Lembaga Survei Ini Tempatkan Ahok-Djarot di Posisi Paling Buncit, ini HASIL nya

Daftar Artikel Terbaru
close
Daftar Artikel Populer
 Hasil lembaga survei dari Lembaga Konsultan Politik Indonesia (LKPI) secara mengejutkan menempatkan pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni berada di posisi teratas dalam elektabilitas di Pilgub DKI 2017. Sementara pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat berada di posisi paling buncit.






Agus-Sylviana memperoleh posisi elektabilitas sebesar 27,6% mengungguli pasangan Anies-Sandi yang berada di posisi kedua sebesar 25,9% dan petahana Ahok-Djarot berada pada angka 24,6 %. Hasil ini dipaparkan oleh Direktur Eksekutif LKPI, Dendi Susianto, di Restoran Pulau Dua, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Senin (14/11/2016).

Pemerhati politik dari UNJ Ubedilah Badrun diundang dalam pemaparan survei ini. Pengumpulan data survei berlangsung pada tanggal 25 Oktober-3 November 2016.

Pengumpulan data ini dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner terhadap 1.200 responden. Respoden ditentukan secara proporsional terhadap proyeksi jumlah pemilih di DKI Jakarta yang tersebar di enam wilayah yakni Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, dan Kepulauan Seribu.

Margin of error diperkirakan sebesar +/- 2,8% pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil ini menguatkan sejumlah lembaga survei pada periode November mengenai penurunan yang signifikan dari pasangan Ahok-Djarot.

"Sebetulnya masyarakat Jakarta mengapresasi program kerja yang dilakukan oleh pasangan petahana. Lebih dari separuh responden (55,2%) mengatakan bahwa program kerja Ahok-Djarot baik. Namun bila ditelaah lebih jauh publik tidak puas dengan beberapa kebijakan dan sikap petahana," urai Dendi Susianto.

Dendi menjelaskan beberapa kebijakan dan komentar kontroversial mengenai surat Al Maidah ayat 51 adalah penyebab utama penurunan tersebut. "Publik utamanya tidak puas dengan pernyataan Ahok di Kepulauan Seribu yang dianggap menyinggung Umat Islam, 82 % menyatakan pernyataan Ahok tersebut salah. Demikian mayoritas responden (72%) menganggap kebijakan Ahok terkait reklamasi pantai salah," sambung Dendi Susianto.

Sementara itu, pasangan Agus-Sylviana dapat menduduki posisi teratas karena tim sukses sudah berjalan secara efektif hingga level bawah. Hal itu juga diperkuat dengan partai pendukung yang solid.

"Tim sukses Agus-Sylviana sudah terbentuk secara masif hingga ke level bawah. Ini menyebabkan kepopuleran pasangan tersebut melonjak. Partai pengusung yang solid juga sangat membantu posisi mereka," urai Dendi.

Masih ada sekitar 27,6% masyarakat Jakarta yang belum terbuka dengan pilihannya Hasil survei juga mengkonfirmasi tingkat kemantapan pilihan sebagian besar masyarakat (60,1%) yang menyatakan kecil kemungkinan atau tidak akan berubah. Dukungan yang relatif solid ini terrefleksi pada masing-masing pasangan kandidat, rata-rata kemantapan pilihan berada di selang 60 hingga 70 persen.

Sementara itu masih ada 21,9 % pemilih yang masih merahasiakan pilihannya. Menurut Dendi mereka dapat menentukan hasil dari pilgub nanti.

"Yang terjadi dalam hari ini adalah adanya Indikator liquid society yaitu masyarkat yang cair. Mereka ada dalam pemilih yang belum mentukan atau tidak mau membuka pilihannya. Fenomena tersebut juga dapat menentukan peta politik," jelasnya.

Dengan Margin yang dangat tipis, Dendi berpendapat bahwa pemimpin DKI mendatang tidak akan terpilih dalam satu putaran. Dia menegaskan semua calon punya peluang yang sama dalam pemilihan mendatang.

"Walaupun paslon Agus-Sylvi memiliki nilai elektabilitas tertinggi, sesungguhnya semua paslon memiliki tingkat elektabilitas yang sama karena margin error 2,8%," pungkasnya.

Sebelumnya, survei yang dilakukan oleh banyak lembaga selalu menempatkan Ahok-Djarot pada posisi elektabilitas teratas. Survei Indoncon Research and Consulting yang dirilis pada Minggu (13/11) kemarin menjelaskan elektabilitas Ahok-Djarot sebesar 30,1 %. Pasangan Agus-Sylviana mendapat 26,4 %. Pasangan Anies-Sandiaga mendapatkan 21,6 %. 

Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pimpinan Denny JA yang dirilis pada Sabtu (12/11) kemarin mencatat, elektabilitas Ahok-Djarot sebesar 24,6 persen. Agus-Sylviana berada di peringkat dua dengan 20,9 persen, sedangkan Anies-Sandiaga elektabilitasnya tercatat 20 persen. Sementara angka swing voters atau belum menentukan pilihan yakni 34,5 persen. 

Lembaga Skala Survei Indonesia (SSI) merilis pada Minggu (23/10) lampau, pasangan yang banyak dipilih adalah Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat sebesar 33,8%, disusul Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni 19,6% dan Anies Rasyid Baswedan Sandiaga Uno 18,8%.


(dnu/dnu)

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

» Terima Kasih sudah membaca : Lembaga Survei Ini Tempatkan Ahok-Djarot di Posisi Paling Buncit, ini HASIL nya | jika artikel ini bermanfaat yuk di like dan sebarkan :)


KOTAK KOMENTAR


ARTIKEL TERKAIT


" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Daftar Artikel Populer

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Youtube Channel - Pinterest - Thumbler
Back to Top