Bolehkah Seorang Non Muslim Minta Hidayah? (Pertanyaan dari Non Muslim)

Daftar Artikel Terbaru
close
Daftar Artikel Populer
hidayah untuk non muslim

Saya sedang belajar agama islam, apa sajakah jenis dari bentuk hidayah yg datang pada manusia itu ?
Apakah boleh manusia non muslim seperti saya meminta hidayah agar merasa yakin untuk menjadi muallaf setelah mendapatkan sebuah hidayah.

Terimakasih mohon pencerahannya.

Dari: Dimas S.
(Dikirim melalui Aplikasi Tanya Ustadz untuk Windows Phone)

Jawaban:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Kami menyambut baik usaha anda untuk mempelajari islam lebih dekat. Kami mengucapkan, selamat datang bagi anda yang hendak mengarungi indahnya agama islam. Agama yang bersumber dari wahyu Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Semoga dengan usaha anda, Allah memudahkan bagi anda untuk semakin memahami betapa sempurnanya islam dan mengantarkan anda untuk menjadi seorang muslim sejati.

Tidak ada yang bisa menghalangi seorang hamba untuk memohon hidayah dari Tuhannya. Karena Allah bisa memberikan hidayah kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Mendapatkan pencerahan tentang kebenaran adalah hak setiap jiwa yang bernyawa.

Mengenai apa saja jenis dari bentuk hidayah yang datang pada manusia?

Dalam beberapa literatur islam dijelaskan bahwa secara umum hidayah ada 2 macam:

Pertama, hidayah yang bentuknya penjelasan, keterangan mana jalan yang benar dan mana yang salah. Allah memberikan hidayah jenis yang pertama ini kepada seluruh umat manusia. Dan Allah perintahkan kepada siapa saja yang telah mempelajarinya, agar dia menyebarkan dan mengajarkannya kepada orang lain. Siapapun berhak untuk mendapatkannya, tanpa memandang latar belakangnya.

Hidayah jenis yang pertama ini bentuknya adalah kitab al-Quran dan penjelasan yang diberikan sang Rasul pembawa al-Quran, yang diistilahkan dengan hadis.

Demikian pula taurat dan injil. Kitab taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa dan kitab injil yang diturunkan kepada nabi Isa keduanya juga sumber hidayah yang berupa penjelasan. Menjelaskan mana jalan kebenaran dan mana jalan kesesatan. Akan tetapi yang menjadi masalah, semua manusia di seluruh dunia telah sepakat bahwa taurat dan injil tidak lagi otentik dan telah diubah oleh tangan-tangan orang yang tidak bertanggung jawab.

Ini berbeda dengan al-Quran. Kaum muslimin sepakat bahwa Allah menjaga al-Quran dan kitab ini selamanya tidak akan bisa mengalami perubahan. Meskipun ada sejuta upaya dari orang yang memusuhi islam, yang berusaha membuat al-Quran palsu, namun usahanya selalu gagal.

 http://3.bp.blogspot.com/-OtyECCL5qiw/VbxGTdrT2CI/AAAAAAAAAxU/cwZIuuUoass/s640/ilustrasi.jpg

Sebagai bukti, injil versi indonesia hanya berisi keterangan berbahasa indonesia. Sedangkan al-Quran versi terjemah indonesia, tetap mencantumkan teks asli dalam bahasa arab. Lalu dimana teks injil yang asli?

Kami kaum muslimin beriman bahwa taurat dan injil adalah kitab yang asalnya datang dari Allah. Diturunkan kepada nabi-Nya, untuk disampaikan kepada umat manusia. Namun di saat yang sama, Allah perintahkan agar menjadikan al-Quran sebagai rujukan utama, karena kedua kitab suci sebelumnya, yaitu taurat dan injil telah dijamah oleh tangan manusia yang tidak bertanggung jawab.

Kami sendiri masih kebingungan, apa yang menyebabkan orang nasrani tidak bersedia mengimani al-Quran. Padahal ini kitab Tuhan yang selalu otentik dari perubahan. Banyak pengakuan yang dengar bahwa kebenaran al-Quran telah ditegaskan dalam injil, dan masalah ini mungkin anda lebih paham.

Kedua, hidayah yang bentuknya kemauan untuk mengikuti kebenaran.

Banyak orang telah mendapatkan penjelasan tentang jalan yang benar dan jalan yang salah. Hanya saja, ada yang mau mengikuti kebenaran, dan ada yang tetap kekeh dalam kubangan kesalahan.

Sejatinya orang ini telah mendapatkan hidayah berupa penjelasan dan keterangan. Namun dia belum mendapatkan jenis hidayah kedua, yaitu kemauan untuk mengikuti kebenaran.

Hidayah jenis kedua ini, menjadi hak prerogatif Tuhan Penguasa semesta alam. Mahluk tidak bisa memberikan. Makhluk hanya bisa menjelaskan, sementara yang mengubah dan mengendalikan hati para objek dakwah adalah Tuhan.

Siapapun berhak memohon kepada Tuhan untuk mendapatkan hidayah jenis kedua ini. Sebagaimana dulu banyak diantara orang yang meyertai sang nabi akhir zaman, mereka memohon agar diberi hidayah untuk mengikuti kebenaran islam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits



Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

» Terima Kasih sudah membaca : Bolehkah Seorang Non Muslim Minta Hidayah? (Pertanyaan dari Non Muslim) | jika artikel ini bermanfaat yuk di like dan sebarkan :)


KOTAK KOMENTAR


ARTIKEL TERKAIT


" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Daftar Artikel Populer

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Youtube Channel - Pinterest - Thumbler
Back to Top