Ketika Super Tanker “Tak Berdaya” Hadapi Kebakaran Israel

Baca Juga 


Kedatangan pesawat pemadam kebakaran raksasa “Super Tanker” dari AS untuk ikut memadamkan kebakaran di wilayah pendudukan penjajah Israel yang sebelumnya banyak memperoleh pujian, kini menjadi bahan  kritikan.

Kedatangan pesawat pemadam berbadan bongsor itu menimbulkan polemik di pihak penjajah, dimana pejabat Dinas Pemadam Kebakaran menolak penggunaan pesawat tersebut, sedangkan pihak kepolisian bersikeras menggunakannya. Pesawat raksasa itu pun akhirnya beroperasi selama dua hari, yakni hari Sabtu dan Ahad. Namun, untuk operasi hari ke dua pesawat itu malah lama berputar-putar di wilayah pesisir, demikian lansir Ynet News (27/11/16)

Sementara itu, Haaretz (27/11/2016) mengkritik kebijakan Netanyahu yang mendatangkan pesawat tersebut, media itu menyebutkan bahwa untuk pengoperasian “Super Tanker”, penjajah Israel harus merogoh kocek sebesar 1,5 juta dolar, yang mana hal itu dinilai membebani pajak.

Sedangkan “Super Tanker” sendiri memiliki banyak kelemahan, dimana ia tidak bisa digunakan pada malam hari, lebih-lebih di wilayah pemukiman, karena ia bisa membunuh penduduk dan regu pemadam di darat dengan berton-ton jumlah berat materi yang dijatuhkannya.

Disamping itu “Super Tanker” dinilai boros air, dimana ia banyak menggunakan air untuk area terbatas dan tentunya penggunaan air tawar membutuhkan biaya yang besar dan jika diganti dengan air laut, maka ia akan merusak lahan.

Dalam operasinya, “Super Tanker” harus terbang tinggi, untuk menghindari asap dan panas, yang menyebabkan air yang dijatuhkan menguap sebelum sampai ke target.

Netanyahu sang pencetus ide untuk mendatangkan pesawat tambun itu pun dinilai hanya memberi hiburan bagi para pendukungnya.* 

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

SHARE ARTIKEL INI 


Baca Artikel Menarik Lainnya 

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top