nabi kita Muhammad dan keluarganya serta seluruh sahabatnya.

Amma ba’du:

Di “Grozny” ibukota Chechnya, di bawah naungan Federasi Rusia;diadakanlah konferensi berjudul: “Siapakah ahlussunnah waljamaah?”, pada tanggal 24-26 Dzul qa’dah 1437 H/ 26-28 Agustus 2016 M.
Di akhir Konferensi dikeluarkanlah pernyataan akhir yang berisi keputusan-keputusan konferensi.

Berdasarkan perintah Allah untuk menjelaskan kebenaran dan mengungkap kepalsuan kebatilan maka para penandatangan pernyataan ini dari beberapa badan hukum dan lembaga keilmuan merasa terpanggil untuk memberikan pernyataan berikut:

Pertama, tidak mungkin dipisahkan konferensi ini dari dua konferensi sebelumnya yang diadakan di Kairo untuk topic yang sama, yang paling akhir dari keduanya diadakan pada bulan Januari 2011! Dalam konteks ini, maka konferensi ini adalah rangkaian program yang dirancang untuk memecah belah umat Islam, merampas pemahaman Ahlussunnah wal Jamaah, serta menjebak, mengucilkan dan mencederai para ulama Sunni kontemporer, juga untuk menguatkan posisi sekte-sekte yang menyalahi sunnah; seperti Syiah Rafidhah di satu sisi, dan kekuatan takhayul serta kesesatan di sisi lain. Juga untuk membangkitkan konflik sektarian yang lama; sebagaimana memberikan kesempatan kepada kaum sekuler untuk menerima tampuk kepemimpinan politik yang melayani proyek kolonial di kawasan!

Kedua, Sesungguhnya berkumpulnya para ulama dengan perwakilan dari Federasi Rusia dalam satu konferensi tanpa didengar adanya satu pengingkaran atau tanpa adanya satu poin pernyataan akhir yang mengutuk dan mengecam pembantaian umat Islam di Suriah, adalah termasuk pengkhianatan terhadap seluruh umat ini! Bagaimana lagi jika diantara mereka para peserta konferensi itu ada orang yang mendukung tindakan Rusia dan memintanya untuk meningkatkan serangan (pengeboman) dengan dalih membasmi terorisme yang mereka klaim, yang ternyata tidak dibakar dengan api peperangan kecuali anak-anak Suriah dan kaum tertindas dari keluarga kita di sana! Padahal Allah swt berfirman:

: (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ ) [الأنفال:27].

“Hai orang-orang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul, atau mengkhianati amanah-amanah kamu padahal kamu mengetahui.” [QS. Anfal: 27].

Ketiga: Sesungguhnya Para ulama umat Islam yang mulia dan para da’I yang setia, mereka mengutuk konferensi ini dan orang-orang yang menghadirinya sementara mereka mengetahui tujuannya, serta mengutuk siapa saja yang diam setelah tampak bagi mereka aib dan cela konferensi ini. Sejarah tidak pernah mencatat adanya seorang ulama umat Islam yang diagungkan seperti al-Nawawi, Ibn Daqiq al-Ied, atau Ibn Hajar rahimahumullah yang menerima dijadikan sebagai kendaraan para musuh agama atau menjadi senjata yang ditikamkan di tubuh umat Islam, dengan cara loyal kepada politik atau dimanfaatkan untuk kepentingan sectarian oleh yahudi atau musuh nashrani.

Allah berfirman:

(وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ)[ المائدة:٥١

“Barang siapa loyal kepada mereka diantara kalian maka dia termasuk dari mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim.” [al-Maidah: 51].

Keempat: Sesungguhnya ajaran yang tetap dalam syariat Islam adalah wajibnya berdakwah kepada persatuan ahli Kiblat (umat Islam) dalam menghadapi konspirasi berbagai umat yang memusuhi Islam, dengan sifat mereka sebagai muslim bukan sebagai sunnah atau asyairah atau shufiyah atau lainnya.

Pemahaman yang benar dalam kondisi umat Islam hari ini adalah semuanya harus bahu membahu untuk membela Islam dan umat Islam di setiap tempat dimana disana darah Muslim ditumpahkan, bukan malah memecah barisan dan mengajak untuk membiarkan!padahal Allah SWT berfirman:

(وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى و لا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ) (المائدة:٢)

“Dan tolong menolonglah kamu dalam kebajikan dan ketakwaan dan janganlah saling menolong dalam dosa danpermusuhan.” (al-Maidah: 2).

Kelima: Meskipun konferensi ini diragukan maksud dan tujuannya namun taufiq Allah tidak diberikan kepada orang-orangnya dalam keputusan-keputusannya sebagaimana dalam waktu dan tempatnya!

Karena membatasi Ahlussunnah waljamaah hanya pada Asya’irah dan Maturidiyyah adalah perkara yang mendatangkan tanda Tanya yang tidak ada habisnya, sebabimam madzhab empat yang paling akhir wafat tanpa bisa ditolak adalah Imam Ahmad ibn Hanbal rahimahullah (241 H), wafatnya beliau adalah sebelum lahirnya Abul Hasan al-Asy’ari dan Abu Manshur al-Maturidi! Maka kita bawa kemana (kita anggap apa) generasi kaum muslimin sejak para sahabat Nabi hingga masa stabilitas doktrin al-Asy’ari? !! Barang siapa mengikuti madzhab Imam yang empat maka sudah selayaknya mengikuti akidah mereka dalam tauhid dan I’tiqad.

Keenam: Ahlussunnah sebagaimana yang sudah terpatri dalam pemahaman umat Islam dari dulu hingga sekarang adalah para sahabat dan para Tabi’in serta para pengikut mereka yang berpegang teguh dengan Al-Qur’an dan Sunnah dalam ucapan, perbuatan, dan keyakinan, dan siapa saja yang berjalan diatas manhaj mereka hingga hari kiamat.

Menilai Ahlussunnah sebagai para pengikut madzhab fikih yang empat tanpa melihat akidah mereka adalah ucapan yang sangat batil! Sebab diantara mereka adalah yang Mu’tazilah, Qadariyyah atau Murjiah Jabariyyah! Madzhab Fikih itu tidak terikat dengan akidah apakah Asy’ari atau Maturidi atau yang lainnya! Hal seperti ini dikatakan juga dalam sekte-sekte suluk seperti Shufiyyah.

Ketujuh: Menuduh para ulama pengikut manhaj salafi sebagai ekstrim (anarkhis) setelah mereka dikeluarkan dari pengertian Ahlussunnah dan membatasi Ahlussunnah hanya kepada orang-orang yang setuju dengan peserta konferensi dalam manhajiyyah mereka yang cacat adalah bertolak belakang dengan slogan mereka yang mereka menklaim mengajak kepada saling berhubungan dan saling menyayangi! Ataukah ini hanya uang saku bagi musuh-musuh akidah dan agama?!

Sesungguhnya dosa berepas diri dari orang Islam adalah sama persis dengan dosa loyal kepada ahli kebatilan!!

Kedelapan, yang layak bagi orang yang menjelaskan kepada umat tentang manhaj Ahlussunnah adalah tidak memuji dan mendoakan serta menyanjung orang yang jelas-jelas, terang-terangan mengumumkan bahwa dirinya adalah seorang tentara dari tentara Putin !!

Dan bahwa ia siap untuk mengorbankan hidupnya demi Putin !!disamping khurafat-khurafat yang diyakininya dan kejahatan yang dilakukannya dengan memerangi orang-orang Islam di negrinya !!

Penutup: Sesungguhnya umat Islam adalah umat yang kritis, yang membedakan dengan baik suatu yang berharga dan yang memalukan, tidak mempromosikan di pasarnya mata uang palsu. Sebagaimana mereka tidak tertipu dengan pemanfaatan kaum ekstremis dalam hal jihad untuk menghancurkan Jihad Ahlussunnah, maka mereka juga tidak akan tertipu dengan pemanfaatan ulama su’ untuk membid’ahkan Ahlussunnah dan menjatuhkan mereka!!

Mereka, para peserta konferensi itu hanyanyal mewakili diri mereka sendiri, sudah banyak orang-orang mulia baik dari Asya’irah maupun Shufiyah yang tidak mengakui mereka sebelum mereka mengeluarkan pernyataan itu atau sesudahnya!

Allah Maha Menang atas urusan-Nya akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

» Terima Kasih sudah membaca : Ulama Dunia Menimbang Beberapa Kejanggalan Dalam Konferensi Chechnya | jika artikel ini bermanfaat yuk di like dan sebarkan :)


KOTAK KOMENTAR


ARTIKEL TERKAIT


" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Daftar Artikel Populer

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Youtube Channel - Pinterest - Thumbler
Back to Top