Musibah, Datang Bukan Tanpa Sebab, Itu Semua Akibat DOSA Manusia Itu Sendiri

Daftar Artikel Terbaru
close
Daftar Artikel Populer
https://4.bp.blogspot.com/-_tXFmt_Y1IE/V-JF3TYagkI/AAAAAAAABWk/EV2J02AVCIgXXPJNFPNIWd-17miyAsbPgCLcB/s320/Garut-Banjir-4.jpg

Merebaknya ZINA, Musik, Nyanyian… Salah Satu Penyebab Bencana

Kisah Nyata Di Indonesia, Gunung Allah Timpakan Ke Dukuh Legetang

Berbagai kesuksesan duniawi yang berhubungan dengan pertanian menghiasi dukuh Legetang. Misalnya apabila di daerah lain tidak panen tetapi mereka panen berlimpah. Kualitas buah/sayur yang dihasilkan juga lebih dari yang lain. Namun barangkali ini merupakan “istidraj” (disesatkan Allah dengan cara diberi rizqi yang banyak dan orang tersebut akhirnya makin tenggelam dalam kesesatan). Masyarakat dukuh Legetang umumnya ahli maksiat dan bukan ahli bersyukur.

    Perjudian disana merajalela, begitu pula minum-minuman keras (yang sangat cocok untuk daerah dingin). Tiap malam mereka mengadakan pentas Lengger (sebuah kesenian yang dibawakan oleh para penari perempuan, yang sering berujung kepada perzinaan). Anak yang kimpoi sama ibunya dan beragam kemaksiatan lain sudah sedemikian parah di dukuh Legetang.

Pada suatu malam turun hujan yang lebat dan masyarakat Legetang sedang tenggelam dalam kemaksiatan. Tengah malam hujan reda. Tiba-tiba terdengar suara “buum”, seperti suara benda yang teramat berat berjatuhan.

Pagi harinya masyarakat disekitar dukuh Legetang yang penasaran dengan suara yang amat keras itu menyaksikan bahwa Gunung Pengamun-amun sudah terbelah (bahasa jawanya: tompal), dan belahannya itu ditimbunkan ke dukuh Legetang.

Dukuh Legetang yang tadinya berupa lembah itu bukan hanya rata dengan tanah, tetapi menjadi sebuah gundukan tanah baru menyerupai bukit. Seluruh penduduknya mati. Gegerlah kawasan dieng…

Masih ingatkah bencana longsor di Dusun Jemblung Banjarnegara?


Jelang akhir tahun 2014, indonesia kembali berduka. Musibah tanah longsor Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah menelan banyak korban jiwa.

Dari 108 korban yang hilang tertimbun longsor, baru sekitar 39 orang yang berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Indonesia yang berpenduduk mayoritas Muslim ini mengapa kembali dirundung bencana?

Untuk artikel penyebab datangnya musibah bisa anda baca disini

Romi, salah seorang relawan kemanusiaan dari LSM Emergency and Crisis Response (ECR) yang turut melakukan evakuasi korban di lokasi bencana, menyingkap kisah di balik musibah besar tersebut.

Menurutnya, berdasarkan informasi dari warga sekitar, di desa tersebut begitu merajalela kemaksiatan dan kemusyirkan.

“Ya kalau menurut warga sekitar, di sana terkenal dengan klenik dan judi sabung ayam, malah akhir-akhir ini juga marak berdiri karaoke. Jadi tempat itu sudah terkenal dengan kondisi seperti itu,” kata Romi

    Merajalelanya musik, nyanyian itu juga menjadi pemicu Allah menurunkan musibah,kenapa?? silahkan baca postingannya disini.

Ya kalau menurut warga sekitar, di sana terkenal dengan klenik dan judi sabung ayam, malah akhir-akhir ini juga marak berdiri karaoke. Jadi tempat itu sudah terkenal dengan kondisi seperti itu
Lalu,. Musibah juga menimpa Garut, Banjir bandang..

Ada kisah relawan yang membantu evakuasi bercerita, saya ambil dari website ini
Setelah saya dan teman-teman selesai berbersih, saya melihat sosok kakek yang sedang duduk termenung bersandar didinding dekat tempat kami berkumpul. Kalau dilihat dari fisiknya, beliau sekitar umur 60 sampai 65 tahun. Beliau duduk dan terlihat matanya berkaca-kaca.

Ada yang aneh, saya merasa harus mengajak ngobrol kakek itu. Entah kenapa, kaki ini seperti ada yang memaksa melangkah menuju kakek itu.

Duduklah saya disamping kakek itu, dan saya coba buka pembicaraan.

Saya: “kek, ada yang bisa saya bantu?”, saya bertanya pelan.

Kakek: Iya nak, tolong ambilkan minum. saya haus, dari semalam belum dapat minum.
akhirnya saya ambilkan air untuk kakek itu.

Kakek itu mulai mengajak bicara, dan sudah tidak berkaca-kaca lagi. hanya menyisakan merah dimatanya.

Kakek: nak, terima kasih sudah datang membantu kampung kami. Kalau bukan dengan izin ALLAH Subhanahu wata’ala, mungkin kami tidak ada yang membantu. Karena kampung ini terlalu banyak dosa.

Saya: ALLAH Subhanahu wata’ala sudah mengaturnya kek, Ini pelajaran untuk saya, agar senantiasa berbuat baik kepada sesama, termasuk kakek.

Kakek: bukan, bukan itu maksud saya nak. Berbuat baik kepada sesama itu harus. Tapi ada sesuatu dibalik banjir besar ini.

Saya: Iya kek, apa tuh kek?. saya hanya liat diberita, bahwa air dari dua sungai tumpah ke kampung.

Kakek: Coba kau liat dari jembatan, dari jembatan ke sungai jaraknya sangat jauh. Tidak masuk akal kalau air sungai bisa tumpah ke kampung kami.

Saya: Ya, saya sudah lihat dari jembatan. Tapi memang karena mungkin hujan yang begitu deras membuat luapan yang dahsyat.

Kakek: Mungkin saja. Tapi, selama saya tinggal disini. Ada satu hal yang membuat saya sedih. Bahkan murka.

Saya: kenapa kek? boleh saya tau?

Kakek: Jangan kamu kira kampung yang jauh dari perkotaan bebas dari zina. Zina disini sangat marak. Bahkan, kampung ini tempat yang aman untuk anak muda berzina.

Saya: Hemmmmm

Kakek itu melanjutkan ceritanya,

Kakek: Di sini, di sungai ini. Sudah terlalu banyak bayi-bayi tak berdosa dibuang. Dibantu oleh bidan-bidan kampung yang tidak bertanggung jawab membantu proses aborsi. Di sini kami kekurangan Ustadz yang menasehati kami. Itulah yang membuat kebanyakan orang di kampung ini jauh dari ALLAH yang akhirnya membuat mereka tidak takut berbuat maksiat.

 https://1.bp.blogspot.com/-EsbWX-bRw4Y/V-I-C7i5OiI/AAAAAAAACTY/Jp1MkZM-afYCpU9lZjmX3m-nlzi1cP9JACLcB/s1600/a.jpg

Negara Kuat itupun hancur, Akibat merebaknya MUSIK

Bermula dari upaya orang yang bernama Ziryab.

Ziryab adalah seorang Persia atau Kurdi yang pada awalnya tinggal dan bekerja di Irak lalu tinggal di Andalusia selama 30 tahun. Ia seorang musisi, penggubah lagu, ahli kosmetik, kuliner, fesyen, dan juga menguasai beberapa cabang ilmu pasti. Orang-orang Eropa mengenal Ziryab sebagai bapak kebudayaan.

Kalau hari ini kita gambarkan Ziryab, maka ia layaknya seorang selebriti. Orang-orang memperhatikannya dalam hal mode pakaian, gaya rambut, dan tren kuliner. Ia membuat tren warna dan model pakaian harus mengikuti musim-musim tertentu.

Hari ini kita lihat orang-orang meniru tren Ziryab dengan istilah pakaian musim dingin, musim panas, atau musim semi.

Ziryab juga mengubah kebiasaan bagaimana sebuah makanan itu dihidangkan atau disantap. Tidak ada seorang pun di Eropa atau di Andalusia secara khusus yang peduli tentang penyajian makanan, dahulu orang-orang menyajikan semua makanan dalam waktu yang sama. Ziryab membaginya menjadi tiga bagian dengan menu-menu yang menyesuaikan.

Hari ini kita kenal dengan istilah hidangan pembuka (appetizer), hidangan utama (main course), dan makanan penutup (dessert). Demikian juga dengan gaya rambut, ia membuat tren laki-laki tatanan rambutnya pendek dan rapi, sementara perempuan berambut lebih panjang dan berponi.

Sebagian dari kita mungkin menyangka tatanan modern dalam berpakaian, kuliner, dan gaya rambut masyarakat Eropa saat ini adalah budaya yang terlahir dari kebiasaan mereka sendiri.

Kalau Anda menyangka demikian, maka itu adalah kekeliruan. Kebiasaan tersebut terlahir dari seorang muslim yang berasal dari Baghdad, yaitu Ziryab.

Bahkan Ziryab mengajarkan masyarakat Eropa menggunakan deodoran, pasta gigi, dan shampo.

Mengajarkan Musik


Ketika datang ke Spanyol, Ziryab mendapatkan sambutan hangat dari pemerintah Daulah Bani Umayyah II di sana. Lalu ia pun mendirikan sekolah musik di wilayah kerajaan tersebut. Ia sangat pandai memainkan alat-alat musik, baik alat musik tradisional Arab maupun tradisional daerah setempat.

Melihat sosok Ziryab yang mampu menghibur dengan musiknya, memiliki penampilan yang trendi, mengajarkan cara menikmati makanan yang lebih menyenangkan dll. membuat masyarakat saat itu kagum dan memiliki kecenderungan hati kepadanya. Jangankan orang-orang yang hidup saat itu, tatkala mendengar apa yang diajarkan Ziryab kepada masyarakat Eropa sehingga peradaban Eropa seperti sekarang ini, mungkin di antara kita mulai mengaguminya, padahal apa yang diajarkan Ziryab bukanlah sesuatu yang sifatnya darurat, artinya peradaban manusia tidak punah jika tidak mengetahui apa yang Ziryab ajarkan. Tidak sehebat apa yang ilmuan-ilmuan Islam lainnya ajarkan.

Kekaguman tersebut membuat masyarakat mulai meninggalkan membaca Alquran atau berkurang dari biasanya, demikian juga membaca hadis, dan kisah-kisah para ulama yang shaleh. Mereka mulai sibuk dengan music tersebut.

Kebiasaan ini kemudian turun-temurun terwarisi hingga lemahlah umat Islam dan semakin tidak mengetahui ajaran agama mereka. Peristiwa demi peristiwa terjadi dalam sejarah Islam di Andaluisa; berpecah-pecahnya Daulah Umayyah II yang dahulu menjadi satu-satunya kerajaan Islam di Spanyol menjadi Negara-negara kecil atau tha-ifah. Beberapa di antaranya kemudian dikuasai oleh Kerajaan Kristen Eropa. Puncaknya, musibah itu disempurnakan dengan runtuhnya Kerajaan Granada.

Mungkin ada yang berkata, kenapa MUSIBAH tidak Allah timpakan di kota-kota besar yang maksiatnya mungkin jauh lebih banyak dari di kampung atau daerah terpencil?

Jawabannya, itu adalah rahasia Allah, kita juga tidak boleh memvonis dengan dalil penyebab turunnya musibah itu ditetapkan untuk daerah-daerah tertentu, tapi kita sebutkan dalil secara umum, agar hati-hati, dan dalil tersebut tidak secara serampangan di tetapkan terhadap daerah-daerah tertentu.

Apakah di kota-kota besar tidak ada musibah? Banyak, bahkan musibah yang lebih besar dari sekedar musibah longsor, banjir bandang yang menghabiskan satu kampung,.

Apa musibah tersebut? Musibah yang menimpa agama.. dan ini bisa kita saksikan juga, betapa banyak kaum muslimin yang tidak paham ajaran agama mereka, ini juga adalah musibah,.

Banyak kaum muslimin berbuat BIDAH, bahkan musibah yang PALING BESAR adalah kaum muslimin banyak terjatuh dalam KESYIRIKAN,.

Sehingga dengan paham dalil tersebut kita menjadi takut ketika akan berbuat maksiat, takut berbuat BIDAH, takut berbuat KESYIRIKAN

Musibah terbesar adalah musibah yang menimpa agama

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa kepada Allah agar Allah tidak menimpakan musibah atau ujian kepada beliau dalam urusan agama, yaitu doa beliau berikut ini:

وَلَا تَجْعَلْ مُصِيبَتَنَا فِي دِينِنَا، وَلَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا، وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا

“Ya Allah, Janganlah Engkau jadikan musibah yang menimpa kami dalam urusan agama kami, dan jangan pula Engkau jadikan (harta dan kemewahan) dunia sebagai cita-cita kami yg paling besar, dan tujuan utama dari ilmu yg kami miliki.”

(Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi V/528 no.3502, An-Nasa’I dalam As-Sunan Al-Kubro VI/106, Al-Hakim I/528, dan Ibnu As-Sunny dalam Amalul Yaum wa Al-Lailah no.445).


DERAJAT HADITS tersebut HASAN (baik), sebagaimana dinyatakan oleh syaikh Al-Albani di dalam Shohih Sunan At-Tirmidzi III/168 no.2783, dan Shohih Al-Jami’ I/400.

MAKNA HADITS:

Doa Nabi yg berbunyi: “Jangan Engkau Jadikan musibah yang menimpa kami dalam urusan agama kami” maksudnya ialah janganlah Engkau menimpakan kepada kami suatu musibah yang menyebabkan berkurang atau hilangnya agama dan keimanan kami,

seperti musibah berbuat kemurtadan, kemusyrikan dan kekufuran, atau memiliki keyakinan yg sesat dan batil, atau melalaikan kewajiban dan bermalas-malasan dlm menjalankan ketaatan, melakukan hal2 yg haram, atau berkuasanya orang2 kafir dan munafik atas kaum muslimin, dsb.

Demikianlah maksud doa Nabi di atas, karena musibah dalam urusan agama merupakan sebesar-besarnya musibah yg menimpa seorang hamba di dunia, dan hal ini akan menyebabkan kesengsaraan dan kebinasaannya di akhirat kelak.




Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

» Terima Kasih sudah membaca : Musibah, Datang Bukan Tanpa Sebab, Itu Semua Akibat DOSA Manusia Itu Sendiri | jika artikel ini bermanfaat yuk di like dan sebarkan :)


KOTAK KOMENTAR


ARTIKEL TERKAIT


" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Daftar Artikel Populer

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Youtube Channel - Pinterest - Thumbler
Back to Top