Fakta Fakta, Data dan Fenomena Unik Terkait Ka’bah

Daftar Artikel Terbaru
close
Daftar Artikel Populer




SIAPA yang tak tahu ka’bah? Salah satu tempat suci ummat Islam ini ternyata memiliki berbagai fenomena unik dalam sejarahnya. Ada beberapa fenomena unik terkait berdirinya bangunan suci ini, berikut beberapa di antaranya:
1. Tahukah Anda bahwa banjir ternyata sudah sering melanda Ka’bah sejak zaman khalifah Umar Ibnul Khattab? Musibah ini terjadi karena bangunan Ka’bah berdiri di atas lembah yang paling rendah di kota Mekah. Tidak heran jika Ka’bah sering dilanda banjir ketika sedang terjadi hujan yang cukup lebat. Bangunan Ka’bah yang kala itu masih terbuat dari bebatuan yang direkatkan dengan tanah atau lumpur mengalami kerusakan yang cukup parah ketika banjir melanda.



2. Tahukah Anda bahwa Kiswah atau selimut Ka`bah terbuat dari sutera murni berwarna hitam pekat dan dihiasi oleh sulaman kaligrafi yang membentuk angka V (angka tujuh dalam bahasa Arab) dengan menggunakan benang berlapis emas dan perak? Yang lebih mengaggumkan adalah bahwa kain tersebut berharga 20 juta riyal atau sekitar Rp. 50 miliar! Ada lima Kiswah yang menutupi Ka’bah. Empat diantaranya digunakan untuk menutupi empat sisi Ka`bah, termasuk bagian atasnya. Sedangkan satu bagian lagi untuk menutup bagian pintu.



Di balik Kiswah hitam yang menutupi Ka’bah, ternyata masih ada kain berwarna putih yang disebut Bithana Kiswah. Kain itu berguna untuk menyerap uap dari dinding Ka`bah dan menghalangi panas yang diserap oleh kain Kiswah. Kain ini mengandung daya serap tinggi yang berguna untuk menghindarkan panas yang berlebihan yang dapat mengakibatkan kerusakan pada dinding Ka’bah.





3. Tahukah Anda bahwa pintu Ka’bah yang terbuat dari kayu ternyata dilapisi 280 kg emas murni? Selain pintu, struktur dan dekorasi di dalam Ka’bah juga di desain demikian indah. Lantai Ka’bah dilapisi keramik berwarna dan atapnya ditunjang tiga pilar kayu yang masing-masing berdiameter 44 cm. Selain itu, struktur atap Ka’bah terdiri dari dua lapisan dan dinding bagian dalam ditutup oleh layar yang terbuat dari kain beludru berwarna hijau (kain ini biasanya rutin diganti setiap tiga tahun sekali).


4. Tahukah Anda bahwa Ka’bah dicuci dua kali dalam setahun, yakni pada tanggal 15 Sya’ban dan di pertengahan Muharam? Ritual pencucian ini dimulai dengan shalat sunat dua rakaat dan dilanjutkan dengan mengepel bagian dalam Ka’bah dengan menggunakan kain putih yang dibasahi air mawar, wewangian khas Arab (beraroma kayu oud), dan parfum beraroma musk (minyak kelenjar rusa). Selanjutnya, air zamzam dicampur dengan air mawar yang dipercikkan ke lantai Ka’bah kemudian dipel dengan tangan kosong dan daun kurma (palem). Setelah itu, lantai dan dinding Ka’bah akan dikeringkan dengan kertas tisu dan kain putih sebelum akhirnya disiram lagi dengan wewangian aroma oud dan mawar.





5. Tahukah Anda bahwa sebuah penemuan yang cukup menggemparkan telah ditemukan oleh NASA? Penemuan tersebut menyatakan bahwa planet Bumi memancarkan radiasi. Yang mengejutkan, ternyata radiasi tersebut berpusat di Ka’bah. Gelombang radiasi ini bersifat infinite (tidak berujung). Gelombang ini terlihat dari pancaran radiasi yang masih terus berlanjut ketika mereka mengambil foto planet Mars.
Terlepas benar tidaknya hal tersebut, sebagian peneliti muslim percaya bahwa radiasi ini memiliki karakteristik tersendiri yang menghubungkan Ka’bah planet bumi dengan Ka’bah di alam akhirat. Penelitian NASA juga menemukan bahwa di pertengahan kutub utara dan kutub selatan ada suatu area bernama Zero Magnetism Area.
Ini adalah daerah dengan daya tarik magnetik yang seimbang (daya tarik kedua kutub sama besar) sehingga jarum kompas tidak akan bergerak sama sekali di daerah tersebut dan Mekah tepat berada di area ini. Itulah mungkin alasan mengapa orang yang tinggal di Mekah akan hidup lebih lama dan lebih sehat. Mereka tidak banyak dipengaruhi oleh kekuatan gravitasi.




6. Tahukah Anda bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di atas air? Selain di Ka’bah, batu Hajar Aswad juga dapat ditemui di museum yang ada di Inggris, Di museum ini terdapat tiga buah potongan batu Ka’bah. Uniknya, pihak museum mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita.[]


Sumber: ajaibdananeh





Foto-Foto Ruang Dalam Ka’bah


Mengenal Fisik Ka’bah:

Bagian Luar

Bentuk Ka’bah kira-kira segi empat, dibangun dengan batu biru yang keras. Tingginya sampai 15 m. Panjang sisi tempat pancuran air mizab dan sisi depannya adalah 10,1 m. Panjang sisi tempat pintu Ka’bah dan belakangnya adalah 12 m. Pintu Ka’bah setinggi 2 m dari lantai, naik dengan menggunakan tangga seperti tangga mimbar. Saat ini, tangganya terbuat dari kayu berlapis perak yang dihadiahkan oleh salah seorang pengusaha India ke Ka’bah. Tangga tersebut tidak diletakkan di dekat Ka’bah kecuali jika pintu itu akan dibuka untuk kunjungan dalam momen-momen tertentu. Tidak lebih dari 15 kali setahun.



Di sudut sebelah kiri pintu Ka’bah, terdapat Hajar Aswad. Tingginya 1,5 m dari atas lantai thawaf. Orang Arab menyebut sudut (rukun) Ka’bah sesuai arah kemana rukun itu menghadap. Yang menghadap ke Utara dinamai rukun Irak. Yang menghadap ke Barat dinamai rukun Syam. Ke Selatan rukun Yamani. Dan yang ke Timur dinamai rukun Hajar Aswad karena Hajar Aswad berada di sudut tersebut.
Hajar Aswad adalah sebuah batu mengkilat berbentuk oval tidak beraturan. Warnanya hitam kemerah-merahan. Di batu itu terdapat warna merah dengan garis-garis kuning bekas penempelan potongan-potongan Hajar Aswad yang pecah. Diameternya kurang lebih 30 cm. dan dikelilingi dengan bingkai perak setebal 10 cm.
Pancuran yang muncul dari atas atap di bagian tengah dinding rukun utara dan rukun barat adalah mizab rahmah. Mizab ini dibuat oleh al-Hajjaj bin Yusuf dengan tujuan agar air tidak tergenang di atap Ka’bah. Pada tahun 959 H, Sultan Sulaiman al-Utsmani mengganti ujungnya dengan bahan perak. Kemudian pada tahun 1021 H, Sultan Ahmad al-Utsmani mengganti ujungnya dengan perak berukir yang ditulis dengan tinta biru berselang-seling emas. Pada tahun 1273 H, Sultan Abdul Majid al-Utsmani mengirim pancuran air yang seluruhnya terbuat dari emas. Mizab atau pancuran air itulah yang ada sampai sekarang ini.
Di depan mizab terdapat al-hatim. Yaitu bangunan melengkung setengah lingkaran yang kedua ujungnya berada di rukun utara dan barat dengan jarak 2,3 m. Tingginya 1 m dan tebalnya 1,5 m. Bagian ini dibeton dengan batu pualam berukir. Dan di sepanjang bagian atas terdapat tulisan yang dipahat. Jarak dari tengah dinding bagian dalam ke dinding Ka’bah 8,44 m. Ruang yang ada di antara keduanya disebut Hijir Ismail. Tiga meter dari ruang ini, pada masa Nabi Ibrahim ‘alaihissalam termasuk bangunan Ka’bah. Ada yang menyatakan bahwa Hajar dan Ismail dimakamkan di tempat ini.
Bagian Dalam

Gambar 1: Salah satu rukun atau sisi Ka’bah al-Musyarrfah. Tampak di bagian atas bagian kain kiswah dalam yang khusus untuk Ka’bah.






Gambar 2: Lemari di dalam Ka’bah. Posisi lemari ini tepat berada di depan pintu Ka’bah –jika dilihat dari bagian dalam. Di atasnya biasa diletakkan alat pewangi dari asap kayu gaharu yang khusus untuk mengharumi ruangan Ka’bah. Biasanya hal ini dilakukan setelah prosesi pencucian Ka’bah. Di dalam lemari ini juga tersimpan semacam kapur pewangi yang beraroma mawar untuk membaluri dinding Ka’bah agar tetap wangi. Hal itu juga dilakukan setelah dinding-dinding Ka’bah dicuci dengan air zam-zam yang dicampuri dengan air mawar.





Gambar 3: Ini adalah tempat shalat Rasulullah ﷺ ketika beliau memasuki Ka’bah yang mulia. Raja-raja, gubernur-gubernur Mekah al-Mukaramah, atau tamu kerajaan selalu shalat di tempat ini sebelum memulai prosesi pencucian Ka’bah yang mulia. Mungkin setelahnya bisa jadi orang-orang yang turut serta dalam prosesi pencucian Ka’bah atau masyarakat biasa ikut shalat pula di tempat ini. Kita memohon kepada Allah termasuk orang-orang yang mendapatkan keutamaan itu.






Gambar 4: Bagian kecil di dinging Ka’bah berupa batu tertentu. Posisinya menghadap tempat shalat Nabi ﷺ tadi. Pada batu tersebut tertulis kalimat “laa ilaaha illallaah, Muhammad rasulullah”.





Gambar 5: Sebuah pintu yang terdapat di dalam Ka’bah. Pintu ini bukanlah pintu utama Ka’bah. Pintu ini dinamakan pintu taubat. Di dalam pintu tersebut terdapat tangga menuju kea tap Ka’bah.






Gambar 6: Tiga buah tiang di dalam Ka’bah. Tiang ini terbuat dari kayu yang terbaik dan disepuh dengan emas murni. Bagian atasnya terlihat kain kiswah bagian dalam yang berwarna hijau. Tampak juga pada gambar ini lampu-lampu kecil, tempat pengasapan kayu gaharu, dan wadah-wadah. Benda-benda tersebut adalah hadiah pemberian dari para khalifah, para sultan, para amir, dan para raja sepanjang sejarah Islam untuk Ka’bah yang mulia.








Gambar 7: Terlihat 3 tiang lainnya yang berada di dalam Ka’bah. Tiga buah tiang yang terbuat dari kayu yang terbaik dan disepuh dengan emas murni. Tampak pada gambar pintu masuk Ka’bah atau dikenal dengan Pintu Ka’bah. Pada gambar ini juga terlihat lemari yang berada di depan Pintu Ka’bah dan di atasnya terdapat alat untuk pengasapan kayu gaharu. Yang digunakan untuk mengharumkan ruang dalam Ka’bah.




Sumber Gambar: Facebook Syaikh Muhammad bin Umar Bazmul
Daftar Pustaka:
– al-Kharbuthli, Ali Husni. 2013. Sejarah Kabah. Jakarta: Turos.
Oleh Nurfitri Hadi (@nfhadi07)
Artikel www.KisahMuslim.com








Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

» Terima Kasih sudah membaca : Fakta Fakta, Data dan Fenomena Unik Terkait Ka’bah | jika artikel ini bermanfaat yuk di like dan sebarkan :)


KOTAK KOMENTAR


ARTIKEL TERKAIT


" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Daftar Artikel Populer

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Youtube Channel - Pinterest - Thumbler
Back to Top