Kapan Kita Disebut Durhaka pada Orang Tua?

Baca Juga 


https://3.bp.blogspot.com/-9203Ght5QZA/V2tkzoMeUGI/AAAAAAAAEK4/97BVDnXs2rcSu2c3Zdxfx8Yg9U3qODejwCLcB/s640/Kisah%2BNyata%2B%2521%2BYang%2BMembaca%2BPasti%2BNangis%252C%2BAnak%2BDurhaka%2BYang%2BLebih%2BMementingkan%2BIstrinya%2BDari%2BPada%2BIbunya%2BSendiri.png

Kalau kita melihat perkataan Imam Nawawi, apakah yang dimaksud dengan durhaka pada orang tua, ternyata kita masih melekat pada sifat ini.

    ‘Uququl walidain atau durhaka pada orang tua adalah segala bentuk menyakiti orang tua.

Tidak termasuk durhaka jika kita mendahulukan kewajiban pada Allah. Juga tidak termasuk durhaka jika kita tidak taat dalam maksiat.

Taat pada orang tua itu wajib dalam segala hal selain pada perkara maksiat. Menyelisihi perintah keduanya termasuk durhaka.

 http://2.bp.blogspot.com/-wJpGNWOnkYM/VKekjcOSvQI/AAAAAAAAAvA/YjwvW-E9-RY/s1600/Pengobanan%2Borang%2BTua%2Buntuk%2BAnak.jpg

Lihat Syarh Shahih Muslim karya Imam Nawawi, 2: 77, terbitan Dar Ibnu Hazm

Jadi cakupan durhaka itu luas sekali. Menerima telepon dengan kasar pun sudah termasuk durhaka. Berkata kasar, muka cemberut pun sudah termasuk durhaka. Apalagi sampai memaki dan mengejek orang tua, ini jelas durhakanya.

Semoga kita dijauhkan dari sifat durhaka.



@ Pesantren Darush Sholihin, faedah di pagi hari, 19  Rabi’uts Tsani 1435 H

Akhukum fillah: Muhammad Abduh Tuasikal




Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !
Daftar Artikel Terbaru Lainnya 




" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

SHARE ARTIKEL INI 


Baca Artikel Menarik Lainnya 

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top