ketika RIBUAN MASSA Umat Islam Bogor Turun ke Jalan AKSI KAWAL FATWA MUI Tuntut PENISTA AL-QURAN

Daftar Artikel Terbaru
close
Daftar Artikel Populer

BOGOR - Kamis (27/102016), Ribuan massa umat Islam Bogor dari berbagai ormas melakukan aksi unjuk rasa menuntut penuntasan hukum kasus Penistaan Al-Quran yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Ribuan massa umat Islam ini terdir dari MUI Bogor dan ormas Islam diantaranya dari FPI, HTI, Hasmi, Persis, Forkami, dan Annas melakukan long march dari Masjid Raya menuju Balai Kota Bogor sambil meneriakan yel-yel.

"Allahu Akbar !! Kami umat paling toleran di dunia. Tapi jangan sekali-kali kau hinakan Al-Qur'an..!!" teriak massa aksi.

Sebelumnya, MUI kota Bogor dan ormas-ormas Islam mengajak umat Islam untuk mengawal fatwa MUI Pusat yang telah menyatakan dengan bahwa Basuki Tjahaja Purnama telah menghina Al-Quran dan Menghina Ulama.

"MUI Kota Bogor bersama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI dan Ormas Islam se-Kota Bogor dan sekitarnya akan mengadakan Aksi Bela Islam dan Negara pagi ini," tulis surat yang dibubuhi tanda tangan KH Adam Ibrahim selaku Ketua Umum MUI Kota Bogor.

"Aksi ini dilakukan untuk menyampaikan pernyataan sikap MUI Kota Bogor untuk kemudian diserahkan kepada Walikota Bogor untuk dilanjutkan kepada Presiden RI," terang KH Adam Ibrahim.

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

» Terima Kasih sudah membaca : ketika RIBUAN MASSA Umat Islam Bogor Turun ke Jalan AKSI KAWAL FATWA MUI Tuntut PENISTA AL-QURAN | jika artikel ini bermanfaat yuk di like dan sebarkan :)


KOTAK KOMENTAR


ARTIKEL TERKAIT


" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Daftar Artikel Populer

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Youtube Channel - Pinterest - Thumbler
Back to Top