Kisah Nabi Yusuf dan Keikhlasan Antasari Azhar

Daftar Artikel Terbaru
close
Daftar Artikel Populer
Saat tiba di Lapas Klas I Tangerang, Banten, Rabu (9/11), Antasari Azhar menyampaikan sepotong kisah Nabi Yusuf Alaihissalam. Sang Nabi yang terzalimi lantaran ulah Zulaikha, istri al-Aziz, yang mengganggunya. 





Hukuman bagi Yusuf ketika itu tidaklah mengenakkan. Ia harus mendekam di penjara. Meski demikian, Yusuf tetap ikhlas menjalani hukuman tersebut. Sebagaimana Yusuf, Antasari mengaku merasakan hal yang sama. 

Selama tujuh tahun enam bulan, dia harus mendekam di balik jeruji akibat tuduhan merencanakan pembunuhan. Akan tetapi, mantan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini tetap sabar menjalani masa hukuman. "Saya sudah mengikhlaskan, semua memang sudah jalannya," ujar Antasari. 

Tujuh tahun dan enam bulan lalu, Antasari divonis 18 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dalam kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen. Ia sempat mengajukan banding di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

Namun, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memperkuat hukuman yang dijatuhkan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Begitu pun Mahkamah Agung yang juga menolak kasasi yang diajukan Antasari. 

Dengan demikian, Antasari tetap dihukum 18 tahun penjara. Setelah upaya yang diajukannya kandas, dia akhirnya menempuh upaya hukum luar biasa melalui pengajuan grasi kepada Presiden Joko Widodo pada 2015. 

Lantaran terkendala undang-undang, Presiden pun meminta Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memberikan banyak remisi. Pada tahun lalu saja, Antasari memperoleh remisi 12 bulan. Kamis 10 November 2016, sosok yang dikenal garang memberantas korupsi tersebut bersiap kembali menghirup udara bebas. Antasari mengaku tidak akan mengungkit masalah-masalah yang sudah berlalu.
Dia hanya memasrahkan diri kepada Tuhan, Allah SWT, atas semua yang akan terjadi ke depannya. Sebagaimana narapidana yang bebas, Antasari akan kembali ke rumah. Antasari ingin rehat tanpa melakukan aktivitas di luar rumah dalam kurun waktu tiga bulan. Mantan jaksa ini pun harus beradaptasi terlebih dahulu dengan dunia luar.

Di samping itu, Antasari juga berencana melaksanakan ibadah umrah ke Tanah Suci pada Januari mendatang. Masa asimilasinya di sebuah kantor notaris pun berakhir.

Sehingga, setelah pulang ke rumah, Antasari tidak terikat kontrak dengan pihak mana pun terkait pekerjaan. Kendati demikian, dia mengaku sudah mendapatkan banyak undangan sebagai pembicara pada peringatan Hari Anti Korupsi, Desember mendatang. 

Pembebasan Bersyarat

Kepala Lapas Klas I Tangerang, Arpan, menyebutkan, Antasari telah memenuhi kriteria pembebasan bersyarat tersebut. Menurut Arpan, pemberian pembebasan bersyarat berdasarkan Pasal 15 KUHP.

"Setelah menjalani 2/3 pidana, narapidana sudah ada hak untuk diberikan PB. Dia juga menaati seluruh aturan di napi dan dia sangat disiplin," ujarnya. Arpan menjelaskan, syarat khusus pemberian pembebasan bersyarat kepada napi juga termasuk syarat administratif.

Dalam hal ini, Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012 dan Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 21 Tahun 2013. Sedangkan, untuk syarat substantif, napi yang bersangkutan harus berkelakuan baik selama menjalani masa hukuman.

Arpan juga menjelaskan, perhitungan 2/3 dari masa pidana dihitung setelah masa pidananya ditambah dengan remisi. Untuk Antasari, remisi yang diberikan adalah selama 53 bulan 20 hari.

Sehingga, dari total hukuman pidana 18 tahun dikurangi dengan remisi empat tahun lima bulan 20 hari menjadi sekitar 12 tahun. Jadi, pidana selama tujuh tahun enam bulan tersebut merupakan 2/3 dari 12 tahun tersebut.

Selain itu, dalam pembebasan bersyarat tersebut Antasari dikenakan wajib lapor dengan jangka waktu yang ditentukan oleh Badan Pemasyarakatan dan Pengawasan Kejaksaan. Arpan menyebut badan itu sebagai pembimbing.

Antasari harus menjalani masa bersyarat tersebut selama sisa pidana ditambah satu tahun. Selama itu pula pria asal Palembang itu dilarang melakukan tindakan yang melanggar hukum. "Jika terbukti kembali melanggar hukum, maka akan dikenai hukuman sesuai pelanggaran ditambah sisa masa tahanannya sebelum dibebaskan bersyarat," kata Arpan. 

Pertimbangan Grasi

Kuasa hukum Antasari, Azhar Boyamin Saiman, meminta Mahkamah Agung segera mengirimkan putusan pertimbangan terkait permohonan grasi yang diajukan Antasari Azhar kepada Presiden Joko Widodo. Ini penting mengingat dalam pemberian grasi, Presiden memperhatikan pertimbangan MA.

Sementara, sampai saat ini, menurut Boyamin, putusan pertimbangan belum diserahkan kepada Presiden. "Makanya, kita ke sini untuk memastikan bahwa pertimbangan yang diputus Jumat (4/11) kemarin di website segera diserahkan ke Presiden. Kita mengajukan permintaan resmi pekan ini agar dikirim ke Presiden," ujarnya, di gedung MA, kemarin.

Menurut Boyamin, pengajuan resmi tersebut dilakukan agar pertimbangan MA bisa cepat sampai dan diterima Presiden sehingga bisa segera ditindaklanjuti. MA, kata Boyamin, dinilai lambat dalam memproses pertimbangan grasi tersebut. Padahal, tim kuasa hukum telah mengajukan permintaan sejak 8 Agustus 2016 lalu dan disempurnakan pada 28 September 2016.

Bahkan, menurut Boyamin, MA telah melebihi batas waktu yang diatur dalam menerbitkan pertimbangan MA atas pengajuan grasi dan mengirimkan ke Presiden. Sebagaimana bunyi pasal 10 UU 5/2010 tentang grasi, yakni dalam jangka waktu paling lambat 30 hari terhitung dari tanggal diterimanya salinan permohonan.

Kepala Biro Hukum dan Humas MA Ridwan Mansyur menjelaskan, pendapat pertimbangan MA atas permohonan grasi Antarasi kepada Presiden belum dikirimkan karena pertimbangannya baru dikeluarkan belum lama ini. Menurut Ridwan, proses penerbitan pertimbangan grasi memang membutuhkan waktu lantaran penumpukan perkara yang masuk ke MA.

"Itu masalah urutan perkara saja," ujarnya kepada Republika. Namun, Ridwan mengatakan, jika pertimbangan grasi sudah diterbitkan oleh hakim MA, MA akan segera mengirimkan ke Presiden.


Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

» Terima Kasih sudah membaca : Kisah Nabi Yusuf dan Keikhlasan Antasari Azhar | jika artikel ini bermanfaat yuk di like dan sebarkan :)


KOTAK KOMENTAR


ARTIKEL TERKAIT


" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Daftar Artikel Populer

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Youtube Channel - Pinterest - Thumbler
Back to Top