Keringat Orang Junub Apakah Najis?

Daftar Artikel Terbaru
close
Daftar Artikel Populer
http://www.lenterakabah.com/wp-content/uploads/2016/09/1473260931_685_Apakah-Keringat-Orang-Junub-Termasuk-Najis.jpg

Tanya:

Bolehkah salaman dengan orang junub? Ini saya tanyakan, krn sy khawatir tersenggol badannya yang berkeringat?.

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Jasad orang junub tidak najis, demikian pula keringatnya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau bercerita,

لَقِيَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي طَرِيقٍ مِنْ طُرُقِ الْمَدِينَةِ، وَهُوَ جُنُبٌ فَانْسَلَّ فَذَهَبَ فَاغْتَسَلَ، فَتَفَقَّدَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا جَاءَهُ قَالَ: «أَيْنَ كُنْتَ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ» قَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ، لَقِيتَنِي وَأَنَا جُنُبٌ فَكَرِهْتُ أَنْ أُجَالِسَكَ حَتَّى أَغْتَسِلَ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «سُبْحَانَ اللهِ إِنَّ الْمُؤْمِنَ لَا يَنْجُسُ»

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketemu Abu Hurairah di salah satu jalan madinah. Ketika itu, Abu Hurairah sedang junub. Kemudian Abu Hurairah pergi diam-diam dan dia mandi junub. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kehilangan dan mencarinya. Ketika Abu Hurairah datang, beliau bertanya, ’Tadi kamu kemana, hai Abu Hurairah?’ ’Wahai Rasulullah, anda menemuiku sementara aku junub, aku tidak ingin duduk bersama anda, hingga aku mandi terlebih dahulu.’ Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ’Subhanallah, sesungguhnya orang mukmin tidak najis.’

 http://www.lenterakabah.com/wp-content/uploads/2016/07/Sisa-Air-Mani-Keluar-setelah-Mandi-Junub-Bagaimana.jpg

Dalam riwayat Bukhari terdapat keterangan,

فَأَخَذَ بِيَدِي، فَمَشَيْتُ مَعَهُ حَتَّى قَعَدَ، فَانْسَلَلْتُ

”Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memegang tanganku, kemudian aku berjalan bersama beliau, hingga beliau duduk. Lalu aku pergi diam-diam..”

(HR. Bukhari 285 dan Muslim 371).

Imam Malik meriwayatkan dari Nafi, dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma,

أنه كان يعرق في الثوب وهو جنب ثم يصلي فيه

Ibnu Umar bajunya terkena keringat ketika beliau junub, kemudian beliau shalat dengan baju itu. (HR. Malik dalam al-Muwatha’, 164)

Ibnu Wahb meriwayatkan dari Ikrimah, bahwa Ibnu Abbas pernah mengatakan,

لا بأس بعرق الجنب والحائض في الثوب

”Keringat orang junub dan wanita haid, tidak najis.” (al-Mudawanah, 1/44).

Berdasarkan keterangan di atas, tidak masalah bersentuhan dengan orang yang junub, karena orang junub tidak najis.

Allahu a’lam

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits




Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

» Terima Kasih sudah membaca : Keringat Orang Junub Apakah Najis? | jika artikel ini bermanfaat yuk di like dan sebarkan :)


KOTAK KOMENTAR


ARTIKEL TERKAIT


" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Daftar Artikel Populer

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Youtube Channel - Pinterest - Thumbler
Back to Top