“Logika Aneh Dan Membingungkan Komnas Perempuan tentang Pasal Perzinaan”

Baca Juga 



https://2.bp.blogspot.com/-POocSEGD2T0/VtFHPRkU8mI/AAAAAAAAAEw/Z2AM5CDGM5I/w1200-h630-p-nu/Tiar-anwar%2BSejarawan%2BUI.jpg

BANDUNG–Pemaparan Perwakilan Komnas Perempuan Kemala Chandrakirana dinilai ‘membingungkan’ sebab standar ganda.

“Logika yang digunakan ahli pihak terkait dari komnas perempuan aneh. Di satu sisi tidak mau kalau dikatakan menganggap zina baik dan mendukung free sex, tapi menolak menghukum pelaku zina. Ini logika membingungkan,” ujar Dr. Tiar Anwar Bachtiar, salah satu pemohon Judicial Review (JR) pasal perzinaan.

Menurut Dr.Tiar para ahli menggiring agar masalah zina ini diselesaikan di luar hukum, yaitu dengan pendidikan dan lain-lain.

Dalam hal ini seolah-olah para pemohon JR ini tidak melakukan dakwah dan edukasi untuk mencegah perzinahan.

“Harap diketahui tanpa disuruh oleh ahli pihak terkait, para pemohon selama ini aktivitasnya adalah pendidik, aktivis, dan da’i yang sehari-hari berusaha untuk membentengi keluarga dan masyarakat dari merebaknya perzinaan,” jelas Tiar.

Lebih lanjut ia menegaskan JR ini dilakukan untuk menyempurnakan ikhtiar mencegah kemungkaran dan tindakan keji.

“Sangat tidak masuk akal juga bila pengajuan pemidanaan perzinaan kemudian dikait-kaitkan dengan UU Perkawinan; yaitu soal banyaknya perkawinan yang tidak tercatat sehingga secara hukum akan dianggap berzina”, ucap Tiar.

Tiar menegaskan bahwa hal tersebut bukan masalah substantif, tapi masalah teknis yang dapat diselesaikan dengan sikronisasi kebijakan perundangan sebab definisi zina bukan tidak dicatatnya perkawinan secara resmi.

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !
Daftar Artikel Terbaru Lainnya 




" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

SHARE ARTIKEL INI 


Baca Artikel Menarik Lainnya 

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top