Hukum Bergadang Nonton Pertandingan Sepakbola

Baca Juga 




Pertanyaan:
Assalamu’alaikum

Saat ini  pertandingan sepakbola  disiarkan langsung jam 23.00 sampai 01.00 dan 02.00 – 04.00 dini hari. Bolehkah kita nonton acara ini? Dengan tetap menjaga shalat subuh?

Dari: Arriqa

Jawaban:
Wa’alaikumussalam

Dalam menilai hukum satu kasus, kita tidak lepas dari kajian menimbang dampak baik dan buruknya. Nonton bola tengah malam, tentu saja memiliki dampak buruk, di antaranya adalah mengurangi jatah istirahat seseorang, sehingga bisa jadi akan mengganggu aktivitasnya di siang hari. Baik aktivitas dunia maupun akhirat. Dan realita ini diakui banyak orang, meskipun ada sebagian yang tidak mengalaminya.

Kasus semacam ini pernah ditanyakan kepada Syaikh Sulaiman Al-Majid, dalam sebuah acara televisi. Beliau memberikan arahan :

Pertama, sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci ketika seorang muslim bergadang sampai malam.

Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis dari Abu Barzah radhiallahu ‘anhu, beliau mengatakan,

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ، وَلَا يُحِبُّ الْحَدِيثَ بَعْدَهَا

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum isya dan beliau tidak menyukai obrolan setelah isya. (HR. Ahmad, no.19781 dan Ibn Khuzaimah, no.1339)

 http://2.bp.blogspot.com/-aqDpknUnxYk/T9fdCBCQRoI/AAAAAAAADZk/HTkBZW8P9TQ/s1600/begadang.png

Ibnu Khuzaimah meletakkan hadis ini setelah judul bab:

بَابُ الزَّجْرِ عَنِ السَّهَرِ بَعْدَ صَلَاةِ الْعِشَاءِ

Bab, larangan bergadang setelah shalat isya. (Shahih Ibnu Khuzaimah, 2:290)

Kedua, sesungguhnya nonton bola tengah malam, bisa menjadi sebab seseorang menelantarkan tugas agama dan dunianya. Banyak orang yang sering mengikuti acara semacam ini, membuat dia melalaikan shalat subuh, atau bahkan tidak shalat subuh. Demikian juga pekerjaannya menjadi terganggu.

Ketiga, beliau menasihatkan agar seorang muslim berusaha bersungguh-sungguh dalam hidupnya, melakukan yang terbaik, dan tidak menyia-nyiakan waktunya. Karena waktu yang Allah berikan akan ditanyakan pada hari kiamat.

Sebagaimana disebutkan dalam hadis dari Muadz;

لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعٍ: عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ

“Kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat, sampai ditanya empat hal: (salah satunya), tentang umurnya, untuk apa dia habiskan…” (HR. Ad-Darimi, no.556)

Selanjutnya, beliau ditanya, apakah seseorang yang bisa menjaga kewajiban shalat subuh, apakah dia berdosa?

Beliau menegaskan:
Jika kemungkinan besar hal ini bisa menyebabkan dia meninggalkan tanggung jawabnya, maka dia berdosa.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits


Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !
Daftar Artikel Terbaru Lainnya 




" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

SHARE ARTIKEL INI 


Baca Artikel Menarik Lainnya 

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top