Umar bin Khathab : Pecat Orang Itu Wahai Abu Musa Al Asy’ari, Angkatlah Seorang Muslim!

Daftar Artikel Terbaru
close
Daftar Artikel Populer

http://1.bp.blogspot.com/-iSNXtOfJbLQ/U7biyaGhqbI/AAAAAAAAAXs/6ug6Wo9U7EE/s1600/MG_8700_camel_shadows.jpg

SUATU ketika Umar bin Khathab memerintahkan Abu Musa Al Asy’ari melakukan pencatatan pengeluaran dan pemasukan pemerintah di Syam. Umar Memerintahkan agar pekerjaan itu dilakukan oleh satu orang.

Abu Musa memiliki seorang juru tulis yang beragama Nasrani, ia pun mengangkatnya untuk mengerjakan tugas dari Umar tadi.

Kagum dengan hasil pekerjaan si juru tulis Abu Musa itu, Umar kemudian mengundangnya untuk datang ke tanah haram.

“Hasil kerja orang ini bagus, bisakah orang ini didatangkan dari Syam untuk membacakan laporan-laporan di depan kami?”

 http://img.eramuslim.com/media/2010/11/0arab_desertok.jpg

“Ia tidak bisa masuk ke tanah Haram, wahai Umar,” jawab Abu Musa.

Umar heran, lalu bertanya, “Kenapa? Apa karena ia junub?”

“bukan, karena ia seorang Nasrani.”

Mendengar hal itu, sontak  Umar menegurku dengan keras. Ia memukul pahaku dan berkata, “pecat dia!”
Umar lalu membacakan ayat,

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.  Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim.” (QS Al Maidah: 51).


Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

» Terima Kasih sudah membaca : Umar bin Khathab : Pecat Orang Itu Wahai Abu Musa Al Asy’ari, Angkatlah Seorang Muslim! | jika artikel ini bermanfaat yuk di like dan sebarkan :)


KOTAK KOMENTAR


ARTIKEL TERKAIT


" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Daftar Artikel Populer

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Youtube Channel - Pinterest - Thumbler
Back to Top