Kumpulkan Ulama, Kapolda Bali Imbau Tak Ada Warga Ikut Demo ke Jakarta

Daftar Artikel Terbaru
close
Daftar Artikel Populer
 Kapolda Bali Irjen Pol Sugeng Priyanto mengumpulkan belasan pemimpin organisasi Islam. Sugeng mengimbau agar tak ada warga Bali yang berangkat untuk demonstrasi di Jakarta.

Sugeng mengumpulkan petinggi MUI Bali, GP Ansor Bali, Muhammadiyah Bali, NU Bali, HTI Bali, ICMI Bali dan sejumlah pemimpin organisasi masjid di Bali. Mereka dikumpulkan dalam acara Silahturahmi Kapolda Bali dengan Tokoh Umat Muslim di Mapolda Bali, Denpasar, Bali, Selasa (22/11/2016).

"Tidak lain adalah terkait dengan perkembangan situasi akhir-akhir ini. Kalau daerah lain unjuk rasa dan pengiriman massa besar-besaran, di Bali tidak terjadi," kata Sugeng dalam sambutannya.






Dia mengatakan, sebagai penduduk pendatang di Bali, diharapkan umat Muslim merasa sebagai bagian dari Pulau Dewata. Dengan demikian, keamanan dan ketertiban masyarakat di Bali tetap kondusif dan dijaga bersama.

"Ini mohon disampaikan kepada jemaah kita di masjid dan sebagainya," ujar Sugeng.

Sugeng juga menyinggung proses hukum Gubernur DKI non-aktif Basuki T Purnama (Ahok). Dia meminta para ulama di Bali untuk mempercayakan proses hukumnya kepada pihak kepolisian.

"Ini (dugaan penistaan agama oleh Ahok) menjadi besar sekali karena disinyalir penegakan hukum ini diseret-seret ke ranah bermuatan politik, lalu ancaman tindakan makar. Kalau tidak diseret ke ranah itu, saya kira tidak akan ada keresahan," ucap Sugeng.

"Kalau tidak senang dengan Ahok, ya jangan pilih dia. Kenapa harus pakai acara marah-marah dan duduki Istana? Kan mempersulit keadaan. Tidak usah turun ke jalan," tambahnya.

Kemudian, Sugeng memutarkan video dari Youtube ke hadapan para Ulama. Video tersebut berisi seorang ustaz Indonesia yang meminta jemaahnya berintrospeksi terkait kedamaian dan kerukunan antar umat beragama.

Para ulama pun menyaksikan video itu dengan saksama walau tak ada tepuk tangan mengakhiri sambutan komandan tertinggi polisi di Bali tersebut.

Kapolri Sebut Ada Upaya Makar, Kapolda Bali Beri Penjelasan ke Ulama

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut ada upaya makar yang diselipkan pada aksi 2 Desember. Pernyataan Kapolri rupanya membuat gerah para ulama di Bali sehingga Kapolda Bali Irjen Pol Sugeng Priyanto memberikan penjelasan.

"Kalau ada dua juta orang demonstrasi itu luar biasa, karena kalau disusupi, saudara tidak tahu," kata Sugeng.

Sugeng menyampaikan hal ini dalam acara Silahturahmi Kapolda Bali dengan Tokoh Umat Muslim di Mapolda Bali, Denpasar, Bali, Selasa (22/11/2016). Hadir para petinggi MUI Bali, Muhammadiyah Bali, NU Bali, GP Ansor Bali, HTI Bali, HMI Bali, dan organisasi masjid di Bali.

"Pencegahan penyusupan dan memperburuk kondisi itu gunanya intelijen. Bapak-bapak enggak bisa membedakan penyusup," ujar Sugeng.

Berkaca pada aksi 4 November 2016, terjadi perusakan 2 unit kendaraan Polri oleh penyusup. Hal itu disebut Sugeng juga tidak diketahui akan terjadi oleh para peserta aksi saat itu.

"Lebih dari itu, ancamannya menggulingkan pemerintahan. Itu sebenarnya yang kami pihak kepolisian tidak mau, aksi aspirasi terkotori," ucap Sugeng.

Kemudian Sugeng menjelaskan isu makar muncul bukan karena kabar burung belaka. Melainkan, adanya tenaga-tenaga intelijen yang mengumpulkan informasi terkait aksi demonstrasi 2 Desember 2016 akan mengarah ke upaya makar.

"Jadi poinnya, itu sudah ada dasarnya laporan intelijen dari berbagai sumber. Jadi enggak mungkin salah, Kapolri buat statement ngawur itu tidak mungkin," tutup Sugeng. 
(dhn/dhn)

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

» Terima Kasih sudah membaca : Kumpulkan Ulama, Kapolda Bali Imbau Tak Ada Warga Ikut Demo ke Jakarta | jika artikel ini bermanfaat yuk di like dan sebarkan :)


KOTAK KOMENTAR


ARTIKEL TERKAIT


" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Daftar Artikel Populer

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Youtube Channel - Pinterest - Thumbler
Back to Top