Ketika Banyak Remaja Yang Sudah Ikut-ikutan Awkarin

Daftar Artikel Terbaru
close
Daftar Artikel Populer

http://1.bp.blogspot.com/-i0PhGJZEttM/VHL4lzojDnI/AAAAAAAAB_w/HA0uMAteZRw/s1600/Ilustrasi.jpg

Oleh: Yusra Dahnia, S.T.
Aktivis MHTI, Ibu Rumah Tangga

MIRIS dan mengkhawatirkan melihat tingkah pola remaja yang akhir-akhir ini memenuhi pemberitaan. Karin Novilda atau dikenal dengan Awkarin, dengan bangga dan tanpa rasa malu mengekspos hampir seluruh tubuhnya, termasuk adegan-adegan mesumnya dengan pacarnya.

Lebih disesalkan lagi, banyak remaja yang latah dengan perilaku rusak tersebut, bahkan melabelinya sebagai identitas generasi yang berkarakter. Bahkan sebagian remaja menganggap perilaku semacam ini sebagai simbol remaja yang “modern dan gaul” sehingga tidak sedikit yang menirunya.

Padahal, usia remaja adalah masa-masa produktif. Begitu banyak harapan yang digantungkan dipundak mereka sebagai generasi penerus sebuah bangsa menuju kebangkitan. Masa ketika berbagai potensi, jika diarahkan dengan benar, akan menjadi energi yang berkontribusi positif bagi masyarakat.

Kemajuan peradaban manusia sangat ditunjang oleh keluhuran pola pikir dan pola sikap generasi mudanya. Namun, apa jadinya jika generasi muda terjangkiti perilaku rusak seperti ini? Alih-alih memikirkan kebangkitan umat, mereka tenggelam dalam hedonisme yang melenakan.

Inilah buah kebebasan bertingkah laku yang dihasilkan sistem pendidikan sekuler atas nama HAM. Sistem pendidikan yang menekankan pada capaian akademis, tetapi kurang dalam penanaman pemahaman agama. Bukankah prestasi akademis tidak selalu berbanding lurus dengan keluhuran akhlak?


 http://usimages.detik.com/community/media/visual/2016/03/01/fc2d05b7-b69e-47f9-99f3-d8713a0c4b57_169.jpg?w=650

Orang tua dan generasi muda harus menyadari bahaya fenomena ini. Karin hanyalah korban dari sistem pendidikan dan kehidupan sekuler yang ada. Masyarakat selayaknya saling mengingatkan dalam kebaikan agar tidak muncul “Karin-Karin” yang lainnya, serta tidak bersikap apatis atau egois.

Peran pemerintah juga tak kalah penting. Pemerintah harus tegas menutup media massa yang turut mempromosikan gaya hidup liberal yang menyesatkan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawabnya dalam mengantisipasi semakin meluasnya kehancuran generasi muda kita.

Dalam sistem Islam, media massa memiliki fungsi strategis, yaitu melayani Islam di dalam dan di luar negeri. Di dalam negeri, media massa berfungsi untuk membangun masyarakat Islami yang kokoh. Di luar negeri, ia berfungsi untuk menyebarkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Dengan demikian, media massa akan menjadi alat konstruktif untuk memelihara identitas keislaman masyarakat, dengan tidak melarang unsur hiburan yang sehat dan syar’i. Tidak seperti sekarang, ketika sebagian media massa mengabdi pada kapitalisme dan menjadi alat destruktif untuk menghancurkan nilai-nilai Islam, dengan mengeksploitasi gaya hidup liberal yang membejatkan moral.

Hanya dengan kembali kepada pengamalan hukum Islam secara kaffah dalam naungan khilafah sajalah umat akan terjaga dari kehancuran. Ketika individu, masyarakat, dan pemerintah bersinergi bahu-membahu membangun peradaban luhur yang menenteramkan. Inilah saat yang tepat bagi umat untuk beralih pada sistem pendidikan dan kehidupan yang Allah Swt ridhai. 


Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

» Terima Kasih sudah membaca : Ketika Banyak Remaja Yang Sudah Ikut-ikutan Awkarin | jika artikel ini bermanfaat yuk di like dan sebarkan :)


KOTAK KOMENTAR


ARTIKEL TERKAIT


" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Daftar Artikel Populer

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Youtube Channel - Pinterest - Thumbler
Back to Top