Ketika Ahok 'memimpikan' kaum minoritas jadi presiden

Daftar Artikel Terbaru
close
Daftar Artikel Populer
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) ikut menghadiri perayaan hari ulang tahun sekaligus peluncuran buku politikus PDIP Sabam Sirait ke-80, di Balai Kartini, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (15/10) kemarin. Dalam acara itu Ahok juga menyampaikan sambutan.




Dalam sambutannya itu, Ahok menyinggung kesempatan kaum minoritas untuk menjadi pemimpin.

"Kalau suatu hari yang dicap minoritas di negeri ini konstitusi menjamin bisa menjadi presiden republik ini. Maka atap dan pagar rumah Pancasila lengkap kita bangun," ujar Ahok di hadapan Sabam dan para tamu undangan di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Sabtu (15/10).

Dia menambahkan sekiranya harapannya itu tercapai, Ahok menilai rumah Pancasila yang dicita-cita Presiden Soekarno telah terealisasi dengan utuh.




"Saya yakin semua yang hadir di tempat ini semua mendoakan umur panjang untuk melihat rumah Pancasila selesai kita bangun itu cita-cita proklamator. Saya kira itu cita-cita kita bersama," ujar Ahok.

Sambutan Ahok itu mendapat sambutan hangat dari para tamu undangan yang hadir. Mereka yang hadir di antaranya Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly. Acara tersebut turut dihadiri Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen Edy Rahmayadi dan Kapolda Metro Jaya Irjen Muhammad Iriawan.

Sementara dari kalangan politisi yang hadir di antaranya anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agus Joko Pramono, politikus PDIP Aria Bima, politikus Demokrat EE Mangindaan, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, politikus senior Golkar Akbar Tandjung, dan istri Abdurrahman Wahid, Sinta Nuriah Wahid.

"Tahun depan 15 Februari kita lihat Ahok terpilih atau tidak saya kira itu," ucap Ahok saat mengakhiri sambutannya.

Ketika menjabat pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI, Ahok pernah mengungkapkan niatnya menjadi Presiden Republik Indonesia pada 2019 di depan ratusan mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia saat kuliah umum di Balai Agung, Balai Kota, Jumat (13/06/2014).

"Kalau Pak Jokowi terpilih jadi presiden dan ternyata dia tidak bisa lakukan apa-apa seperti SBY, saat itu rakyat akan bingung mau pilih siapa," kata Ahok seraya tersenyum seperti dikutip dari Antara

"Orang yang gagah, jenderal sudah tidak dipercaya. Yang ibu-ibu tidak dipercaya, yang kyai sudah pernah juga. Yang pinter bikin pesawat sudah pernah juga. Yang paling sederhana kayak kita ternyata tidak bisa juga. Bingung negara ini. Nah, mungkin saat itu orang akan pilih Ahok jadi presiden."

Meski berasal dari kaum minoritas, Ahok mengaku tidak gentar untuk maju menjadi presiden karena dia pernah menjadi Bupati Belitung Timur yang 93 persen penduduknya beragama Islam.

"Orang akan bilang saya keturunan cina (tionghoa), babi ngepet pun saya pilih yang penting bener. Orang akan frustasi kalau seperti itu, tapi saya tidak tahu," kata Ahok.

"Semua bilang saya gila. Saya coba dulu di DPRD tujuh bulan. Lihat kerja saya, rakyat pilih saya jadi bupati. Sudah selesai itu, mereka pilih adik saya. Kita bisa bikin dinasti, tapi bukan dinasti untuk korupsi," kata Ahok.

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

» Terima Kasih sudah membaca : Ketika Ahok 'memimpikan' kaum minoritas jadi presiden | jika artikel ini bermanfaat yuk di like dan sebarkan :)


KOTAK KOMENTAR


ARTIKEL TERKAIT


" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Daftar Artikel Populer

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Youtube Channel - Pinterest - Thumbler
Back to Top