Ini Kebijakan Khilafah Utsmaniyah Terhadap Para Penghina Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam

Daftar Artikel Terbaru
close
Daftar Artikel Populer

Penghinaan terhadap Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam tidak hanya pernah terjadi pada masa sekarang ini. Pada masa Khilafah Utsmaniyah, pernah akan ada pementasan teater yang menghina Nabi Muhammad SAW. Ketika itu Perancis pernah merancang mengadakan pementasan drama teater yang diambil dari karya Voltaire (seorang pemikir Eropa) yang menghina Rasulullah SAW. Drama itu bertajuk “Muhammad atau Kefanatikan” dan disamping mencaci Rasulullah SAW, ia juga menghina Zaid dan Zainab. Seketika itu juga, setelah Sultan Abdul Hamid II -pemimpin pada saat itu- mengetahui kabar akan ada pementasan drama tersebut, beliau langsung memerintahkan duta besarnya yang ada di Perancis untuk memberhentikan pementasan drama tersebut. Tidak hanya itu, Sultan Abdul Hamid II juga mengingatkan akan akibat politik yang bakal dihadapi oleh Perancis jika masih meneruskan pementasa itu.

Pememntasan tersebut serta merta dibatalkan. Tidak berhenti sampai disitu, kumpulan teater tersebut pindak ke Inggris untuk melakukan pertunjukan yang sempat batal. Namun lagi-lagi, Sultan Abdul Hamid II tidak setuju dengan pementasa itu. Beliau memerintahkan Inggris untuk menghentikan acara tersebut, namun pemerintah Inggris menolak dengan alasan tiket sudah dijual dan sekiranya dibatalkan, hal itu melanggar prinsip kebebasan rakyatnya. Perwakilan Utsmaniyah di Inggris mengatakan kepada Inggris bahwa walau pun Perancis mengamalkan ‘kebebasan’ tetapi mereka telah mengharamkan pementasan drama itu. Inggris juga menegaskan bahwa kebebasan yang dinikmati oleh rakyatnya adalah jauh lebih baik dari apa yang dinikmati oleh Perancis.

Setelah mendengar jawaban itu, Sultan Abdul Hamid II kembali memberikan perintah:
“Saya akan mengeluarkan perintah kepada umat Islam dengan mengumumkankan bahwa Inggris sedang menyerang dan menghina Rasulullah kami! Saya akan kobarkan Jihad al-Akbar (Jihad yang besar).”
Britania dengan serta merta melupakan keinginannya mengamalkan “kebebasan berpendapat” (freedom of speech) dan pementasan drama itu dibatalkan.

Inilah bukti kehebatan Islam, ketika diterapkan oleh Negara. Tak heran jika Imam Al Ghazali dalam Al Iqtishad fil I’tiqad menuliskan:

Agama dan kekuasaan bagaikan saudara kembar… agama adalah asasnya dan kekuasaan adalah penjaganya, apa saja yang tidak memiliki asas maka akan hilang dan apa saja yang tidak memiliki penjaga maka akan hancur.

Berbagai Sumber 

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

» Terima Kasih sudah membaca : Ini Kebijakan Khilafah Utsmaniyah Terhadap Para Penghina Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam | jika artikel ini bermanfaat yuk di like dan sebarkan :)


KOTAK KOMENTAR


ARTIKEL TERKAIT


" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Daftar Artikel Populer

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Youtube Channel - Pinterest - Thumbler
Back to Top